Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Gas Beracun


__ADS_3

Bella melihat foto dia berdua Gantha sambil menangis di kamar tidur.


"Kak.....kamu di mana sih sebenarnya, Bella kangen sama kamu kak. Bella rindu banget sama kehadiran kak Gantha." tangis Bella memecah.


"Tok....tok....tok...." Terdengar suara ketukan kamar Bella yang di ketok oleh Monik.


"Ada apa sih kak." kata Bella menjawab malas.


"Sayang, makan dulu ya. Ini sudah kakak bawain makanan untuk kamu." kata Monik


"Bella tidak mau ah kak, Bella lagi tidak nafsu makan." tolak Bella.


"Sayang, kamu harus makan. Kalau kamu tidak makan bagaimana kamu punya stamina yang kuat untuk membalas dendam pada Salsa Bella." kata Monik menyemangati Bella untuk membalas dendam pada Salsa.


"Maksud kakak." kata Bella tak mengerti.


"Maksud kakak, ini semua gara gara Salsa kan. Salsa yang menyebabkan Gantha pergi. Jadi kita harus singkirkan Salsa. Kalau Salsa di singkirkan, terus tidak ada lagi bayi dalam kandungan Salsa dan Gantha pasti akan balik lagi sama kamu Bella dan kalian pasti akan bersatu, Gantha tidak akan takut lagi sama Salsa. Jadi dia tidak perlu sembunyi sembunyi lagi dari Salsa." kata Monik memberi ide jahat.


"Iya kak kamu benar juga, kita harus menyingkirkan Salsa. Ini semua demi kak Gantha." kata Bella matanya pancarkan dendam yang membara kepada Salsa.


"Makanya Bella, kamu harus makan dulu ya sayang. Biar kita dengan mudahnya menyingkirkan Salsa." kata Monik tersenyum.


"Iya kak Monik, Bella mau makan. Tapi suapin ya kak." kata Bella tersenyum manja.


"Oke baiklah, kakak akan suapin adik kakak yang kakak paling sayangi." kata Monik sambil menyendok makanan untuk disuapi ke Bella dan Bella mulai menikmati makanan yang disuapi oleh Monik.


Saat mau ke kampus Salsa seperti biasa sedang menunggu jemputan Emeli, tiba tiba Monik dan Bella membawa paksa Salsa.


"Ayo ikut." kata Monik dan Bella serentak.


Emeli yang baru sampai bingung melihat Monik dan Bella yang membawa paksa Salsa, Emeli mau menolong tapi telat karena Salsa udah naik ke mobil Monik dan Bella.


"Gawat Salsa dalam bahaya (panik) aku harus ikutin dia (sambil menyetir mobil) sebenarnya mau di bawa ke mana sih Salsa. Awas saja kalian kalau terjadi apa apa sama Salsa, Monik....Bella kalian akan mati di tanganku." kata Emeli kesal.


Monik dan Bella pun menurunkan Salsa di rumah tua, ternyata Monik telah menyiapkan sesuatu yang membuat Salsa tidak akan bertahan di dalam rumah tua itu.


"Kak sebenarnya kita bawa kak Salsa ke rumah ini, mau diapain sih kak." tanya Bella penasaran.


"Kemarin, kakak sudah mempersiapkan gas beracun di dalam kamar ini. Dan kita akan menguncikan Salsa. Kakak yakin Salsa tidak akan bertahan lama." kata Monik tersenyum.


"Wah, itu ide yang bagus kak (tersenyum senang) tamat riwayat kamu kak Salsa. Karena setelah kamu tidak ada di dunia ini. Kak Gantha pasti akan kembali denganku." kata Bella sambil memegang pipi Salsa kasar.


"Selamat tinggal saudara tiriku." kata Monik yang segera memakai alat pelindung gas beracun bersama Bella lalu menyalakan gas beracunnya dan menguncikan Salsa di kamar kosong yang ada gas beracun.


Salsa bangun dan menggedor gedor pintu yang dikunci oleh Monik dan Bella.


"Monik.....Bella bukakan pintu (menggedor pintu) tolong aku tidak mau mati di sini, kasihan bayi yang ada dalam kandungan aku. Tolong Monik Bella jangan setega itu walau bagaimanapun yang ada dalam kandunganku itu adalah keponakan kalian." tangis Salsa.


