
Gerry terus memperhatikan Emeli, dan jika ada kesempatan Gerry selalu mendekati Emeli. Itu juga kalau Monik tidak berada di dekatnya.
Di Taman Emeli sedang duduk berdua Salsa, dan tiba tiba perut Salsa pun sakit dan minta izin pada Emeli untuk ke toilet. Dan tinggalah Emeli seorang diri yang lagi menikmati pemandangan di taman nan indah. Lalu Gerry mendekati Emeli dengan melihat kanan kiri untuk melihat keadaanya yang sudah ama. tanpa Monik.
"Hai.....Emeli." kata Gerry tersenyum.
"Oh.....kamu Gerry ada apa." kata Emeli ketus.
"Sendiri saja, boleh aku temanin. Aku duduk di sebelah kamu ya Emeli." kata Gerry tapi Emeli tak menjawab dan cuek pada Gerry, tanpa rasa malu Gerry duduk di samping Emeli.
"Emeli, kamu benar benar berubah sekali. Kamu lebih cantik dan menarik. Seandainya waktu itu kamu sudah secantik ini saat kita pacaran, pasti hubungan kita tidak akan putus." kata Gerry.
"Oh.....ya masa sih Gerr. Berarti kamu hanya melihat wanita dari kecantikannya saja kan, bukan dari hatinya." kata Emeli ketus.
"Bu.....bukan gitu maksud aku Emeli, tapi...." kata Gerry, sebelum Gerry melanjutkan kata katanya tapi Emeli segera memotong kata kata Gerry.
"Tapi apa Gerry, itu kan memang kenyataannya. Sudah ya Gerry dari pada kamu di sini terus ganggu aku, melihat wajah kamu yang sok kegantengan itu. Penglihatan aku jadi sakit mending kamu pergi deh dari sini." kata Emeli yang segera bangun dari duduknya.
"Ta....tapi Emeli." kata Gerry yang ikut bangun dari duduknya, lalu Salsa datang menghampiri kembali Emeli.
"Kenapa Emeli, apa laki laki ini mengganggu kamu." tanya Salsa.
"Iya Salsa, laki laki pecundang wanita ini. Sangat mengganggu aku sekali." kata Emeli
"Gerry, untuk apa lagi sih kamu dekatin Emeli lagi, bukankah kamu sudah membuang dia seperti sampah." tanya Salsa ketus.
"Iya maka dari itu Salsa, aku mau minta maaf sama Emeli. Dan aku sangat menyesal sekali atas keputusan aku kemarin, apa lagi aku sudah menghina dia kemarin." kata Gerry.
"Gerry luka yang kamu tancapkan ke jantung hati Emeli itu sangat sakit sekali. Jadi lebih baik kamu simpan sendiri rasa penyesalan kamu itu, dan jangan dekatin Emeli lagi. Paham kamu, ayo Emeli." kata Salsa lalu pergi bersama Emeli meninggalkan diri seorang diri.
"Lihat saja Emeli, aku tidak akan menyerah sampai kamu jatuh ke pelukkan aku. Kamu harus jadi milikku Emeli." kata Gerry.
Tiga hari lagi kampus akan mengadakan acara ulang tahun di kampus Bumi cerdas, dosen menyampaikan kalau acara yang akan dibawakan itu adalah Pesta topeng. Para mahasiswa dan mahasiswi wajib ikut dan memakai topeng begitu pula dengan dosen dan semua orang yang berkaitan dengan kampus Bumi cerdas.
"Nah.....ini kesempatan aku untuk dekat sama Emeli di pesta topeng." batin Gerry.
"Gerry, aku cocok pakai topeng apa ya." kata Monik membuyarkan lamunan Gerry.
"Eh.....iya Emeli." kata Gerry salah menyebut nama.
"Loh kok Emeli sih sayang, jangan jangan kamu masih memikirkan wanita cupu itu ya." kata Monik kesal.
"Bu.....bukan gitu sayang. Aku tidak memikirkan wanita itu kok, kamu tadi ngomong apa sayang?" tanya Gerry.
"Iya Gerry, aku cantiknya pakai costume dan topeng apa ya." tanya Monik.
"Kamu pakai costume dan topeng apa pun, kamu tetap cantik kok sayang." rayu Gerry.
"Oh......terima kasih sayang, atas pujiannya." kata Monik.
