Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 42 Mas Nizar


__ADS_3

Setelah belanja tiba-tiba saja Alina ditelfon suaminya. Tak biasannya suaminya ini.


"Kenapa mas Nizar "


"Hah apa, aku tak salah dengar "


"Emm, tidak memangnya aku tak boleh bilang mas sama kamu, kamu kan suami aku. Rasannya ga sopan aja panggil nama seperti biasannya "


Alina menunggu jawaban dari suaminya, cukup lama Alina menunggu. Alina melihat ponselnya dan masih tersambung.


"Mas kamu ini kenapa, kenapa malah jadi ga ada suaranya sih "


"Ehh, iya maaf aku malah melamun. Kamu siap-siap ya kita makan diluar "


"Tapi aku mau masak "


"Hari ini jangan dulu ya, kita keluar dulu hanya sebentar sayang "


"Emm baiklah, aku akan segera berangkat kamu mau bawa aku kemana "


"Coba deh kamu keluar rumah "


Alina langsung keluar dari dalam rumah, dan dia melihat suaminya yang melambaikan tangannya didalam mobil.


Kalau tahu ada didepan rumah kenapa coba mereka harus telfonan seperti ini. Alina langsung mematikan sambungannya dan berjalan kearah mobil suaminya.


Setelah Alina masuk mobil segera melaju "Aku kira kamu dimana, ternyata kamu ada disini didepan rumah "

__ADS_1


"Hehehe, kan aku mau kasih kejutan sama kamu "


Alina memeluk tangan suaminya itu "Aw sayang sakit" sambil memegang tangan yang tak dipukul suaminya.


Alina mengerutkan keningnya "Tunggu dulu, bukan itu yang aku pukul deh "


Kembali Nizar tertawa "Tapi benar sayang yang ini yang sakit "


"Aku bukan memukul yang itu "


"Yang ini sayang "


"Ahh kamu ini mas "


"Saat kamu panggil aku mas, aku jadi mau ikan mas "


Nizar memarkirkan mobilnya dan membukakan pintu untuk istrinya. Nizar juga langsung mengandeng tangan istrinya.


Saat mereka masuk langsung di sambut oleh pelayan yang ada disana.


"Lihat tuh ikannya banyak sayang, aku baru ingat disini ikan masnya gede-gede kamu mau kan sayang"


"Boleh, aku dulu sering ketempat seperti ini bersama Ayah dan ibu, kenapa tiba-tiba kamu ajak aku kesini, kamu tahu aku sering ketempat seperti ini "


"Tahu dong kenapa aku tidak tahu "


"Hemm, kamu tahu dimana coba "

__ADS_1


"Apapun tentang kamu aku tahu sayang"


"Hemm, masa sih aku ga percaya "


"Beneran sayang, coba kamu tanyakan padaku apapun itu "


"Emm, tidak ah nanti kamu cuman asal tebak aja " kembali Alina memukul tangan suaminya.


"Aw aw sakit sayang, aduh duh sakit "


"Ya ampun mas aku minta maaf, aku ga sengaja "


Alina sudah sangat khawatir sekali, tapi suaminya itu malah menunjuk tempat yang berbeda lagi sama seperti saat didalam mobil.


"Ini sayang yang sakit, ini nih " menunjuk pipinya.


"Ist kamu ini ya, aku ga mukul pipi kamu"


"Ya kasih sedikit kecupan dong sayang, pasti langsung sembuh deh tangan yang kamu pukul, tapi harus disini diciumnya "


"Malu tahu ini ditempat umum "


"Kita udah nikah sayang"


"Ya udah tutup matanya, aku akan kasih kamu itu "


Nizar langsung menutup matanya, tapi Alina yang memang jahil langsung berlari, Nizar yang tahu istrinya kabur langsung mengejarnya tentu saja matanya sudah dibuka lagi.

__ADS_1


"Hey kamu awas ya, aku pastikan aku akan mendapatkan kecupan itu "


Alina malah tertawa sambil berlari, dan menantang Nizar untuk menangkapnya yang sudah berlari jauh. Untungnya disini sedang sepi tak banyak orang juga. Jadi mereka bebas berlarian disini.


__ADS_2