
"Hey jangan minta perlindungan pada anakku sudah tahu kamu salah, tapi malah membela dirimu sendiri seperti itu, dasar perempuan licik kamu ini ya. Jangan hasut anakku "
"Dan kamu tahu Kakak, dia sudah melakukan hal itu beberapa hari padaku apakah istri seperti ini harus kamu pertahankan, apakah kamu akan terus menikah dengan perempuan seperti ini. Bagaimana kalau dia melakukan pada laki-laki lain pasti akan sangat memalukan sekali Kak lepaskan perempuan itu. Pulangkan saja pada orang tuanya, tak akan baik kak"
"Alina bilang katanya tenang di sini tidak ada yang melihat, padahal aku sudah berbicara pada Alina jangan seperti ini. Jangan mengkhianati kakakku tapi Alina tak mau dengar kak, dia memang perempuan tidak tahu diri kak "
Alina menggelengkan kepalanya dia menatap wajah Nizar yang hanya lurus pandangannya ke arah Ibunya, Alina begitu takut kalau Nizar tidak percaya dengannya. Alina tidak mau pulang dengan nama baiknya yang sudah tercoreng pasti ayahnya akan sangat marah sekali.
"Nizar percayalah padaku aku benar-benar tidak mungkin melakukan itu, mana mungkin aku bisa seperti itu Nizar, mereka berbohong mereka berbohong. Aku mengatakan yang sebenarnya tolong aku Nizar. Aku di sini tidak punya siapa-siapa hanya kamu saja yang aku punya Nizar, aku tak mungkin mengkhianati kamu begitu saja "
Ibunya Nizar langsung saja bergegas menghampiri anaknya lagi "Kenapa dia harus percaya padamu dasar perempuan murahan, Nizar tidak akan pernah percaya dengan orang yang baru saja masuk dalam keluarga ini. Sedangkan kami ini adalah keluarga dia. Kamu hanyalah perempuan yang baru saja dinikahi oleh anakku "
Nizar menatap Ibunya dengan lekat lalu Nizar mulai berkata "Ibu, Ibu lah yang berbohong. Selama ini Ibu yang telah berbohong"
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan Nizar, kamu mengatakan kalau ibu yang berbohong. Jangan macam-macam seperti itu Nizar apa kamu percaya dengan perempuan ini, apakah kamu percaya dengan perempuan yang baru saja datang dalam hidupmu ini, sedangkan ibumu adalah yang melahirkan kamu dan adikmu itu yang selalu menemanimu, jangan asal bicara seperti itu Nizar dan membuat Ibumu ini sakit hati "
"Cukup Bu, cukup aku sudah tahu semua ini hanyalah sebuah kebohongan saja dan kamu juga Abi sama saja. Kamu juga sama, tidak tahu diri kamu juga selama ini memanfaatkan aku. Ibu dan juga Abi selalu saja merencanakan cara agar merebut apa yang aku punya "Nizar menatap ke arah Ibu dan juga adiknya" Selama ini aku selalu percaya pada kalian, selalu terlihat bodoh di depan kalian, tapi untuk sekarang aku tidak bisa terus seperti ini terus kalian injak-injak harga diriku ini"
"Ada apa denganmu kakak, kenapa kakak ini bicara seperti itu pada kami. Pada keluarga Kakak sendiri, apa kami tak salah dengan Kak "
"Sudah aku tahu semuanya, kalian berdua ini berbohong. Aku tidak bisa terus membiarkan kalian seperti ini. Kalian ini sudah benar-benar membuat aku marah, sekarang aku sudah tidak akan pernah tinggal diam lagi kebenaran harus dijunjung tinggi, aku tak mau seperti orang bodoh lagi dihadapan kalian berdua"
"Alina dia tidak berbohong "sambil menunjuk Alina" Aku percaya penuh pada istriku, kalau dia tidak akan pernah mungkin berbohong. Dia tidak akan pernah menghianatiku. Ya aku tahu dia adalah orang baru dalam kehidupan aku, tapi aku percaya kalau Alina bisa memegang semua kata-katanya Alina bisa berkata jujur pada aku suaminya "
"Kamu hanya percaya pada perempuan ini, perempuan baru "teriak Ibunya yang tidak terima atas tuduhan Nizar itu, atas Nizar yang tidak percaya lagi padanya.
"Lalu kenapa kamu masih ada di sini Nizar, kenapa kamu masih ada di rumah ini kalau kamu sudah tidak percaya dengan Ibu dan juga adikmu. Kenapa kamu masih bertahan di rumah ini, tapi tenang saja aku saja yang akan meninggalkan rumah ini bersama adikmu, kami akan pindah ke rumah yang satu lagi aku tahu selama ini kamu yang bekerja, kamu yang mencari uang aku sadar diri meskipun ini adalah rumah suamiku, tapi aku sadar diri kalau ini sudah menjadi milikmu. Aku yang akan pergi, aku yang akan mengalah "
__ADS_1
Ibunya Nizar sengaja berkata seperti itu, dia yakin betul kalau Nizar tidak akan pernah membiarkannya pergi dari rumah ini. Dulu saja pernah dia berkata seperti ini pada Nizar tapi pada akhirnya apa Nizar langsung minta maaf padannya dan percaya lagi padanya. Nizar tidak akan pernah bisa hidup tanpanya.
"Silakan saja lakukan apa yang Ibu mau dan juga Abi, aku tidak peduli. Mau Ibu pergi kemanapun, aku tidak akan melarang Ibu untuk pergi dari rumah ini, semua keputusan ada di tangan Ibu aku tidak akan mengganggu gugat apapun yang kamu mau Bu"
Tentu saja Ibunya Nizar kaget dengan jawaban anaknya itu, semudah itu kah Nizar melepaskannya, semudah itu kah Nizar percaya pada perempuan yang baru saja datang dalam kehidupannya itu.
"Baiklah, baiklah memang kamu sudah tidak menyayangi Ibu lagi, baik Ibu akan pergi dengan Abi. Suatu saat kamu akan tahu bagaimana bejadnya istri kamu ini, bagaimana jahatnya istri kamu ini, saat itu terjadi jangan pernah datang pada Ibu Nizar, rasakan saja sendiri itu sudah pilihan kamu "
"Silakan aku tidak pernah melarang Ibu untuk pergi kan, mau Ibu kemanapun itu sudah keputusan Ibu. Aku tidak akan pernah bisa melarang Ibu untuk tidak pergi, jika Ibu ingin pergi ya silakan, jika Ibu ingin tinggal ya tinggal saja disini "
Ibunya Nizar itu sangat marah sekali dengan apa yang dia dengar, dan Ibunya itu langsung menarik tangan Abi dan pergi dari hadapan mereka. Rencananya sudah gagal total sebenarnya Nizar sejak kapan tahu. Nizar memang ingin membuatnya malu dihadapan perempuan itu.
Alina begitu bersyukur karena dibela oleh Nizar, tapi dia juga merasa bersalah karena selama ini memperlakukan Nizar dengan tidak baik. Bahkan Alina sampai memusuhi Nizar.
__ADS_1
Baru saja Alina akan berbicara, tapi Nizar sudah masuk ke dalam kamar, Alina jadi bingung di benaknya terus terngiang-ngiang saat kata-kata Nizar tadi diucapkan, tentang kepercayaan Nizar, begitu percaya padanya seperti awal yang pernah dia katakan harus saling percaya di antara mereka berdua.
Alina benar-benar kecewa pada dirinya sendiri, kenapa dia tak bisa menerima Nizar laki-laki yang begitu baik dan perhatian seperti Nizar.