
"Perhatian sekarang adalah perayaan pernikahan Nizar dan juga Alina yang kelima tahun, selamat untuk mereka berdua "
Semua orang bersorak gembira, tak terasa pernikahan Alina dan juga Nizar sudah 5 tahun. Mereka saja yang menjalaninya masih tak percaya.
"Pesta yang luar biasa dan pasangan yang serasi, ayo tepuk tangan lagi "
Alina dan juga Nizar mengangkat gelas mereka, lalu mereka mengajak para tahu untuk minum sama-sama. Alina sudah berdandan dengan sangat cantik sekali.
Nizar langsung memeluk istrinya dengan erat, Nizar juga mencium istrinya didepan banyak orang. Mereka kembali bersorak.
Orang tua Alina juga datang kemari untuk ikut merayakan ulang tahun yang kelima anaknya ini.
Saat melepaskan pelukannya, Nizar menatap terus wajah sang istri. Alina sampai tersipu malu meskipun sudah lama pernikahan mereka ini tapi Alina selalu saja tersipu oleh suaminya ini.
"Kenapa kamu menatap aku seperti itu " tanya Alina dengan malu-malu.
"Kamu sangat cantik sayang, hari ini kamu begitu cantik sekali, sampai-sampai aku tak rela mengalihkan pandangan ku ini pada orang lain. Aku benar-benar sudah tergila-gila dengan kamu "
"Kecantikan terlihat dari mata seseorang yang melihat, kamu selalu mengatakan itu padaku "
"Karena memang kamu selalu cantik sayang, selamat hari jadi sayang "
Alina tersenyum dan memeluk kembali suaminya. Sungguh ini adalah pesta yang luar biasa, Alina begitu suka sekali dengan semua dekor yang dibuat oleh suaminya, yang dipilih oleh suaminya. Tak pernah ada yang gagal semuanya memang benar-benar sempurna sekali.
"Selamat hari jadi juga mas Nizar " bisik Alina dan mencium telinga suaminya itu.
"Hey kalian ini terus saja berpelukan, apakah kalian lupa dengan kedatangan ibu dan ayah "
__ADS_1
Alina langsung melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya, Alina memeluk satu persatu orang tuanya itu.
"Aku senang kalian bisa datang kemari "
"Hemm, tapi kami terus kamu diamkan, kalian hanya sibuk berdua saja. Lebih baik Alina ayo bersama ibu menyambut tamu yang lain, biarkan suami kamu mengobrol dengan yang lain "
Alina menganggukan kepalanya setuju, suaminya juga langsung dibawa pergi oleh ayahnya itu. Pasti mereka akan mengobrol tentang bisnis Alina yakin itu.
Alina dan juga ibunya berjalan kearah tempat minuman, Alina juga membawa satu untuknya.
"Bagaimana apakah ada yang ingin kamu bicarakan dengan ibu, sepertinya banyak sekali yang kamu pendam sayang "
Alina tersenyum kearah ibunya itu "Tentu banyak yang aku pendam ibu, rasa bahagia yang begitu banyak sekali. Selama aku hidup bersama Nizar hidupku lebih bahagia lagi, dia benar-benar memanjakan aku, tak pernah dia menyakiti aku. Aku begitu bahagia sekali, tapi ada yang kurang satu " wajah Alina langsung murung.