"Masa bodo dengan bayi dalam kandungan kamu kak biar mati aja bersama kamu. Selamat menikmati gas beracun yang ada di sana kakak tiriku. Bye bye kak Salsa." kata Bella sambil membuka alat pelindung gas beracun bersama Monik.


"Aku tidak peduli dengan janin yang ada di dalam kandungan kamu Salsa, aku juga tidak pernah menganggap kamu sebagai saudaraku jadi janin yang ada dalam kandunganmu itu bukan keponakanku. Dan asal kamu tahu saja ya salsa kalau janin itu mati maka Gantha pun akan balik lagi dengan Bella. Aku lebih memikirkan perasaan Bella dari pada kamu Salsa yang hanya saudara tiriku." kata Monik.

__ADS_1


"Selamat tinggal kakak tiriku hahahaha......" kata Bella sambil tertawa.


Emeli melihat Monik dan Bella keluar sambil tertawa bahagia.


"Rasain kamu Salsa, kamu akan mati hahahahaha.....(tertawa) pokoknya kamu tenang aja ya sayang (megang pundak Livya) kak Gantha sebentar lagi pasti akan balik ke kamu." kata Monik tersenyum senang.


"Iya kak, Bella juga sudah tidak sabar melihat besok kak Salsa sudah jadi mayat hahahaha......" kata Bella tertawa lalu pergi bersama Monik meninggalkan rumah tua itu.


Setelah kepergian mereka Emeli turun dari mobil dan mencari Salsa.


"Monik.....Bella jangan pergi. Tolong aku." kata Salsa.


"Salsa.....Salsa....." teriak Emeli sambil mencari di setiap ruangan.


"Tolong tolong." kata Salsa sambil batuk.


"Salsa kamu di mana." teriak Emeli yang cemas akan keadaan Salsa.


"Itu seperti suara Emeli (mendengarkan) Emeli tolong aku Emeli tolong aku (menggendor dengan kerasnya tapi apa daya gas beracun sudah merasuk ke tubuhnya hingga badannya lemas) Emeli aku di sini. Aku sudah tidak kuat lagi Emeli." kata Salsa yang terbaring lemah di lantai dengan wajah pucat pasi dan batuk batuk napas Salsa pun sesak.


"Itu suara Salsa (berlari ke arah Salsa berteriak, dan melihat Salsa yang terbaring lemah tak berdaya di balik jendela) Oh my god Salsa. Salsa tunggu aku (mencari barang tuk mendobrak pintu, dan Emeli pun menemukan alat pelindung gas beracun di dekat kamar tersebut dan memakainya. Salsa....kamu harus bertahan Sal aku pasti bisa membuka pintu ini (akhirnya pintu berhasil di dobrak, Emeli segera menggendong Salsa yang pingsan karena gas beracun. Dia memindahkan Salsa ke depan dan membuka pelindung gas beracun lalu cepat cepat membawa Salsa ke rumah sakit), Salsa kamu harus bertahan ya Sal.....kamu harus bertahan....." tangis Emeli.


Di rumah Monik dan Bella sangat senang sekali.


"Hahahahahaha......(tertawa) Kak Monik, Bella sangat sangat bahagia sekali kak, akhirnya kak Salsa akan mati. Dan kak Ganthaku pasti akan balik lagi kepelukan Bella kak." kata Bella yang membaringkan dirinya ke kasur dengan sangat senang.


"Iya sayang, kakak senang lihat kamu bisa bahagia lagi seperti ini." kata Bella tersenyum senang.


Emeli berlari kerumah sakit sambil menggendong Salsa.



Emeli mondar mandir sangat mencemaskan keadaan Salsa, dia panik karena Salsa tidak sadarkan diri akibat gas beracun.


"Aduh, gimana ya keadaan Salsa. Semoga Salsa baik baik saja (cemas dan kemudian dokter keluar) maaf dok bagaimana keadaan Salsa." kata Emeli dengan raut wajah yang cemas.


