
Terbangun Salsa dengan suara ayam berkokok yang begitu indah terdengar merdu dikuping. Salsa membuka jendela kamarnya pagi hari udara sangat sejuk menyelimuti kalbu, terlihat Gantha datang dengan motor gedenya begitu gagah dan tampan. Salsa tersenyum senang dan ingin langsung kebawah menemui Gantha, memory otaknya berfikir kebelakang disaat dirinya masih berpacaran dengan Gantha kekasih hatinya yang sangat dicintainya. Gantha adalah cinta pertama Salsa, setelah dia membuka pintu kamar dia pun tersadar bahwa dirinya sudah tak bersama Gantha lagi, melainkan Gantha kerumah karena ingin menjemput Bella.
"Gantha....." kata Salsa sambil membuka pintu kamar.
"Oh iya gue lupa Gantha khan udah gak sama gue lagi, Gantha kemari khan mau jemput Bella." Salsa sedih.
Salsa masuk kamar lagi dan duduk ditempat tidur lemas, dan tak ada semangatnya tiba tiba Salsa pun mual mual.
"Uweeek......uweeekkk......kok gue mual ya, ah jangan-jangan (berfikir cemas) gak....gak mungkin gue gak mungkin hamil, gue gak mau hamil. Apa kata dunia kalau gue hamil tanpa seorang suami." kata Salsa takut.
Salsa berlari kekamar mandi karena mual lagi, kebetulan kamar mandi diatas sudah tidak rusak.
"Aduh kok gue mual banget ya.....uweekk....uweekkkk....." kata Salsa.
Salsa berfikir sedih ada rasa takut dalam dirinya, takut kalau Salsa hamil anak dari Gantha.
"Gimana ya kalau gue hamil anaknya Gantha, sementara dia gak mau tanggung jawab sama semua yang dia perbuatan sama gue." kata Salsa.
Emeli datang menjemput Salsa Salsa yang masih berfikir dalam ketakutan hatinya bahwa dirinya takut hamil.
"Itu sepertinya mobil Emeli, dia udah datang jemput gue." kata Salsa.
Salsa langsung bergegas kebawah mengambil tas dikamarnya, dia melewati ruang tamu ada Gantha dan Bella sedang bermesraan.
"wey.....wanita murahan mau berangkat neh." kata Bella.
"Gak ada waktu gue ngeladenin lo Bell, sobat gue udah jemput dan lo Gantha (menunjuk Gantha) lo harus pertanggung jawabkan dengan ucapan lo itu." Kata Salsa pergi.
"Hai Sa....." tegur Emeli sambil membukakan pintu.
"Hai Emeli....." Salsa lemas.
"Lo kenapa sih pagi pagi udah cemberut nanti cantiknya pudar lo." puji Emeli menghibur.
"Gue bete aja tadi dengan sikapnya Bella, yang masih menganggap gue wanita murahan, padahal semua ini bukan kemauan gue. Tapi (menghela napas sejenak) tetap aja gue yang salah, padahal gue hanya korban." Salsa kesal.
"Ya udah sabar ya cantik, jangan marah marah mulu, nanti cepat tua loh. Btw busway lo udah sarapan belum." kata Emeli.
"Gue gak nafsu makan Emeli, dari tadi gue mual-mual mulu." kata Salsa.
"Lo lagi gak enak badan, kalau lo lagi sakit gak usah dipaksakan kekampus ya cantik." kata Emeli.
"Justru gue kalau dirumah pikiran gue ruwet gak bisa istirahat, pasti sakit sakit pun nyokab tiri gue gak peduli, nanti gue malah disuruh bebenah lagi. Mereka khan semua kejam gak punya hati." kata Emeli.
"Iya juga sih, oh ya udah kita kekampus aja ya sekarang." kata Emeli.
Sesampainya dikampus Salsa sebagai perbincangan mahasiswa mahasiwi dicap wanita gak benar.
Salsa melihat di mading kampus terlihat tulisan tentang dirinya dan foto Salsa.
