
Gantha mengajak Bella untuk makan di Cafe Rose. Karena sebenarnya Gantha sangat senang jalan sama Bella jadi ini kesempatan Gantha untuk pedekate pada Bella.
"Bella (lihat Bella ke belakang) gimana kalau kita makan dulu di Cafe Rose. Sebelum kakak antar kamu pulang ke rumah." Kata Gantha.
"Ah....serius Kak, kalau itu sih Bella mau banget (senang) kebetulan perut Bella sudah lapaaar Kak kriuk kriuk mulu mumpung ditraktir sama Kak Gantha." Kata Bella sok imut.
"Iihhhh gemes deh." Kata Gantha cubit pipi Bella.
Tapi Bella bawa baju ganti kan cantik." Kata Gantha.
"Bawa dong Kak (sok imut) kan Bella sudah stand bye Kak. Soalnya tadi Bella dari rumah sudah niat banget pulang sekolah mau ke kampus Kakak, nemuin Kak Gantha biar nganterin Bella pulang soalnya Bella kangen banget sih Kak sama Kakak pengen jalan berdua." Kata Bella merayu manja.
"Masa sih cantik, cyuz mi apa." Kata Gantha sok imut.
"Mie goyeng Kak." Canda Bella sok imut, Gantha semakin gemes pada Bella.
"Ih, gemes deh Bella ini. Ya sudah nanti kalau kita sudah sampai Cafe kamu ganti baju ya Bella (melihat Bella di belakang) biar aura kecantikan kamu terpancar kalau pakai baju bebas, dan tampak seksi." Kata Gantha merayu Bella.
"Aahhh.....Kak Gantha bisa saja Bella kan jadi malu." Kata Bella tersipu malu sambil mencubit pundak Gantha.
"Asyiiiik, Kak Gantha ngajakkin Bella ngedath." Batin Bella senang.
Sesampainya di Cafe Rose, Bella disuruh ganti baju oleh Gantha.
"Akhirnya sampai juga, Bella di Cafe Rose kamu ganti baju dulu sana. Kakak cari tempat ya." kata Gantha.
"Sip Kak." Kata Bella yang langsung menuju toilet.
Setelah Bella ganti baju, Gantha pun terpesona melihat kecantikan Bella saat ganti baju dengan pakaian seksi dan rok mini.
"Kakak." Panggil Bella.
"Waw.....Bella kamu cantik sekali dan seksi." Kata Gantha saat terpesona melihat Bella.
"Terima kasih ya Kak (tersipu malu) waw.....Kak ini tempatnya sangat romantis sekali. Bella suka Kak, karena dari sini pemandangan indahnya kelihatan." Kata Bella.
"Iya seindah kamu Bella." Rayu Gantha.
"Ah....kakak bisa saja." Kata Bella tersipu malu.
"Ya sudah silahkan duduk, kamu mau pesan apa. Pelayan....." Kata Gantha sambil melambaikan tangannya memanggil pelayan. Lalu seorang pelayan menghampiri Gantha dan Bella dan memberikan buku menu.
"Kamu mau pesan apa Bell." Tanya Gantha.
"Aku chiken steak saja deh sama orange juice ya kalau kamu apa Kak." Tanya Bella.
"Kalau Kakak kentang goreng saja deh sama lemon tea." kata Gantha.
"Baik, silahkan ditunggu ya." kata seorang pelayan yang kemudian meninggalkan Bella dan Gantha.
Suasana Cafe sangat indah, irama lagu romantis mengalun indah di telinga Bella dan Gantha yang lagi di mabok kasmaran. Pesanan makanan dan minuman telah tiba Bella dan Gantha mulai melahap makanan pesanan masing masing.
"Kak Gantha, Bella mau nanya dong. Boleh tidak Kak." Kata Bella sambil makan.
"Nanya apa sih Bella sayang." Kata Gantha.
"Kak Gantha, sudah jadian ya sama Kak Salsa." Kata Bella.
Gantha kesedak makanan karena kaget dengan pertanyaan Bella.
"Kenapa Kak, minum minum dulu Kak (Bella mengambilkan segelas air dan diberikannya kepada Gantha) maaf Kak pertanyaan Bella salah ya Kak." Kata Bella merasa bersalah.
"Ti......tidak kok Bella." Kata Gantha.
"Oh....kirain pertanyaan Bella salah Kak." Kata Bella.
