
Di malam hari terdengar kegaduhan di ruang tamu, orang tua Rania bertengkar sangat dasyat sekali. Terdengar suara bunyi pecahan pecahan hiasan dinding, barang pecah belah di banting oleh ayahnya Rania berserakan di lantai dan tangis ibunya Rania memecahkan ketakutannya.
Prang......Prang......Prang......
"Lagi lagi mas Galvin pulang malam, dengan keadaan mabuk dan ada noda lipstik juga bau parfum wanita di kemeja mas." tanya Sukma ibu Rania sambil memegang kemeja yang ada bekas lipstik dan bau parfum wanita.
"Sudah saya bilang berapa kali Sukma, jangan pernah ikut campur dengan urusan saya." jawab Galvin ayah Rania dengan nada sangat marah.
"Jelaslah saya ikut campur mas, saya ini kan istri mas. Apa salah kalau saya cemburu pada mas, jika ada lipstik dan bau parfum wanita di kemeja mas." sahut Sukma sambil menangis.
"Iya istri....istri yang tidak pernah saya cintai. Apakah kamu lupa Sukma, kalau kita itu menikah akibat perjodohan dari orang tua kita." Galvin menghela napas lalu melanjutkan perkataannya.
"Mana mau saya menikah dengan wanita bodoh dan kampungan seperti kamu kalau bukan papi saya itu berhutang budi sama ayah kamu." ujar Galvin penuh penekanan.
"Jadi hanya karena berhutang budi mas." lirih Sukma.
"Ya iyalah karena berhutang budi, memangnya karena apa lagi selain hutang budi Sukma. Kamu masih ingat kan Sukma? apakah kamu lupa kalau ayah kamu rela masuk penjara demi papi saya. Ayah kamu mengorbankan dirinya atas apa yang tidak pernah dia perbuat sama sekali." ujar Galvin.
"Iya saya mengingat jelas dan tak bisa melupakan memori itu mas. Di mana papi kamu memaksa ayah saya untuk mengorbankan diri menggantikan papi kamu di penjara, karena papi kamu sudah menabrak seorang wanita tua hingga meninggal." ujar Sukma sedih mengingat kejadian waktu itu.
Flash back on :
Hujan begitu deras membasahi bumi. Manusia berdiam diri di rumah beraktivitas menuju gerbang mimpi, ada pula yang sedang makan malam bersama keluarga tercinta atau pun menonton televisi channel favoritnya.
Di rumah Sukma yang sederhana, Sukma sedang makan malam bersama ayah tersayangnya bernama Kusuma. Terdengar suara ketokkan pintu dari depan rumah Sukma.
Tok........Tok........Tok........
"Ayah.....siapa ya yang hujan hujan bertamu." ujar Sukma heran.
"Iya ya Sukma ayah juga enggak tahu." jawab Kusuma bingung.
"Biar Sukma bukakan pintu dulu ya ayah." ujar Sukma yang hendak bangun dari kursi makan tapi dilarang oleh ayahnya dan Sukma pun kembali duduk di kursinya.
"Enggak usah Sukma, biar ayah saja yang buka pintunya. Kamu lanjut saja makannya." ujar Kusuma.
"Baik ayah." jawab Sukma yang melanjutkan makannya sementara Kusuma membuka pintu, ternyata yang datang pak Bagas Dirgantara bosnya di tempat Kusuma bekerja sebagai staff biasa. Bagas datang dengan keadaan yang sudah basah kuyup dan penuh kecemasan.
"Pak Bagas....anda kenapa? kok ketakutan gitu." tanya Kusuma bingung.
"Ku.....Kusuma.....sa.....saya....." jawab Bagas ragu ragu.
"A....ayo pak masuk dulu, jelaskan di dalam saja." pinta Kusuma. Lalu Kusuma memanggil anaknya yang sedang makan.
"Sukma.....Sukma.....tolong ambilkan minum untuk pak Bagas." ujar Kusuma.
"Baik ayah." jawab Sukma yang kemudian datang ke depan untuk membawa segelas air putih.
"Ini ayah airnya." ujar Sukma.
"Ini pak minum dulu airnya." ujar Kusuma memberikan segelas air putih, lalu pak Bagas meminum air putih pemberian Kusuma.
"Ceritakan pada saya apa yang terjadi pak." tanya Kusuma.
Pak Bagas melihat Sukma yang masih berdiri di depannya, Kusuma mengerti kalau ini adalah rahasia tentang Bagas yang tak ingin siapa pun tahu kecuali dirinya.
"Sukma tinggalin kami berdua." pinta Kusuma.
"Baik ayah." jawab Sukma.
Lalu Sukma pun meninggalkan Kusuma berdua dengan Bagas. Dia melihat ke belakang saat ingin meninggalkan Kusuma berdua dengan Bagas, ada tanda tanya di hatinya yang membuat Sukma penasaran.
