Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 47 Jangan fikirkan itu


__ADS_3

Nizar yang melihat istrinya melamun seperti itu tentu saja bingung, tidak biasanya istrinya melamun seperti itu ada masalah apa ya, jadi khawatir kan.


Nizar segera mendekatinya dan menepuk bahu istrinya yang sedang melihat ke arah cermin, Alina tentu saja kaget dia bahkan sampai menjatuhkan sisirnya yang sedang dia pegang.


"Kamu kenapa sepertinya banyak pikiran. Apa yang terjadi, coba kamu cerita sama aku "


Alina langsung merubah ekspresinya dia tidak mau terlihat tidak baik-baik saja di depan suaminya. Alina juga tidak mau membongkar tentang Amir yang ada di sini.

__ADS_1


Alina tidak mau membuat rumah tangganya malah jadi cekcok, takutnya nanti Nizar berpikir yang tidak-tidak dan menganggap Alina sering bertemu dengan mantannya itu.


"Tidak aku baik-baik saja mas, aku hanya sedang memikirkan kapan kita akan punya anak. Aku ingin rumah kita ini dihuni oleh anak-anak kecil aku sudah ingin mempunyai anak tapi ternyata kita belum diberikan juga"


Nizar langsung membawa istrinya ke arah tempat tidur "Kamu tidak usah khawatir nanti juga kalau sudah saatnya kita mempunyai seorang anak kita akan punya kamu jangan banyak pikiran seperti itu yang ada akan menghambat semuanya aku yakin sebentar lagi kamu akan mengandung "sambil mengusap perut istrinya itu.


"Tapi sudah 5 tahun. Apa kamu tidak berpikir untuk menikah lagi mas"

__ADS_1


"Aku lagi berbicara dengan serius loh, kamu malah tertawa seperti itu aku bertanya apakah kamu tidak berpikiran untuk menikah lagi, karena belum mendapatkan anak juga dariku bagaimana kalau aku ini tidak beres, bagaimana kalau aku yang bermasalahnya bukan kamu coba "


Nizar langsung menangkup kedua pipi istrinya "Aku tidak akan mungkin menikah lagi untuk apa, jika iya aku ingin punyai anak sudah dari dulu aku mengambil dari panti asuhan. Aku tidak pernah berpikir untuk melakukan itu dan aku juga tidak terburu-buru aku tidak akan memaksamu untuk hamil, semuanya juga akan ada jalannya sudah jangan pikirkan itu lebih baik kamu sekarang tidur ini sudah sangat malam sekali, aku tidak akan menuntut apa-apa darimu sayang"


Alina bersyukur suaminya baik sekali bahkan suaminya bisa menenangkan hatinya, ya meskipun tadinya dia sedang memikirkan Amir dan langsung mengubah topiknya menjadi ke arah anak.


Tapi tetap saja Alina suka dengan jawaban suaminya yang selalu tidak pernah memojokkannya atau misalnya menyuruhnya untuk berobat ke sana ke sini, yang mau berobat selama ini adalah dirinya, karena Alina juga takut, takut kalau suaminya ini malah akan berpikir menikah lagi tapi setelah mendengar jawaban dari suaminya Alina cukup tenang.

__ADS_1


"Tak usah ada yang kamu pikirkan hidup harus terus berjalan, jangan memikirkan dulu tentang anak nanti juga kalau sudah ada jalannya kita akan diberi ayo cepat tidur"


Nizar membaringkan istrinya dan memeluknya dengan erat, Nizar tidak akan membuat istrinya kepikiran dengan hal apapun. Anak bisa kapan saja ada untuk mereka. Jadi itu bukan hal besar yang harus terus dipertanyakan dalam pernikahan mereka ini, itu sih menurut Nizar ya.


__ADS_2