Gantha mengambil segelas air yang diberikan Bella dan memandang Bella, Gantha pun memegang tangan Bella.
Emeli mengajak Salsa makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah karena perutnya sudah dangdutan eh keroncongan hehehehe.....
"Bella sudah sampai rumah belum ya sama Gantha, aduh kok aku jadi ke pikiran gini sih." Batin Salsa tidak tenang.
Tanpa disadari Emeli melihat kegelisahan Salsa.
"Salsa, kamu mikirin Gantha sama Bella ya." Tanya Emeli.
"Eh....iya nih Emeli." Kata Salsa.
__ADS_1
"Tidak usah di pikirkan ya Salsa cantik (memuji) ya sudah kita makan dulu ya biasa di Cafe tongkrongan kita. Aku lapar nih tuh cacing aku sudah nagih minta makanan." Canda Emeli sambil memegang perutnya.
"Aduh kasihan sahabatku ini (tersenyum) ok deh Emeli kalau gitu, ayo kita makan dulu." Kata Salsa.
"Oke lets go agogo." Kata Emeli menuju Cafe.
"Bella sayang (lembut) sebenarnya Kakak itu tidak suka sama Salsa, Kakak itu dekatin Salsa karena pengen dekat sama Bella, makanya Kakak pura pura nembak Salsa." Kata Gantha
"Oh begitu Kak." Kata Bella.
"Iya Bella se.....se....." Kata Gantha gugup.
"Se.....se.....apa Kak." Tanya Bella kepo.
"Se.....sebenarnya Kakak suka sama Bella sejak pertama kali kakak melihat Bella waktu kerja kelompok itu loh, yang kakak muji muji Bella (mengutarakan hatinya) tapi kakak bingung gimana dekatin Bella, ya sudah Kakak manfaatkan saja Salsa kan dia itu saudara tiri kamu. Karena kalau dekatin kakak kandung kamu Monik ya tidak mungkinlah dia kan pacarnya sahabat Kakak, Kak Gerry. Eh ternyata berhasil karena kedekatan Kakak sama Salsa bikin Kakak jadi dekat sama kamu Bella." Kata Gantha tersenyum manis.
"Serius Kak." Kata Bella.
"Ya seriuslah masa Kakak bohong sih, Bella sayang yang cantiknya gemesin (megang tangan Bella), Bella mau tidak jadi pacar Kakak." Kata Gantha.
"Ya jelas mau lah (senang) Bella kan juga love love sama Kak Gantha." Kata Salsa.
Tanpa disadari Salsa dan Emeli mendengar semua perkataan Gantha dan Bella, Salsa sangat sedih dan kecewa.
"Oh, jadi selama ini kamu cuma manfaatkan aku saja untuk dekat sama adikku Bella (emosi) kamu benar benar keterlaluan Gantha, kamu jahat (hatinya penuh kekecewaan) aku pikir kamu beda dengan Gerry ternyata sebelas dua belas kalian berdua sama sama berengsek (nangis) padahal aku benar benar cinta sama kamu, Gantha. Tapi nyatanya kamu hanya mempermainkan hati aku saja." Emosi Salsa meledak memukul Gantha.
"Stop (mendorong Salsa, dan Salsa terjatuh) Eh, kamu pikir aku benar benar cinta sama kamu ya tidaklah aku tidak ada perasaan sama kamu sedikit pun, jadi jangan geer deh. Aku tuh sukanya sama Bella, cuma Bella yang aku cintai." Kata Gantha kejujuran yang menyakitkan.
Salsa merintih kesakitan karena terjatuh di lantai.
"Aduh, awww....." Rintih Salsa.
"Salsa." kata Emeli sambil membangunkan Salsa.
"Aku pikir kamu benar benar ngedekatin aku karena perubahan penampilanku." Kata Salsa sedih.
"Hahahahaha.....(tertawa) meski kamu berubah seperti apa pun wajahmu tetap saja tidak ada menarik menariknya buat aku." kata Gantha.
"Gantha kamu benar benar keterlaluan ya (mendorong dada Gantha) jadi cowok tuh jangan kasar, aku pikir kamu tuh beda sama Gerry ternyata sama aja. Aku jadi nyesal ngizinin Salsa untuk pacaran sama kamu kalau akhirnya dia harus sakit hati seperti ini." Kata Emeli.
"Plak......jaga bicara kamu Gantha." Kata Emeli marah.
