Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 60 Ayo ikut kami


__ADS_3

"Alina bereskan pakaian mu "


"Hah maksudnya "


"Bawa barang seadanya rumah akan dilelang besok"


"Apa, kamu tak salah bicara kan. Kamu yakin kita akan pergi dari sini. Kenapa tiba-tiba rumah dilelang seperti itu"


"Aku sudah tidak bisa mempertahankan semuanya Alina kita harus pergi dari sini, kita tidak bisa terus di sini"


Alina hanya bisa diam mendengar semua itu. Sungguh ini adalah sebuah kejutan yang besar sekali. Alina menatap wajah suaminya takut suaminya ini sedang main-main saja.


...----------------...

__ADS_1


"Para hadirin semua persiapkan lelang sekarang akan segera dimulai, minimum untuk pelelangan adalah 100 miliar "


Mereka semua langsung saja berebut, ingin memenangkan rumah itu. Rumah ini sangat cantik sekali rumahnya sangat besar sekali dengan pintu di mana-mana belum lagi ada kolam renang, taman halaman yang sangat luas bahkan untuk mencapai ke gerbang saja itu sangat jauh sekali. Rumah Nizar ini benar-benar sangat mewah sekali.


"Apakah sudah 500 miliar tidak ada lagi yang mau, Pak Raka sudah mengambil dengan harga yang sangat mahal 500 miliar apakah tidak ada lagi yang mau "


"600 miliar "


Elina memelototkan matanya, Elina langsung menyenggol Amir "Gila kamu apa kamu tak salah, kamu ingin menghabiskan uang hanya demi rumah ini jangan gila ya "


"Baiklah 600 miliar "


"Para hadirin sekalian lelang ini sampai pada 600 miliar. Apakah ada tawaran lain untuk rumah cantik dan mewah ini. 600 miliar apakah ada tawaran lagi rumah cantik dan mewah ini terjual dengan 600 miliar terjual "sambil mengetuk dengan palu .

__ADS_1


Amir yang melihatnya langsung tersenyum senang. Rumah ini menjadi miliknya rumah Alina yang selama ini Alina tinggal sudah 5 tahun Alina di sini dan dirinya lah yang sekarang memiliki rumah itu. Alina pasti akan kembali padannya.


Sedangkan Nizar yang ada di dalam rumah hanya bisa duduk sambil melamun. Mendengar rumahnya sudah terjual dengan harga yang menurutnya cukup dibawah standar. Rumah ini banyak sekali kenangan dengan kedua orang tuanya tapi mau bagaimana lagi Nizar sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


Nizar melangkahkan kakinya dan menatap istrinya yang sedang berdoa. Nizar tidak mau mengganggunya Nizar akan menunggu istrinya sampai selesai.


...----------------...


Saat Alina dan juga Nizar baru saja melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah Pak sopir dan Bibi langsung mengambil koper mereka "Kenapa kalian mengambil koperku dan juga Alina. Aku ini bukan majikan kalian lagi, kalian akan mendapatkan majikan yang lebih dari aku"


"Apa yang kamu katakan Pak, kamu ini tetaplah majikanku sampai kapanpun itu. Kamu harus ikut pulang bersama kami"


"Tidak aku akan pergi ke tempat lain bersama Alina. Terima kasih atas tawarannya"

__ADS_1


"Tidak Pak, kamu sangat baik padaku kamu sudah membelikan kami rumah kamu juga sudah mau mempekerjakan kami dengan baik. Kami tidak akan pernah melupakan apa yang pernah Bapak lakukan selama ini pada kami. Ayo lebih baik Bapak ikut sekarang. Tidak usah seperti ini. Bapak selalu membantu kami dalam keadaan apapun Bapak tidak pernah mempertanyakan apa-apa pada kami ayo Pak ayo"


Alina dan juga Nizar langsung dibawa masuk ke dalam mobil, mereka dibawa langsung ke rumahnya pak sopir. Mereka tak menerima penolakan apa-apa mereka ingin majikannya tinggal bersama mereka.


__ADS_2