
"Kenapa jabatan kamu tiba-tiba naik Amir. Apa kamu tidak melakukan hal yang membuat orang lain harus keluar kan kamu jangan seperti itu ya, mama tak mau kamu berbuat licik "
"Tidak, mana mungkin Amir melakukan itu Mama, apakah mama mau menuduh Amir yang tidak tidak. Jangan asal bicara ma, Amir tak pernah melakukan itu"
"Bukan seperti itu, mama hanya saja tidak mau kamu menyingkirkan orang hanya demi kamu bisa mengambil jabatan mereka, kamu juga baru datang ke sana kan kamu juga waktu itu bilang sama Mama kalau kamu hanya kerja di pabrik saja, tapi sekarang tiba-tiba kamu sudah kerja di kantornya. Mama hanya takut saja kalau kamu melakukan hal yang aneh"
"Ya Mama harusnya bersyukur berarti itu sudah rezekinya aku dong, mama harusnya bangga punya anak seperti aku. Nanti pokoknya aku akan pulang ke rumah ya untuk lihat keadaan Mama atau mungkin mama mau ikut ke sini saja Amir akan membeli rumah nanti di sini. Mama akan senang deh tinggal sama Amir disini "
Amir cukup lama tak mendapat jawaban dari mamanya itu, Amir menatap ponselnya takut tiba-tiba saja mati tapi masih tersambung "Mama kenapa diam saja, apa Mama tidak suka melihat Amir yang sukses seperti ini apakah Mamah meragukan semua kerja keras Amir ini. Mama tak suka ya Amir sukses di tempat orang "
__ADS_1
"Tidak, tidak Mama sedang memikirkan tawaranmu apakah mama harus ikut denganmu atau Mama akan terus tinggal di sini, bukan apa-apa mama sudah sangat nyaman tinggal di sini Amir. Mama suka disini dan pada tetangga juga pada baik"
"Ya kalau mama sudah nyaman ya tak masalah, Amir tidak akan memaksa jika Mama ingin di sini ya di sini begitu Amir tidak akan memaksa kok, senyaman Mama saja "
"Iya Mama sudah nyaman di sini, lebih baik Mama di sini saja kamu di sana fokus bekerja ya. Jangan macam-macam dan membuat masalah Amir, mama tidak mau nanti kamu punya masalah besar disana, disana adalah tempat orang "
"Iya Mama tenang saja Amir juga tidak macam-macam di sini. Amir bekerja dengan baik. Mama tidak usah khawatir pokoknya Amir akan bawa uang yang banyak untuk mama, Amir akan membelikan apa yang Mama mau "
"Baiklah Amir ingin bertanya sesuatu pada Mama, apakah Alina ada pulang kesana ma, apakah Alina ada berkunjung "
__ADS_1
"Kenapa kamu harus membahas Alina lagi lupakan dia, Alina sudah bahagia dengan suaminya, dia sudah nyaman dengan suaminya kamu harus sadar "
"Tidak bisa seperti itu mah "teriak Amir kesal dengan jawaban Mamanya itu.
"Kamu harus menerimanya, kamu harus melupakan Alina, Alina bukan jodoh kamu "
"Tidak aku tak akan pernah melupakannya aku tidak mau "
Amir langsung mematikan sambungan, Amir melempar barang-barang yang ada disana, Amir tak peduli dengan barang-barang pecah ini.
__ADS_1
"Akhh aku tak mau melepaskan Alina, Alina harus menikah dengan aku. Aku tidak bisa melepaskannya. Aku sudah berjuang sejauh ini, aku tak mau semua ini hanya sia-sia saja "
Amir menatap foto Alina yang dia cetak dengan sangat besar. "Aku akan mengambil kamu Alina "