
Alina terus saja mondar-mandir, dia begitu gelisah entah kenapa hatinya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi padanya. Apalagi Nizar tidak ada di rumah dia pergi begitu saja. Alina sudah mencoba untuk menghubungi Nizar tapi apa kenyataannya, Nizar sama sekali tidak mengangkat teleponnya.
"Kenapa dia begitu marah padaku, sebenarnya apa salahku kenapa Nizar tidak mau mengangkat teleponku. Tidak seperti biasanya, Nizar pasti akan cepat merespon aku "
Alina terus saja mandar-mandir, ini sudah jam 10.00 malam dan Nizar tidak ada pulang, apakah benar Nizar pergi untuk masalah pekerjaan atau untuk wanita lain. Alina malah jadi gelisah sendiri kan. Malah jadi takut sendiri.
Alina tak bisa menerima Nizar tapi dirinya juga egois tak mau sampai Nizar selingkuh darinya.
Tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka. Alina tersenyum senang tapi ternyata itu bukan Nizar malah Abi yang masuk ke dalam kamarnya, dan langsung menutup pintunya.
"Apa-apaan kamu masuk ke dalam kamarku, tidak sopan. Sana kamu pergi dari sini. Jangan masuk sembarang seperti itu keluar kamu dasar laki-laki tidak sopan ya "
Abi tidak berbicara apa-apa dia terus melangkah maju ke arah Alina, dia ingin memojokkan Alina. Tapi Alina bukanlah perempuan yang gampang untuk ditindas seperti itu. Alina langsung menampar wajah Abi dengan sangat keras sekali.
"Aku tanya sekali lagi kenapa kamu masuk ke dalam kamarku. Keluar kamu dasar laki-laki tak sopan " sambil melempar barang-barang yang ada didalam kamar.
Abi memegang pipinya yang ditampar oleh Alina, tatapannya langsung tertuju pada Alina, dengan tetapan yang begitu tajam sekali "Kenapa aku tidak boleh datang ke kamar ini, ini adalah rumahku maka aku berhak untuk masuk kemana pun "
"Aku ini Kakak iparmu, harusnya kamu bisa menghormati aku seperti kamu menghormati kakakmu. Keluar sekarang sebelum aku berteriak dan membuat kamu dipukuli nanti "
Abi malah tertawa mendengar hal itu "Aku tahu kamu dan juga Nizar tidak seperti suami istri, aku tahu hubungan kalian seperti apa. Semua orang yang ada di dalam rumah ini juga tahu bagaimana kalian, jadi tidak usah ada yang di sembunyi-sembunyikan lagi. Apa Nizar tidak bisa memuaskan kamu, makannya kamu bersikap demikian pada suami mu itu "
Alina tentu saja marah mendengar hal itu, kembali Alina menampar wajah Abi, Abi yang akan memukul Alina tidak jadi. Abi tidak mau nanti rencananya gagal semua ini sudah Abi rencanakan bersama Ibunya dan harus berhasil.
__ADS_1
"Keluar dari kamarku sekarang, dasar laki-laki brengsek sana keluar "
Alina yang akan keluar ditahan oleh Abi, tangan Alina langsung ditarik. Tapi Alina langsung mendorong tubuh Abi dengan kekuatan penuh.
Abi sendiri langsung menghalangi pintu, dia tidak mau sampai Alina keluar dari dalam kamar dan semuanya kacau. Abi harus berhasil, Abi harus bisa membuat perempuan ini keluar dari dalam rumah, dan membuat Nizar tak percaya dengan yang namanya perempuan.
