
Alina sudah ada di depan pintu dengan nomor yang tadi diberikan oleh Amir, Alina sangat takut untuk bertemu dengan Amir, tapi Alina harus meluruskan segalanya agar semuanya tidak menjadi salah paham seperti ini. Alina tidak mau Amir terus bertahan untuknya dan menunggu dirinya tapi pada kenyataannya Alina tidak akan bisa pernah kembali pada Amir sampai kapanpun itu tidak akan pernah bisa.
Alina memencet bel yang ada di sana, pintu langsung terbuka dengan lebar di sana Amir langsung tersenyum dengan lebar dia menatap Alina dengan kagum dan juga penuh dengan cinta, belum lagi tatapan yang mendamba dan juga tatapan rindunya.
"Ayo silakan masuk aku sudah menyediakan ini untukmu, aku sudah tak sabar untuk bisa berdua seperti ini dengan kamu Alina "
Alina tanpa ragu lagi langsung masuk ke dalam kamar itu, Amir langsung menutupnya dan dia menatap Alina dengan sangat senang sekali. Ternyata apa yang dia lakukan tidak sia-sia.
Alina datang kemari dan akan bersamanya, dirinya yakin Alina akan mencintainya dan akan kembali padanya. Alina akan suka dengan apa yang dia berikan Alina pasti suka dengan rumahnya yang sudah dia belikan juga. Amir sudah mendekor semuanya dengan mewah seperti rumah Alina dulu.
Alina nasih berdiri Amir segera menuntun Alina untuk duduk, Alina sebenarnya ingin melepaskan pegangan tangan itu tapi Amir menggenggamnya dengan erat sekali.
Setelah Alina duduk Amir malah duduk di lantai, dia mendongak dan tersenyum ke arah Alina, Alina malah jadi takut dengan senyumnya itu. Aneh sekali senyum Amir itu.
"Kenapa kamu duduk di bawah, kursi masih banyak disini "
__ADS_1
"Inilah tempat ku Alina, aku harus ada di sini aku begitu merindukanmu"
Saat Amir akan membaringkan kepalanya di paha Alina, Alina langsung menahannya"Amir tidak jangan seperti ini, kita sudah berbeda "
Amir langsung mendongakkan kepalanya dia menatap Alina dengan bingung "Kenapa, aku ingin melakukannya apa ada yang salah aku rasa tidak ada, aku dulu selalu seperti ini "
"Tidak bukan seperti itu. Aku sudah menikah aku sudah punya suami, aku sudah punya duniaku "
"Lalu apa salahnya kamu juga menikah dengannya tanpa kamu mencintainya kamu itu hanya dijodohkan oleh orang tuamu, kamu ini hanya mengikuti keegoisan orang tuamu saja lihat aku sudah punya segalanya. Aku sudah mempunyai rumah aku bekerja keras untuk kamu Alina. Aku melakukan apapun untuk kamu. Bahkan aku bekerja banting tulang dari nol hanya untuk kamu, kamu tidak melihat bagaimana jatuh bangunnya aku untuk bisa mendapatkan kamu lagi, untuk bisa sukses untuk bisa membuktikan pada orang-orang bahwa aku layak bersama kamu"
Alina mengelengkan kepalanya "Kita tidak bisa bersama lagi aku sudah menikah dengan Nizar, aku sudah menjadi istri sahnya bahkan pernikahan kami sudah 5 tahun berjalan aku tidak bisa"
Amir langsung tak terima "Kamu hanya sedang membohongi dirimu saja, kamu hanya sedang menyembunyikan segalanya dari aku pasti kamu tidak bahagiakan dengan laki-laki itu, kamu itu dinikahkan secara paksa oleh orang tuamu kamu harus memberontak Alina, pasti selama 5 tahun ini kamu tidak bahagia kan dengannya aku yakin itu Alina"
"Kata siapa, aku hidup tidak bahagia aku sangat bahagia hidup bersama Nizar, mungkin awalnya aku dijodohkan oleh orang tuaku, mungkin aku juga marah awalnya saat itu karena seperti tak adil saja, tapi aku sekarang mengerti kenapa orang tuaku menikahkan aku dengan Nizar. Aku mengerti sekarang. Maafkan aku tapi sekarang aku sangat mencintai suamiku Nizar, duniaku adalah Nizar bukan kamu lagi semua itu hanya sudah masa lalu "
__ADS_1
"Aku minta padamu lupakan aku Amir, kamu sudah menjadi orang sukses kamu bisa mendapatkan perempuan seperti apapun itu yang kamu mau. Aku sudah sangat mencintai suamiku, dia segalanya untukku. Aku mengerti pilihan orang tuaku memang selalu benar, pilihan orang tuaku akan selalu membuat anak-anaknya bahagia. Sekarang aku sadar jadi aku mohon untuk kamu lupakan segalanya. Jangan pernah ingat-ingat aku lagi anggap saja aku ini hanyalah perempuan yang lewat sesaat"
"Tidak bisa seperti itu Alina, kamu sama saja mempermainkan perasaanku ini. Aku selama 5 tahun setia hanya mencintai kamu, hanya mencintaimu saja aku yakin kamu itu menikah karena terpaksa, karena keinginan orang tua kamu itu. Kamu tidak akan mungkin langsung mencintai laki-laki itu"
"Iya aku awalnya memang tidak mencintai Nizar suamiku, tapi lambat laun aku mencintainya. Bahkan aku sangat bahagia apa kata-kata yang kamu katakan tadi kalau aku tidak bahagia itu tidak benar, aku benar-benar bahagia hidup bersama suamiku"
Alina langsung bangkit dari tempat duduknya, Alina melihat Amir yang masih duduk di lantai "Bangunlah dan lupakan aku, hapus aku dalam hatimu itu, kamu boleh marah padaku itu akan lebih baik aku akan tetap bertahan bersama suamiku, aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku dalam keadaan apapun, aku akan tetap ada disampingnya dia adalah segalanya untukku"
Alina langsung keluar dari ruangan itu, Amir tentu saja bangkit dia tidak mau tiba-tiba saja Alina pergi dari sini pembicaraan mereka ini belum selesai, Amir masih tak percaya kalau Alina itu sudah melupakan dirinya. Sudah melupakan tentang kisah mereka.
Apakah semudah itu melupakan dirinya, apakah Alina akan semudah itu juga mencintai suaminya padahal Amir mati-matian mempertahankan Alina, bahkan setiap perempuan yang mendekatinya akan selalu Amir tolak karena apa, karena Amir mempertahankan kesetiaannya ini pada Alina.
Tapi kenapa sekarang Alina malah seperti ini 5 tahun dirinya mencari uang, mencari jabatan yang bagus untuk dirinya tapi apakan ini balasan yang pantas untuknya, tidak ini tidak pantas Amir harus tetap mendapatkan Alina apapun itu caranya. Amir tidak mau melepaskan Alina begitu saja perjuangannya sudah terlalu panjang dan jauh sekali.
Amir tak mau ini menjadi sia-sia saja, semuanya harus sesuai dengan apa yang dia rencanakan.
__ADS_1