Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Teror Untuk Monik


__ADS_3

Monik merasa terpukul dan sangat terpukul. Bayang bayang Bella terus menghantui kehidupannya. Tangis mengalir deras di kedua pipinya. Hanya penyesalan yang tersisa untuk adik tersayangnya.


"Adik tiri kamu sudah tewas Salsa, dia memang harus mati karena dia yang sudah menyebabkan kamu menderita, dan sekarang giliran Monik. Tapi dia harus merasakan ketakutan terlebih dahulu sebelum kematian menjemputnya." kata Emeli berbicara dengan Salsa yang lagi koma.


Monik dan Jasmine masih bersedih, suasana duka masih menyelimuti rumahnya. Suasana di meja makan tak seperti biasanya, Jasmine hanya memandangi makanannya tanpa menyentuhnya. Sedangkan Monik hanya mengaduk ngaduk makanannya tapi tidak ada selera untuk melahap sarapan di pagi hari.


"Monik, panggil Bella suruh dia sarapan dulu." kata Jasmine yang masih belum terima kepergian Bella, Monik pun kaget mendengar perkataan Jasmine.


"Apa ma (kaget) Bella tapi ma Bella kan sudah tidak ada ma." kata Monik meledakkan tangisnya, Jasmine pun terdiam dan menangis karena dia lupa kalau Bella sudah tidak ada di dunia ini.


"Iya, mama lupa kalau Bella sudah tidak ada. Mama merasa Bella masih ada di tengah tengah keluarga kita." kata Jasmine yang langsung menundukkan kepalanya.


Emeli berada di depan rumah Monik dan dia memantau keadaan rumah Monik lalu Emeli mengetuk pintu rumah Monik dan Monik pun membuka pintu rumahnya.


"Teror segera dimulai." kata Emeli dengan tersenyum lalu mengetuk pintu rumah Monik meletakkan bingkisan di depan rumah Monik. Monik pun kaget melihat ada kotak bingkisan di depan pintu rumahnya.


"Ini, bingkisan dari siapa ya (kaget melihat kanan kiri) kok tidak ada nama pengirimnya." kata Monik yang masih heran karena ada kotak bingkisan di depan pintu. Monik pun membuka bingkisan itu sungguh sangat kaget Monik mendapatkan boneka perempuan yang sudah terkoyak koyak, kepalanya putus dan banyak noda merah seperti darah lalu ada tulisan "Sekarang giliran kamu Monik, nyawa dibayar oleh nyawa. Kamu akan mati Monik menyusul adik, pacar, dan sahabat sahabat kamu." Monik pun kaget melihat tulisan itu dan melempar boneka dan kotak itu hingga tejatuh ke lantai sambil berteriak. Jasmine yang mendengar teriakkan Monik pun datang menghampiri Monik.


"Monik kamu kenapa sayang." tanya Jasmine.


"I....itu ma....." kata Monik ketakutan sambil menunjuk boneka tersebut dan menutup matanya.


"Itu apa sayang." kata Jasmine


"Itu ma itu." kata Monik sambil menutup matanya.


Lalu Jasmine mengambil boneka dan melihat surat yang ada di lantai. Jasmine kaget dan mencemaskan keadaannya Monik.


"Mon.....Monik ini apa (lalu membaca surat teror itu melihat Monik yang ketakutan) ya ampun Monik siapa yang meneror kamu." kata Jasmine panik.


"Monik juga tidak tahu ma itu teror dari siapa, Monik takut ma Monik takut." kata Monik menangis ketakutan, Jasmine langsung memeluk Monik yang ketakutan.


"Mama juga takut sayang, mama takut terjadi apa apa sama kamu sayang. Karena mama sudah kehilangan Bella dan mama juga tidak mau kehilangan kamu sayang." Kata Jasmine sedih.


"Sekarang Monik harus bagaimana ma." tanya Monik.


"Kamu tidak usah keluar rumah ya sayang termasuk kuliah." jawab Jasmine khawatir dengan keadaan anaknya.


"Ya tidak mungkinlah ma kalau Monik tidak kuliah, nanti Monik bisa ketinggalan pelajaran lagi pula ma Monik stress kalau di rumah terus karena kepikiran Bella ma." kata Monik.