"Ada apa ya pak Bagas, kenapa dia begitu sangat ketakutan sekali. Mencurigakan, kok firasatku jadi enggak enak ya." batin Sukma yang kemudian berlalu dari hadapan Kusuma dan Bagas, tapi karena penasaran Sukma pun mendengar dari balik dinding rumahnya. Kusuma yang sudah melihat keberadaan Sukma tidak ada di hadapannya kembali bertanya pada bosnya itu.
"Pak.....sebenarnya apa yang terjadi, mengapa bapak sangat ketakutan sekali." tanya Kusuma.
Bagas mengatur napasnya, kemudian dia menceritakan kejadiannya pada Kusuma.
"Tadi waktu saya mergokkin istri saya selingkuh di hotel dengan pria lain, saya pulang dengan keadaan sangat marah. Dan tanpa sengaja saya menabrak wanita tua renta, lalu saya turun untuk memeriksa keadaan wanita tua itu ternyata sudah tak bernyawa lagi. Saya sangat panik sekali karena tidak ada orang yang melihat kejadian itu satu pun akhirnya saya pun kembali ke mobil dan pergi meninggalkan wanita tua yang sudah tak bernyawa itu tergeletak di sana. sendirian." ujar Bagas.
"Ya Allah.....pak Bagas kamu tega sekali, kasihan wanita tua itu. Pasti keluarganya bingung dan sangat sedih mencari wanita tua itu jika bapak tidak mau bertanggung jawab." ujar Kusuma.
"Iya saya panik, saya bingung. Saya tidak mau dipenjara, saya ini pengusaha sukses. Saya tidak mau perusahaan Dirgantara Group tercoreng karena pimpinannya masuk penjara." ujar Bagas.
"Ya terus bagaimana pa." tanya Kusuma dengan kecewa.
"Kusuma.....Kusuma aku minta tolong sama kamu, tolong kamu gantikan saya untuk bertanggung jawab atas kematian wanita tua itu." pinta Bagas.
"Ta.....tapi pa." jawab Kusuma yang kemudian di potong oleh Bagas.
"Saya tidak mau menerima penolakan Kusuma, kamu itu kan bekerja di perusahaan saya. Dan kamu ingat waktu istri kami melahirkan kamu punya hutang sama saya untuk biaya rumah sakit dan kamu ingat kamu juga punya hutang pada saya untuk sekolah Sukma dan waktu Sukma sakit gagal ginjal dan dia harus cuci darah juga operasi ginjal, perusahaan lah yang meminjamkan kamu hutang untuk biaya pengobatan Sukma dan sampai sekarang hutang itu belum lunas. Apa kamu mau dipecat dari kerjaan kamu tanpa pesangon terus kamu mau bayar hutang kamu pakai apa? pakai rumah ini, rumah sekecil ini tidak cukup untuk membayar semua hutang hutang kamu Kusuma. Dan anak kamu juga bekerja sebagai pelayan di cafe Flaminggo, aku kenal pemiliknya dan sayalah investor di cafe tersebut. Apa kamu mau anak kamu Sukma di pecat juga dari kerjaannya." ancam Bagas, Kusuma diam tak menyangka bosnya sejahat itu.
Sukma kaget mendengar ancaman Bagas. Dia menutup mulutnya dengan tangan karena bos ayahnya sekejam itu. Karena tak ada jawaban dari Kusuma Bagas melanjutkan perkataannya.
"Bener firasat buruk ku. Ya Allah semoga ayah tidak menerima tawaran bosnya yang egois itu. Aku enggak mau ayah menggantikan pak Bagas di penjara." gumam Sukma sedih dan melanjutkan mendengar percakapan ayahnya dan pak Bagas.
"Saya punya pilihan untuk kamu Kusuma, jika kami mau menerima tawaran saya, kamu jangan khawatir Sukma akan ada yang menjaga. Saya akan menikahkan Sukma dengan putraku Galvin. Hidup Sukma akan terjamin." ujar Bagas.
__ADS_1
"Jangan ayah....." ujar Sukma yang keluar dari persembunyiannya karena sudah tak tahan dengan permintaan Bagas yang sudah diluar batas maka Sukma pun ngambil bicara.
"Sukma kamu." ujar Kusuma dan Bagas serentak kaget karena tiba tiba Sukma ikut bicara.
"Pak Bagas yang terhormat, pak Bagas tidak berhak memaksa ayah saya untuk menggantikan anda di penjara. Itu kesalahan anda bukan ayah saya, seharusnya anda yang mempertanggung jawabkan itu semua sendiri. Saya tidak terima kalau ayah saya di jadikan tameng atas kesalahan yang anda perbuat." ujar Sukma penuh emosi.
"Sukma kamu tenang dulu kita bicarakan baik baik." ujar Bagas.
"Apa yang harus dibicarakan lagi pak Bagas. Saya tidak bisa menukar kebahagiaan saya dengan penderitaan ayah saya." jawab Sukma.