"Apa apaan ini (merobek kertas yang terpampang didinding) siapa yang ngelakuin ini hah siapa." tanya Salsa sambil menunjukkan kertas yang terpampang didinding yang telah dirobek tulisan penghinaan untuk dirinya dan amat teramat sangat emosi.
"Woy.....gue gak nyangka Sa, kalau lo itu wanita murahan." Ayunda
"Lo berani ngorbanin harga diri lo hanya untuk laki laki yang lo cintai Sa.....iiihhh....jijik deh." kata Jenny.
"Terus lo masih gak punya malu untuk tetap kekampus Salsa, iiihhh kalau gue mah malu banget." kata Chica.
"Ets....minggir minggir wanita murahan mau lewat." kata Windy.
"Awas kesenggol, nanti malah ketularan virus loh." kata Rani.
Desti kesenggol oleh Salsa, dan dia teriak jijik lalu mengelap ngelap pundaknya yang tersenggol Salsa.
"Aaaawwww......iiiihhhh.....gue kesenggol gue kesenggol.....jijik gue jijik......iihhhh....amit amit deh." kata Desti sambil jingkrak jingkrak sibuk menggusap pundaknya.
"Eh.....Des lo pikir gue virus. Sejijik itu sama gue, lo gak tahu masalah sebenernya, Lo khan perempuan jadi lo harusnya lebih punya perasaan, bukan prihatin dengan keadaan gue, lo malah nganggap gue sejijik itu." kata Salsa.
Desti terdiam mendengar kata kata Salsa dan tertunduk malu.
"Salsa.....Salsa ternyata lo 11-12 ya sama Emeli, gak jauh beda, sama sama murahan." kata Amanda.
"Berapa kali lo lakuin itu sama Gantha, pasti lo khan yang merayu Gantha duluan." kata Gracia.
"Oh....jadi lo berubah penampilan lo seperti ini biar bisa memikat Gantha terus melakukan hal semurahan itu, ih.... malu maluin nama kampus aja." kata Retta.
Salsa hanya bersedih mendengar cacian mereka semua karena mereka tak ada yang mau mendengar penjelasan Salsa.
Salsa disiulin banyak laki laki buaya darat dan memandang dari bawah ke atas, Salsa merasa risih.
"Hai Salsa, boleh neh kapan kapan ehem ehem....masa cuma sama Gantha aja sih." kata Joey.
"Yoi gue juga mau dong Sa, list ya Sa jangan lupa." kata Edo.
"Kapan neh Sa, gue bayar deh Sa.....mahal. Jangan takut duit gak masalah bagi gue, gue khan orang kaya." kata Sakti tertawa membanggakan diri.
"Antriannya panjang gak neh Sa, gue duluan dong yang pertama Sa." kata Divon.
Salsa sedih Emeli sangat marah sekali, karena tidak rela sahabatnya dihina padahal dia gak seperti yang mereka katakan.
"Eh.....kalian laki laki penjahat kelamin, lo gak tahu masalahnya. Salsa bukan seperti yang lo pada pikirin. Jadi jaga ucapan lo semua." kata Emeli penuh amarah.
"Oh ya, masa......" kata Joey.
"Lo pikir aja sendiri Joey, misalnya lo jadi cewek dibohongin dibilang mau dikenalin sama orang tuanya pas datang kerumahnya ternyata sepi orang tuanya dinas keluar negri, dan lo dipaksa melakukan yang seharusnya tidak dilakukan bukan berdasarkan keinginannya karena walaupun bagaimana tenaga cowok lebih kuat daripada cewek meski sudah berontak, terus wanita yang disalahkan begitu. Dan lo Joey lo juga terlibat lo jahat udah menjadikan Salsa bahan taruhan keperawanan Salsa dengan motor gede yang lo berikan pada Gantha. Ini juga untuk kalian semua yang menghujat Salsa, kalau dia itu korban dari kebuasaannya Gantha." kata Emeli.
"Emeli, lo kok jadi nyalahin gue." kata Joey.
