
Alina menatap Ayahnya yang duduk di sampingnya, Alina menatap seseorang yang sudah berdiri tegak di sana.
"Ayah bisakah kamu menunggu di dalam mobil saja, aku tidak akan lama aku akan berbicara dengan Amir. Aku akan memutuskan segalanya aku tidak mau nanti menikah tapi masih punya hubungan dengan laki-laki lain. Aku janji hanya itu saja yang akan aku lakukan, aku tidak akan pergi kemana-mana aku akan ikut pulang lagi bersama Ayah "
"Baiklah Ayah akan menunggumu di sini, jika terjadi sesuatu teriak lah. Ayah tidak percaya dengan laki-laki itu dia bisa saja melukaimu, cinta hanyalah sesuatu yang dia ucapkan, belum tentu kan apa yang akan dia lakukan padamu jika kamu sampai melukai hatinya, apalagi sampai memutuskan hubungan ini"
"Iya Ayah kamu hanya perlu percaya padaku. Aku akan menghadapi semuanya sekarang "
Alina segera keluar dari dalam mobil, dia berjalan sangat pelan sekali ke arah Amir yang membelakanginya. Alina segera menepuk bahu Amir. Amir lantas langsung memeluk Alina dengan sangat erat.
Setelah melepaskan pelukannya itu Amir mengecup kening Alina "Aku dari tadi menunggumu Alina, mana tasmu katanya kamu ingin kabur bersamaku ingin hidup bersamaku. Lalu mana barang-barang mu. Apakah kamu akan membawa tubuhmu saja tidak salah Alina, kita harus mempunyai uang kita harus mempunyai itu agar kita bisa lari jauh. Agar Ayahmu tidak bisa menemukanmu"
Alina hanya diam saja raut wajahnya begitu sedih. Amir yang bingung tentu saja langsung mengguncang bahu Alina dengan kencang "Ada apa dengan kamu, kenapa kamu hanya diam saja aku ini sedang berbicara dengan kamu. Mana barang-barang kamu, kamu tidak mungkin kan pergi dengan tangan kosong seperti ini. Aku saja tidak punya apa-apa Alina bagaimana kita akan lari"
"Kalau misalnya hanya mengandalkan rumahku saja kamu tinggal di rumahku, yang ada orang tuamu akan tahu Alina kamu membawa uang, kartu kredit, ATM atau apa" Amir terus saja bicara tanpa mau berhenti.
Alina langsung menatap mata Amir dan melepaskan genggaman tangan Amir di bahunya "Maafkan aku tidak bisa ikut denganmu, aku tidak bisa kabur denganmu aku lebih memilih Ayahku"
__ADS_1
"Apa, kamu sedang bermain-main dengan aku Alina. Bukannya saat tadi kamu menelponku kamu sudah setuju akan kabur denganku dan kamu sendiri yang menyuruhku untuk menunggu di sini. Lalu sekarang tiba-tiba kenapa berubah apa Ayah kamu mengancam mu"
"Ayahku tidak pernah mengancamku. Jangan pernah menjelek-jelekkan Ayahku. Dia tidak pernah melakukan hal itu padaku. Ayahku begitu baik sekali, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini aku tidak bisa maju melangkah pergi bersamamu. Aku begitu berat jika harus meninggalkan Ayahku dan menikah tanpa restu Ayahku juga"
"Kamu gila, katanya kamu mencintaiku mana Alina buktikan semuanya, apakah hanya cinta di bibirmu saja tapi di hatimu tidak"
"Bukan begitu, aku tetap mencintaimu aku tetap sayang sama kamu Amir, tapi aku tidak bisa tiba-tiba meninggalkan Ayahku. Tiba-tiba membuat Ayahku sakit hati dengan aku yang tiba-tiba kabur. Aku adalah anak satu-satunya dan aku harus mengikuti apa kemauan Ayahku. Aku akan menikah dengan pilihan orang tuaku Amir, aku akan menikah dengan laki-laki itu"
Hancur sudah hidup Amir, dia begitu mengharapkan hidup bahagia bersama Alina, tapi sekarang Alina malah memilih menikah dengan laki-laki pilihan Ayahnya, pilihan orang tuanya.
