
Alina sudah dari kejauhan melihat Amir, Alina ingin pulang lagi, Alina lebih mempererat pegangan tangannya pada suaminya.
"Kenapa sayang, apakah ada sesuatu yang membuat kamu takut "
Alina menatap suaminya dan menggelengkan kepalanya. Sebisa mungkin Alina harus tenang. Alina tak boleh terlihat tegang. Alina harus terlihat biasa-biasa saja, Alina sudah tak mencintai Amir.
Saat mereka berhadapan, tatapan Amir begitu dalam pada Alina. Dia tak mengalihkan pandangannya sama sekali.
Amir langsung menjabat tangan Alina, dia tersenyum senang pada Alina "Bagaimana kabar kamu baik-baik saja "
Alina langsung menarik tangannya, Alina bersembunyi dibelakang suaminya. Nizar langsung menjabat tangan Amir yang masih menggantung.
Tatapan kecewa sudah terlihat dari Amir, Amir menatap Nizar dan tersenyum.
"Hallo Pak Nizar, senang bisa bertemu dengan anda, maaf aku tiba-tiba mengundang kalian. Aku hanya ingin mengenal pengusaha-pengusaha di sini agar nanti kalau ingin bekerja sama bisa lebih mudah"
__ADS_1
"Iya aku senang bisa datang ke pesta Adnan Pak Amir, mewah sekali pesta ini "
"Tentu pesta ini memang aku buat untuk pengusaha-pengusaha yang akan datang kemari, dan untuk perempuan yang sangat spesial untukku tapi sepertinya dia tidak mau bertemu denganku dia tidak mau menyambut aku dengan baik, padahal aku membuat ini untuk nya " sambil menatap Alina.
"Wah begitu spesial ya perempuan itu, sampai-sampai anda membuatkan pesta semegah ini dan semewah ini sangat beruntung sekali perempuan itu, kalau aku menjadi perempuannya aku akan sangat bahagia sekali, aku akan memeluk kamu dan mengucapkan banyak terimakasih "
"Iya benar tapi sepertinya dia memang sudah tidak mau lagi denganku. Iya karena kami juga sudah lama tidak bertemu tapi semoga saja nanti dia berubah pikiran. Ya sudah ayo silakan masuk dan nikmati pesta aku ini"
Nizar menganggukan kepalanya dan langsung mengandeng istrinya. Nizar dan juga Alina melihat disana ada Abi dan juga Mamanya. Tapi Nizar sama sekali tak menemuinya.
Alina lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tak tahu harus berbicara apa sekarang.
"Apakah kamu sakit ? "tanya Nizar sambil memegang dahi sang istri.
"Aku baik-baik saja, aku hanya merasa aneh saja saat disini "
__ADS_1
"Hah merasa aneh memangnya ada apa. Apa ada sesuatu yang mengganggumu. Kalau kamu ingin pulang lagi, ayo kita pulang aku sama sekali tak keberatan sayang "
"Tidak aku tak masalah, aku tak mau tiba-tiba pulang pesta juga belum dimulai kan "
Nizar menganggukan kepalanya, tiba-tiba ada yang menemui Nizar, dan mereka mengobrol. Alina jadi melamun, Alina menatap sekitar dan ada ibunya Amir.
Alina tersenyum padannya, tapi apa balasannya malah delikan mata dan tatapan kebencian saja, Alina tak ambil pusing. Mungkin dia sudah benci padannya.
Alina juga melihat kearah lain, banyak orang yang tidak dirinya kenal, Alina mengeluarkan ponselnya saja dan memainkannya dari pada memikirkan tentang semua ini.
"Lihat Bu anak kesayangan mu itu tak datang menemui mu malah diam saja seperti itu, dia seperti tak mengenal mu saja "
"Diam kamu Abi, kamu ini benar-benar tak berguna tahu, kamu bukannya datangi kakakmu itu dan bujuk dia malah seperti ini "
Abi hanya mengangkat bahunya saja tak peduli.
__ADS_1