Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 16 Nizar harus tahu


__ADS_3

"Kenapa kamu tiba-tiba mau merantau Amir, kenapa kamu tidak bekerja di sini saja banyak pekerjaan di sini. Tidak usah merantau jauh-jauh, lalu Mama akan bersama siapa. Jangan tinggalkan Mama sendirian di sini Amir, Mama takut kalau harus sendiri "


"Amir minta maaf Mah, Amir ingin membuktikan pada Ayahnya Alina kalau Amir ini bisa seperti mereka. Kalau Amir ini akan cocok untuk berdampingan dengan Alina. Mereka sudah terlalu menghina Amir. Amir harus membuktikan semuanya pada mereka, agar kita ini tidak terus di hina Ma "


"Sudah lupakan Alina, dia sudah menikah dia akan bahagia bersama suaminya. Lebih baik kamu jalani hidupmu. Mulailah semuanya dari nol di sini dan jangan pergi kemana-mana cari perempuan lain, banyak perempuan yang cantik seperti Alina "


"Tidak tidak tidak aku tidak mau, aku hanya ingin Alina saja Mama, kamu harus mengerti aku. Aku akan pergi ke perantauan aku sudah dapat pekerjaan di sana. Aku tinggal pergi ke sana. Mama tidak bisa menahan ku seperti ini, aku begitu mencintai Alina sampai-sampai aku ingin membuktikannya padanya kalau aku bisa"


"Aku akan merebutnya kembali, Alina akan ada di sampingku Mama, Alina akan menjadi istriku, dengan uang Alina akan bahagia. Alina akan tercukupi segalanya. Alina suka uang kan maka aku akan memberikannya padanya"


Mamanya Amir menggelengkan kepalanya, dia tetap tidak setuju dengan apa yang diinginkan oleh anaknya. Tidak kalau misalnya Amir pergi lalu dirinya dengan siapa. Dirinya tidak punya siapa-siapa selain Amir, dirinya takut kalau di perantauan nanti Amir kenapa-napa.


"Jangan menangis seperti ini Mah yang ada Amir akan sulit untuk pergi ke sana, Mama jangan seperti ini. Amir juga nanti akan pulang lagi Amir juga akan mengabari Mama 1 bulan sekali, Amir juga akan mengirim kemari. Mama jangan seperti ini dong Amir malah berat untuk meninggalkan Mama "


"Mama tidak punya siapa-siapa lagi Amir, jika kamu pergi lalu menghilang begitu saja Mama dengan siapa. Mama ini sudah tua Amir"


"Aku tidak akan menghilang Mah, aku akan tetap mengabari mu. Aku tidak akan melupakanmu, mana mungkin aku bisa melakukan itu"


"Tapi tetap saja Mama tidak bisa ditinggalkan olehmu. Mama tidak mau sampai kamu tinggalkan Amir, coba pikirkan ulang lagi. Coba kamu renungkan semuanya, siapa tahu kamu akan merubah keputusanmu ini kan, ayo masuk ke dalam kamar dan renungkan semuanya"

__ADS_1


"Tidak, keputusan Amir sudah bulat kalau Amir akan pergi ke perantauan, Amir sudah bertekad akan membuktikan semuanya pada orang-orang yang telah menghina Amir. Terutama orang tuanya Alina, Alina meninggalkan Amir Mah, dia memilih orang yang lebih kaya, dia memilih orang yang mempunyai segalanya dibandingkan Amir yang tidak punya apa-apa"


"Kita memang harus sadar diri Amir. Alina itu orang terpandang dia itu anak orang kaya, maka dia pasti akan dinikahkan lagi dengan orang yang sama dan sederajat dengannya. Kamu yang harus sadar sudah lupakan dia"


"Sudah lah Ma, daripada Mama berbicara untuk aku melupakan Alina lebih baik aku pergi sekarang. Aku sudah mengemas pakaianku aku tinggal pergi sekarang"


"Jangan tinggalkan Mama Amir, jangan tinggalkan. Mama tidak bisa tanpa kamu"


"Amir tidak bisa terus di sini, Amir tidak mau terus diinjak-injak harga dirinya. Amir akan buktikan pokoknya Mama tidak bisa menghalangi Amir, Amir akan tetap pergi"


Amir membawa tasnya dan pergi begitu saja dari rumah, Amir tidak peduli dengan raungan Mamanya yang terus saja terngiang dalam telinganya. Amir tidak bisa kalau harus bekerja di sini.