"Iya karena lo sama brengseknya sama Gantha. Lo kira keperawanan wanita itu mainan, jadi lo jadikan untuk bahan taruhan. Sama seperti lo dan Gantha menyuruh Gerry untuk merenggut keperawanan gue, tapi gue masih bisa lepas dari Gerry. Dan lo Amanda gue bukan semurahan yang lo kira. Paham lo." Kata Emeli emosi.
__ADS_1
"Terus kalau bukan murahan apa, oh perebut pacar orang ya." Kata Amanda sambil tertawa.
Emeli kesal melihat Amanda, ingin memukul mulut Amanda tapi Salsa menenangkan Emeli.
Joey, Edo, Sakti, dan Divon hanya terdiam mendengar perkataan Emeli, Salsa menangis sedih mendengar penghinaan dari para cowok.
"Sudah Emeli ayo, mereka semua sudah dibutakan hati nuraninya. Lo mau ngomong panjang lebar pun mereka gak mungkin percaya, mereka hanya percaya dengan kebohongan saja bukan dengan kenyataan." kata Salsa.
Monik, Lusi, Vero, dan Gantha tertawa senang karena sudah mempemalukan Salsa dikampus.
"Hahahaha.....biar mampus loh malu malu deh, nama baiknya sudah tercemar." kata Lusi.
"Iya betul semua orang pada menghina Salsa dan kita merasa puas, sangat puas sekali." kata Vero.
"Gantha awas lo kalau lo mempermainkan ade gue, cukup Salsa aja yang jadi korban lo." kata Monik mengancam.
"Yoi, tenang aja Monik calon kakak ipar gue." kata Gantha.
Ditoilet kampus Salsa menangis mengingat peristiwa barusan.
"Lo dengar sendiri khan Emeli, semua....semua pada menghina gue, gue malu Emeli, gue malu." kata Salsa.
"Iya gue juga kesal pada mereka, mereka hanya dengar dari satu pihak aja. Tapi gak dengar apa yang sebenarnya terjadi, kalau lo itu hanya korban." Emeli marah.
"Udah ya Sa, lo sabar.....jangan lo pikirin nanti lo malah sakit." kata Emeli.
Lalu Salsa mual lagi dan muntah.
"Sa.....lo kenapa sa." kata Emeli.
"Gue mual Emeli....rasanya gak enak banget....uweeekkkk." kata Salsa.
"Ya udah lo muntahin ya." kata Emeli sambil memijat mijat leher Salsa.
Pulang kampus Salsa membeli test pack diapotik diantar oleh Emeli.
"Gue takut Emeli....gue takut kalau besok hasilnya positive." Salsa nangis sambil megang testpack baru.
"Kalau itu terjadi, mau gak mau Gantha harus bertanggung jawab sama lo." kata Emeli.
"Tapi kalau dia gak mau tanggung jawab gimana Emeli, gue malu Emeli gue malu.....(menangis) kenapa sih semua ini harus terjadi sama gue." kata Salsa.
"Pokoknya dia harus tanggung jawab sama lo (emosi pada Gantha) ya udah sekarang lo tenangin diri lo dulu ya Salsa." kata Emeli.
"Iya, Emeli." kata Salsa.
Salsa merenung mengingat perkataan teman sekampusnya tadi siang sambil merebahkan tubuhnya dikasur.
"Siapa sih yang majang foto gue dan tulisan itu dimading.....aagggghhhh....." teriak Salsa.
"Kenapa sih semua ini terjadi sama gue, gimana kalau besok gue test ternyata hasilnya positive, gue gak bisa membhayangkan kalau anak ini lahir tanpa seorang ayah, dan pasti teman teman semua dikampus pada heboh menghujat gue." Salsa sedih.
Pagi hari Salsa sangat gelisah mondar mandir sambil memegang test pack.
"Gue harus test sekarang biar gue tahu, gue hamil atau gak, apapun resikonya." kata Salsa.
Setelah Salsa selesai test pack Salsa pun melihat hasil test packnya, Salsa kaget bukan kepalang bak kesambar petir. Hatinya tak menyangka ternyata hasil test packnya adalah Salsa positive hamil.