"Baik Kusuma, kalau kamu menolak penawaran saya. Saya pastikan hidup kamu dan anak kamu akan seperti di neraka. Kamu juga anak kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan karena saya punya banyak relasi di mana pun, jangan pernah meremehkan kekuasaan Bagas Dirgantara. Karena jika uang bertindak hidup kalian akan hancur." berang Bagas matanya pancarkan emosi yang mendalam.
Bagas pun berniat ingin pergi tapi Kusuma takut dengan ancaman Bagas.
"Tunggu." ujar Kusuma.
Bagas membalikkan tubuhnya menghadap Kusuma.
"Baik saya akan terima tawaran kamu, asal kamu tidak akan mengganggu hidup anakku. Dan tolong jaga baik baik Sukma, jangan sampai dia menderita saat saya di penjara." ujar Kusuma.
Sukma kaget Bagas tersenyum bahagia.
"Ayah...." lirih Sukma matanya pancarkan kesedihan.
"Baik saya janji saya akan menepati janji saya untuk menjaga anak kamu. Kalau begitu ini kunci mobilnya, kecelakaan itu terjadi di jalan Biawak."
"Baik saya akan ke sana, tolong titip anak kesayangan saya." pinta Kusuma dengan kesedihan yang mendalam.
"Tidak ayah, jangan lakukan itu. Ayah Sukma mohon jangan tinggalkan Sukma ayah. Jangan korbankan diri ayah untuk kebahagiaan Sukma, kita pasti bisa melewatkan semua ini bersama sama ayah." pinta Sukma dengan kesedihan.
"Maafkan ayah sayang. Ini semua demi kebaikan kamu. Ayah enggak mau kamu menderita, cukup ayah saja yang menderita Sukma. Ayah sayang sama kamu." ujar Kusuma yang menghampiri Sukma kemudian memeluk Sukma dan langsung melepaskan pelukannya, airmata berlinang dari pipi kedua manusia ayah dan anak.
"Tolong pak Bagas titip Sukma." pinta Kusuma yang kemudian pergi meninggalkan Sukma.
"Tidak ayah, ayah jangan pergi. Jangan tinggalkan Sukma. Ayah......" pinta Sukma histeris yang menyusul ayahnya yang sudah naik ke mobil mewah milik bosnya itu.
"Ayah jangan tinggalkan Sukma ayah.....ayah....." teriak Sukma lalu dengkulnya luruh ke lantai, airmatanya membanjiri pipinya.
"Maafkan saya Sukma, maafkan saya....." lirih Bagas merasa bersalah hanya itu yang dapat di katakan oleh Bagas.
"Pak Bagas jahat, aku benci bapak. Semua ini gara gara pak Bagas, pak Bagas sudah memisahkan aku dengan ayahku. Ayah aku enggak bersalah pak, tapi ayahku mengorbankan dirinya di penjara untuk kesalahan yang tidak diperbuat untuk melindungi aku dari ancaman anda." berang Sukma kata katanya menohok ke hati Bagas. Tapi dia tidak ada pilihan lain selain mengorbankan karyawannya agar perusahaannya nama baiknya tetap terjaga.
"Saya tidak ada pilihan lain Sukma, saya tidak mau nama baik perusahaan saya tercoreng karena saya di penjara. Jadi lebih baik ayah kamu yang menanggung hukuman atas kesalahan saya karena dia hanya karyawan biasa di perusahaan saya." ujar Bagas.
"Jadi semua ini demi harta. Asal Anda tahu harta yang paling berharga itu adalah keluarga (menangis penuh emosi), saya memang miskin pak tapi saya punya harga diri (memukul mukul dada sendiri). Jadi tolong jangan memaksakan semua keinginan anda hanya karena anda banyak harta. Dan satu lagi pak, bapak memang berkuasa dan bapak bisa melakukan apa pun demi kekuasaan bapak. Tapi tolong jangan libatkan ayah saya dalam masalah pak Bagas. Karena saya enggak sanggup jika berpisah dengan ayah saya." Tangis Sukma memecah dan tak bisa mengontrol emosi lagi meluapkan kekecewaannya pada Bagas.
"Karena hanya ayah kamu lah yang mempunyai hutang banyak kepada saya, jadi saya dengan mudahnya menekan ayah kamu Sukma." ujar Bagas.
"Dasar pemimpin perusahaan enggak punya hati. Terkutuk kamu pak Bagas." geram Sukma penuh penekanan dan matanya menyorot kebencian pada Bagas.
"Maafkan saya Sukma maafkan saya." lirih Bagas yang tak bisa membendung lagi airmatanya, kemudian dia menghapus airmatanya dengan kasar.
"Saya tetap akan menepati janji saya, kamu akan menikah dengan putra saya Galvin pewaris tunggal dari keluarga Dirgantara. Jadi siapkan diri kamu Sukma." ujar Bagas yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Sukma seorang diri tanpa mendengar persetujuan Sukma apakah dia mau menikah dengan Galvin.
