
"Jadi kamu adalah mantannya Alina ya, pantas saja selama pesta kamu menatap terus perempuan itu, tatapan mu itu tak pernah lepas darinya "
"Tidak aku bukan mantannya Alina, kami masih menjalin hubungan dan Alina malah menikah dengan anak kamu Nizar. Jadi untuk apa kamu menemuiku sekarang aku tidak ada urusan denganmu. Aku juga banyak pekerjaan
"Aku bisa bantu kamu untuk mendapatkan Alina lagi"
Amir langsung tertarik dia menatap perempuan tua di hadapannya ini "Aku tidak suka omong kosong ingat itu"
"Aku tidak akan berbicara omong kosong. Aku memang akan membantumu jika kamu ingin aku membantumu maka kita hancurkan saja Nizar bersama-sama"
"Kamu yakin ingin menghancurkan anak sendiri. Nizar itu adalah bagian hidupmu dia itu adalah anak kandungmu apa kamu yakin" Amir harus memastikan segalanya tak boleh gegabah.
"Tentu saja aku yakin. Sejak kapan sih aku tidak yakin untuk menghancurkan seseorang, meskipun dia anakku, darah dagingku tapi aku sudah muak dengannya. Aku marah padanya maka inilah balasannya kamu tahu Nizar itu banyak hutang, dia itu ke sana kemari meminjam uang untuk proyek besarnya, aku tahu dia selalu menang dia selalu berhasil tapi aku yakin untuk yang sekarang tidak"
__ADS_1
Amir tersenyum senang mendengar ada sedikit celah untuk dia bisa mendapatkan Alina, ternyata ada rahasia di balik semua ini suami Alina ternyata memiliki kelemahan. Amir kira tak akan bisa menghancurkannya.
"Aku tanya sekali lagi, apakah kamu yakin akan menghancurkan anakmu sendiri. Aku tidak mau nanti kamu malah menyalahkan aku sendiri"
"Tentu saja asal kamu mau bekerja sama dengan perusahaan anakku Abi, dia punya perusahaan dan ya butuh dibantu"
"Baiklah aku akan membantu perusahaan anakmu itu, tapi rencana kita harus berhasil Alina harus menjadi milikku"
"Itu masalah gampang suntikan dana dulu pada perusahaanku, maka aku akan membantumu mudah untuk menghancurkan Nizar dari dalam maupun dari luar, dia itu banyak kelemahan dan aku tahu setiap kelemahannya"
Tak masalah Amir harus menyuntikkan dana terlebih dahulu pada perusahaan kecil itu, yang terpenting apa yang sedang dia inginkan apa yang sedang dia tuju akan tercapai.
...----------------...
__ADS_1
Nizar menatap berkas di hadapannya dia menatap laki-laki yang ada di hadapannya "Maksudnya apa ini Pak"
"Aku ingin kamu membayar semuanya sekarang juga, aku ingin uangku kembali, aku sudah tidak terlalu percaya denganmu. Aku takut proyek ini malah akan jadi gagal dan akan rugi"
"Apa yang kamu katakan Pak, kamu adalah investor utama kita aku percaya padamu dan aku menginvestasikan segalanya, bagaimana kamu tiba-tiba ingin mundur seperti itu, kita ini sudah ada di tengah-tengah tidak bisa tiba-tiba berhenti begitu saja. Bahkan kita sudah membicarakan semuanya kan. Lalu kenapa tiba-tiba malah menjadi seperti ini"
"Intinya aku hanya ingin uangku kembali semuanya, aku tidak mau berdebat lagi denganmu "laki-laki itu langsung mengalihkan pandangannya tidak mau bertatapan langsung dengan Nizar.
"Pak mau bagaimana aku mengembalikan uangmu dengan cepat, dengan waktu yang singkat sedangkan aku sudah menginvestasikan semua uangku, aku sudah memasukkan semuanya ke dalam proyek ini jangan aneh-aneh Pak "
"Baiklah jika kamu tidak bisa memberikan uang ku ada orang lain yang bisa memberi uang dan kamu bisa bicara dengannya"
"Siapa Pak orangnya"
__ADS_1
"Pak Amir "
Orang itu langsung keluar dari ruangan Nizar. Nizar melamun memikirkan semua itu.