
"Kita mau kemana sih mas, pesta siapa sebenarnya"
"Aku juga kurang mengenalnya katanya sih pengusaha baru, semua diundang termasuk aku sayang, kamu bergegaslah untuk berdandan dengan cantik ya. Ingat yang cantik sayang"
Sebenarnya Alina engan ikut, tapi ya suaminya tak mungkin pergi sendiri juga. Biasannya suaminya selalu saja pergi kemana-mana dengannya.
"Kenapa sayang, sepertinya kamu ragu untuk pergi kesana "
"Hemm, entah kenapa seperti ada yang mengganjal saja"
"Hah mengganjal, kenapa sayang ada apa dengan kamu "
"Tidak, aku tidak kenapa-napa kok. Aku akan bersiap sekarang kamu tunggu aja ya"
__ADS_1
Alina langsung saja bergegas bersiap, Alina juga jadi penasaran siapakah pengusaha baru itu, biasanya Alina akan datang ke pesta yang memang suaminya kenal dekat tak seperti ini.
Alina takutnya ini adalah Amir, dia sengaja mengundang suaminya, kita lihat saja apakah benar, kalau iya dirinya akan pergi saja. Pasti nanti bakal jadi masalah kalau itu benar Amir.
Alina memakai pakaian yang baru saja suaminya belikan, Alina harus terlihat cantik, agar Amir tahu kalau dirinya ini bahagia dengan suaminya, ya itu pun kalau firasatnya benar ini pestanya Amir.
...----------------...
Amir dari tadi sudah menyambut banyak tamu, tapi Alina dan juga suaminya belum ada juga. Elina yang memang usul mendekati Amir dan menyenggol bahunya.
Tatapan Amir langsung tajam kearah Elina yang tersenyum "Jangan buat masalah dengan aku ya, kamu diam saja sana jangan ganggu aku, jangan membuat mood aku hancur, sana Alina pasti akan datang, dia tak mungkin tak datang "
"Hemm masa sih, aku benar-benar yakin kalau ini akan sia-sia saja, kamu tahu kan kamu pendatang baru pasti suaminya Alina juga berfikir dua kali untuk datang kemari "
__ADS_1
Elina mencolek dagu Amir dan melenggang pergi dari hadapan Amir, Elina suka meledek Amir seperti itu ya meskipun pada akhirnya akan dimarahi tapi Elina tak peduli.
Hatinya selalu panas kalau Amir sudah membicarakan Alina, padahal Alina sudah bahagia dengan suaminya itu.
Sedangkan Amir jadi khawatir dengan kata-kata yang keluar dari mulut Elina, jadi kefikiran sekali apakah benar yang dikatakan oleh Elina kalau Alina dan suaminya tak akan datang.
Amir sudah gelisah, dia menatap sekitar dengan tatapan yang gelisah "Ya ampun Alina jangan buat aku khawatir, jangan buat aku berfikir kalau kamu tak akan datang, lihatlah aku sudah membuatkan pesta yang begitu besar untuk kamu sayang "
Amir bahkan tak menerima jabatan dari orang-orang yang datang, Amir hanya ingin menunggu Alina. Sekarang Amir bernafas lega saat melihat Alina dan suaminya.
Alina begitu cantik disamping orang lain, tapi sebentar lagi hal itu tak akan terjadi, Alina akan ada disampingnya nanti, Amir memasang senyum yang bahagia, Amir akan menyambut Alina.
Amir tak sabar untuk segera bersalaman dengan Alina, Amir tak sabar ingin mencium wangi Alina yang sudah lama tak dirinya hidup.
__ADS_1
"Aku tahu kamu akan datang Alina, malam ini kamu akan menjadi milik aku, kamu akan menjadi ratuku lagi, aku janji akan membuat kamu bahagia "
Mereka sekarang sudah berhadapan, Amir begitu bahagia sekali.