Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 6 Menolak perjodohan


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan Amir, aku sudah bilang kan jika ingin bertemu dengan Ayahku kamu harus sopan, kamu harus menjaga sikapmu tapi kenapa kamu malah angkuh seperti itu"


"Ayah kamu Alina yang dari awal tidak mau menerimaku, lihat saja dari tampangnya saja dia sudah menolakku. Dari pertama aku datang dia sudah tidak mau denganku kan "


Alina mengusap wajahnya, dia begitu benar-benar bingung dengan semua ini "Kamu itu belum tahu bagaimana Ayahku, Ayahku sangat baik dia tidak pernah membedakan kasta seperti apa yang dia bilang tadi, tapi kamu sudah membuat Ayahku kecewa dan aku juga kecewa dengan kamu. Kenapa harus seperti itu. Kamu bisa bicara dengan baik-baik pada Ayahku, tidak usah mengangkat kaki seperti tadi angkuh sekali kamu ini Amir "


"Kenapa kamu sekarang tidak menerima aku, bukannya kamu sudah berjanji padaku akan menerima bagaimanapun sifat aku. Sekarang kamu ikut aku kalau kamu memang mencintai aku. Kita bisa menikah tanpa restu orang tua kamu "


Alina menggelengkan kepalanya, dia benar-benar kecewa dengan sikap Amir yang seperti itu "Lebih baik kamu pulang saja dulu Amir, nanti aku akan menemuimu. Aku tidak bisa ikut denganmu sekarang, cepat pulang dari sini sebelum Ayahku makin marah padamu Amir "


"Apa kamu mulai tidak mencintaiku Alina, kamu yang menyuruhku untuk datang kemari. Kamu sekarang tiba-tiba saja mengusirku, apakah ada yang salah dalam bicaraku pada Ayahmu. Aku rasa semuanya baik-baik saja "


"Tentu saja ada yang salah, kamu itu telah menghina Ayahku. Kamu itu terlalu angkuh dan tidak sopan. Kenapa harus seperti itu Amir kenapa"


Amir malah mengguncang tubuh Alina, lalu Amir menggenggam erat bahu Alina sampai-sampai Alina meringis "Lepaskan sakit tahu "


Amir langsung melepaskannya dan meminta maaf pada Alina "Aku minta maaf, aku minta maaf pokoknya kamu temuin aku, aku ga mau hubungan ini selesai Alina. Aku sudah datang kemari dan meminta kamu pada Ayahmu dengan baik-baik"

__ADS_1


"Kamu bilang dengan baik-baik yang ada kamu melakukannya dengan tidak sopan Amir, sudah kamu pergi nanti aku akan menemui kamu "


Alina segera mendorong Amir untuk segera keluar, Alina harus menemui Ayahnya. Ayahnya pasti sangat marah sekali. Amir benar-benar tidak sopan dia benar-benar sudah membuatnya kecewa.


Setelah Amir pergi Alina mendekati Ayahnya yang sedang memijat keningnya, di sampingnya ada Ibunya yang sedang menenangkan Ayahnya. Lalu Ayahnya tiba-tiba saja mendongak dan menatap Alina.


"Apakah itu pilihanmu Alina, apakah dia cocok untuk menjadi suamimu. Lihatlah apakah dia punya sopan santun, apakah kedepannya akan baik yang ada tidak akan pernah baik. Dia akan menginjak-injak harga dirimu nanti suatu saat Alina"


Alina terduduk dengan pasrah dan menundukkan kepalanya. Dia tahu sikap Amir begitu mengecewakan bahkan Alina pun kecewa.