"Pak Bagas jangan pergi, kamu harus bertanggung jawab bebaskan ayah saya dari beban hukuman kamu. Pak Bagas.....aaaaa.....ayah......" teriak Sukma histeris dengkulnya pun luruh kembali ke lantai dengan airmata yang membasahi pipinya.
Flash back off.
"Saya sangat membenci kamu Sukma. Gara gara kamu saya harus kehilangan cinta sejati saya, dan saya juga sangat membenci mami saya yang berselingkuh dengan pria lain karena satu alasan papi kurang perhatian sama mami. Seandainya papi enggak mergokkin mami selingkuh, papi enggak mungkin menabrak nenek tua itu dan berhutang budi kepada ayah kamu yang sudah mengorbankan diri demi papi. Dan saya enggak akan mungkin di paksa menikah dengan kamu." ujar Galvin.
"Kamu pikir saya juga setujuh menikah dengan kamu mas Galvin Tirta Dirgantara.....tidak sama sekali, dan asal kamu tahu saya juga sangat membenci papi kamu. Papi kamu yang sudah menghancurkan kebahagiaan saya. Gara gara papi kamu ayah saya menghabiskan sisa hidupnya di penjara, karena sebenarnya ayah saya mempunyai penyakit jantung. Setelah satu minggu di penjara ayah saya meninggal dunia, itu semua karena papi kamu." geram Sukma penuh emosi, membuang napas kasar.
"Apa kamu pikir waktu saya menikah dengan kamu saya tidak punya kekasih hah, saya juga masih punya kekasih tapi dia dari keluarga miskin. Kekasih saya bekerja sebagai buruh tani, sebenarnya saya sudah merencanakan menikah dengannya dan mengenalkan mas Wisnu dengan ayah saya tapi semua gagal ini semua karena insiden kecelakaan yang papi kamu perbuat dan ayah yang menanggung semuanya....." teriak Sukma menumpahkan kekecewaannya.
"Kamu jangan menyalahkan semuanya ke papi saya, sebenarnya kamu senang kan di jodohkan dengan saya karena saya pewaris tunggal dari keluarga Dirgantara orang terkaya nomer 3 di kota ini. Kamu tidak lebih dari wanita matrealitis yang hanya mengincar kekayaan saya saja." ujar Galvin lalu Sukma menampar wajah Galvin karena terhina.
Plak.......
"Jaga mulut kamu ya mas, saya tidak sepicik itu. Sejujurnya kalau ada pilihan saya lebih memilih tidak menikah dengan pria seperti kamu mas. Dan masuk kekeluarga yang licik seperti kamu dan ayah kamu. Andai waktu dapat berputar kembali saya lebih memilih tidak mengenal keluarga Dirgantara, karena keluarga Dirgantara sudah menghancurkan hidup saya." berang Sukma.
Galvin memegang pipi yang panas habis di tampar oleh Sukma.
"Aaa.....saya juga menyesal telah menikah dengan kamu gara gara perjodohan itu saya harus kehilangan kekasih yang saya sangat cintai yaitu Anggun Kharisma Atmajaya. Setelah saya menikah dengan kamu dia sangat patah hati lalu orang tuanya menjodohkan dia dengan duda kaya tanpa anak. Dan menurut berita yang saya dengar dari informan bayaran saya kalau Anggun itu sudah menjanda karena suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan waktu dinas keluar kota. Itu kesempatan saya untuk masuk ke dalam hidupnya lagi, saya akan menikahi Anggun karena saya tidak mau kehilangan Anggun untuk yang kedua kalinya." ujar Galvin.
"Mas Galvin saya memang membenci ayah kamu waktu awal pernikahan kita. apa lagi pas malam pertama kamu pergi entah kemana dan tiba tiba pulang dengan keadaan mabuk lalu kamu masuk ke kamar dan memaksakan hak kamu pada malam itu padahal saya belum siap dan belum mempunyai perasaan apa apa kepada kamu, tapi setelah kelahiran Rania dikit demi sedikit perasaan itu mulai tumbuh. Saya mulai mencintai kamu mas tapi mengapa kamu sangat jahat kepadaku mas. Kamu laki laki yang tidak punya perasaan dan hati nurani mas." ujar Sukma membuang napas kasar lalu melanjutkan kata katanya.
"Waktu itu papi kamu berjanji jika ayah saya mengorbankan diri di penjara akan ada yang menjaga saya, dan hidup saya akan bahagia tapi apa yang saya rasakan justru sebaliknya hidup bersamamu bagaikan hidup di neraka dunia. Saya sangat dendam pada papi kamu yang licik dan penuh tipu muslihat yang sudah menjerumuskan saya dan membawa saya ke rumah yang penuh neraka ini." ujar Sukma penuh api dendam di hatinya oleh Bagas.