"Salsa masih dalam keadaan kritis karena gas beracunnya sudah menjalar hingga ke paru paru. Dan maaf janinnya tak bisa lagi di selamatkan." kata dokter.


"Oh my god Salsa. Kasihan kamu Salsa.....harus menderita seperti ini, kehilangan anak yang kamu kandung (menangis, dan kemudian mengangkat kepalanya juga mengepal tangannya penuh dendam) Monik, Bella aku akan membalaskan dendam Salsa. Mereka harus mati karena mereka sudah hampir membunuh Salsa.


Bella sangat happy setelah beberapa hari sering galau, Jasmine dan Bella sudah menunggu di meja makan.



"Selamat malam mama....kak Monik." kata Bella sambil tersenyum manis penuh keceriaan.


"Tumben nih anak mama kok sudah kembali ceria lagi, sudah tidak galau lagi nih." kata Jasmine dengan tersenyum senang memperhatikan Bella.


"Iya dong ma. Soalnya tadi pagi Bella sama kak Monik sudah buat kak Salsa sekarat, karena gas beracun yang Bella sama kak Monik kasih di rumah tua. Mungkin sekarang kak Salsa sudah mati kali hahahaha....." kata Bella yang duduk di kursi makan sambil tertawa.


"Wah, kalian hebat. Punya rencana seperti itu untuk menyingkirkan Salsa dari dunia ini hahahaha....." kata Jasmine tertawa.

__ADS_1


"Iya dong ma, siapa dulu mamanya. Ini semua ide Monik loh ma hahahaha......." kata Monik tertawa senang.


"Iya kalian cerdas keturunan mama. Seperti mama yang menghabisi papanya Salsa dengan racun hingga meninggal dan semua menganggap meninggalnya papanya Salsa karena sakit jantung hahahahah......" kata Jasmine tertawa.


Di saat mereka tertawa berbahagia di tengah kebahagiaan mereka. Emeli datang memencat bell.


"Ting nong ting nong." suara bell rumah Monik pun berbunyi.


"Aduh, siapa sih yang datang. Ganggu makan malam aja." kata Bella yang langsung membuka pintu rumah dan kaget melihat Emeli datang ke rumahnya.


"Kak Emeli (kaget) kakak mau ngapain ke sini. Mau cari kak Salsa. Kak Salsa tidak ada di sini." kata Bella ketus tapi Emeli cuek dan masuk ke rumah Monik tanpa di persilahkan masuk dan langsung duduk di meja makan dan memakan sepotong ayam yang ada di meja makan.


"Emeli apaan apa kamu, tidak ada sopan santunnya banget. Masuk rumah orang langsung makan aja. Siapa yang suruh kamu makan hah." tanya Monik kesal.


"Tahu nih kak Emeli, main masuk aja. Tidak di suruh masuk juga. Terus main makan ayam saja itu kan ayam bukan untuk kamu." kata Bella kesal.


"Memang sih tidak ada yang suruh aku makan, tapi aku sangat lapar sekali (memegang perutnya) karena apa? karena tadi aku sudah menyelamatkan sahabat aku Salsa hahahaha......(tertawa) dan aku gendong gendong dia ke rumah sakit karena dia habis ada yang jahatin dia. Dia di kunciin di ruangan yang ada gas beracunnya." kata Emeli santai.


"Ah....jadi Salsa masih hidup." kata Monik yang kaget mendengar kabar dari Emeli.


"Loh kok kamu tanya seperti itu Monik (mikir) oh jangan jangan kamu yang mengunci dia di ruangan yang ada gas beracunnya ya." kata Emeli santai.


"Sembarangan aja kalau ngomong, jangan asal nuduh ya ada bukti tidak." kata Monik tidak mengaku.


"Hem....okelah kalau tidak mau mengaku. Tapi aku ke sini memang mau kasih kabar sih kalau Salsa itu memang masih selamat ya meski dia kritis. Tapi aku yakin dia masih bisa bertahan hidup (tersenyum melihat Monik dan Bella yang panik) kenapa kok kalian berdua panik masih tidak mau mengaku juga ya, kalau kalianlah yang menyebabkan Salsa jadi seperti ini." kata Emeli sambil melirik Monik dan Bella dengan tatapan sangat tajam.