"Kak Emeli sudah dong jangan tampar cowok aku, dan kamu Kak Salsa (nunjuk Salsa) mulai sekarang jangan ganggu Kak Gantha lagi, karena kak Gantha milik Bella seorang." Kata Bella.
"Eh.....Bella kamu percaya sama cowok model kaya gini (emosi) kamu masih anak bau kencur jadi jangan terlalu percaya sama cowok." Kata Emeli.
"Oh ya, eh kak Emeli kamu jangan sok mencampuri urusan aku deh sama kak Gantha (marah) Bella dan kak Gantha saling mencintai, tidak kaya kak Salsa yang kegeeran kalau kak Gantha benar benar cinta sama dia tapi kenyataan 100 persen palsu, hahahaha.....(Tertawa) karena kak Gantha sukanya sama aku." kata Bella sambil tertawa.
"Kamu tuh sama saja kaya Kakak kamu Bella (nunjuk Bella) suka merebut pacar orang. Ternyata kalian berdua seleranya sama ya, sama sama suka barang second." Kata Emeli marah.
"Jaga mulut kamu ya Kak (marah menunjuk ke Emeli) Aku tidak merebut Kak Gantha dari Kak Salsa. Dan Aku sama Kak Gantha saling suka, Kak Gantha juga nyesal kok pernah nembak Kak Salsa. Padahal target kak Gantha itu adalah aku, wanita yang dia suka sejak pertama aku dan kak Gantha bertemu. Paham kamu Kak." Kata Bella meluapkan amarahnya.
"Sudah Cukup (teriak Salsa kesal), Gantha kamu lupa kejadian pada waktu itu (menangis) kamu bilang kamu akan tanggung jawab sama aku (terbata bata) tapi mana buktinya kamu malah berkhianat dari aku setelah apa yang kamu lakukan sama aku." Tangis Salsa meledak membuat Emeli dan Bella kaget dengan perkataan Salsa.
"Kamu itu wanita lemah Salsa (menghina) aku tidak benar benar cinta sama kamu. Selain aku manfaatkan kamu untuk Bella, aku juga dari dulu sudah mengincar tubuh kamu hahahaha.....(tertawa) jadi kesempatan aku pacaran sama kamu, untuk bisa merenggut keperawanan kamu. Itu juga untuk taruhan aku sama Joey jadi aku bisa mendapatkan moge kesayangannya, paham kamu. Dan ternyata aku berhasil mendapatkan motor gede dari Joey hahahahaha.....(tertawa) kalau aku janji untuk tanggung jawab sama kamu, lupakan saja. Anggap saja itu sekedar angin lalu, jangan ambil pusing." Kata Gantha tertawa dan Salsa menampar Gantha dan seisi pengujung Cafe Rose pada melihat keributan yang terjadi pada Gantha, Salsa, Bella, dan Emeli.
"Kamu tuh benar benar jahat ya Gantha (memukul mukul Gantha) kamu pikir aku, wanita murahan yang sudah kamu tidurin aku. Setelah itu kamu pergi begitu saja, kamu campakkin aku, kamu hina aku." Kata Salsa emosinya meledak.
"Jangan sentuh aku, wanita murahan." Bentak Gantha mendorong kembali Salsa.
"Salsa." Kata Emeli memegang tubuh Salsa yang hampir terjatuh.
"Oh.....jadi Kak Salsa sudah tidak perawan lagi, Bella tidak sangka kalau Kakak semurahan itu." Kata Bella.
"Dengar ya Bella (menahan tangis) Kakak tidak murahan tapi Kakak korban dari pemerkosaan Gantha." kata Salsa.
"Masa, kalau Kakak korban kenapa diam saja, berarti kan suka sama suka. Kakak menikmati nya kan kak Salsa. Kalau memang merasa korban harusnya kakak laporkan kak Gantha ke polisi dong waktu itu bukan malah diam saja, kakak memang pintar ya memutar balikkan fakta, hahahahaha....." Kata Bella tertawa.
Salsa langsung lari keluar karena malu semua mata tertuju padanya, Salsa tak bisa mengontrol emosi jadi membuka aibnya sendiri di depan orang banyak, yang dia pikir dengan mengingatkan Gantha, Gantha tidak akan pergi meninggalkannya. Justru Gantha malah memutar balikkan fakta kalau Salsa lah yang murahan, dan Salsa tak sanggup mendengar perkataan Bella dan Gantha yang tak henti menghina dirinya.
