Petualangan Gembira

Petualangan Gembira
6. Ledakan Dahsyat Berantai 2


__ADS_3

...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...


...... LEDAKAN DAHSYAT BERANTAI...


Truk dan bus ini bertabrakan, kedua kendaraan ini berbenturan yang sangat dahsyat. Bus ini di tabrak bagian tengah sama truk berisi bensin yang oleng kemudian terbalik. Tabung bbm kegesek, tutup tabungnya juga rusak kena benturan aspal. Tutup itu terbuka, dalam hitungan detik truk itu meledak dahsyat. Mobil yang dekat maupun di tabrak sama truk ini juga ikut terbakar termasuk bus ekonomi. Sebagian penumpang bus ini terbakar hidup-hidup terkena tumpahan bensin yang mengalir ke bawah kolong bus mereka. Jalanan tambah kacau, semua orang menjerit histeris. Sedangkan pemuda yang berada di dalam taksi yang jalannya pelan di bahu jalan ditabrak truk gandeng dari belakang. Taksi ini terlindas, pemuda ini tidak sadarkan diri begitu juga supir taksinya. Beberapa menit kemudian polisi dan juga puluhan pemadam kebakaran berdatangan memadamkan api yang berkobar dengan menggunakan racun api. Setelah api padam, ambulance membawa mereka ke rumah sakit terdekat baik korban yang masih hidup maupun korban yang sudah tewas. Dengan kejadian seperti ini untuk sementara jalan tol menuju ke bandara ditutup.


iiiii 

__ADS_1


Siang itu Presiden sedang mengadakan jamuan makan siang dengan para stafnya. Setelah sang Presiden membuka acara, maka mereka mulai menikmati hidangan makanan yang telah disajikan. Ketika mereka sedang makan, gelas milik Presiden yang berada di meja makan tiba-tiba pecah berkeping-keping tanpa sebab yang jelas. Semua staf yang sedang menikmati jamuan hidangan dari sang Presiden seketika itu juga berhenti, mereka heran bercampur dengan rasa kaget di dalam hatinya dengan fenomena seperti itu. Presiden beserta stafnya takjub menyaksikan sendiri kejadian tadi. Namun, staf yang mengurusi acara tersebut segera membersihkan dan mengganti dengan yang baru, acara makan pun dilanjutkan kembali sampai selesai. Di dalam hati sang Presiden, beliau merasakan firasat yang tidak seperti biasanya. Setelah acara jamuan makan telah selesai, di tutup dengan hiburan sebuah lagu dari group band COKELAT yang berjudul BENDERA. Mereka menyaksikan group band Cokelat dengan penuh khidmat. Setelah acara selesai, mereka semua kembali ke tempat kerja masing-masing. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 3).


iiiii 


Sore itu hujan mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya. Begitu juga kota-kota besar yang lain seperti Semarang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Kalimantan dan masih banyak lagi. Ternyata hujan deras itu merata di atas negara Indonesia. Pada malam harinya terjadi badai yang sangat besar, guntur dan petir saling sahut menyahut. Mereka saling mengadu kekuatan satu dengan yang lainnya, sungguh sangat memekakkan telinga walaupun itu telinga semut sekalipun. Seketika itu juga kota Jakarta menjadi banjir, jalan-jalan utama tidak bisa dilalui oleh kendaraan yang akan berlalu lalang. Sedangkan di bandara, terjadi penumpukan penumpang karena seluruh pesawat di pending dengan cuaca yang sangat buruk.


Hujan ini disertai badai dan angin yang sangat kencang disertai hujan es batu sebesar bola tenis. Sehingga di jalan-jalan kota Jakarta, bola es itu kebanyakan mengenai kaca mobil yang mengakibatkan kaca mobil kebanyakan  pecah, yang sedang berlalu lalang kendaraan di jalanan ketika pekerja pada pulang. Memang waktunya para pekerja pulang. Mobil banyak yang kecelakaan terkena batu es ini dan juga jalanan menjadi licin sehingga mobil mudah selip yang akhirnya terjadi benturan dengan tabrakan beruntun. Sungguh malang orang yang memakai kendaraan roda dua, kebanyakan mereka terjatuh di tengah jalan dengan mengendarai sepeda motornya yang sangat kencang. Mereka banyak yang tidak sadarkan diri, disebabkan terkena hujan es batu sebesar bola tenis. 

__ADS_1


iiiii 


Suasana di bandara nampak mencekam. Di atas bandara ada pesawat yang mendarat  dan tergelincir, sehingga pendaratan pesawat itu tidak mulus. Ekor pesawat beserta dua sayapnya patah, namun pesawat ini tidak sampai meledak. Tim penolong datang, mereka akhirnya bisa diselamatkan. Banyak korban yang pingsan dan cedera. Tercatat dari petugas medis, yang meninggal dunia ada tiga orang, kebanyakan penumpang pesawat luka ringan. Sedangkan yang mengalami luka berat dirawat di rumah sakit berjumlah dua belas orang.


Beberapa jam kemudian tiga pesawat dari kota lain yang mendekati ke bandara di Jakarta mulai oleng di karenakan pesawat ini terkena petir dan juga terkena batu es yang menghujam ke bumi. karena batu esnya sebesar bola tenis pada saat itu juga pesawat ini seolah-olah di hajar meriam putih. Kaca depan pesawat itu pecah menyebabkan tekanan angin yang tidak seimbang. Pesawat itu jatuh terkena gravitasi, mesin pesawat itu juga mati. Pesawat sipil itu oleng, akhirnya pesawat itu jatuh menghujam ke bumi. Pesawat yang menghujam ke bumi terbelah menjadi dua bagian, penumpang berhamburan di udara. Mereka jatuh bebas ke dasar bumi, mereka tidak bisa merasakan lagi kedamaian karena sebentar lagi maut menghinggapi mereka. Ketika pesawat itu akan menghujam ke darat, pesawat itu meledak di angkasa. Tiga pesawat berkobar dan meledak di angkasa, sungguh sangat memilukan di malam yang terlewat sore itu. Korban dari serangan badai es batu ini telah berjatuhan di sebabkan cuaca yang sangat ganas. 


Tidak hanya kota Jakarta saja yang mengalami cuaca buruk seperti ini. Di seberang kota-kota besar sana di Nusantara juga kejadian yang sama dengan kota Jakarta, terutama nasib yang dialami pesawat terbang. Pesawat yang terlanjur di angkasa harus turun ke bandara dan pesawat yang belum berangkat harus menunggu cuaca yang buruk ini. Pesawat yang terlanjur terbang kebanyakan terbakar dan jatuh ke bumi. Karena badai dan angin kencang telah memporak-porandakan yang telah di dekatinya, terutama lagi badai es batu sebesar bola tenis yang menyebabkan maut menjemput penumpang pesawat ini. Rata-rata pesawat yang keluar pulau meledak dan jatuh ke laut.

__ADS_1


Sedangkan kapal laut yang sedang berlayar semuanya karam terkena ombak yang meninggi dan pukulan badai es ini. Para penumpang yang menyelamatkan diri terapung-apung di atas samudera yang tak bertepi. Ada juga penumpang kapal laut yang tenggelam, karena kecapean berenang yang jauhnya daratan dan juga kebanyakan tidak bisa berenang yang akhirnya mati di tengah laut. Ada juga mati karena terjebak di dalam kapal yang tenggelam sehingga kehabisan nafas. Beruntung para nelayan dengan perahu kecilnya belum melaut, sehingga kebanyakan dari mereka selamat.


##T##


__ADS_2