
"Entah kenapa Amir ingin menghancurkan aku Alina, memangnya aku punya salah apa dengannya "
Nizar menceritakan semuanya pada istrinya. Nizar tak mau ada yang disembunyikan diantara mereka berdua. Sebenarnya Nizar tahu siapa Amir sebenarnya, Amir adalah laki-laki yang Alina tinggalkan itu.
Nizar hanya binggung saja kenapa Amir sampai melakukan hal ini padanya. Apakah karena Alina menjadi miliknya ?
Alina sendiri yang mendengar nama Amir disebut tentu saja kaget. Alina hanya bisa diam melamun. Bahkan Alina tak habis fikir dengan apa yang Amir lakukan.
Mungkin Amir ingin dirinya pergi padanya. Lalu kembali padannya juga, apakah kalau misalnya Alina melakukan itu Amir akan melepaskan Nizar suaminya.
"Sayang kenapa kamu melamun "
Alina langsung tersenyum pada suaminya, lalu mengelengkan kepalanya "Aku baik-baik saja, lalu setelah itu bagaimana apakah kamu akan terus menemui Amir atau akan seperti apa "
__ADS_1
Nizar mengelengkan kepalanya, Nizar sudah mencoba untuk menelfon, bahkan datang ke kantornya tapi apa Amir tak mau menemuinya, pasti alasannya itu sedang meeting, pergi makan bersama koleganya dan banyak lagi.
Entah apa maunya orang itu, katanya suruh menemuinya, tapi saat akan ditemui makan seperti ini tak ada. Sungguh laki-laki aneh. Amir rasannya ingin berteriak didepan wajahnya dan menanyakan apa sebenarnya yang dia mau sampai-sampai melakukan hal seperti ini
"Jangan terlalu banyak berfikir ya, aku takut kamu sakit mas "
Alina mengusap kepala suaminya dan memeluknya, Nizar juga langsung memeluk pinggang istrinya itu, Nizar menjadi tenang sekarang setelah memeluk istrinya begini.
...----------------...
Amir menatap asistennya itu, asistennya itu terlalu berani padannya "Diam kamu, kamu ini selalu saja mengatakan kalau aku pengecut, kamu tidak tahu apa-apa lebih baik diam saja "
"Ya karena memang pada kenyataannya kamu ini pengecut, kamu ini laki-laki yang tak bisa menghadapi masalah, bukannya kamu yang mau Nizar datang kemari, tapi saat dia datang apa kamu hanya membiarkannya tanpa mau menemuinya "
__ADS_1
Amir mendekati Elina, tanpa Elina duga-duga Amir malah mencekiknya. Elina jelas saja kaget. Elina memegang tangan Amir, Elina memukul-mukul tangan Amir.
Tapi Amir malah mempererat cekikannya itu "Diam kamu, aku bilang diam jangan pernah urusi aku, aku muak dengan kamu yang selalu saja ikut campur, aku tidak suka akan hal itu, biarkan aku melakukan apa yang aku mau. Kamu tak berhak mengatur aku "
Amir langsung melepaskan cekikannya saat Elina sudah kehabisan nafas. Amir langsung mendorongnya. Elina langsung batuk-batuk sambil memegang lehernya yang sakit.
"Gila dasar kamu "
"Pergi atau aku akan membunuh kamu, aku tak akan segan-segan untuk melakukan itu ingat aku ini bukanlah orang baik, aku bisa melakukan apa saja untuk menghilangkan orang yang mengusikku termasuk kamu Elina "
Elina langsung berdiri, Elina masih memegang lehernya. Elina langsung keluar dari ruangan Amir, tapi sebelum itu Elina berteriak kencang "Dasar pengecut kamu laki-laki gila "
Elina langsung menutup pintunya dengan kencang, bahkan jendela yang sedang dibuka langsung tertutup saking kencangnya Elina menutup pintu ruangan Amir ini.
__ADS_1
"Dasar perempuan gila tak tahu diri, aku muak dengan dia yang ikut campur "