Salsa terjatuh duduk dikasur, dia benar benar syok dengan hasil yang tak diinginkan. Penderitaannya semakin meledak karena mengandung anak dari laki laki yang tak mencintainya.
Terdengar suara motor Gantha yang hendak menjemput Bella.
"I.....itu Gantha.....gue harus ngomong sama dia." kata Salsa segera menemui Gantha
Gantha mencium pipi kanan dan kiri Bella dengan mesra.
"Hai sayang....." kata Gantha.
"Hai pangeran......" kata Bella senang.
"Udah siap belum tuan putri kalau udah siap ayo kita berangkat." kata Gantha merayu.
Salsa turun dan menemui Gantha yang hendak mau berangkat dengan Bella.
"Gantha tunggu." kata Salsa ketus.
"Apaan sih kak, Bella mau berangkat sekolah neh jangan sok kegatelan gitu sama cowok gue." kata Bella ketus.
"Eh.....Bell, gue gak ngomong sama lo ya (melihat Bella dengan emosi) gue mau ngomong serius sama Gantha sebentar aja." kata Salsa.
"Udah yuk bebz, jangan dengerin dia." kata Bella mengajak Gantha pergi.
Tapi sebelum Bella dan Gantha pergi, Salsa mengungkapkan sesuatu yang membuat Gantha dan Bella kaget.
"Gue hamil Gan." kata Salsa.
"Apa hamil?" Gantha kaget.
"Iya gue hamil anak lo." kata Salsa.
"Bo.....bohong kamu kak....kakak gak bener bener hamil khan, kakak ngomong kaya gini biar Gantha balikkan lagi sama kakak." kata Bella tak percaya.
"Gue gak bohong....ini lihat." kata Salsa sambil menunjukkan hasil test packnya ke Gantha.
Gantha kaget melihat hasil test pack itu dan Bella pun juga gak terima kenyataan kalau Salsa hamil anaknya Gantha.
"Itu hasilnya, dan lo harus bertanggung jawab Gan atas anak yang gue kandung." kata Salsa.
Gantha kaget melihat hasil test packnya begitu juga dengan Bella, tapi Gantha mengelak kalau anak yang dikandung bukan darah dagingnya.
"Gak.....Bella masih gak percaya, oh jangan jangan kakak memanipulasi hasil test packnya iya khan kak." kata Bella.
"Gue memanipulasi, buat apa Bella, kalau gue gak hamil gak mungkinlah gue minta pertanggung jawaban Gantha, karena gue juga gak mau gue hidup sama laki laki jahat seperti Gantha." kata Salsa.
"Atau jangan jangan anak yang lo kandung bukan anak gue." kata Gantha.
Salsa reflek menampar Gantha, Emeli mengklason mobil seperti biasa tapi Salsa gak jua keluar, dan Emeli ingin menghampiri Salsa tapi tanpa sengaja dia mendengar percakapan Salsa, Gantha, dan Bella.
"Lo pikir gue semurahan itu Gantha, gue gak takut kalau gue harus test DNA kalau ini emang darah daging lo. Kalau ini emang bukan darah daging lo, lo boleh ninggalin gue Gantha." kata Salsa.
"Sa....gue mohon kalau gitu lo gugurin kandungan lo ya, gue belum siap untuk jadi ayah, dan keluarga gue pasti malu nama baiknya tercemar. Bokap gue khan orang terkaya no 5 jadi tolong ya." kata Gantha.
"Enak banget ya lo ngomong Gantha, lo udah ngelakuin sekarang lo lepas tanggung jawab gitu aja. Dasar pengecut, Lo nyuruh gue gugurin biar lo bisa bebas bersenang senang sama Bella, iya khan." kata Salsa emosi.
__ADS_1
"Udah deh kak Salsa, kakak turutin aja kata kak Gantha kakak gugurin kandungan kakak karena sampai kapanpun Bella gak bisa pisah sama kak Gantha." kata Bella.