"Apa sayang, bukannya semuanya sudah sangat sempurna lalu apalagi yang kurang "
"Tenang sayang, ibu juga dulu seperti itu, tapi akhirnya ibu juga punya kamu. Kamu harus bisa tenang dan rileks. Jangan banyak fikiran nanti juga kalau sudah saatnya kamu akan mendapatkan seorang anak. Jangan terburu-buru nanti juga kamu akan sama seperti yang lain, nikmati saja dulu hidup mu dengan Nizar "
"Iya tapi tetap saja rasannya ada yang kurang saja ibu. Lihatlah orang lain sudah punya momongan sedangkan aku belum. Kadang aku juga suka malu kalau ditanya kapan punya anak, padahal itu semua bukan kemauan aku, aku juga ingin mempunyai anak "
"Yang sabar, semuanya akan segera terjadi, kamu tak usah takut dan jangan dengarkan kata orang. Orang lain tak tahu bagaimana kamu berjuang. Suami kamu juga tak masalahkan dengan hal ini "
"Ya mungkin tidak masalah, tapi aku tidak tahu bagaimana dalam hatinya itu "
Alina malah jadi murung sekarang, karena memang Alina sudah sangat malu kalau berkumpul dengan istri-istri dari teman suaminya itu, mereka selalu bertanya pada Alina kapan punya anak, kenapa belum juga punya.
Kadang Alina jadi malas untuk berkumpul, tapi kalau tak berkumpul nanti mereka datang kerumah lagi. Alina malah jadi serba salahkan. Suaminya juga selalu bilang belum saatnya mereka punya anak tapi tetap saja Alina selalu kefikiran, meskipun suaminya mengatakan tak usah difikirkan.
__ADS_1
"Sudah sayang jangan terus fikirkan, kamu harus tersenyum dihari bahagia mu ini "
Alina langsung memasang wajah bahagia, Alina tak mau membuat ibunya menjadi sedih, dan tamu-tamu juga akan bertanya-tanya ada apa dengan dirinya ini.
...----------------...
"Amir kamu yakin akan menemui Alina, sudahlah lupakan dia. Mama senang dengan kamu yang sudah sukses sekarang. Jangan ganggu hidup dia ya "
Amir menatap mamanya yang selalu ada disampingnya, Amir sekarang selalu membawa mamanya ini kemana-mana. Bukan apa-apa Amir hanya khawatir saja jika harus meninggalkan mamanya sendirian.
"Amir sudah bulat ma, Amir tak akan pernah melepaskan Alina. Mama hanya perlu mendukung Amir saja ya "
"Sudah 5 tahun Amir, sudah 5 tahun kamu terus seperti ini. Sudah lepaskan ada Elina yang begitu mencintai kamu. kenapa kamu tak bersama nya saja. Dia cantik"
"Iya aku tahu dia cantik, tapi dia tak lebih cantik dari Alina. Mungkin nama mereka hampir sama tapi tetap saja hatiku ini untuk Alina seorang tak ada yang bisa menggantikannya "
Namanya Amir yang sudah pasrah akhirnya hanya bisa duduk saja. Elina padahal begitu cantik sekali, dia adalah asistennya Amir dan sudah dua tahun dia bekerja untuk Amir.
Alina waktu itu pernah berbicara padanya kalau dirinya mencintai Amir, tapi Amir malah menolaknya dengan mentah-mentah memang anaknya ini tidak bersyukur sudah di berikan perempuan yang lebih cantik ingin tetap mendapatkan Alina.
"Mama jangan pernah lelah ya untuk mendukung Amir untuk merebut Alina. Amir sudah mapan sekarang, Amir sudah memiliki segalanya. Tinggal Alina saja yang belum ada disampingnya Amir"
"Terserah kamu saja, mama sudah pusing Amir, jelas-jelas sudah ada yang pasti tapi kamu malah mencari yang tak pasti saja "
Mamanya Amir langsung keluar dari ruangan anaknya itu. Disini banyak sekali foto Alina. Sampai-sampai dirinya bosan melihatnya, dimana-mana ada wajah Alina dari yang terbaru sampai yang terlama ada.
Anaknya ini benar-benar mengawasi hidup Alina sama ini, bahkan saat Alina pergi jalan-jalan dengan suaminya Amir selalu mengikutinya dan memfoto setiap kegiatan yang dilakukan oleh Alina.
__ADS_1
Menurutnya ini bukan lagi cinta tapi obsesi semata saja. Anaknya ini sudah sangat parah sekali.