"Sama sama sayangku." kata Gerry tersenyum.
"Aduh.....ganggu saja nih Monik, kenapa ya sejak Emeli berubah jadi cantik. Kok aku jadi semakin tergila gila ya sama Emeli, jadi di depan mataku Monik sangat membosankan. Tapi aku tidak bisa memutuskan Monik, sebelum aku bisa balikkan lagi sama Emeli. Kan lumayan untuk bahan serep di saat aku lagi kesepian." batin Gerry.
Semua mahasiswa dan mahasiswi sibuk membicarakan costume apa yang akan dipakai untuk pesta topeng nanti.
Tiga hari kemudian tiba waktunya di acara pesta topeng pada malam hari di kampus bumi cerdas. Suasana sangat ramai semua pada berjoget ria menyambut musik yang berdendang, semua tampak riang dan bergembira.
Monik selalu lengket pada Gerry kaya perangko takkan terpisahkan, sedangkan Emeli juga selalu berdua dengan Salsa bagai pinang dibelah kampak.
"Aduh Salsa.....aku ke toilet dulu ya. Sakit perut nih." kata Emeli memegang perutnya.
"Oh....oke Emeli, mau diantar tidak." ucap Salsa.
"Ah....tidak usahlah Salsa.....memangnya aku anak kecil pakai diantar segala. Aku bisa sendiri kok." kata Emeli tersenyum.
"Kamu berani kan Emeli. Soalnya kan toiletnya diluar aula ini dan diluar kan gelap banget and sepi loh awas nanti ada ii ii...." kata Salsa menakut nakutin Emeli.
"Ih....Salsa malah nakut nakutin aku lagi. Tenang saja aku berani kok Salsa. Emeli kan bukan perempuan penakut." jawab Rania tersenyum.
"Kalau takut panggil aja, Vano 3x pasti datang." canda Salsa.
"Ih....aku lebih atut sama Vano keles Sal giginya itu loh (mengeluarkan gigi seperti tonggos), rrrr.....(canda Ranja tertawa bersama Salsa pas mau membalikkan badan Rania dikagetkan oleh Vano), aaa...." jerit Rania.
"Hai, Rania....ma....ma....mau ke mana?" sapa Vano.
"Aduh Rivano Aipaman kamu bikin kaget aku aja. Untung aja aku tidak jantungan." ujar Rania sambil mengelus ngelus dadanya karena kaget.
"Ma.....ma.....maafkan aku ya Rania." ujar Vano.
"Hampir aku mau bilang pahit....pahit.....pahit...." ujar Vano tersenyum.
"Aduh, Rania kamu bikin gemes aja deh ah (cubit pipi Emeli, Emeli tersenyum terpaksa. Salsa yang melihat ketawa geli sambil menutup mulutnya). Memangnya Gonto tawon apa." kata Gonto lugu.
"Bukan, tawon sih tapi Jaelangkung." kata Emeli pelan.
"Apa." kata Gonto.
"Eh, ti.....tidak kok. Gonto hasem." kata Emeli.
"Hasem itu ganteng ya (tersenyum). Terima kasih Emeli terima kasih." kata Gonto.
"Eh.....iya iya iya." kata Emeli mengangguk Geli wajahnya tersenyum paksa.
"Salsa....padahal hasem itu asem, dia kira Handsome kali hahahaha......" bisik Emeli ke Salsa, Salsa ketawa geli.
"Sudah sabet saja Emeli, lumayan untuk gantungan kunci hahahaha......" ledek Salsa tertawa.
"Iihhh.....Salsa,aku tidak mau. Lihat aja tuh wajahnya angker banget." bisik Emeli ke Salsa, Salsa tertawa geli mendengar leluconan Emeli.
"Angker, memangnya rumah hantu apa hahahaha......kamu bisa saja Emeli." bisik Salsa sambil tertawa.
Emeli ikut tertawa, tapi dia risih dengan keadaan Gonto yang tak putus asa mengejar cinta Emeli.
Gonto selain wajahnya yang tak cakep, kepala botak tapi ada rambutnya berapa helai. terus hidup lagi. Tapi tetap pede dan jatuh cinta pada Emeli, dan sangat tergila gila pada Emeli, Sok puitis.
"Ka....kalian berbisik apa, pasti ngomongin Gonto ya." kata Gonto kepedean.