"Terus saya harus peduli gitu sama perasaan kamu.....oh tidak Sukma karena saya sudah mengorbankan cinta sejati saya gara gara menikah sama gadis kampung dan miskin seperti kamu. Saya harus kehilangan wanita yang saya sangat cintai, hahahahaha......(tertawa) kamu bermimpi hidup mewah kan seperti di istana oh jangan mimpi, kamu justru akan saya buat hidup kamu seperti di neraka. Hingga kamu bosan dan menyerah hidup berumah tangga dengan saya Sukma Ayundia Pramana." ujar Galvin sambil tertawa meledek Sukma lalu pergi meninggalkan Sukma yang sedang terluka karena habis di KDRT.
Papi Galvin bernama Bagas Tirta Dirgantara adalah bos dari ayah Sukma yang bernama Kusuma Pramana. Pada malam itu Bagas memergoki Alisya yang telah selingkuh di hotel dengan mantan kekasihnya bernama Chandra Wiguna. Saat itu Bagas tengah meeting bersama rekan bisnisnya di hotel bintang lima Kejora. Karena emosi dan kecewa Bagas pergi dari hotel dengan keadaan marah dan kecewa. Alisya yang ketahuan dipergoki oleh Bagas pun berusaha memakai pakaiannya dan mengejar Bagas sedangkan Chandra di tinggalkan begitu saja oleh Alisya.
Hingga tanpa sengaja Bagas menabrak seorang pemulung tua renta yang hendak menyebrang jalan. Bagas pun turun dan memeriksa keadaan wanita tua itu dan ternyata sudah tak bernapas lagi. Karena suasana sepi akhirnya Bagas pergi meninggalkan wanita tua renta itu seorang diri dan dalam keadaan ketakutan.
Bagas datang ke rumah karyawannya yang bernama Kusuma yang mempunya anak gadis bernama Sukma. Ibu Sukma bernama Hanum yang sudah meninggal karena pendarahan sewaktu melahirkan Sukma.
__ADS_1
Setelah ke rumah Kusuma, Bagas pun kembali pulang dan di sana ternyata Alisya telah menunggu di ruang tamu. Alisya pun memeluk Bagas dan memohon maaf kepada Bagas karena telah berkhianat, Alisya memberi alasan jika dirinya kesepian karena kesibukkan Bagas hingga dia sering pergi sendiri untuk menghilangkan kejenuhan.
Alisya bertemu Chandra di cafe Flaminggo, Di saat Alisya sedang duduk menikmati coffe late dan spageti Chandra pun menemui Alisya. Dan Chandra bilang pada Alisya kalau dirinya belum menikah lagi sejak putus dari Alisya. Alisya memutuskan hubungan dengan Chandra karena dulunya dia hanya lelaki miskin, Alisya hanya menjalin hubungan kepada laki laki karena harta dan dia lebih memilih Bagas yang pewaris tunggal Dirgantara yang kekayaannya tujuh turunan, tujuh tanjakkan, tujuh tikungan, tujuh polisi tidur kekayaannya tidak habis habis.
Setelah menikah dengan Bagas ternyata Alisya pun kurang perhatian karena Bagas selalu sibuk sebagai pemilik perusahaan terkenal nomer tiga. Hingga dia sering menghambur hamburkan duit dan pada akhirnya bertemu dengan mantan kekasihnya yang mengaku masih mencintai Alisya.
Dengan segala bujuk rayu Chandra dan sering kesepian akhirnya Alisya merajut kembali kasih dengan cinta lamanya. Hari berganti hari Alisya sering jalan bareng dengan Chandra dan menghabiskan waktu di hotel hingga akhirnya dia kepergok selingkuh oleh Bagas. Bagas yang kecewa tak menerima permintaan maaf dari Alisya, meski Alisya sudah memegang kaki nya Bagas dan menangis, Bagas menendang hingga Alisya terjatuh. Lalu Bagas mengusir Alisya dan langsung memberi talak tiga untuk Alisya. Dengan kejamnya Alisya tak di beri harta gono gini oleh Bagas.
Galvin mendengar keributan Bagas dan Alisya sewaktu pulang dari kumpulan bersama teman teman gengnya. Bagas menceritakan kejadiannya pada Galvin hingga Galvin pun sangat marah dan membenci Alisya. Dia tidak mau menerima sang ibu yang sudah melahirkan dia ke dunia ini karena dengan teganya Alisya sengaja mengkhianati Bagas.
Sukma datang menemui Kusuma, Kusuma menyuruh Sukma untuk menikah dengan Galvin, awalnya Sukma menolak perjodohan ini. Hingga seminggu di penjara Kusuma mendapat serangan jantung dan pesan terakhirnya adalah Sukma menikah dengan Galvin. Akhirnya mau tidak mau Sukma pun terpaksa menerima perjodohannya dengan Galvin sebelum Sukma bilang kalau dia sudah mempunya seorang kekasih yang dia cintai meski pekerjaan laki laki itu hanya seorang buruh tani.
