
"Nak kamu masih belum terima dengan pilihan Ayahmu ini, kamu harus bisa kuat ya. Ini adalah pilihan kami yang terbaik untuk kamu "
"Ibu Apakah semua ini akan membuatku bahagia. Apakah aku akan hidup dengan kebahagiaan yang berlimpah, aku begitu takut untuk melangkah kedepan"
"Percayalah dengan keputusan Ayahmu, semua ini tidak akan melenceng semuanya akan baik-baik saja. Kamu akan bahagia bersamanya. Ibu sudah melihat bagaimana laki-laki itu, namanya adalah Nizar suamimu adalah Nizar, ingat layani suamimu dengan baik. Jangan pernah membuatnya kecewa meski kamu tidak mencintainya. Kamu harus selalu patuh padanya dan melayaninya sebagaimana seorang istri"
Tuh kan lagi-lagi Alina mau menangis, bagaimana mau melayani Nizar sebagai suaminya. Kalau hatinya saja masih tertuju pada laki-laki lain pada Amir. Untuk pertama kalinya Alina mengetahui nama suaminya Nizar, Alina benar-benar tidak tahu apa-apa tentang suaminya.
Bahkan orang tuanya tidak memberikannya foto atau apapun itu, langsung menikahkannya begitu saja. Alina tidak tahu Nizar berapa umurnya, apakah dia masih muda atau sudah tua.
"Ayo kita harus keluar, suamimu sudah menunggu kamu. Kamu harus memperlihatkan wajahmu ini pada suamimu, jangan terlihat murung seperti ini. Ayo Airin bawa Alina keluar bersama tante"
Airin dengan semangat langsung berdiri dan menggandeng tangan Alina, sedangkan Ibunya ada di sisi kanannya. Alina harus tabah dengan semua ini Alina harus menerima semuanya.
Mereka berjalan keluar dari dalam ruangan, sudah banyak mata yang menatap ke arah mereka. Alina hanya bisa menundukan kepalanya. Alina tidak mau sampai air matanya ini menetes di hadapan orang-orang dan membuat mereka penasaran dengan keadaannya.
Alina bahkan tidak sanggup untuk menatap suaminya. Alina takut kalau pilihan Ayahnya itu sangat tidak pas dengannya. Alina takut Ayahnya malah menikahkannya dengan pria bertubuh pendek dan perutnya buncit.
Alina langsung duduk di samping seorang laki-laki. Alina belum siap untuk melihatnya, tapi Ayahnya langsung mengangkat dagu Alina untuk saling tatap ke arahnya.
"Alina tataplah suamimu. Lihatlah disampingmu sudah ada suamimu, dia begitu tampan dan sangat cocok dengan kamu "
__ADS_1
Alina menelan ludahnya dengan susah payah dengan perlahan dia menatap suaminya. Alangkah kagetnya ternyata pikirannya tidak benar. Alina melihat laki-laki tampan yang ada di hadapannya ini bukan laki-laki yang ada dalam pikirannya.
Wajahnya begitu sempurna, tubuhnya begitu tegap dan tinggi. Alina sampai terdiam beberapa saat tapi Alina kembali ingat Amir. Alina langsung menundukkan kepalanya.
Acara dilanjutkan dengan saling memasangkan cincin pernikahan. Lalu Nizar mencium kening Alina. Ada rasa yang aneh, Alina seperti merasakan getaran yang aneh saat Nizar mencium keningnya ini.
...----------------...
Akhirnya pernikahan mereka selesai. Alina langsung dibawa pergi oleh suami dengan keluarga suaminya itu. Alina begitu takut, apakah keluarga suaminya akan baik atau tidak. Dari tampang nya saja sudah terlihat kalau mereka ini menyebalkan.
Barang-barangnya sudah dimasukkan ke dalam mobil. Alina menatap Ayahnya, air matanya lagi-lagi mengalir Alina memeluk Ayahnya dengan erat.