__ADS_1
"Eh....ti...tidak kok." kata Emeli dan Salsa serentak.
"Salsa pede amat nih cangcorang." bisik Emeli.
"Ya namanya pangeran dikau Emeli, pasti pedelah hahahaha....." bisik Salsa tertawa.
"Ih......amit amit deh." kata Emeli menggedikkan pundaknya jijik.
"Sudahlah jangan bohong. Memangnya Gonto itu sudah tampan dari lahir, jadi jangan direbutin. Salsa maaf ya hati Gonto hanya milik Emeli seorang. Emeli kamu tenang saja ya Gonto akan selalu setia menjaga hati untuk Emeli." kata Gonto pede.
"Eh i....iya tidak apa apa kok Gon." kata Salsa nyengir geli lihat wajahnya Gonto yang kepedean.
"Idih.....gila ini orang super pede banget. Siapa juga sih yang suka sama dia." batin Salsa.
"Siapa juga yang mau sama dia Emeli." bisik Salsa.
"Iya tahu tuh pede amat nih cangcorang ya." bisik Emeli.
"Iya betul." bisik Salsa.
"Terserah kamu lah Gon (tersirat wajah yang bete). Aduh ini orang diladenin tambah kepedean banget. Siapa juga yang suka sama dia, iiihhh....seram (batin Emeli), Gonto aku ke toilet dulu ya. Sudah tidak tahan nih." kata Emeli.
"Ma....mau aku anterin tidak." kata Gonto.
"Heh.....tidak usah. Kamu baik baik saja ya di sini sama Salsa." kata Emeli.
"Emeli, kok sama aku sih." bisik Salsa wajahnya terlihat bete. Emeli tersenyum.
"Emeli, kan gelap di sana nanti kalau kamu takut gimana." kata Gonto.
"Aku tidak takut kok, aku berani (Emeli mencoba menjauh dari Gonto). Aduh, aku lebih takut lihat wajah kamu Gonto. Bye Gonto." kata Emeli yang mencoba menghindar dari Gonto.
"Sal....baik baik di sini, awas rrrr......" ledek Emeli menirukan gigi Gonto yang keluar. Salsa hanya tersenyum bete.
"Sal....kalau gitu aku ke sana dulu ya soalnya tidak ada Emeli. Takutnya nanti Emeli cemburu kalau lihat kita berduaan. Dah Salsa." kata Gonto pede.
"Eh, i....iya dah Gonto (sambil nyengir paksa tamgannya melambaikan tangan), akhirnya pergi juga tuh manusia super aneh. Kepedean banget sih tuh cowok, kasihan Emeli dikejar kejar sama orang kaya gitu. Gonto....Gonto seribu satu orang aneh bin ajaib kaya gitu, super pede hahahaha......" kata Salsa sambil tertawa geleng geleng kepala.
Saat Gerry sedang berjoget bersama Monik dia melihat Emeli sedang berjalan di depan dia, tapi jaraknya masih jauh tak terlihat oleh Monik in the geng, tapi Gerry selalu memperhatikan Emeli karena Gerry mulai jatuh hati pada Emeli karena kecantikannya, Emeli melirik Gerry dan tersenyum manis pada Gerry. Gerry pun tergoda dengan lirikkan dan senyum manis Emeli lalu dia minta izin pada Monik untuk pura pura ke toilet. Tapi Gerry mencoba untuk mengikuti Emeli ternyata Emeli memang sengaja memancing Gerry.
"Aduh sayang....aku kebelet nih aku ke toilet dulu ya sayang." kata Gerry pada Monik yang pura pura kebelet buang air kecil.
"Oke sayang kamu hati hati ya, awas jangan nakal loh." kata Monik.
"Ya tidak mungkin nakal lah, memangnya mau nakal sama siapa sih Mon. Kan aku cuma mau ke toilet, lagi pula kan toiletnya toilet cowok. Masa iya aku ganjen sama cowok. Ih amit amit deh, memangnya aku cowok apaan." kata Gerry.
"Iya iya maaf, aku curiga sama kamu. Ya sudah sana jangan lama lama." kata Monik.
"Oke sayang (meninggalkan Monik dan lihat ke belakang tersenyum puas karena bohongin Monik). Akhirnya kena kamu aku kadalin. Mending aku ikutin Emeli ah.....waktunya bersenang senang Sama Emeli. Mumpung sepi semua pada fokus ke pesta topeng ini." kata Gerry kemudian dia berjalan lagi, sambil melirik ke Emeli yang lagi berjalan keluar aula kampus. Dan Gerry segera mengikuti Emeli dengan semangat.