Kusuma masuk rumah sakit dan hari itu juga Kusuma menjadi saksi pernikahan Sukma dan Galvin di rumah sakit, karena polisi telah mengabari tentang Kusuma yang mendapat serangan jantung. Bagas datang bersama Galvin untuk menikah dadakkan di hari itu karena kondisi pak Kusuma sudah tak memungkinan untuk bertahan hidup. Dan setelah ijab Kabul Kusuma menghembuskan napasnya. Sukma menangis histeris karena kehilangan ayah yang sangat dia sayangi. Dan menyalahkan Bagas penyebab kematiannya Kusuma, Bagas diam karena menyesali perbuatannya. Sedangkan Galvin yang justru marah pada Sukma karena memarahi papinya. Tapi Bagas malah membela Sukma agar hatinya puas dia rela dimarahin dan pada akhirnya Bagas pun memeluk Sukma dengan tulus.
Dengan rasa kecewa dan patah hati Wisnu pun memutuskan untuk menikah dengan Bunga, gadis yang sudah lama menaruh hati pada Wisnu demi melupakan Sukma. Dan akhirnya mereka hidup bahagia dan mempunyai dua orang anak laki laki dan perempuan. Karena dengan seiringnya waktu Wisnu dapat mencintai Bunga dan melupakan Sukma.
Sebenarnya Galvin juga tak menyetujui permintaan papinya karena Galvin sudah mempunyai wanita yang Galvin sangat cintai. Dia bernama Anggun, tapi papinya memaksa Galvin untuk menikah dengan Sukma untuk membalas semua pengorbanannya Kusuma yang begitu besar kepada Bagas. Jadi mau tidak mau, setujuh atau tidak setujuh Galvin pun harus bersedia menikah dengan Sukma, karena kalau Galvin tak mau menikahi Sukma Galvin tak akan pernah mendapatkan sepeser harta warisan papinya.
Demi warisan akhirnya Galvin terpaksa menikahi wanita pilihan ayahnya yang tak di cintai Galvin sama sekali. Galvin terpaksa memutuskan Anggun. Anggun sangat sedih dan frustasi ditinggalkan oleh Galvin.
Bertahun tahun Bagas hidup dalam penyesalan karena dirinya Sukma menjadi anak yatim. Bagas juga sering dapat mimpi buruk bertemu dengan nenek tua renta yang dia tabrak itu, dan selalu dapat halusinasi kalau nenek tua itu datang menemui dia dalam kehidupan sehari-harinya. Hidupnya menjadi tak tenang.
Suatu saat Bagas pulang meeting dari luar kota, tiba tiba mobil yang Bagas kemudikan mogok. Suasana memang sangat sepi, entah sadar atau tidak mobil Bagas berhenti di tempat nenek tua renta itu tertabrak. Bagas melihat mesin mobil itu untuk mengecek kenapa mobilnya bisa mogok. Di saat Bagas melihat lihat mesin tiba tiba arwah nenek tua renta itu muncul di samping Bagas, dan Bagas sangat ketakutan sekali. Hingga dia berlari meninggalkan mobilnya, tiba tiba ada truk yang supirnya sedang mengantuk hingga Bagas tertabrak oleh truk tersebut. Tubuhnya hancur karena terlindas oleh ban truk tersebut.
Dan Bagas meninggal dalam keadaan yang sangat mengenaskan, supir truk itu akhirnya menyerahkan diri karena dia memang supir yang bertanggung jawab tidak mau hidup dalam rasa bersalah.
Galvin sedih karena kehilangan ayahnya tapi dia juga merasa bebas tak ingin bersandiwara lagi akan perasaannya dengan Sukma. Dia menjadi pewaris satu satunya Dirgantara Grup.
Sejak Bagas meninggal Galvin pun menjadi jahat terang terangan dan bersikap tidak adil kepada Sukma, kebebasan dia sudah tak terkekang lagi. Dia mulai melakukan semau dia yang merasa buat dia senang.
Galvin juga sering ke club malam, mabuk mabukkan dan main wanita. Meski waktu sama papinya sifatnya juga cuek dan masih mabuk mabukkan saat papinya ke luar kota tapi itu jarang dan tidak sering.
Sejak kematian papinya sifat Galvin berubah menjadi 180 derajad karena semasa papinya masih hidup dia pura pura untuk menjadi suami yang baik untuk Sukma demi warisan tapi kebaikkannya hanya di depan Bagas saja saat di belakang dia tetap merasa acuh tak acuh pada Sukma.
Di saat pemakaman Bagas Alisya menemui Galvin dan ingin hidup bersama Galvin, tapi Galvin menolak Alisya dan sangat membenci Alisya. Dia menyalahkan semua yang terjadi pada papinya itu karena Alisya. Alisya pergi dari pemakaman itu karena kesedihan di tolak anak kandungnya. Dia sangat menyesal karena sudah berselingkuh dengan sang mantan.
Chandra pergi meninggalkan Alisya, dia tidak mau bertanggung jawab atas kehancuran rumah tangga Alisya. Chandra menghancurkan rumah tangga Alisya karena dendam di masa lalu yang di tinggalkan Alisya karena menikah dengan pria lain yang kaya. Maka itu Alisya kembali pada Galvin karena hidupnya lontang lantung di jalan.