"Tapi aku mencintai Amir Ayah"


"Kamu mencintai laki-laki seperti dia, apa kamu lebih memilih dia daripada aku. Aku ini adalah Ayahmu, aku lebih tahu masa depanmu aku lebih tahu laki-laki macam apa yang cocok denganmu Alina. Dia tidak akan pernah cocok sampai kapanpun dengan kamu, aku sudah lihat bagaimana sikapnya. Tadinya aku akan menerimanya tapi melihat sikap angkuh dan tidak sopannya membuat aku berubah pikiran Alina"


"Aku yakin Amir akan berubah Ayah, dia akan menjadi baik. Aku akan bicara dengan Amir tolong jangan jodohkan aku. Aku tidak mau dipaksa seperti ini menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai, aku tidak mau Ayah"


"Kapan dia bisa berubah, dia tidak akan pernah berubah laki-laki seperti itu tidak akan pernah berubah Alina. Dia akan tetap seperti itu, dia akan tetap egois dan bahkan mungkin nanti dia akan menghancurkan Ayah "

__ADS_1


Alina sudah menangis, dia sudah bingung Alina benar-benar tidak mau dijodohkan. Alina tentu saja ingin menolak pernikahan ini dengan mentah-mentah. Alina tidak siap kalau harus menikah dengan laki-laki yang tidak Alina cintai. Yang ada Alina malah akan tersiksa.


"Apakah Ayah tidak akan kasihan dengan Alina nanti kalau Alina menikah dengan laki-laki yang tidak Alina cintai. Yang ada Alina akan tidak bahagia, Alina malah akan menderita Ayah "


Ayahnya segera bangkit dan menatap putrinya "Dengarkan Alina Ayah tidak gegabah memilihkan seorang jodoh untuk kamu. Seorang laki-laki untuk kamu. Sebelumnya Ayah sudah tahu latar belakang Amir seperti apa, sifat dia seperti apa Ayah tahu sebelum kamu mengetahuinya. Laki-laki yang akan Ayah jodohkan dengan kamu ini adalah laki-laki yang terbaik. Ikutilah pilihan orang tuamu maka hidupmu akan bahagia"


Alina malah terisak menangis, dia benar-benar tidak terima meskipun tadi sikap Amir begitu tidak sopan pada orang tuanya, tapi semuanya akan bisa diperbaiki. Alina bisa berbicara lagi pada Amir agar minta maaf pada orang tuanya dan tidak seperti itu lagi. Melamarnya dengan baik-baik memintanya dengan baik-baik juga.


"Alina benar-benar tidak akan pernah sanggup menjalankan rumah tangga itu Ayah. Apakah Ayah ingin melihat Alina tersiksa nanti, belum lagi nanti kalau misalnya laki-laki yang akan menikah dengan Alina itu tak suka dengan Alina. Apa yang akan dia lakukan"


"Kenapa sudah berpikir ke depan seperti itu, Ayah yakin hidupmu akan bahagia bersamanya. Kamu akan menjadi perempuan yang paling beruntung karena mendapatkannya. Ayah sudah sangat mengenalnya sejak lama, kadang-kadang pilihan orang tua itu tidak pernah melenceng Alina "


"Apakah Ayah tidak mau memberikan kesempatan lagi untuk Amir membuktikan kalau dia akan baik, kalau dia akan merubah semua sikapnya. Apa Ayah tidak mau menunggu Amir untuk berubah ?"


"Sampai kapan Ayah harus menunggu Amir berubah, laki-laki itu tidak akan pernah berubah Alina. Laki-laki itu akan tetap sama dia tidak akan pernah menjadi laki-laki baik Alina, kalau kamu sampai menikah dengan laki-laki itu dan memilihnya lalu kalian kabur Ayah pastikan hidupmu tidak akan pernah bahagia. Kata-kata yang pernah kamu ucapkan itu akan menjadi penyesalan terbesar untuk kamu Alina"


Tangis Alina malah makin kencang saja. Alina tidak mungkin meninggalkan Amir, Alina begitu mencintai Amir sampai-sampai di butakan dengan sikap Amir yang seperti itu. Sampai-sampai memaafkan sikap Amir yang tadi dan berharap kalau Amir bisa berubah.

__ADS_1


__ADS_2