"Apa sebenarnya maumu Abi, jangan sampai aku marah dan menghajar mu"
"Waw waw waw perempuan manja sepertimu bisa mengajarkan aku, aku belum pernah melihat perempuan manja memukul orang tuh "
"Beraninya kamu keluar jika sampai Nizar tahu dia pasti akan marah besar padamu. Dia pasti akan mengusir kamu dari sini "
"Benarkah Nizar akan marah padaku, mungkin sebaliknya Nizar malah akan marah padamu. Lihatlah aku ada di dalam kamar kalian, sudahlah kalau memang Nizar tidak bisa memuaskan kamu ada aku disini aku bisa menjadi pelampiasan, aku siap melakukannya dengan kamu sayang "
Alina terus saja berteriak, dia benar-benar marah dengan sikap Abi yang seperti ini. Nizar juga tidak ada pulang. Alina sekarang sudah berfikir kemana-mama apakah ini rencana mereka semua.
Sedangkan di luar rumah tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti. Ternyata itu Nizar yang pulang, Nizar melihat ke arah rumahnya dengan wajah yang begitu lesu. Nizar tadinya tidak akan pulang tapi Nizar selalu saja ingat Alina. Nizar tahu keluarganya tidak menyukai Alina.
"Tuan kita sudah sampai rumah"
Nizar mengusap wajahnya terlebih dahulu, lalu Nizar turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumahnya.
Saat menaiki tangga Nizar mendengar suara seseorang yang sedang bertengkar dan itu suara Alina. Nizar tahu betul, Nizar langsung mempercepat langkahnya ke arah kamar tidur mereka. Nizar begitu takut akan terjadi sesuatu pada Alina.
__ADS_1
Nizar membuka pintunya dan alangkah kagetnya di dalam ada Alina dan juga Abi, di dalam kamar mau apa mereka berdua di sini.
Alina dan juga Abi tentu saja mereka juga kaget melihat ada Nizar yang datang. Alina langsung berlari ke arah Nizar.
"Nizar lihatlah dia masuk ke dalam kamar kita tidak sopan. Dia benar-benar ingin melecehkan aku, bantu aku Nizar "
"Apa-apaan, aku tidak pernah mau melakukan itu, jangan dengarkan dia kak dia bohong. Dia hanya ingin membuat namaku jelek makanya melakukan ini "
Nizar hanya diam saja, Nizar tak banyak bicara dia benar-benar bungkam tiba-tiba saja Ibu mereka datang dengan wajah yang mengantuk tak lupa dengan rambut yang berantakan juga.
"Ada apa ini kalian bertiga malah membuat aku pusing ada apa, ini sudah malam bukannya tidur"
Abi langsung berlari ke arah Ibunya "Lihatlah Ibu, dia perempuan ini ingin menjebak aku. Berbicara pada Kakak kalau aku telah melecehkannya, kapan aku melakukan itu Bu, aku benar-benar tidak melakukannya. Dia benar-benar perempuan tak tahu diri "
"Ya ampun Alina kamu. Kenapa kamu tega pada anak Ibu ini, pada adiknya suami kamu. Jangan berkata seperti itu jika kamu tak punya bukti Alina "
"Tentu saja tidak ada Bu, tadi saat Abi lewat kemari tiba-tiba saja Alina menarik Ali untuk masuk ke dalam kamar, perempuan ini benar-benar ingin menggoda Abi. Dia malah membalikkan semuanya saat kakak datang "
Alina begitu kaget saat mendengar Abi yang berbicara seperti itu Alina tentu saja menggelengkan kepalanya "Semua ini tidak benar"
"Diam kamu, kamu ini hanyalah orang baru di rumah ini. Ibu tidak menyangka kalau perempuan yang menjadi istri Nizar itu adalah perempuan murah seperti kamu Alina. Nizar benar-benar sudah terjebak dengan perempuan seperti kamu"
Alina langsung berlari ke arah suaminya lagi "Nizar Aku tidak pernah melakukan itu, tolong percaya sama aku. Aku ga pernah ngelakuin hal menjijikan itu, mana mungkin aku melakukan itu kamu percaya kan sama aku"
__ADS_1
Nizar tidak bicara apa-apa dia hanya diam saja. Nizar seperti sedang memikirkan sesuatu Alina begitu takut, Alina sangat takut sekali kalau Nizar percaya dengan orang tuanya dan juga adiknya ini.