
...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...
......BERMALAM DENGAN SANG PANGERAN......
“Iya, kita enggak ada apa-apa kok. Memangnya aku cocok ya sama Ajeng.” Putra balik tanya kepada Grace dan Medina untuk meminta pendapat dari mereka.
“Wah serasi banget, udah jadian aja. Dari pada kalian saling mencintai tapi hanya sebatas hati aja.” Grace dan Medina memberikan tanggapan secara bersamaan, kalau mereka berdua serasi.
“Udah ah, ngomongin yang lain aja. Aku malu tau’.” Ajeng mulai menjauhi Putra. Dia duduk berjauhan dengan Putra sambil menutup mukanya.
“Iya kita lanjutin cerita tadi loh, kok malah nggak fokus sih.” Kata Putra yang juga malu. Dia berusaha mengendalikan suasana agar tidak membahas pelukan tadi. Akhirnya mereka berempat diam dan saling melamun, Grace ingat dengan kepulangan dari Inggris. Dia berangkat dari Indonesia naik kapal, sepertinya dia kemarin melihat sesuatu yang aneh dengan kapal yang ditumpanginya.
__ADS_1
“Eh sepertinya kapal yang aku tumpangi telah menggunakan teknologi pindah alam secara sempurna deh, semacam lubang cacing di angkasa sana. Tapi ini berbeda, lubang cacingnya memasuki badai topan di tengah laut. Ketika kapalku mendekati badai, tiba-tiba saja ada semacam air bercahaya di sekeliling kapal. Tidak berapa lama kapal yang aku tumpangi seperti jatuh ke bawah dan sudah sampai Afrika dalam empat hari. Kemudian ada badai lagi di depan kapal yang aku tumpangi. Kapal ini pun memasuki badai secara di sengaja, lagi-lagi badai itu berubah menjadi putaran air yang bercahaya. kapal yang aku tumpangi masuk dan tersedot ke dalam badai terus turun ke dasar laut. Ketika itu terjadi, di sekeliling kapal bercahaya warna-warni. Kapal yang aku tumpangi pun seolah-olah jatuh dari langit ke laut dan sudah masuk di wilayah Eropa. Benar-benar pengalaman yang luar biasa.” Kata Grace yang takjub sendiri. Begitu juga ketiga sahabatnya merasa tidak percaya dengan ceritanya.
“Masak sih Grace. Jika itu terjadi, terus kamu sampai Negara Inggris berapa minggu. Waktu liburan kita kan cuma satu bulan.” Kata Ajeng yang mengomentari ceritanya. Dia tidak malu lagi dan kini pun dia merasa rileks. Sedangkan Putra masih saja memandangi Ajeng yang cantik. Dia ingin di peluk lagi, dasar Putra. Udah di peluk sekali minta lagi. Begini-nih jika sedang jatuh cinta bertepuk sebelah tangan. Bisanya cuma membayangkan saja, pastinya Putra menderita.
“Kalau nggak salah ketika aku melihat kalender di hapeku cuma seminggu loh, hebatkan. Cukup cepat untuk ukuran kapal super cepat yang ada di dunia. Apalagi ini lain benua dan lain negara. Letaknya Negara Inggris dan Negara Indonesia kan jauh. Hebat banget kan ilmuwan dari Inggris nggak kalah dengan Negara Jerman.” Kata Grace berkata dengan pedenya. Yah tau’ sendirikan dia berasal dari mana.
“Kamu tau’ nggak teknologi yang digunakan seperti apa, sehingga kita benar-benar nggak gaptek.” Kata Medina yang penasaran dengan ceritanya Grace, sahabat yang dicintainya.
