
...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...
......MBOLOS NGAYOGYAKARTA KITA DATANG......
“Grace, lihat tuh ada salesman yang cukup tampan nawarin kita produk.” Kata Medina sambil berbisik-bisik dengan Grace.
“Iya nih, kira-kira produknya apa sih. Kelihatannya kok serius amat cowok ini.” Bisikan Grace kepada Medina. Mereka berdua makin tertawa melihat cowok ini yang ulet menawarkan barang dagangannya. Cowok ini terus menawarkan kepada kedua gadis cantik ini.
“Ayolah mbak sekali ini saja. Sebagai penglaris produk milik saya, cocok loh dengan mbak yang rambutnya pirang kecoklatan. Apalagi ini mbak, samponya cocok sekali dengan rambut mbak yang panjang. Juga ada loh yang khusus rambut hitam.” Rambut kecoklatan pirang adalah rambutnya Grace, walau bagaimanapun wajahnya nampak indo banget atau darah bulenya masih kentara. “Atau lipstik sama bedak juga ada mbak, pokoknya produk saya mah di jamin lengkap dan berkualitas deh.” Kata salesman ini. Namun kedua gadis ini cuek saja. Karena Grace dan Medina agak jengkel sama cowok ini, maka mereka mengadakan rencana jahat yaitu mereka akan menggoda salesman ini untuk di kerjain.
“Mas sales, kita mau beli kok produk yang kamu tawarkan kepada kita, tapi ada syaratnya mas.” Kata Grace sambil tersenyum memandangi cowok ini.
“Iya mas, mau nggak produk milik mas sales laku.” Kata Medina yang menggandeng tangannya Grace.
“Aduh mbak, mau beli kok pakai sarat sih. Tapi tak apalah untuk dua gadis secantik kalian apapun saya lakukan asalkan syaratnya yang mudah ya mbak, jangan yang susah-susah. Kalau syaratnya susah maka mbak berdua nggak niat beli, cuma mencari alasan saja biar saya pergi ya to.” Kata cowok ini yang mulai curiga dengan syarat berat yang akan dialaminya.
“Syaratnya mudah saja kok mas sales. Kamu udah siap belum.” Kata Medina.
“Apaan tuh mbak, saya sudah nggak sabar nih agar produk saya laku. Jadi penasaran nih.”
“Kalau mas mau produk kosmetiknya kita beli, mas sales harus memakai lipstik dan juga bedaknya. Apa benar produk mas sales memang bagus dan berkualitas, untuk itulah harus dipakai sendiri dong. Nanti kalau kita beli terus barangnya jelek kitakan yang rugi dan mas sales sudah melakukan penipuan kepada kita. Bagaimana, mas sales berani enggak.” Kata Grace yang wajahnya berusaha di serius-seriusin agar nampak nyata, padahal di dalam hati kedua gadis cantik ini tertawa keras.
“Saratnya kok gitu sih mbak. Saya kan masih normal, bukan bencong masak sih saya lakuin. Bisa nurunin pasaran saya mbak. Nanti saya nggak laku sama cewek cantik nih. Malahan laku sama bencong di Yogya. Dengan berat hati kayaknya enggak bisa deh. Kira-kira ada sarat yang lain enggak mbak.” Kata cowok ini. Medina dan Grace cekikikan, akhirnya tawa mereka meledak juga di hadapan salesman ini.
“Ya udah kalau kamu nggak mau kita pergi aja. Ayo Din kita jalan kesana.” Kata Grace menggandeng tangan Medina. Sebenarnya mereka berdua pura-pura pergi agar cowok ini kecewa.
__ADS_1
”Mas sales. Kalau mas setuju dengan syarat kita, nantinya kita beli semua deh kosmetiknya.” Kata Medina sambil memancing cowok ini. Tujuan mereka berdua adalah agar cowok sales ini mau melakukan dengan syarat yang diajukan mereka. Ketika kedua gadis ini sudah jalan agak jauh, cowok ini memanggil mereka.
“Mbak, mbak, tunggu jangan pergi dulu, iya deh aku mau sarat dari kalian asal kalian nggak bohong ya.” Kata salesman ini. Grace dan Medina berhenti dari langkahnya. Keduanya membalikkan badan, mereka berdua mulai mendatangi cowok ini.
“Beres deh, tapi bukan hanya makai saja loh mas sales. Kamu harus berjalan-jalan di pinggir jalan umum sana sambil menawarkan produk kosmetik mas sales selama empat puluh menit. Bagaimana deal nggak sarat tambahan ini.”
“Wah, kalau empat puluh menit terlalu lama mbak. Bagaimana kalau sepuluh menit.” Kata cowok ini sambil memelas.