Ternyata Gerry melihat Emeli berjalan menuju perpustakaan.
"Lah ngapain Emeli ke perpustakaan (bingung). kan malam malam gini, masa sih ada acara di kampus dia juga masih mau belajar, kepintaran banget tuh cewek hehehehe.....(tertawa). Makanya dia selalu dapat penghargaan di kampus, memang Emeli itu cewek yang super unik (tersenyum sambil menggelengkan kepala). Ah....jadi nyesal deh dulu ninggalin dia, padahal kalau di dandanin juga Emeli tidak kalah cantik sama Monik malah bisa lebih cantik dari Monik. Tapi tidak apa apalah, tidak ada kata terlambat kalau aku masih mau berusaha mencuri hati Emeli, ini kesempatan aku untuk dekatin Emeli lagi mumpung sepi." Gerry lirik kanan kiri melihat situasi kampus yang ternyata memang sepi, tidak ada orang satu pun karena semua pada sibuk pesta di gedung kampus yang memang biasa dipakai kalau ada acara.
"Emeli.....Emeli....." panggil Gerry mesra.
Ruang perpustakaan tampak gelap gulita tak ada cahaya satu pun yang bersinar menerangi perpustakaan, Gerry ragu ragu untuk masuk di perpustakaan tapi hati dia memanggil karena kesempatan tidak datang dua kali untuk bisa bersama Emeli dalam kegelapan di Perpustakaan.
"Emeli kamu di mana, mau aku temani tidak. Memangnya kamu tidak takut nanti ada ibu kunti loh. Atau bapak setan sini ayank Em biar bebeb temanin." lanjut Gerry.
"Emeli.....Emeli di mana dikau berada my honey, yuhuu.....sini sayang jangan takut takut, di sini sepi tidak ada Monik jadi kita aman." lanjut Gerry.
Tapi tidak ada jawaban dari Emeli, Gerry masuk perpustakaan yang gelap gulita tiba tiba brruk....pintu perpustakaan tertutup sendiri.
"Oh....my god kok pintunya tertutup sendiri sih." Gerry kaget dan tampak ketakutan dia menggedor gedor pintu tapi tak ada yang mendengar gedoran pintu Gerry, karena bukan hanya pintu yang tertutup sendiri melainkan terkunci sendiri hingga sulit dibuka.
"Tolong.....tolong. Emeli tolong aku Emeli....Monik, Gantha, Joey, Aleta, Vero atau siapa saja yang ada di depan dan mendengar suara aku tolong aku." teriak Gerry sangat ketakutan.
Tiba tiba ada yang memukul kepala Gerry hingga Gerry jatuh pingsan....plak.....sangat kencang sekali, ternyata itu Emeli yang ingin balas dendam pada Gerry. Dan Emeli segera merogoh kantong Gerry dan dia menemukan kunci mobil Gerry lalu Emeli menyeret Gerry ke mobil milik Gerry.
"Aduh, ternyata kamu berat juga ya Gerry, kebanyakkan dosa kali ya. Ya iyalah kebanyakkan dosa, dosa mempermainkan wanita terus." kata Emeli ngos ngosan dan segera mengelap keringatnya karena menyeret Gerry.
Akhirnya Emeli berhasil membawa Gerry ke mobilnya dia menaruh Gerry di tempat duduk belakang.
"Sebentar lagi dendam aku akan terbalas kan Gerry. Kamu akan merasakan sakit seperti apa yang aku rasakan saat itu, malah lebih sakit dari pada yang kamu perbuat padaku." kata Emeli tersenyum senang.
Lalu Emeli mengendarai mobil Gerry dan sesampainya di rumah Emeli, Emeli langsung membawa Gerry ke ruang bawah tanah tempat jasad ibunya berada. Gerry masih belum sadarkan diri tapi Emeli bicara seorang diri sambil mengikat kaki dan tangannya sangat kencang sekali sampai tidak bisa dilepas. Dan mengambil hp Gerry.
"Kamu tenang tenang saja ya Gerry di sini (menepuk nepuk wajah Gerry). Aku akan kembali ke kampus. Biar semua orang tidak curiga kalau aku yang menculik kamu." kata Emeli.
