Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 43 Tunggu aku ya


__ADS_3

"Bagaimana kamu sudah tahu alamatnya rumah Alina"


"Sudah Pak "


"Jangan panggil aku bapak, aku ini masih muda panggil aku dengan sebutan tuan Amir, aku tidak suka ya dengan sebutan kamu itu sangat kolot sekali "


"Baik tuan, maafkan saya "


"Hem, bagaimana kehidupan Alina dengan suaminya itu"


Amir mengangkat kakinya kemeja, tak lupa dia juga merokok. Amir benar-benar tidak memperdulikan orang yang ada di depannya, Amir merasa kalau dia sudah memiliki segalanya, jadi dia bebas mau sopan ataupun tidak pada orang yang ada di depannya ini karena dia juga membayarnya kan.

__ADS_1


"Kehidupan Nona Alina begitu bahagia bersama suaminya. Bahkan mereka sering berlibur berdua, mereka benar-benar hidup bahagia"


Amir yang tidak percaya menggelengkan kepalanya dengan kuat. Amir tidak percaya kalau Alina akan bahagia bersama laki-laki lain Alina hanya bisa bahagia bersamanya saja.


"Tidak mungkin, Alina tidak mungkin bahagia dengan laki-laki itu mana buktinya. Aku ingin bukti yang valid tidak mau hanya katanya saja"


Orang itu langsung memberikan sebuah dokumen kepada Amir di sana ada foto-foto Alina bersama suaminya saat berlibur semuanya. Amir sudah pernah memata-matai Alina waktu itu tapi dia malah melempar ponsel orang itu kan, dan sekarang karena tidak mau sampai ponsel yang dilempar lagi dia mencetak semua fotonya dan memberikannya pada Amir.


"Pasti ini hanyalah senyum palsu, bahagia palsu Alina benar-benar tidak bahagia bersama laki-laki ini. Aku akan meminta pada bos untuk dipindah tempatkan saja agar lebih bisa dekat dengan Alina "


"Pasti Alina begitu terpuruk, malangnya nasib perempuan ku ini. Aku akan segera menjemputmu Alina"

__ADS_1


Amir menatap orang suruhannya lagi "Untuk apa masih di sini cepat keluar dari ruanganku, sudah pekerjaan sudah selesai nanti aku akan menyuruhmu untuk memata-matai kembali Alina pokoknya kamu tidak boleh memperlihatkan kebahagiaan Alina yang seperti ini, karena ini adalah sebuah kebohongan Alina tak mungkin bahagia dengan suaminya itu"


Orang suruhan itu bingung harus bagaimana tidak boleh memperlihatkan kebahagiaan, lalu dirinya harus memata-matai apa aneh sekali orang yang ada di hadapannya ini daripada terus berurusan dengan orang aneh dia langsung keluar dari dalam ruangan Amir.


Amir mengusap foto Alina yang sedang tersenyum, Amir menghirup fotonya itu, membayangkan kalau Alina itu ada dihadapannya sedang duduk di pangkuannya.


Amir juga menciumi foto Alina"Aku begitu rindu dengan kamu Alina, aku ingin segera bertemu dengan kamu akan aku jemput kamu. Aku tahu kamu tidak bahagia dengan laki-laki itu, aku tahu kamu tak suka dengannya. Orang tuamu saja yang egois membuat kamu menikah dengan laki-laki seperti ini "


Amir segera bangkit, dia akan datang pada bosnya untuk minta dipindahkan ketempat yang dekat dengan Alina. Amir harus segera menemui Alina, sebelum Alina makin terpuruk. Pasti Alina juga sudah menunggunya. Alina pasti sudah sangat tersiksa hidup bersama laki-laki itu.


"Yang sabar ya Alina sayang aku akan menjemput kamu, aku akan datang membawa kamu dan aku akan buktikan pada ayahmu kalau aku ini bisa, kalau aku ini akan bisa membuat kamu bahagia selamanya dengan uang yang aku punya"

__ADS_1


__ADS_2