Amir benar-benar tidak menyangka kalau Alina akan mengambil keputusan besar seperti ini. Padahal Amir sudah senang sekali saat Alina mau diajak kabur bersamanya tadi. Tapi kenapa tiba-tiba saja Alina tidak mau. Siapa yang telah merubah pemikiran Alina ini, Amir yakin ini ulah Ayahnya.
Alina yang baru pertama kali dibentak oleh Amir langsung mundur, tentu saja Alina takut ini untuk pertama kalinya Amir seperti ini padanya. Amir langsung menjambak rambutnya.
"Maafkan aku, maafkan aku. Aku terbawa emosi Alina maafkan aku karena membentak mu seperti ini. Aku sangat bingung kenapa kamu tiba-tiba memutuskan semua hubungan ini dan malah mau dijodohkan dengan pilihan orang tuamu itu"
"Orang tuaku adalah orang yang telah mengurusku, sedangkan kamu adalah laki-laki yang baru datang beberapa bulan dalam hidupku Amir. Aku tidak bisa melepaskan orang tuaku yang selama ini ada untukku, yang selama ini membuat aku bahagia. Kita baru saja bertemu dan kamu baru saja membuat aku bahagia, tapi hanya sebentar. Sedangkan orang tuaku membuatku bahagia dari kecil sampai aku dewasa seperti ini. Mereka memberikan kasih sayang penuh pada aku, mereka tidak pernah membuatku sakit hati ataupun membentak aku seperti kamu tadi"
__ADS_1
"Kenapa Alina tidak dari awal saja, kenapa kamu begitu egois sekali. Aku sudah mempersiapkan segalanya lalu sekarang kamu mempertanyakan kebahagiaan. Memang aku adalah orang baru yang baru masuk ke dalam ke kehidupanmu. Tapi nanti suatu saat kedepannya aku yang akan bersamamu, aku akan yang membuatmu bahagia sedangkan orang tuamu tidak akan"
"Yakin kamu akan membuatku bahagia, orang tuaku pasti akan terus membuatku bahagia. Aku percaya pilihan mereka aku tidak bisa ikut denganmu. Mau kamu benci padaku atau bagaimanapun aku tidak peduli. Aku tidak bisa membuat orang tuaku sedih dan membuat orang tuaku membenciku. Aku tidak bisa hidup tanpa mereka"
"Aku juga sakit hati Amir karena harus memilih ini, harus memilih pilihan orang tuaku tapi mau bagaimana lagi aku hanyalah seorang anak yang bisa mengikuti kemauan orang tua"
"Jika kamu memang mencintaiku lebih baik sekarang kamu bunuh diri, kamu perlihatkan rasa cintamu itu padaku. Aku ingin tahu sebesar apakah cintamu itu padaku" Amir malah menyuruh Alina untuk mati.
Alina kembali menatap ke arah Amir "Kalau aku bisa aku akan bunuh diri untuk membuktikan semua rasa cintaku ini padamu, tapi rasa cinta, rasa cintaku ternyata sangat besar pada orang tuaku dibandingkan padamu. Jadi aku tidak akan gegabah tiba-tiba bunuh diri hanya untuk cintaku padamu, sedangkan kamu nanti akan bahagia dengan perempuan lain"
"Aku tidak akan pernah bisa hidup tanpamu Alina, aku yang tidak akan pernah bisa hidup tanpamu mungkin nanti kamu akan bahagia. Sedangkan aku akan mati kamu sudah menghianatiku"
"Mengakhiri semua hubungan ini bukan berarti kamu juga mati Amir, kamu akan tetap hidup kamu masih bisa bernafas. Aku harus hidup untuk kedua orang tuaku. Aku harus bisa membuat mereka bahagia"
"Kamu harus hidup bahagia kamu harus bangkit, kamu harus bisa menjalani semua kehidupan ini Amir. Aku tahu kamu bisa tanpa aku "
"Meskipun tanpamu Alina"
__ADS_1
"Yah meski tanpa aku, kamu akan bisa hidup tanpaku"
Amir diam, dia menundukkan kepalanya Amir menangis. Dia tidak bisa menerima semua ini. Amir benar-benar terpukul dengan keputusan yang diambil oleh Alina.