Kapan dia bisa kaya, kapan dia akan mendapatkan uang yang banyak. Akan butuh bertahun-tahun mungkin, tidak akan pernah tercapai kalau disini. Sedangkan Alina harus cepat dia dapatkan.


...----------------...


Alina masih berdiri di sana dan dia masih mendengarkan semua ucapan dari Ibu mertuanya itu, bersama Abi. Mereka berdua benar-benar tidak tahu diri sekali.


"Kenapa Nizar itu sangat bodoh dan kenapa juga perempuan itu sangat berani pada Kita. Seharusnya Ibu menekan Alina agar dia tidak seberani tadi bahkan Alina saja tidak mau meminta maaf pada Ibu"

__ADS_1


"Iya dia terlalu berani padaku, lihat saja dia akan tunduk padaku seperti Nizar si bodoh itu, Aku tidak akan membiarkan Alina merebut segalanya yang sudah aku punya, mengambil apa yang sudah kita dapatkan dari Nizar. Kita harus mendapatkan perhiasan, semua perhiasan yang dimiliki oleh Alina. Apalagi kemarin mahar yang diberikan oleh Nizar. Kita harus mengambilnya lagi itu terlalu banyak untuk perempuan seangkuh itu "


"Benar, Ibu benar kenapa Nizar juga tidak berpikir kita ini sangat membencinya, tapi dia begitu baik pada kita"


"Ya sudah kita manfaatkan saja kan, dari dulu juga dia terlalu baik makanya kita gampang menipunya. Sudah biarkan saja terserah si Nizar yang terpenting kita mendapatkan hartanya dan mendapatkan apa yang Alina punya juga. Kita ini harus jadi orang terkaya"


"Benar sekali Bu benar. Apakah tidak akan terdengar oleh Alina. Mungkin saja dia nanti turun ke bawah dan mendengar semua percakapan kita"


"Tidak akan, dia tidak akan mendengarnya sudahlah dia ada di dalam kamar pasti dia sedang marah pada Nizar suaminya itu. Biarkan mereka selalu bertengkar agar nanti secara perlahan mereka bercerai. Aku tidak suka dengan Alina, dia tidak bisa diajak kerjasama, dia pasti akan terus melunjak seperti itu. Menaklukannya mungkin akan sedikit susah"


Alina dan juga Bibi yang mendengarnya sungguh kaget, Alina benar-benar tidak menyangka sejahat itukah seorang Ibu pada anak, apakah hanya karena harta karena uang bisa seperti itu.


"Nyonya harus tahan dengan semua drama yang akan dibuat oleh Ibu, karena drama-drama itu akan muncul lagi Nyonya "


"Aku kira kemarin perkataanmu itu hanya sebuah lelucon saja bi, tapi ternyata memang benar. Ibunya Nizar adalah ratu drama"


"Ya maka dari itu Nyonya kamu harus bertahan di sini, jangan pernah pergi kemana-mana. Kalau kamu sampai pergi berarti mereka menganggap kalau Nyonya itu kalah. Jangan pernah kalah dengan mereka dengan orang-orang jahat itu"


"Baiklah aku akan bertahan sebisaku"

__ADS_1


Alina segera menarik Bibi untuk pergi dari sana, sebelum nanti mereka ketahuan. Mereka dari tadi terus menguping saja takut-takut salah satu dari mereka melihat ke arah mereka kan, bisa-bisa hancur semuanya.


Bisa-bisa nanti Alina diadukan lagi pada Nizar dan drama baru akan terjadi. Alina tidak mau ada pertengkaran dulu untuk sekarang. Alina harus memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Ibunya Nizar itu tidak bisa mengusiknya lagi dan juga Nizar harus tahu kalau Ibunya itu hanya ingin hartanya saja.


__ADS_2