Petualangan Gembira

Petualangan Gembira
33. Bermalam Dengan Sang Pangeran 8


__ADS_3

...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...


......BERMALAM DENGAN SANG PANGERAN......


“Dulu ketika kalian aku ajak menyelidiki jimat sakti kalian nggak mau dan merasa keberatan. Pada akhirnya, kalian menyerahkan sepenuhnya kepada aku untuk aku selidiki sendiri. Eh tau nggak, gara-gara aku buka segel jimat itu makhluk itu terbebas dari penjara dan lari untuk menghindar dari kejaran Makhluk Berjubah Bermoncong Serigala loh. Kata Buku Passport milikku sih Roh Gentayangan ini meneken kontrak dengan mereka. Sepertinya mereka ini dulunya manusia yang menyembahnya yang menginginkan ilmu kesaktian. Tapi manusia ini di tipu sama Makhluk berjubah Bermoncong serigala. Kata Buku passport milikku lagi sih Roh Gentayangan bukan hanya pencari ilmu saja, tapi juga tumbal yang di persembahkan oleh pencari ilmu ini. Kamu tau nggak, mereka mempunyai anak buah dari manusia yang berasal dari rahim yang telah dikeluarkan dari perutnya wanita yang masih perawan kemudian ternoda yang dijadikan tumbal oleh pengikut mereka. Makhluk yang Bermoncong Serigala inilah manusia yang lahir dari rahim para gadis yang terkoyak di masukkan ke dalam tabung bercahaya. Tapi jabatan makhluk ini sangat rendah sekali, biasanya mereka hanya dijadikan pelampiasan jika mereka nggak bisa mencari tumbal. Sungguh malang nasib makhluk ini, jika dia berbuat salah tak segan-segan makhluk berjubah yang berasal dari golongan siluman menyiksanya. Wajah manusianya yang sudah menjadi wajah serigala sering dibakar dengan besi yang sangat panas sekali. Eh ada lagi, sepertinya manusia yang mencari ilmu kesaktian yang ditipu dengan makhluk bermoncong ini, mereka mencari Batu Meteor yang bisa pindah tempat dan pindah alam yaitu alam para Siluman dan alam Manusia serta alam Penghuni Pertama. Sepertinya Batu Meteor itu semacam lubang cacing deh, mirip sekali dengan teori relativitas waktu. 


“Jika memang begitu. Manusia yang kurang beruntung mencari ilmu semacam itu, kegunaannya untuk apa ya.” Kata Grace sambil berfikir. Tubuhnya yang tadinya merinding mulai mengeluarkan keringat dingin.

__ADS_1


“Bukankah lubang cacing yang bisa pindah kemasa depan, masa lampau dan pindah tempat adalah dicari para ilmuwan seluruh dunia Grace. Pastinya dengan benda semacam itu kita bisa melihat masa lalu kita dan masa depan kita seperti apa dan kita pun bisa merubah nasib kita.” Ucap Medina yang sangat mengerti sekali dengan ilmu Fisika.


“Eh tunggu dulu deh. Batu Meteor ya, sepertinya aku ingat sesuatu. Apa yah, oh ya, kita berempatkan mempunyai Batu Meteor, apa mungkin yang dimaksud Buku Passport milikmu adalah Batu Meteor yang kita miliki. Batu meteor itu kan bisa berubah menjadi Buku Passport. Ada lagi, Buku Passport milik kita tepatnya berada di sampul bagian depan tertulis Passport 3 Alam, apa ini suatu kebetulan. Coba deh kalian pikirkan pendapatku ini.” kata Ajeng yang memegang Buku Passportnya. Dia melihat sampul depan miliknya yang menanyakan kepastian kepada Putra.