"Salsa (panggil Emeli) Uhhh, awas ya aku tidak bisa memaafkan kalian berdua (nunjuk Gantha dan Bella) Lihat saja nanti." Lanjut Emeli langsung pergi menyusul Salsa.
"Memangnya aku takut Emeli hahahaha......(tertawa) kamu bisa apa, aku laki laki kamu perempuan. Aku tidak takut sama kamu Emeli. Aku tantang ancaman kamu Emeli. Aku tunggu pembalasan kamu hahahahaha....." Teriak Gantha tertawa.
Emeli diam melihat Bella dan Gantha yang tertawa puas menyakiti Salsa.
__ADS_1
"Kalian belum tahu siapa aku kalau sudah marah, tunggu saja tanggal mainnya. Kalian pasti habis di tangan aku, terutama kamu Gantha kamu sudah berani menghancurkan hidup sahabat aku. Dan lepas dari tanggung jawab begitu saja." Kata Emeli lalu melanjutkan menyusul Salsa di mobil.
"Salsa......" kata Emeli.
Salsa memeluk Emeli erat penuh tangis dan kekecewaan yang teramat dalam.
"Emeli, maafkan aku ya Emeli maafkan aku." Tangis Emeli.
"Maaf, untuk apa?" Tanya Emeli.
"Maaf untuk semuanya Emeli. Emeli aku malu sama kamu Emeli, kamu benar ternyata Gantha sama saja sama Gerry karena mereka teman satu geng taruhan. Andaikan saja dulu aku percaya sama kamu dan tidak ngancam kamu agar kamu menyetujui hubungan aku sama Gantha pasti aku tidak akan sesakit ini Emeli." Kata Salsa menangia.
"Sudahlah Salsa, sudah. Tidak ada gunanya kamu menyesali yang sudah terjadi, yang berlalu biarlah berlalu." kata Emeli.
"Tapi Emeli hidup aku sudah hancur (menangis menutup wajahnya) Gantha sudah merenggut keperawanan aku." Kata Salsa sedih.
"Kok bisa." Tanya Emeli.
"Ini bukan salah aku Emeli ini bukan salah aku (nangis) tapi Gantha yang bohong. Dia bilang dia mau serius sama aku, dia mau kenalin aku kepada kedua orang tuanya. Tapi ternyata pas aku ke sana, rumahnya sepi karena orang tuanya lagi dinas keluar negeri dan Gantha Emeli....." Kata Salsa terdiam terisak tangis tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Dan Gantha kenapa." Tanya Emeli.
Salsa tetap terdiam dan hanya menangis. Lalu Emeli menatap wajah Salsa lalu mengangkatnya. Dan bertanya lagi pada Salsa.
"Dan Gantha kenapa Salsa (Salsa tetap terdiam) Salsa kamu jangan diam saja. Coba ngomong sama aku apa yang dilakukan Gantha terhadap kamu waktu itu. Salsa....." Tanya Emeli prihatin melihat airmata Salsa.
"Gantha.....(menghela napasnya kasar penuh kesedihan) Gantha memperkosa aku Emeli, padahal aku sudah mencoba menolaknya, mengemisnya, bahkan berlari tapi tenaga perempuan pasti kalah dengan tenaga laki laki dan akhirnya dia berhasil merenggut kehormatan aku Emeli. Dia berhasil menghancurkan masa depanku Emeli." Tangis Salsa memecah memeluk Emeli.
"Kurang ajar tuh cowok harus aku beri pelajaran." Kata Emeli ingin turun tapi Salsa menahan Emeli.
"Percuma Emeli, kamu mau hajar dia pun dia tidak mungkin bertanggung jawab (putus asa) karena di otaknya hanya taruhan.....taruhan..... dan taruhan, aku menyesal Emeli aku tidak percaya dengan omongan kamu waktu itu. Aku memang wanita bodoh, seandainya saja dulu aku dengarin kamu Emeli. Pasti masa depan aku tidak akan hancur oleh laki laki berengsek seperti Gantha (emosi) aku memang bodoh Emeli, aku memang bodoh." Kata Salsa sambil menampar nampar wajahnya.
"Tenang Salsa tenang. Kamu jangan menampar namparkan wajah kamu sendiri. Kamu yang tenang ya Salsa." Kata Emeli memeluk Salsa yang sangat terpukul.