Lalu Emeli memesan ojek online karena dia tidak mau bawa mobil Gerry takut ada yang melihat, karena mobilnya belum dimodif.
Acara kampus masih sangat meriah, Salsa mulai bingung karena Emeli lama banget di toilet. Begitu juga dengan Monik yang cemas menunggu Gerry dari toilet.
"Aduh....ke mana sih Emeli, apa aku samperin Emeli saja ya. Takut terjadi apa apa sama Emeli soalnya ke toiletnya kan dari tadi." kata Salsa cemas
Sangat tepat waktu Emeli datangnya.
Ternyata waktu Salsa mau menyusul Emeli ke toilet Emeli tiba tiba datang.
"Sorry ya Sal.....aku lama habis perut aku mules mules mulu sih." kata Emeli
"Oh ya sudah tidak apa apa Em, baru saja aku mau menyusul kamu, soalnya aku khawatir banget sama kamu Emeli." sahut Salsa.
"Heemmm.....hampir saja (menghela nafas). Untungnya aku datangnya tepat waktu." dalam hati Emeli bicara.
"Oh.....ya sudah kita lanjut joget lagi yuk Em." Kata Salsa.
"Ayo siapa takut." jawab Emeli.
Monik juga celingak celinguk menunggu Gerry, karena sudah lama banget dia ke toilet tapi belum juga datang. Monik mencemaskan keadaan Gerry.
"Gerry kok lama banget ya ke toiletnya." kata Monik.
"Iya ya ke mana ya dia." sambar Vero.
"Jangan jangan ketiduran di toilet lagi." canda Joey.
__ADS_1
"Apa jangan jangan dia sama sih cupu." kata Aleta.
"Kayanya sih tidak mungkin deh. Itu sih cupu ada, lagi joget sama Salsa." kata Monik.
"Ya sudah kalau gitu biar aku susul Gerry." kata Gantha.
"Aku ikut Gan." kata Monik khawatir.
Lalu Gantha dan Monik ke toilet untuk mencari Gerry yang belum kembali juga, Emeli melihat dengan tersenyum dan mata penuh dendam.
"Gerry....Gerry...." kata Gantha.
Dibuka satu persatu pintu toilet tapi Gerry tidak ketemu juga.
"Gimana Gan." tanya Monik.
"Di sini juga tidak ada Mon." kata Gantha.
"Aduh terus di mana ya tuh sih Gerry, kok di toilet tidak ada katanya mau ke toilet tadi izinnya." kata Monik bingung.
"Jangan-jangan." Kata Gantha dengan muka tegang.
"Jangan-jangan apa." Monik panik.
"Jangan-jangan Gerry kecantol lagi sama perempuan lain." canda Gantha tertawa.
"Sembarangan kalau ngomong." kata Monik kesal reflek memukul punggung Gantha.
"Aduh.....Mon sakit." rintih Gantha.
"Habis kalau ngomong sembarangan sih (kesal). Ya tidak mungkinlah dan tidak akan pernah mungkin dia kecantol sama perempuan lain. Gerry kan sudah berubah, dan sekarang dia benar benar cinta mati sama aku." kata Monik yang wajahnya tampak bete karena omongan Gantha.
"Iya sorry bercanda." kata Gantha.
"Bercanda ada waktunya, bukan saat kaya gini Gantha." kata Monik penuh emosi.
"Iya maaf deh maaf, terus di mana ya Gerry sekarang. kok dia tidak ada di sini ya." kata Gantha.
"Iya nih, di mana ya Gantha. Kenapa dia bohongin aku (sedih). Katanya mau izin ke toilet ternyata malah tidak ada di toilet." kata Monik kecewa.
Lalu Gantha dan Monik balik ke Pesta.
"Gimana Gantha, Monik.....kok Gerry tidak sama kalian." tanya Joey.
"Iya tadi aku cari di toilet tapi Gerry
tidak ada aku juga bingung dia ke mana." kata Monik bingung karena Gerry tidak ada di toilet.
"Waduh, terus di mana ya Gerry. Kan tadi dia izin sama kamu mau ke toilet kan Monik." tanya Vero.
"Iya makanya, aku juga bingung nih." jawab Monik.
"Kok aneh ya tiba tiba Gerry bisa tidak ada di toilet, kalau pulang masa dia tidak pamit dulu sama kamu." kata Aleta.
