
Alina mengetuk pintu ruangan suaminya. Alina masuk saat mendengar suaminya memperbolehkan dirinya untuk masuk. Alina begitu khawatir dari tadi suaminya ini tak keluar-keluar dari ruangannya itu.
Alina menyimpan kopinya dan menatap suaminya yang terus saja fokus menatap laptopnya, sudah dua hari suaminya terus saja begitu. Tak ada istirahat suaminya ini.
"Apakah kamu tak mau istirahat dulu, apakah kamu tak lelah terus bekerja mas, kamu itu harus tidur kamu tak boleh memaksakan diri kamu seperti ini, kamu bisa drop loh "
Nizar langsung berhenti bekerja dan menepuk pahanya meminta istirnya untuk duduk di pangkuannya. Alina yang memang mengerti dan sering melakukan hal itu segera berjalan kearah suaminya dan duduk di pangkuannya.
Nizar langsung memeluk istrinya dan menghirup dalam-dalam wangi istrinya. Nizar sekarang sedang stres. Nizar memikirkan banyak hal, Nizar tak mau sampai semua usahanya hancur begitu saja. Bukan apa-apa Nizar punya Alina sekarang.
Nizar juga sudah merintisnya dari nol, masa iya mau hancur begitu saja. Nizar tak akan terima kalau sampai seperti itu.
__ADS_1
"Kamu harus istirahat mas, kamu ga boleh kayak gini terus kerja-kerja nanti kalau kamu sakit gimana" kembali Alina mengulang kata-katanya karena suaminya ini belum menjawab juga.
"Hemm, sayang kalau misalnya kita ga kayak gini lagi gimana"
Alina mengerutkan dahinya, maksud suaminya ini apa sih "Kayak gini gimana aku ga ngerti mas, coba jelaskan dengan benar padaku "
"Ya kita ga punya uang, ga tinggal lagi disini apakah kamu tak masalah, apakah kamu tak akan pernah meninggalkan aku. Apakah kamu akan terus ada disamping aku Alina "
Alina mengusap pipi suaminya dengan lembut, lalu mengecupnya juga "Aku akan selalu ada disamping kamu dalam keadaan apapun itu "
Alina menganggukkan kepalanya dengan mantap "Aku akan tetap bertahan dengan kamu, aku tidak mungkin meninggalkan kamu begitu saja. Kita sudah menikah 5 tahun lamanya mana mungkin karena kamu tidak mempunyai uang aku sampai meninggalkan kamu. Aku tidak akan pernah melakukan itu, aku akan bertahan dengan kamu mas. Kenapa kamu malah mempertanyakan hal ini "
__ADS_1
"Karena memang aku sudah sangat buntu sekali Alina, aku benar-benar sudah tidak tahu harus melakukan apalagi. Aku binggung sekali aku takut juga kamu meninggalkan aku makannya aku bertanya hal seperti itu sama kamu"
"Kenapa kamu tidak meminta bantuan pada Ayahku saja, dia pasti akan bisa membantumu dia pasti akan menyelesaikan semuanya dengan cepat aku yakin itu"
Nizar langsung mengelengkan kepalanya tidak mungkin Nizar meminta bantuan pada ayah mertuanya. Nizar tidak mau sampai Ayah mertuanya ini kecewa dengan dirinya karena tidak bisa membahagiakan anaknya. Nizar akan berjuang dahulu sendirian.
"Aku tidak mau merepotkan ayahmu"
"Tapi ayah bisa membantumu aku yakin itu"
"Tidak sayang kita berdua ini sudah menikah maka kita harus menghadapi masalah kita berdua, tidak boleh sampai mengikut campurkan orang tua dalam masalah ini aku yakin aku akan bisa"
__ADS_1
"Baiklah jika itu sudah memang keputusanmu, aku akan selalu mengikuti apa yang kamu putuskan"
Nizar tersenyum dengan kata-kata istrinya, inilah yang membuatnya selalu bersemangat istrinya tidak pernah menuntut apa-apa darinya istrinya adalah penyemangatnya selama ini.