Pilihan Kedua Orang Tuaku

Pilihan Kedua Orang Tuaku
Bab 45 Kabur


__ADS_3

Amir sengaja mengikuti Alina yang berbelanja dia benar-benar menjadi penguntit sekarang. Alina sendirian saat melihat tidak ada bodyguard-nya Amir segera menghampirinya dan menarik tangan Alina, bahkan Alina tadi sampai berteriak tapi Amir langsung membekap mulutnya membawa Alina ke tempat sepi.


"Ini aku Amir jangan berteriak seperti ini aku Amir pacarmu, diam ya sayang "


Alina langsung melepaskan bekapan tangannya Amir, Alina tak percaya Amir ada di hadapannya dan penampilannya ini sangat berbeda sekali. Amir begitu rapi dengan setelan jas dan sepatu pantofel nya, belum lagi Amir memakai sebuah dasi, kacamata hitam juga dan Amir juga sekarang lebih terawat. Alina benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Amir lagi.


Amir tersenyum melihat Alina yang kagum dengannya. Amir langsung menangkup kedua pipi Alina, tapi Alina langsung mundur.

__ADS_1


"Kenapa kamu tiba-tiba mundur seperti itu, apa kamu takut suamimu datang aku ke sini datang untukmu Alina. Aku ingin menjemput kamu, kamu sudah siap hidup bersamaku lihat penampilanku sudah berubah, aku sudah rapih dan aku bisa memperlihatkan semua ini pada ayahmu aku sudah sukses aku seperti ini untuk kamu"


"Kenapa kamu ada di sini" hanya itu yang keluar dari mulut Alina tidak ada yang lain, Alina bener-benar kaget.


"Kamu bertanya seperti itu apa kamu tidak pernah menyadari kalau selama ini aku selalu ada di samping kamu, aku tahu setiap kegiatan yang kamu lakukan. Aku begitu mencintaimu Alina, bahkan aku berjuang untuk bisa mendapatkan uang agar kita bisa sama-sama, kamu lupa dengan aku kamu lupa dengan kata-kata aku kalau aku akan kembali untuk kamu, kalau aku akan berjuang untuk kamu"


Alina malah menggelengkan kepalanya. Alina langsung berlari menjauhi Amir. Alina juga langsung mencari bodyguardnya setelah bertemu Alina langsung menyuruhnya untuk membawanya pulang.

__ADS_1


Amir juga kaget melihat tingkah Alina yang seperti itu kabur pergi meninggalkannya. Ada apa dengan Alina saat Amir akan mengejarnya Elina langsung menahan tangan.


"Dia sudah tidak mau dengan kamu Pak. Lebih baik kita pulang ke kantor dan mengerjakan semua tugas-tugasmu daripada kita mengejar perempuan yang tidak pasti"


Amir langsung melepaskan pegangan tangan dari Elina "Elina kamu tidak usah ikut campur ini adalah urusanku. Kamu hanyalah asistenku jadi kamu tidak berhak untuk mengatur-ngatur ku, ingat jangan pernah katakan Alina itu perempuan yang tidak pasti Alina itu adalah belahan jiwaku jadi jangan asal bicara"


Amir langsung berlari mengejar mobil Alina yang sudah jauh. Elina menatap Amir dengan sendu. Padahal selama ini dirinya yang mengurus Amir, ya meskipun dia hanyalah seorang asisten.

__ADS_1


Tapi semua kebutuhan Amir Elina yang menyiapkan, dari makanan, pakaian, sepatu semuanya Elina yang menyiapkan tapi apakah ini semua balasannya. Alina benar-benar sedih dengan tingkah Amir yang selalu saja kasar padanya.


Padahal Elina begitu menyukai Amir bosnya itu, bukan karena sebuah harta tapi karena ibunya baik sekali padanya Elina suka ada di samping keluarga Amir tapi sepertinya Amir hanya menganggapnya seorang asisten saja tidak lebih dari itu, apa sih kelebihan perempuan tadi sampai-sampai Amir tergila-gila seperti itu.


__ADS_2