"Nah itu dia aku juga bingung Aleta." jawab Monik.
Emeli yang dari tadi memperhatikan Monik, Aleta, Vero, Gantha, dan Joey mencari Gerry. Emeli langsung punya ide karena memegang hp Gerry, dia yang chat Monik dengan memakai hp Gerry.
"Salsa.....aku minum dulu ya haus nih, kamu lanjut joget saja ya." izin Emeli.
"Yoi Em....." jawab Salsa.
Emeli melihat Monik cs yang gelisah begitu juga dengan Gantha dan Joey sahabat Gerry yang mencemaskan Gerry. dan akhirnya Emeli chat Monik dengan hp Gerry biar Monik tidak curiga dengan berpura pura menjadi Gerry.
"Sayang, maaf ya aku tidak pamit dulu kalau aku pulang duluan, karena tiba tiba perutku sakit banget sampaikan salam aku sama teman teman semua ya dan permintaan maafku. Karena tidak bisa have fun bersama kalian semua, I Love You Honey." Isi chat Emeli yang menggunakan nama Gerry.
Monik membaca chat yang dikirim oleh Emeli yang dikira itu Gerry.
"Kamu tidak apa apa kan sayang, aku khawatir nih sama kamu. Apa perlu aku temanin kamu di saat kamu lagi sakit kaya gini." balasan chat Monik.
"Oh.....tidak usah, kamu have fun saja di sana, aku istirahat bentar dan minum obat juga besok baikkan lagi. I LOVE YOU HONEY." chat dari Emeli yang menyamar jadi Gerry.
"Oke istirahat ya sayang, I LOVE YOU TO." Balasan Monik.
"Uwek......jijik aku (pura pura mual), chat sama Monik pakai sayang sayangan. Tapi tidak apa apa ini demi kesuksesan rencanaku." kata Emeli.
"Hai guys, Gerry ngechat aku ternyata dia lagi sakit makanya dia pulang duluan." kata Monik sedikit agak tenang karena dia kira sudah dapat kabar dari Gerry.
"Oh....gitu....kok dia tidak pamit dulu sih sama kita." tanya Gantha.
"Mungkin perutnya sudah keburu sakit, jadi tidak sempat pamit makanya tadi dia ke toilet kan mungkin buang buang air." kata Monik yang membela Gerry.
"Oh ya sudah, tidak apa apa Gantha. Yang penting kan sudah ada kabar dari Gerry, jadi kita tidak usah cemas lagi mending kita lanjutkan joget jogetnya." kata Joey.
"Tidak ah....aku sudah tidak semangat soalnya tidak ada Gerry." kata Monik lemas.
"Kamu harus have fun dong Monik." kata Aleta.
"Gimana mau have fun, cowok aku lagi sakit." kata Monik.
"Setidaknya dia kan sudah ada kasih kabar ke kamu Monik, kamu tidak asyik ah kalau kita tidak bisa have fun. Ayolah Monik kita have fun." pinta Vero.
"Oke oke ini demi kalian ya." kata Monik tersenyum.
"Nah gitu dong...." sahut Aleta dan Vero.
Emeli tersenyum puas karena berhasil membuat Monik, Aleta, Vero, Gantha, dan Joey tidak mencari Gerry lagi, melainkan mereka pada melanjutkan joget menikmati irama musik di pesta topeng kampus.
Emeli tersenyum puas karena sudah berhasil mengalihkan pencarian mereka.
"Berjogetlah bersuka ria bersenang merayakan kepergian Gerry malam ini, karena esok kalian akan bersedih soalnya Gerry akan menghilang untuk selamanya tanpa ada kabar hahahahaha.....(tertawa) akhirnya, mereka percaya kalau yang ngechat itu adalah Gerry. Padahal Gerry sudah aku culik." kata Emeli Tersenyum puas.
Emeli melihat Monik in the gank dengan Gantha dan Joey yang berjoget ria bersama tertawa bahagia menikmati melodi indah. Sementara Gerry ada dalam genggaman Emeli. Emeli tersenyum bahagia dan dia kembali ke Salsa ikut berjoget bersama Salsa menikmati iringan musik merayakan kesuksesannya telah menculik Gerry dan bahkan setelah pulang dari pesta topeng, Emeli akan menjalankan aksi balas dendamnya pada Gerry.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