"Apa....(kaget) lo mudah banget ngomong kaya gini ya Bell, gue ini kakak tiri lo, gue korbannya tapi lo seenaknya ngomong seperti ini sama gue. Lo emang benar benar gak punya hati ya Bell, coba kalau lo di posisi gue gimana....hah...." kata Salsa menyudutkan Bella.
"Apa Salsa hamil." kata Emeli kaget.
"Bodo amat, Bella gak peduli. Mending kak Salsa aja yang menderita Bella gak mau (Keegoisannya meledak) nasib anak tiri atau kakak tiri itu harus menderita, kakak cuma kakak tiri gue, Jadi kakak aja yang berkorban buat Bella, bukan Bella yang berkorban buat kakak." kata Bella.
"Bella....lo benar benar jahat, lo khan wanita harusnya lo punya perasaan sedikit. Dan Lo Gantha lo harus tanggung jawab atau semua yang lo lakukan terhadap Salsa." sambar Emeli.
"Kalau gue gak mau gimana." kata Gantha.
"Lo harus mau." kata Emeli.
"Sayangnya gue gak mau Emeli (tersenyum sinis) karena gue gak mau mengorbankan masa muda gue untuk menikah apa lagi dengan wanita yang gak gue cintai sama sekali. Gue gak mau menghancurkan masa depan gue, jadi jangan pernah bermimpi kalau gue akan menikah dengan Salsa, ayo sayang." kata Gantha ingin pergi bersama Bella lalu Emeli memegang pundak Gantha dan menonjok wajahnya.
"Ets.....jangan pergi lo Gan." kata Emeli.
"Awww....." teriak Gantha dan Emeli terus menghajar Gantha sampai Bella teriak minta tolong ke ibunya.
"Lo harus bertanggung jawab Gantha (menghajar Gantha) lo gak boleh lepas dari tanggung jawab gitu aja. Gue gak mau berhenti sebelum lo tanggung jawab sama Salsa" kata Emeli.
"Kak Emeli lepasin kak Gantha, kak....ma...ma....kak Monik, tolong." teriak Bella.
"Emeli lepasin Gantha Emeli lepasin." cegah Salsa.
"Gue gak akan lepasin Gantha, sebelum dia tanggung jawab sama lo Sa. Lo harus tanggung jawab Gantha." kata Emeli.
"Ada apa sih ribut ribut, Emeli lepasin Gantha Emeli." kata Eliza.
Emeli berhenti memukul Gantha, Gantha pun kesakitan dan memegang wajahnya.
"bebz.....kamu gak apa apa." kata Salsa.
"Sakit bebz." kata Gantha yang babak belur.
"Eh, Emeli lo perempuan apa preman sih, kasar banget sama cowok." kata Eliza.
"Tahu neh pagi pagi bikin keributan dirumah gue." kata Monik.
"Itu karena Gantha gak mau bertanggung jawab sama Salsa." kata Emeli.
"Bertanggung jawab bertanggung jawab apa?" tanya Eliza.
"Sebaiknya tante ngelarang deh hubungan Bella dengan Gantha, karena Gantha bukan laki laki yang baik. Tante gak mau khan Bella jadi korban Gantha, asal tante tahu aja ya Gantha menjadikan Salsa taruhan dan dia sudah membuat Salsa hamil." kata Emeli.
"Apa Salsa hamil memalukan sekali, Salsa kamu harus gugurin kandunganmu jangan buat nama baik keluarga kita tercemar." kata Eliza marah.
"Tante Eliza, kok tega banget sih ngomong enteng seperti ini sama Salsa, jangan mentang mentang Salsa anak tiri jadi diperlakukan gak adil seperti ini." kata Emeli kesal.
"Lo, jangan ikut campur urusan keluarga saya Emeli." kata Eliza.
"Jelaslah, saya ikut campur. Salsa itu sahabat saya tante, jadi saya gak terima. Kalau sahabat saya selalu diperlakukan tidak adil sama tante, Monik, dan Bella." kata Emeli.