“Katanya sih bahan bakar dari kapal yang aku tumpangi dari darah sapi loh, terus kapal ini bisa memompa seperti jantung manusia. Ukurannya sangat besar, di bawah dek kapal. Bahkan kapal ini bisa menciptakan badai di depannya untuk menciptakan relativitas waktu. Sehingga waktu pun bisa dilipat layaknya baju yang sering kalian lipat setelah selesai menyetrika, itu teori yang termudah untuk disampaikan kepada masyarakat. Tapi secara teknisnya aku nggak ngerti deh. ketika badai bisa di buat, kapal ini masuk kedalam. Dia akan berputar-putar sampai ke dasar laut kemudian dia menghilang dan muncul ke tempat permukaan laut yang lain. Eh ya, untuk bisa menciptakan badai topan lubang cacing atau badai lorong waktu membutuhkan perjalanan kapal satu kilometer dulu, baru bisa tercipta badai topan lubang cacing ini. Kemudian berjalan satu kilometer lagi pokoknya terus berulang-ulang deh. Oh ya, dengar-dengar teori yang dibuat ini dari para dukun dari Jawa dan Kalimantan loh. Entah siapa mereka, tapi rasanya kok aneh yah para dukun membuat kapal. Bahkan bahan bakarnya saja dari darah sapi, serem baget. Aku saja baru tahu informasi ini setelah aku menginjakkan kaki di tanah Inggris loh. Sepupu laki-laki aku dari Inggris yang ngasih tahu jika kapal itu aneh dan super cepat. Kapal semacam ini baru satu loh di dunia dan kebanyakan seluruh dunia belum tahu dengan kapal ini. Mungkin baru uji coba, jika ada kesalahan kan bisa diperbaiki. Dengar-dengar sih Negara Inggris membuat kapal seperti ini ada tiga loh. kedua kapal telah hilang entah kemana, sepertinya ketika pindah dimensi nggak sesuai rencana. Sehingga kedua kapal ini terdampar di dimensi lain. Akhirnya mereka meriset lagi mendatangkan dukun dari Indonesia untuk meminta nasehatnya. Setelah mereka sepakat dan untuk kerjasama hasilnya aku bisa lihat sendiri, memang luar biasa. Aku takut untuk balik ke Indonesia naik kapal itu lagi, serem banget. Untung aja cuaca sedang baik, sehingga aku kemarin naik pesawat terbang yang transit dulu di Singapura kemudian naik pesawat lagi menuju Jakarta.”
“Bukan begitu Put. Yang namanya pindah dimensi, kita itu seolah-olah pindah ke masa lampau yang bisa tahu nenek moyang kita seperti apa.” Ucap Medina memberikan penjelasan kepada Putra. Medina sendiri juga kurang tahu dengan lubang cacing, karena belum ada orang di muka bumi ini yang bisa pindah dimensi. “Walaupun bisa Put, mana mungkin ada yang percaya dengan cerita semacam itu. Kecuali ceritanya Grace tadi mengenai kapalnya. Ini aja aku belum yakin kalau belum melihat dengan kedua mataku sendiri.”
__ADS_1
“Udah dulu ya perbincangan kita kali ini, sepertinya mau malam nih. Lebih baik kita akhiri dulu aja deh, nanti malam di lanjutin lagi.” Ucap Putra yang berniat untuk pulang dari rumahnya Ajeng.
“Kok buru-buru amat sih Put. Di sini sampai malam juga nggak apa apa kok Put.” Ucap Ajeng yang memberikan kebebasan terhadap Putra untuk tinggal lebih lama.
“Iya nih Putra, emangnya ada urusan apa sih Put.” Grace berbicara di depan Buku Pasportnya yang melihat Putra.
“Put, oleh-oleh dari Semarang mana Put, bisa di anter ke Jakarta enggak.” Kata Medina yang menanyakan oleh-oleh khas semarang.
“Iya nih. Aku kan punya rumah, gimana sih kalian. Aku nggak suka kalau nanti malam rumahku gelap. Nanti seperti rumah suwung tau’.” Kata Putra yang mulai berdiri dari duduknya. “Oleh-oleh ya, waduh kamu harusnya ke sini Din. Nanti aku bawain dari Semarang, oleh-olehnya lumpia kan apa bandeng presto. Jenang Kudus juga ada loh, aku kan aslinya Kudus Din. Eh kalau kamu, Grace sama Medina suatu saat mampir ke Jogja nanti akan aku ajak ke Semarang sama ke Kudus deh, biasa aku pingin nostalgia ke kota bundaku di Kudus.” Grace dan Medina kurang tertarik dengan tawaran yang diberikan sama Putra, Ajeng juga sama tidak tertarik.. “Ih, kenapa sih dengan mereka jarang banget ke kota kecil di Indonesia. Jika mereka tahu, kota kecil itu eksotik tau’.” Kata Putra di dalam hati.
“Eh Put, suwung tuh apaan sih kita kok nggak tau’. Suwung itu artinya rumahnya didatangi orang ya, misalnya temanmu mau datang gitu ya.” Kata Grace yang tidak tahu arti dari kata suwung.
__ADS_1
“Suwung tuh kosong nggak ada penghuninya Grace.” Ucap Ajeng yang juga ikut berdiri menghampiri Putra.
“Ah, kalau nggak ada Putra nggak asik kalau kita terusin, gimana kalau kira akhiri sekarang. Gimana pendapat kalian.” Kata Medina, dia juga sudah mulai jenuh dengan pembicaraan ini. Ternyata Bibi Ijah belum juga naik ke atas menghampiri kamarnya. “Bibi Ijah kemana sih, udah sore begini minumannya belum datang. Yah sekarang udah ujan deh di luar sana.” Ucap Medina di dalam hati.