
"Bu tadi Nizar loh deketin ibu kenapa ibu jual mahal sih. Padahal ibu bisa langsung meminta apapun pada Nizar, bahkan ibu bisa meminta uang padannya Bu, kenapa ibu malah seperti itu, malah membuat semuanya menjadi susah "
"Shut kamu itu tidak tahu apa-apa, lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti, jangan banyak protes. Ibumu ini sudah memikirkan segalanya "
"Tapi bu, kita sudah tak punya uang, kita sudah tak punya apa-apa. Padahal sebelum ibu memutuskan segalanya ibu minta uang dulu pada Nizar, minta segalanya dulu padannya jangan tiba-tiba seperti tadi, ibu ini salah strategi "
Abi langsung dipukul oleh ibunya itu, Abi mengusap kepalanya yang sakit "Kenapa coba ibu melakukan ini sama Abi, apa yang Abi katakan ini benar tak ada yang salah"
"Kamu ini ya, sudah ah ibu sudah memikirkan semuanya kamu tak perlu ikut campur, kamu hanya perlu mengikuti apa yang ibu ingin "
"Ibu yakin yang ini tak akan gagal lagi, kita sudah gagal terus lo Bu, jangan merusak segalanya Bu "
__ADS_1
"Ah sudah aku sudah yakin kalau semua ini tak akan gagal, kamu ini banyak sekali protes, kamu saja tak bisa melakukan apa-apakan "
"Ya sudahlah, aku hanya bertanya saja. Aku takut kalau ibu akan gagal lagi. Padahal Nizar sendiri yang sudah datang pada ibu, tapi ibu malah menyia-nyiakan semuanya. Ibu padahal bisa menguras Nizar "
"Ibu akan lakukan itu, tapi dengan cara yang lain. Ibu harus menyingkirkan dulu Alina, kalau Alina masih ada bersama Nizar sama saja bohong perempuan itu harus pergi dulu. Baru semua rencana kita itu bisa dianggap berhasil"
"Hemm, Abi hanya akan ikut rencana ibu saja "
Abi hanya menganggukan kepalanya, kita ikuti saja apa yang akan ibunya lakukan, Abi tak akan terlalu ikut campur, Abi sudah sangat lelah, sebenarnya Abi ingin kembali lagi pada kakaknya itu.
...----------------...
__ADS_1
"Kamu ini jangan cengeng Amir, kamu ini laki-laki apakah dengan kamu menangisi Alina dia akan kembali, dia akan bisa seperti semula lagi, tak akan Amir. Apakah kamu lupa dengan kata-kata orang tuanya sudah lupakan Alina nak, semuanya sudah berbeda "
Amir mengelengkan kepalanya, Amir masih belum mau mundur. Amir tak akan pernah melepaskan Alina. "Tidak Ma, Amir tidak mau Alina harus menjadi milik Amir, Amir harus membuktikan pada ayah Alina, kalau Alina bisa menjadi milik aku, apa yang pernah dia katakan bisa aku beli Bu. Aku tak mau melepaskan Alina begitu saja, cintaku ini Bu sudah tak bisa dihentikan, sudah terlalu dalam "
"Mama benar-benar lelah memberitahu kamu Amir, mama harus dengan cara apa lagi agar kamu sadar"
"Memangnya Amir kenapa ma, Amir baik-baik saja Amir sadar sesadar-sadarnya. Amir tak kenapa-napa ma"
"Kamu itu sedang sakit Amir, kamu terlalu mencintai perempuan yang sudah dimiliki oleh orang lain. Jika kamu menyayangi mama maka lepaskan Alina, biarkan dia bahagia dengan suaminya dan kamu juga bahagia dengan hidup kamu, cari yang lain, kamu pilih mama atau Alina "
Amir tentu saja tak bisa memilih, Amir tak mau kehilangan 2 perempuan yang paling Amir sayangi.
__ADS_1