“Sorry nggak bisa mas. Bagaimana kalau dua puluh menit, ini sarat yang terakhir loh mas. Kalau mas nggak mau juga, kita batalin perjanjian kita dan kita pergi saja kalau gitu.” Kata Medina yang disetujui Grace dengan anggukan.
“Ya udah deh, apa boleh buat. Memang kalau cari uang ya kaya gini. Ok deh mbak deal aja.” Kata salesman ini sambil garuk-garuk kepala karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia nurut saja sama kemauan kedua gadis cantik ini yang agak nyebelin, pikir salesman ini di dalam hati.
Mereka bertiga mencari tempat di bawah pohon yang besar, kedua gadis cantik ini membuka tas yang dibawa cowok ini. Mereka bertiga berdiri, mulai deh aksi dari para gadis cantik ini yang menyukai berhias. Cowok tampan ini dibuat eksperimen oleh mereka. Wajahnya mulai dipulas dengan bedak maupun lipstik, bibirnya juga dikasih lipstik oleh mereka. Demikian juga kedua pipinya dikasih pemerah pipi sehingga tampang cowok ini seperti badut yang di tampar dengan pentungan miliknya hansip. Setelah kedua gadis ini selesai mendandani cowok ini, maka cowok ini berjalan di pinggir jalan yang berada di teras depan Ambarukmo Plaza sambil nawarin produk kosmetik dengan para pengunjung mall. Grace dan Medina tertawa terbahak-bahak sambil menutup mulutnya dengan tangan mereka yang melihat dari kejauhan aksi cowok salesman ini. Memang kalau dirasa, kedua gadis cantik ini benar-benar jahat terhadap salesman yang yang sedang mereka kerjain. Mereka berdua tidak sadar siapa tahu cowok ini sangat membutuhkan uang untuk keperluan yang sangat genting.
Di sekitar Ambarukmo Plaza, banyak para pengunjung mall yang heran, kebanyakan mereka tertawa melihat aksi sales ini. Akhirnya dua puluh menit telah lewat, cowok ini mendatangi kedua gadis cantik ini yang mengerjainya. Grace dan Medina membeli semua produk kosmetik dan kecantikan milik cowok ini. Total yang mereka beli tiga belas produk kecantikan, mereka membayar cowok ini mencapai satu juta tiga ratus lima puluh ribu secara kontan dari dompetnya Grace dan Medina. Cowok ini senang luar biasa sambil menyalami mereka yang membuat Grace dan Medina bengong. Cowok tadi melangkah untuk pergi dari hadapan mereka tapi lupa membersihkan mukanya dikarenakan bahagia luar biasa, dia pergi menaiki motornya. Dua cewek cantik ini akhirnya pulang ke rumah tantenya naik taksi. Di dalam taksi mereka berdua senyam senyum sendiri merasakan bahagia jika mengenang kejadian ini.
“H..ha..ha..Ada dua gadis cantik nih, pasukan sikat makanan kita.” Kata ketua preman yang mengomandoi anak buahnya untuk mengitari kedua gadis ini.
“Apa-apaan ini, ada apa dengan kalian. Apa yang akan kalian lakukan terhadap kita.” Kata Grace yang berkata demikian, badan mereka berdua bergetar luar biasa.
“Ayo Grace, kita lari aja.” Kata Medina. Belum sempat mereka lari, keduanya sudah dikepung.
“Pegang mereka dan ambil barang yang di bawa mereka. Kita sandera mereka berdua. Gadis ini sangat cantik dan lebih baik kita jual saja mereka ha..ha..ha..” kata ketua mereka yang sangat gendut dan bertato.
“Oke bos, mangsa sudah tertangkap. Gimana kalau kita bawa ke gudang saja bos dan kita ikat pakai tali.” Kata Anak buah preman ini sambil memegang Grace dan Medina. Mereka meronta-ronta dan memukuli preman ini sebisa mungkin sambil berteriak minta tolong.
__ADS_1
“Tolong-tolooong kita di rampoookk..tolooong....” Kata Medina dan Grace yang berteriak secara histeris. “Tolooong...kita diculiiik..., tolooong.” Tiba-tiba dari arah jalan besar, seorang pemuda masuk sambil memakai helm di kepalanya.
“Hai preman ******** tengik lepaskan kedua gadis itu. Kalian mau apain mereka wedus gembel.” Kata pemuda ini. “Kalau berani, lawan yang seimbang jangan cuma dengan gadis. Pengecut kalian diancuk.” Empat preman ini kaget dan melepaskan dua cewek ini. Preman ini menantang satu cowok ini sambil mengejek dan meremehkan.