Alisya berulang kali meminta maaf pada Galvin tapi selalu di tolak dengan Galvin dan di usir. Karena Galvin sangat kecewa oleh Alisya yang tidak bisa menjaga kehormatannya kepada laki laki lain. Karena di tolak terus oleh Galvin Alisya jadi putus asa dan dia bekerja sebagai wanita penghibur untuk menyambung hidupnya dan memenuhi gaya hedonnya.
Meski Galvin membenci maminya dan melampiaskan dendam dia kepada setiap wanita terutama istri pilihan papinya. Tapi Galvin juga sangat tergila gila dengan kecantikan Anggun, maka dari itu kecantikan Anggun membuat Galvin tak bisa melupakannya meski dia menikah dengan wanita pilihan papinya. Galvin menjadikan Sukma sebagai alat pembalas dendam untuk maminya yang berselingkuh dengan laki laki lain.
Orang tua Anggun pun tak tega melihat kesedihan anaknya. Dan pada akhirnya Anggun di jodohkan dengan Yudistira duda kaya yang tak mempunyai anak, dengan terpaksa Anggun pun setujuh menerima perjodohan ini. Demi melupakan Galvin, meski terus dibayang bayangi oleh wajah Galvin karena Anggun masih sangat mencintai Galvin. Tapi Anggun menjalankan rumah tangga layaknya seorang istri dan mempunyai dua anak.
Suami Anggun meninggal karena mobilnya mengalami kecelakaan jatuh ke jurang, sewaktu di telepon oleh anak buahnya kalau perusahaannya lagi ada masalah keuangan. Anggun sangat sedih kehilangan suaminya meski dia belum seutuhnya mencintai Yudistira. Perusahaan Yudistira pun jatuh bangkrut, dan rumah juga aset aset berharganya di sita oleh bank karena Yudistira berhutang pada bank untuk menyelamatkan perusahaannya. Sebelum meninggal Yudistira sempat meminjam uang di bank dengan jaminan aset aset perusahaan juga sertifikat rumahnya. Maka itu Anggun jadi hidup sangat sederhana sekali dan tinggal di rumah kontrakan. Sebulan setelah papinya meninggal anak laki laki Anggun mendapatkan job di Singapura sebagai fotografer untuk menjadi tulang punggung keluarganya sejak papi kandungnya meninggal. Dan hidupnya mulai bangkit karena anaknya menjadi fotografer terkenal dia mempunyai rumah sendiri meski tidak semewah dulu.
Tapi pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta apa lagi hati di selimuti oleh dendam maka pernikahan Galvin dan Sukma tidak bahagia. Hidupnya selalu menderita seperti di neraka. Karena dendam Galvin terhadap maminya dilampiaskan kepada Sukma. Dan Galvin lebih memilih bermain cinta bersama wanita nakal di club malam, karena sejak kematian papinya dan broken home Galvin menjadi pemabuk dan pemarah. Kehidupannya pun hancur, emosinya juga tak bisa terkontrol dan selalu main tangan pada istri dan anaknya.
Diiringi Rania yang menangis bersandar di dinding kamar dengan menutup kedua telinganya akibat kegaduhan pertengkaran ayah dan ibu Rania, sangat pilu dan kecewa.
Lagi lagi ayahnya main gila bersama wanita lain dan sering pergi ke club malam pulang pagi dalam keadaan mabuk mabukkan. Bahkan ayahnya pun selalu kasar pada ibunya saat ibunya bertanya tentang noda lipstik dan parfum wanita di pakaiannya. Ayahnya pun juga selalu kasar pada Rania padahal Rania hanya menuntut kasih sayang Galvin sebagai ayah kandung Rania.
Karena sejak lahir Rania belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.
"Sudah cukup (menangis menutup telinganya). Ya Tuhan....kenapa setiap malam ibu dan ayah selalu bertengkar. Lagi lagi selalu begini tak ada hari tanpa bertengkar aku tak sanggup mendengar percakapan ayah yang selalu kasar pada ibu, bahkan ayah berani main tangan sama ibu hingga tubuh ibu penuh luka lebam. Ayah sangat kejam dan bengis selalu membuat ibu terluka dan menangis." ujar Rania sambil menangis dalam kesendirian di kamar tidurnya.
Hari terus berlalu tapi itu yang setiap hari Rania rasakan, menangis setiap saat karena tiada hari orang tuanya selalu bertengkar. Rania tak sanggup mendengar pertengkaran orang tuanya yang selalu berakhir dengan ibunya yang lebam dan luka karena ulah ayahnya.