“Iya, benar juga yang kamu maksud Yu’. Sepertinya kita mempunyai benda semacam itu deh. Tapi jika benar seperti itu bagaimana cara melakukannya untuk bisa pindah tempat ya, dan terus kita pindah tempat kemana saja.” Kata Putra yang melihat wajahnya Ajeng yang serius melihat Buku Saku miliknya. Di hatinya Putra, dia merasakan kenikmatan bisa melihat pujaan hatinya di dekatnya. Wajahnya sangat cantik membuat rindu jika tidak bertemu satu hari saja. Dia tersenyum sendiri membayangkan seandainya dia bisa mencium bibirnya Ajeng yang sangat merah merona alami yang merekah indah, dia tidak marah dan mengijinkan pula. Putra serasa mencium bidadari di surga nan jauh disana. “Ah, angan ini begitu liar sehingga aku kok merasa tega melecehkan sahabatku sendiri. Jika Ajeng jadi istriku pasti aku cium dia, tapi dia kan bukan istriku. Dia sahabat baikku, dan aku pun mencintainya. Sungguh menderita dan merana hati ini yang nggak bisa menyentuhnya. Jika aku sentuh maka aku melukainya dan masa depan kita berdua pun akan hancur. Apalagi nantinya aku akan kena kutukan dari Tuhan karena aku melecehkannya. Oh Tuhan jangan sampai itu terjadi, Ayu’ maafkanlah anganku yang liar ini, yang hanya hatiku yang tahu. Jika saja hatimu tahu, pasti kamu akan membenciku untuk selamanya Yu’. Kenapa pikiranku melenceng jauh dan kotor lagi, sungguh tak pantas aku hayalkan. Seorang istri yang ku cinta!!! dan dia adalah Ayu’, sahabatku!! memangnya umurku berapa, baru enam belas tahun udah mikirin nikah. Kenapa ya kok aku begini, apa aku kangen dengan kasih sayang seorang wanita ya. Bayangin aja, selama ini bundaku tiada ketika aku masih bayi. Sehingga aku merasa hanya mendapatkan kasih sayang dari ayahku, itu pun beliau meninggalkan aku. Sekarang aku butuh kasih sayang mereka berdua. Aku jadi sedih jika aku mengingat mereka berdua, jadi pingin nangis nih.” matanya Putra memerah karena rindu lagi dengan kedua orang tuanya. Hampir saja tangisnya pecah di sisinya Ajeng. Akhirnya hatinya Putra tidak kuat menahannya, air mata menetes di pipinya. Ajeng ketika serius melihat bukunya tanpa di sengaja menolehkan wajahnya dan melihat Putra yang menitikkan air matanya.


“Terus terang Yu’, aku sedih jika mengingat kedua Orang Tuaku. Maafkan aku ya Yu’ jika aku nggak kuat dan mulai menangis sedih. Sepertinya hati ini nggak bisa aku bendung lagi deh. Air mata ini sudah nggak bisa aku ajak kompromi lagi dan susah aku kendalikan Yu’.” Kata Putra yang sedih. Dia mulai mendapatkan pelukan dari Ajeng karena tiba-tiba Ajeng memeluk Putra di sebelahnya.

__ADS_1


“Sudahlah Put jangan menangis dan sedih lagi. Jika masih ada aku, pasti aku akan menghiburmu.” Ajeng mulai mengelus rambutnya, Putra terasa seperti anak kecil yang kehilangan bundanya. Memang sih dia kehilangan bundanya, putra merasa mendapatkan kedamaian di hatinya seperti ketika dia di peluk ibundanya dalam mimpinya. Hapenya Medina berdering di kamarnya, dia mendapatkan sms dari teman sekolahnya. Terdengar ringtone dari hapenya Medina sebuah lagu dari BAIM FEAT ARTIKA SARI DEVI yang berjudul LINDUNGIMU. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 25). 


“Eh, kalian lagi ngapain. Kita kan lagi ngomongin serius dan ketakutan. Kok kalian malah pacaran dan saling berpelukan sih.” Kata Medina yang cemburu melihat dua sejoli lagi berpelukan. Putra dan Ajeng kaget, karena mereka tidak sendirian. Mereka berdua pun malu kepada Grace dan Medina, akhirnya Ajeng melepaskan pelukannya dan Putra pun mengusap air matanya.


“Aku ucapin moga bahagia deh kalian, sejak kapan kalian jadian kok kita nggak di kabarin sih. Jahat banget sih kalian sama sahabat sendiri. Tuh benarkan kalau feelingku mengatakan kalian itu cocok. Udah kalian jadian aja Aku dukung kok, iya kan Medina mereka sangat serasi.” Kata Grace yang meminta dukungan dari Medina. Jika dua sejoli dari Yogyakarta ini sangat cocok dan serasi.


“Iya nih, bikin iri aja deh. Aku doain moga-moga kalian sampai pelaminan yah. Sehingga kalian hanya memiliki cinta pertama untuk selamanya, sungguh sangat romantis seperti cerita Romeo dan Juliet. Tapi khusus untuk kalian, ceritanya kalian sampai tua dan mempunyai cucu dan cicit sangat banyak banget.” Kata Medina berbicara sambil berkhayal menghayalkan Ajeng dan Putra adalah Romeo dan Juliet dari Yogyakarta.

__ADS_1


“Ah, kalian ada-ada aja deh. Kita enggak jadian kok, iya kan Put.” Ajeng malu mukanya tersapu merah merona yang memandangi Putra untuk meminta kepastian darinya. Bahwasanya selama ini mereka hanya berteman dan bersahabat, tidak sampai berpacaran. Ketika Ajeng melihatnya, Putra merasa takjub lagi melihat Ajeng yang malu menjadikan wajah putihnya kemerah-merahan indah. “Yu’ betapa cantiknya jika kamu malu, wajah putihmu laksana terkena madu cinta. Sungguh merah muda yang sangat mempesona.” Ucap Putra dalam hatinya


__ADS_2