"Tapi aku sudah tak ada gunanya lagi Salsa. Karena masa depanku telah hancur." Kata Salsa yang sangat terpukul dan sedih histeris.
"Sudah cukup Salsa, kamu tidak boleh kaya gini terus. Kamu harus bangkit (menyemangati) tunjukkin sama Gantha. Kalau kamu bisa hidup tanpa dia." Lanjut Emeli.
"Iya Emeli, tapi hidup aku sudah hancur. Gantha telah menghancurkan masa depanku. Aku takut Emeli aku takut kalau aku hamil tanpa seorang suami, pasti ibu tiri aku akan hajar aku habis habisan." Kata Salsa putus asa.
"Iya aku tahu Salsa, tapi kamu harus sabar ya (pegang pundak Salsa sambil melihat Salsa) kamu jangan sampai putus asa, kan ada aku sahabat kamu yang selalu dukung kamu Salsa. Aku akan lakukan apa pun demi kebaikan kamu, aku tidak mungkin nasehatin kamu kalau itu hanya untuk menyesatkan kamu saja." Kata Emeli.
"Iya Emeli, maka itu aku menyesal tidak mendengarkan semua kata kata kamu waktu itu. Tapi aku janji Emeli mulai sekarang aku tidak mau bandel lagi. Aku akan dengerin semua omongan kamu." Kata Salsa menyodorkan kelingkingnya seperti anak kecil yang mau baikkan lalu tersenyum.
"Anak pintar." Kata Emeli sambil mengelus rambut Salsa seperti anak kecil lalu Salsa dan Emeli tertawa.
"Sudah mendingan kan, sekarang makan yuk nanti kamu sakit loh." Kata Emeli.
"Tidak ah....aku tidak mau makan. Lagi tidak nafsu makan." Kata Salsa.
"Hayolah Salsa, kamu harus bangkit jangan terpuruk mulu dalam kesedihan (tersenyum) aku yakin kok Salsa kalau kamu pasti bisa melewati hari hari tanpanya." Kata Emeli.
"Iya, tapi aku tidak mau makan di sini. Soalnya makan di sini selera makan aku jadi hilang karena ada pengkhianat." kata Salsa tersenyum.
"Oh.....maksud kamu itu hem.....(mikir) oke kalau gitu gimana kalau kita makan di Taman Seroja saja. Kan di pinggir banyak makanan tuh sambil mengenang masa kecil kita." Kata Emeli tersenyum.
"Oke aku setujuh Emeli di Taman Seroja itu taman kita bermain waktu kecil (tersenyum) aduh sudah lama banget ya kita tidak main ke sana sejak SMA, ada perubahan tidak ya." kata Salsa tersenyum.
"Makanya kita ke sana (memberi saran) biar kita tahu apakah Taman Seroja sudah berubah apa belum." kata Emeli.
"Kalau gitu lets go agogo kita meluncur Emeli." Kata Salsa.
"Ets.....bukan meluncur tapi naik mobil." Canda Emeli akhirnya Salsa bisa tertawa lepas karena Emeli yang menghiburnya.
"Ah....kamu bisa saja Emeli." Kata Salsa tertawa.
"Nah, gitu dong ketawa. Kan cantiknya kelihatan." Puji Emeli sambil tersenyum.
"Ah.....kamu bisa saja Emeli, paling....paling....paling bisa menghibur aku." Kata Salsa tertawa.
"Siapa dulu dong Emeli. Itu gunanya sahabat Salsa harus selalu ada bukan di saat senangnya saja tapi jika sahabat kita ada masalah ya harus selalu ada juga dong." Kata Emeli tersenyum.
Lalu mobil Emeli membelah jalanan menuju Taman Seroja, Taman kenangan sewaktu Emeli dan Salsa masih kecil. Meski Salsa masih terpuruk dengan kesedihannya tapi Emeli berhasil menghiburnya dan Salsa bisa melupakan kesedihannya sejenak. Emeli senang melihat Salsa tertawa dibandingkan Salsa menangis karena kebahagiaan Salsa adalah kebahagiaannya Emeli begitu pun sebaliknya kesedihan Salsa adalah kesedihan Emeli juga. Karena Emeli adalah sahabat kecil Salsa yang selalu ada di dalam susah mau pun duka bukan hanya di dalam senang mau pun suka saja.
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘
__ADS_1