"Aku tidak mau dipisahkan dengan Ayah. Aku mau di sini saja kenapa aku harus pergi Ayah, kenapa aku harus meninggalkan kamu"
Ayahnya Alina melepaskan pelukannya dan menangkup wajah putrinya yang masih saja menangis "Kamu harus bahagia bersama Nizar. Ayah sudah menitipkan kamu padanya, dan Ayah yakin kamu akan bahagia bersamanya"
Tangan Alina dipersatukan bersama Nizar, ditatapnya Nizar dengan sangat lekat "Ayah titip Alina ya, maaf jika nanti Alina akan sedikit kurang ajar padamu, tapi Ayah minta kamu untuk bisa membimbingnya menjadi lebih baik Nizar"
Nizar langsung tersenyum ke arah Ayah mertuanya itu, dia menganggukkan kepalanya "Nizar pasti akan melakukannya Ayah, Nizar akan membuat Alina bahagia di samping Nizar. Mungkin sekarang Alina belum mencintai Nizar tapi nanti Alina akan mencintai Nizar dan menjadi istri yang baik juga "sambil menatap Alina yang menunduk saja.
"Iya Nizar, Ayah percayakan hal itu kamu akan bisa merubah segalanya. Kamu akan bisa merubah hati Alina nanti, dan kamu juga akan bisa membimbing Alina "
__ADS_1
"Tentu Ayah kami semua pamit untuk pulang. Maaf jika kami pulang terburu-buru seperti ini dan tidak bisa menginap di rumah ini terlalu lama. Aku ingin memperlihatkan rumahku pada Alina. Aku ingin segera menjalani Rumah tanggaku ini bersama Alina. Doakan semuanya akan berjalan lancar Ayah "
"Tentu saja aku akan selalu mendoakan untuk rumah tangga kalian berdua"
Alina sekarang memeluk Ibunya yang terus saja menangis "Aku akan sangat merindukan Ibu, aku tidak akan pernah bisa melupakan Ibu. Aku pasti ingin selalu pulang, selama ini aku tidak pernah jauh dari kalian berdua"
"Alina kamu harus tetap ikut dengan suamimu, kamu bisa kapan-kapan main kemari. Ibu tahu ini berat tapi semuanya akan terasa ringan nanti. Dulu juga Ibu seperti ini tidak mau pergi dari rumah kedua orang tua Ibu, tapi setelah menjalani semuanya Ibu betah dan Ibu bisa bahagia. Maka kamu pun harus seperti itu Ibu yakin kamu akan bisa bahagia bersama Nizar"
"Apakah pernikahan ini akan benar-benar membuatku bahagia Bu ? "bisik Alina yang tidak mau terdengar oleh Ayahnya.
"Tentu saja kamu akan bahagia, kamu akan menjadi perempuan beruntung. Lihat Nizar dia laki-laki baik dia tidak mungkin menyakiti kamu. Jadi kamu tidak usah takut lupakan Amir tinggalkan dia, jangan ingat-ingat dia lagi, dia adalah masa lalu kamu yang harus kamu lupakan. Sekarang kamu fokus saja pada suami kamu ya, pada masa depan kamu Alina "
Baru saja Alina akan berbicara Ayahnya sudah menarik tangan Alina dan kembali menyatukannya dengan Nizar "Sekarang kamu harus pergi bersama suamimu, ayo pergilah sayang kejar kebahagiaan kamu"
Nizar menarik tangan Alina untuk masuk ke dalam mobil. Saat sudah ada dalam mobil Alina langsung melepaskan genggaman tangan Nizar "Jangan pernah berani-beraninya kamu menggenggam tanganku seperti ini, aku tidak suka "
"Kamu adalah istriku, maka aku boleh melakukan apapun padamu "
"Jangan harap aku tidak akan pernah mau disentuh olehmu, aku tak akan pernah mau ingat itu "
Alina langsung mengalihkan pandangannya dan menatap ke sisi lain. Alina tidak mau bertatapan dengan Nizar. Alina tidak mau tiba-tiba nanti malah tergoda dengan Nizar dan mencintainya, cintanya begitu besar pada Amir sampai-sampai Alina tidak akan pernah bisa berpaling sampai kapanpun.
__ADS_1
Alina sekarang malah kefikiran lagi tentang Amir. Takut Amir melakukan sesuatu padannya nanti.