
"Elina apakah kamu sudah mengundang suaminya Alina untuk datang ke pestaku " tanya Amir dengan semangat sekali.
Elina dengan malas-malasan menjawabnya "Sudah, aku sudah mengundangnya, tapi aku tak yakin dia akan datang bersama Alina "
"Kamu harus pastikan mereka berdua datang, aku tidak mau tahu. Pesta ini aku buat untuk Alina, untuk menyambutnya. Ingat tamu utama harus datang "
"Hemm, akan aku pastikan "
Elina langsung saja pergi meninggalkan Amir, Elina sakit hati dengan apa yang dilakukan Amir, sebegitu cinta kah Amir pada perempuan itu, sampai-sampai harus mengadakan pesta untuknya, hanya untuknya saja bisa menghabiskan uang sebanyak ini.
"Elina, kenapa Amir tiba-tiba mengadakan pesta seperti ini "
Elina menatap ibu dari bosnya itu dan menarik tangannya, membawa lebih jauh dari Amir takut nanti ketahuan.
"Mama tahu sendirikan, Amir sangat terobsesi dengan perempuan yang bernama Alina, bahkan dia sampai mengikutinya dan sekarang malah membuat pesta untuknya, apakah itu tak berlebihan "
__ADS_1
"Hah jadi ini untuk menyambut Alina, apakah riak salah anak itu "
"Makannya mama harus berbicara dengan Amir. Alina itu sudah punya suami. Bagaimana kalau nanti malah bertengkar mereka itu, aku tak mau karir Amir hancur ma, dia mendapatkannya dengan susah payah masa iya mau hancur dengan sekejap saja "
Mamanya Amir diam cukup lama, apa yang dikatakan oleh Elina benar juga, bagaimana kalau misalnya hancur semua ini, sayang sekali kan.
"Baiklah Mama akan bicara dengan Amir "
"Iya Mama harus bicara jangan didiamkan, kalau misalnya sampai didiamkan malah akan melunjak nanti "
Mamanya Amir langsung menganggukan kepalanya dan berjalan kekamar anaknya, Elina senang dengan respon ibu dari bosnya itu, Elina tak mau hal ini terjadi pesta untuk perempuan yang sudah menikah sangat memalukan sekali.
"Mama ini membuat semuanya hilang "
"Apa yang hilang Amir, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan dengan membuat pesta yang begitu besar sekali seperti ini, kamu hanya akan menghambur hamburkan uang saja "
__ADS_1
"Ma ini semua untuk menyambut menantu mama, mama seharusnya senang akan kedatangan menantu, jangan melarangku ma, karena ini juga demi kebahagian aku "
"Menantu mama ? Elina maksud kamu "
Amir langsung mengerutkan keningnya " Mama ini bagaimana sih kenapa Elina, bukan Elina tapi Alina mamah salah menyebutkan namanya. Menantu mama itu Alina bukan Elina "
"Sampai kapan kamu akan seperti ini Amir, apakah kamu tak akan pernah berubah ? "
"Mama jangan membuat aku pusing, aku tak akan pernah berubah rasa cintaku ini akan tetap untuk Alina"
Mamanya itu memijat kepalanya mendengar penuturan kata-kata dari anaknya itu, makin hari makin menjadi jadi saja anaknya ini.
"Dia sudah memiliki suami ingat itu, jangan gegabah mama tak mau kamu menghancurkan hubungan orang lain, mama ingatkan dari sekarang batalkan pesta ini, semua ini hanya akan sia sia saja, tak akan ada gunanya"
"Ma jangan seperti itu "
__ADS_1
"Apa memang pada kenyataannya seperti itu, mama ingin yang terbaik untuk kamu. Pokoknya kamu harus melupakan Alina, mama tak mau kamu menghabiskan segalanya untuk Alina, dia saja sudah bahagia dengan suaminya itu "
Amir tentu saja langsung mengelengkan kepalanya, Amir akan tetap melakukan pesta itu, ini untuk Alina seorang.