"Udah Emeli, ayo kita kekampus (menarik tangan Emeli, sebelum berangkat bicara pada mamanya) mama sampai kapanpun Salsa gak akan gugurin kandungan ini, janin ini gak berdosa ma. Jadi walaupun Gantha gak mau bertanggung jawab Salsa akan tetap merawat janin ini sendiri." kata Salsa.
"Salsa, kamu harus gugurin kandungan kamu. Salsa tunggu jangan pergi dulu, Salsa.....dasar anak kurang ajar, awas kamu ya kalau pulang." Ancam Eliza marah.
Emeli memandang Gantha penuh dendam dan amarah.
"Gantha lo adalah korban gue selanjutnya, dan malam ini lo bakal mati ditangan gue. Ini pembalasan gue karena lo udah menghancurkan hidup dan masa depan sahabat gue." bathin Emeli mengancam keselamatan Gantha.
"Yuk.....Emeli." kata Salsa.
"Ayo." kata Emeli.
Gantha menahan sakit karena dihajar sama Emeli.
"Ya ampun kak Gantha (menolong Gantha cemas) lo babak belur gini, kita kerumah sakit ya kak. Biar diobatin sama dokter." kata Bella.
"Gak usah Bell, ayo gue antar kesekolah entar telat lagi." kata Gantha.
"Ini semua gara gara kak Salsa (emosi) kak Gantha jadi dipukuli sama kak Emeli. Awas aza kamu kak, Bella akan balas." bathin Bella.
"Ya udah kalian berangkat deh takut telat." kata Eliza.
Bella, Monik, Gantha pamit pada Eliza. Lalu mereka pergi, Bella memapah Gantha kemobil.
"Kak Gantha mending motor nya taro disini aja dulu kak, kita naik mobil aja. Takutnya kakak gak kuat bawa motor dalam keadaan babak belur, kak Monik boleh khan kita numpang." kata Bella.
"Ya bolehlah (tersenyum) biasanya juga gak usah izin lo bareng sama kakak sebelum pacaran sama Gantha, kaya sama siapa aja Bella." kata Monik.
"Tapi Bell." kata Gantha.
"Udah Gan Bella benar, lo takut motornya kita jual (bercanda) ya gak mungkinlah Gan. Ayo naik, kampus kita khan sama." kata Monik.
"Heeemmmm.....oke deh." kata Gantha sambil naik kemobil.
"Sayang, kamu naik duluan aja. Bella mau ngomong sama kak Monik." kata Bella.
"Oke deh sayang." kata Gantha.
"Kak sini deh kak." Bella megang lengan Monik.
"Ada apa sih sayang." kata Monik.
"Kak pokoknya kita harus balas dendam sama Kak Salsa (melihat kearah Gantha bicara pelan pada Monik) karena gara gara dia kak Emeli sampai mukulin kak Gantha. Bella gak terima. kak Monik, Mau khan bantuin Bella." kata Bella.
"Iya sayang, nanti pas libur kita susun rencana untuk balas dendam sama Salsa." kata Monik.
"Iya kak, bila perlu kita buat kak Salsa keguguran, biar kak Gantha gak dikejar kejar untuk bertanggung jawab sama kak Salsa. Bella mau tenang hubungan Bella sama kak Gantha tanpa ada yang ingin menghancurkan hubungan Bella sama kak Gantha." kata Bella.
"Iya sayang (mengelus rambut Bella) pokoknya Bella tenang aja kak Monik pasti bantuin Bella." kata Monik tersenyum.
"Terima kasih kak." kata Bella sambil memeluk Monik dan kembali ke mobil.
Bella tersenyum sama Gantha mesra.
"Ngomongin apa sih sayang." tanya Gantha.
"Pokoknya kak Gantha tenang aja (tersenyum) tahu beres aja deh kak. Tunggu aja kabar baiknya oke kak." kata Bella.
"Ok deh cantik." kata Gantha mencubit pipi Bella gemes.
"Kalau gitu ayo kita berangkat." kata Monik.
"Ayo kak." kata Bella yang sambil naik ke mobil.
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘
__ADS_1