"Kan tadi kak Monik sudah bilang kalau bukan kita yang menyebabkan kak Salsa seperti ini, kalau tidak ada bukti jangan nuduh sembarangan itu sama aja fitnah tahu." kata Bella marah.


"Slow aja keles, jangan marah gitu dong. Aku kan nanya baik baik kok (santai) oke kalau kalian berdua memang tidak mau mengaku ya tidak apa apa. Tapi nanti setelah Salsa bangun dari kritisnya dia pasti akan menjadi saksi untuk melaporkan ke polisi siapa dalang yang mengunci dia di kamar gas beracun dan mereka pasti akan di seret ke penjara." kata Emeli sambil tersenyum.


"Kamu ngomong apa sih Emeli, jangan nuduh anak anak saya." kata Jasmine kesal.


"Tante tenang saya tidak menuduh anak anak tante kok, tapi nanti Salsa yang akan mengungkapkan semuanya hahahaha..... (tertawa melihat wajah kepanikan Monkk dan Bella) siapa dalang di balik semua ini setelah Salsa sadar dari kritisnya jadi siapa pun itu pasti dia tidak akan lolos dari jeratan hukum (tersenyum) hem....sangat lezat dan nikmat sekali. Terima kasih ya atas ayam panggangnya" kata Emeli yang segera pergi meninggalkan rumah Jasmine.


"Ma....ini gimana ma, gimana. Kalau sampai kak Salsa bangun kita berdua bisa masuk ke penjara." kata Bella cemas.


"Iya ma, gimana dong ma Monik takut nih ma." kata Monik cemas.


Emeli sangat senang melihat kepanikan Monik dan Bella melihat dari balik Jendela rumah Monik.


"Selamat menikmati ketakutan kalian berdua Monik dan Bella. Malam ini pasti kalian berdua tidak akan bisa tidur nyenyak hahahaha.....(tertawa) kalian pasti akan masuk ke perangkap aku dan kalian akan mati di tanganku. Karena aku tidak akan tenang sebelum membalas perlakuan kalian terhadap Salsa." kata Emeli tersenyum


Emeli menjauh pergi dari rumah Monik. Monik dan Bella pun sangat cemas karena Salsa masih bisa di selamatkan meski masih kritis tapi takut sewaktu waktu terbangun dari komanya dan membongkar kejahatan Monik dan Bella terhadap polisi.


Malam hari di kamar tidur Monik dan Bella gelisah mengingat akan kata kata Emeli jadi tidak bisa tidur. Monik dan Bella sangat takut jika Salsa bangun dan melaporkan kejahatan ke polisi Monik dan Bella akan di penjara.


"Aduh gimana nih kalau Salsa bangun dari komanya pasti dia akan melaporkan aku ke polisi terus aku di penjara deh, ah tidak mau aku tidak mau di penjara." kata Monik yang gelisah dalam tidurnya merubah rubah posisi tidur tapi selalu terngiang ngiang akan omongan Emeli.


"Gawat.....ini benar bemar gawat, kalau misalnya kak Salsa bangun dari komanya terus bicara pada polisi. Pasti aku dan kak Monik akan di penjara. Ah.....tidak mau aku tidak mau di penjara, aku belum siap masuk penjara. Gimana ini. Ah.....aku tidak bisa tidur....." kata Bella yang uring uringan di kamarnya gelisah, selalu teringat dengan kata kata Emeli di meja makan.


Monik dan Bella selalu mengganti posisi tidurnya tapi tak jua bisa tidur. Terkadang bangun, duduk, tidur lagi, ditutupin selimut, dibuka lagi selimutnya tapi Monik dan Bella tak bisa tidur juga selalu gelisah tak menentu takut kejahatannya terungkap dan Monik dan Bella di penjara karena mencoba membunuh Salsa dengan gas beracun dan menyebabkan janin yang dalam kandungan Salsa keguguran.

__ADS_1


Akhirnya Monik mengambil obat tidur dari laci mejanya dan meminumnya. Akhirnya Monik pun bisa tertidur pulas. Monik terpaksa minum obat tidur karena kepalanya sakit sekali diakibatkan banyak pikiran dan kurang tidur.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2