Rania pun keluar dari kamarnya menghampiri ibunya setelah ayahnya pergi meninggalkan ibu yang luka luka akibat di KDRT oleh ayahnya. Dan Sukma terisak menangis penuh kepedihan akibat suaminya yang tak pernah bersikap baik padanya. Ternyata kesabaran Sukma tak membuahkan hasil bertahun tahun menikah dengan Galvin tapi Galvin belum juga mencintai Sukma, karena Galvin masih mengharap menikah dengan mantan kekasihnya yang sangat dicintainya.
"Ya Allah......Ibu, lagi lagi ibu lebam seperti ini. Ayah memang jahat, ayah sangat kejam hingga membuat ibu selalu terluka dan menangis." ujar Rania terisak melihat ibunya lebam lebam karena ulah ayahnya lalu dia melanjutkan perkataannya.
"Kenapa sih bu, ayah tak pernah menghargai ibu sedikit saja bu. Rania tidak tega bu melihat ibu terluka dan selalu menangis karena sifat ayah yang kasar. Aku benci ayah bu.....aku benci ayah....." ujar Rania sedih melihat ibunya terluka dan menangis, Rania sangat kesal sekali pada ayahnya yang tak pernah bisa menghargai ibunya.
"Suatu saat kamu pasti akan mengerti sayang mengapa ayahmu sekejam ini pada ibu, kamu masih terlalu kecil untuk mengetahui apa yang terjadi antara ibu dan ayahmu. Setelah dewasa ibu akan menceritakan awal mula ibu menikah dengan ayah kamu sayang." ujar Sukma membelai rambut Rania dengan air mata yang berhasil lolos membasahi pipi. Tarik napas karena sesak di dada akan perlakuan Galvin, lalu Sukma melanjutkan kata katanya.
"Lihat semua luka ini.....ini karena ulah ayahmu ibu tidak sanggup lagi sayang tapi ibu bertahan demi kamu. Karena kalau ibu berpisah sama ayahmu siapa yang membiayai kamu sekolah dan siapa yang membiayai kita hidup sehari hari karena ibu tidak mungkin bisa bekerja. Ibu hanya wanita kampung yang tak memiliki keterampilan dan pengalaman kerja. Dengar Rania sayang, ibu hanya ingin kamu bahagia nak tumbuh menjadi wanita yang sukses dan kebanggaan keluarga." jawab Sukma sambil merintih kesakitan.
"Ya Tuhan.....jadi ibu bertahan menahan semua rasa sakit ini demi aku. Bu, Rania janji.....kelak Rania akan menjadi anak yang bisa ibu banggakan. Rania akan menjadi anak yang sukses bu, agar bisa mengangkat derajat kita agar tak ada yang bisa meremehkan dan menghina kita lagi bu. Rania janji bu Rania akan membuat ibu bahagia. Semoga suatu saat nanti kesedihan dan rasa sakit ibu akan terbayarkan oleh kesuksesan Rania. Rania pastikan ayah pasti akan menyesal karena sudah berlaku tidak adil terhadap kita bu." batin Rania memandang ibunya penuh haru. Karena Rania merasakan sakit jika hati ibunya tersakiti oleh sikap ayahnya yang selalu kasar dan tidak menghargai ibunya.
Rania memeluk Ibu dan menenangkan hati ibu, dalam hati Rania berkata ;
"Ayah jahat.....aku benci ayah, ayah selalu kasar pada ibu. Kenapa sih ayah selalu tega memperlakukan ibu seperti binatang. Kasihan ibu setiap hari menderita karena ulah ayah yang tak punya perasaan selalu main tangan pada ibu." batin Rania matanya penuh dendam dan amarah.
"Dan satu lagi alasan mengapa ibu bertahan dari ayahmu. Karena ibu sangat mencintai ayahmu sayang (menangis), ibu rela terluka fisik asal jangan bercerai sama ayahmu karena ibu tak bisa hidup tanpa ayahmu. Meski ibu sama ayahmu menikah karena perjodohan tapi lama kelamaan sejak kelahiran kamu, sayang. Ibu mencintai ayahmu tulus dari lubuk hati ibu yang paling dalam." ujar Sukma sambil menangis.
Rania hanya terdiam sambil menangis mendengar kata kata ibunya yang begitu mencintai ayahnya. Tapi ayahnya tidak peduli sama sekali dengan perasaannya dan berulang kali selalu tega mengkhianati ibu dengan wanita nakal di club malam juga sering berlaku kasar kepada ibunya, hingga setiap kali bertengkar pada ibunya pasti selalu meninggalkan lebam di tubuh juga wajahnya. Rania tak bisa berbuat apa apa, karena setiap Rania membantu ibunya ayahnya juga menyiksa Rania tanpa ampun. Meski sudah berteriak minta ampun tapi ayahnya tak peduli dengan jerit tangis Rania.
Kesedihan Rania tak berujung karena Rania sangat mencintai ibunya, Rania sangat menyayangi ibunya. Dan terpancar dari mata Rania kebencian dan dendam pada ayahnya yang membuat Rania terluka dan sedih adalah jika ibunya terluka, airmata ibunya adalah penderitaan untuk Rania.
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘
__ADS_1