“Bajingan kue le, cuma satu orang berani sama kita berempat. Kamu tahu siapa kita hah, dasar munyuk.” Kata ketua preman yang gendut ini. Dua cewek ini lari ke belakang cowok yang menyelamatkannya. Mereka saling mengenal ketika di hotel Ambarukmo Plaza waktu itu menjual kosmetik pada mereka. Cowok ini tersenyum ramah pada Grace dan Medina begitu juga sebaliknya.
“Mas sales, tolong mas selamatkan kita.” Kata Grace dan Medina yang ketakutan sambil berpegangan di balik punggung cowok ini.
“Tenang bisa aku atasi.” Kata cowok ini yang berusaha menenangkan Grace dan Medina. “Sekarang kamu lari duluan ke jalan besar mencari pertolongan, biar aku mengulur waktu agar mereka tidak bisa mengejarmu. Sekarang kalian lari cepat..cepat..” Kedua gadis cantik ini lari sekencang mungkin. Keempat preman akan mengejar grace dan medina, namun dihalangi sama cowok ini dengan sok jagoan sambil berkata. “Jangan ganggu temanku bangsaaat.” Empat preman ini tertawa terbahak bahak.
“Bah rupanya sok jagoan.” Kata ketua preman. Cowok yang menyelamatkan kedua gadis ini ancang-ancang untuk nendang, mereka pun siap menerima serangan. Ketika cowok ini melihat Grace dan Medina sudah jauh dari jalan sempit kembali ke jalan Malioboro. Maka cowok ini melemparkan helmnya ke muka preman yang paling depan, preman ini kesakitan. Cowok ini lari seribu kaki tunggang langgang sambil di kejar keempat preman ini. Sedangkan yang mukanya kena helm di timpuk cowok ini larinya paling belakang sambil menahan kesakitan. Cowok ini lari ke tempat keramaian menuju jalan Malioboro, beruntung Grace dan Medina tampak dari kejauhan ditemani dengan polwan dan dua polisi pariwisata. Akhirnya cowok yang menyelamatkan Grace dan Medina mendatangi mereka.
Preman yang tadi mengejarnya mengurungkan niatnya, mereka lari menghindar untuk membaur dengan kerumunan orang yang berlalu lalang. ketika cowok ini melihat preman yang mengejarnya, nampak keempatnya tadi masuk ke sebuah mall. Syukurlah, akhirnya mereka semua selamat dari maut maupun penganiayaan dari preman. Akhirnya Grace dan Medina bisa berkumpul kembali dengan salesman ini. Dua polisi pariwisata mengejar keempat preman tadi dengan ikut masuk ke mall yang dimasuki preman tadi. Dengan di temani polwan, cowok ini sampai ngos-ngosan kehabisan nafas. Dia meregangkan kedua tangannya sambil mengatur nafas.
“Mas salesman makasih banyak loh mas.” Kata Medina. Dia merasakan pengalaman yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya.
“Iya mas, kalau enggak ada mas salesman di sana tadi, kaya apa nasib kita. Mungkin kita dijual entah kemana.”kata Grace yang mulai tenang .
“Iya, sama-sama mbak.” Kata cowok ini yang masih ngos-ngosan
“Kenalkan namaku Grace dan ini sahabatku Medina.” Kata Grace yang memperkenalkan diri. Dia mulai mengulurkan tangan kanannya kepada cowok ini, begitu juga Medina mengulurkan tangannya.
“Namaku Putra.” kata dia sambil berjabat tangan kepada Grace dan Medina. Mereka pun berkenalan dengan Putra yang tadi sore menawari produk MLM kepada mereka. “Ngapain kalian jalan-jalan di sarkem, tahu sarkem enggak itu loh pasar kembang. Itukan tempat yang tidak pantas di kunjungi sama cewek secantik kalian. Gang yang kalian masuki itu tempat prostitusi.”
“Ih serem banget kalo gitu, seandainya kita tertangkap mungkin kita dijual ke situ kali ya Grace.” Kata Medina yang merinding.
__ADS_1
“Mungkin juga Din. Kejadian ini membuatku trauma deh Din.” Kata Grace yang juga merinding. Mereka berdua akhirnya mengerti jika tempat yang ditujunya tanpa sadar itu adalah tempat prostitusi. Grace dan Medina merinding karena merasa jijik jika dimasukkan secara paksa ke dalam tempat prostitusi dan takut jika sampai mereka dibunuh. Medina menelepon sopir tantenya untuk menjemput di depan Matahari Plaza sambil ditemani polwan. Sopir tantenya datang secepatnya untuk menjemput Grace dan Medina yang ketakutan. Setelah berkenalan dengan Putra dan mengucapkan banyak terima kasih kepadanya, mereka pulang ke rumah tantenya. Putra pun pergi untuk pulang ke rumahnya, sedangkan polwan ini mengamankan jalan yang mulai macet.
##T##