
"Iya entah kenapa Pak tiba-tiba dia mencabutnya begitu saja, aku juta tidak tahu, aku sudah mencoba untuk menghubungi dia lagi tapi ternyata dia sudah memindahkannya ke perusahaan lain. Aku juga sudah mencoba untuk menghubungi Pak Amir tapi tetap saja sama saja dia juga tidak mengangkatnya apakah kamu bisa membantuku untuk menghubunginya "
Alina yang sedang menyiram bunga tentu saja kaget saat nama Amir disebut. Alina langsung menatap suaminya. Apakah suaminya diganggu oleh Amir, apakah Amir mulai mengganggu suaminya Alina terus saja mendengarkan percakapan suaminya itu, ingin tahu apa saja yang dilakukan oleh Amir. Setelah suaminya selesai berbicara Alina segera berjalan ke arah suaminya dan bertanya.
"Ada apa sepertinya ada hal yang penting sekali"
"Entah kenapa tiba-tiba saja orang yang selama ini sangat percaya dengan perusahaan ku, menyimpan sahamnya paling besar di perusahaanku mencabutnya begitu saja, aku benar-benar bingung ada apa ini dan aku malah disuruh pergi pada Pak Amir"
"Kamu yakin disuruh pergi pada Pak Amir, ya bukan laki-laki yang lain"
__ADS_1
"Iya sayang aku benar, aku benar-benar mendengar nama itu tidak mungkin kan salah dengar. Ya sudahlah kamu tidak usah terlalu memikirkannya ini tentang pekerjaanku, kamu lebih baik siapkan makanan untuk kita sebentar lagi juga makan malam aku akan membersihkan dulu diriku ya"
Alina menganggukkan kepalanya dia menatap langkah suaminya yang begitu pelan, yang masuk ke arah kamarnya. Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Amir ini sampai-sampai menyerang perusahaan suaminya apakah ini permainan yang akan Amir lakukan, permainan licik yang pasti berujung menghancurkan suaminya. Semoga saja suaminya bisa bertahan.
Alina segera mengikuti apa yang suaminya katakan tadi. Alina akan mencoba melupakan yang tadi dulu. Alina harus fokus melayani suaminya dulu jangan sampai dirinya nanti melamun dan membuat makan malam mereka jadi berantakan nanti.
...----------------...
"Hallo kak Nizar, sekarang perusahaan ini bukan milikmu lagi, kamu sudah mendapatkan kabar kan, sekarang yang memiliki saham disini yang paling besar adalah aku, jadi lebih baik kamu pulang dan peluk saja tuh istrimu yang angkuh, aku ingin tahu bagaimana responnya saat tahu bahwa suaminya sudah tidak bekerja lagi dan malah akan terlilit hutang, silakan apakah dia akan meninggalkanmu atau tidak kamu memilih dia kan daripada ibumu sendiri"
__ADS_1
Nizar memang sudah mendapatkan kabar itu tapi Nizar tetap saja masuk ke kantor. Nizar mendekati adiknya dan mencengkeram kusir dengan erat "Aku senang akhirnya kamu bisa ada di posisi ini, aku bangga dengan pencapaianmu yang sekarang tapi jadilah bos yang sopan tidak usah mengangkat kakimu seperti ini "sambil menurunkan kaki Abi yang ada di atas meja.
"Alah tidak usah sok bijak seperti itu. Kamu juga pasti seperti ini tidak usah atur-atur orang lebih baik sekarang kamu pergi pulang saja ke rumahmu itu"
Tanpa mau berdebat dengan adiknya Nizar segera keluar. Nizar juga menutup pintunya tapi tidak sampai tertutup.
"Halo Amir aku sudah berhasil, benar rencanamu ini berhasil Nizar sudah pergi dari perusahaan ini dia tidak akan kembali, dia tidak akan pernah bisa mendudukinya lagi aku bangga dengan apa yang kamu buat Amir ternyata kamu pintar juga mengelabui orang"
"Iya iya terima kasih terima kasih Amir, aku akan bekerja dulu"
__ADS_1
Nizar yang masih di luar mendengar percakapan itu, kenapa dengan Amir. Kenapa dia menghancurkan Nizar seperti ini apa salahnya.