"Iya juga sih sayang, ya sudah yang penting kamu hati hati ya sayang. Mama benar benar khawatir banget sama kamu." kata Jasmine khawatir.


"I....iya ma semoga tidak terjadi apa apa sama Monik ya ma. Monik sangat takut banget ma." kata Monik khawatir dengan keadaannya yang telah dapat teror boneka terkoyak penuh lipstik dan kepalanya putus.


Emeli tersenyum melihat ekpresi Monik yang ketakutan bersama Jasmine orang yang selama ini sudah membuat Salsa menderita, dan yang menyebabkan papa Salsa meninggal.


Monik tak seceria seperti biasanya. Monik jadi lebih pendiam, dan pemurung. Itu yang membuat teman temannya heran. Monik duduk di taman kampus seorang diri dan terus memikirkan adiknya, bukan hanya itu dia juga memikirkan teror tadi pagi.


"Vera....." panggil Aleta.


"Hei Aleta kamu baru datang." tanya Vera.


"Iya nih btw busway Monik mana ya. Kok tumben belum kelihatan batang hidungnya." tanya Aleta matanya sambil mencari Monik.


"Hemm....ya udah kalau gitu. Kita cari Monik yuk." kata Vera.


"Yoa my sister." balas Aleta


"Eh, itu ada sih Bon ayo kita tanya sama dia." ajak Vera


"Iya ayo." kata Aleta.


"Hai Bon." kata Aleta dan Vera sambil tersenyum.


"Hai juga, ada apa nih cewek cewek cantik pada deketin Bon (lihatin Aleta dan Vera) pasti mau minta ice cream Bon ya." kata Bon sambil mengumpetkan ice creamnya, Aleta dan Vera kaget mendengar perkataan Bon dan mengelak.



"Ah....ti....tidak kok Bon, kami ke sini cuma mau tanya teman kami aja. Kamu lihat Monik tidak Bon." tanya Aleta.


"Monik (menggaruk kepalanya) hem......Bon tidak lihat Monik kok Aleta Vera, tadi pas Bon beli ice cream dia tidak ada di tukang ice cream." kata Bon polos.


"Aduh tidak jelas nih sih Bon (pelan) oh ya udah terima kasih ya Bon, kami permisi dulu mau cari Monik. Ayo Aleta." kata Vera sambil menggandeng Aleta.


Aleta dan Vera mencari cari Monik dan dia bertemu dengan dua mahasiswi cantik bernama Lusi dan Jessinta. Aleta dan Vera pun bertanya dengan Lusi dan Jessinta. Lusi dan Jessinta ingin sarapan pagi di kantin kampus.


"Lusi, Jessinta tunggu." panggil Aleta.


"Wah tumben banget nih salah geng primadona kampus negur kita, ada apa nih pasti ada mau nya iya kan." kata Lusi ketus tapi sambil tersenyum.



"Iya betul tuh Lusi, kalian mau apa. Kita mau pada ke kantin nih mau sarapan pagi kan lapar nih perut biar konsen belajarnya kalau udah makan." kata Jessinta sambil memegang perutnya.


__ADS_1


"Tidak aku cuma mau tanya sama kalian, kalian lihat Monik tidak." tanya Vera.


"Monik." kata Lusi dan Jessinta saling berpandangan.


"Lah kamu aja sahabatnya tidak tahu di mana Monik, apa lagi kita yang tidak terlalu akrab sama Monik iya kan Jess." kata Lusi.


"Yups Lusi betul emangnya kita baby sisternya Monik apa. Kalian tanya Monik ke kita." jawab Jessinta.


"Sudah ah aku lapar nih, kalian cari Monik aja sendiri. Ayo Jess kita lanjut ke kantin sudah lapar nih." kata Lusi sambil memegang perutnya yang kelaparan.


"Iya aku juga lapar nih. Bye bye Aleta dan Vera." kata Jessinta.


Lusi dan Jessinta langsung menuju kantin karena kelaparan.


"Yee kalau tidak tahu ya tidak usah nyolot gitu keles, di tanya baik baik juga jawabnya ngegas." kata Aleta kesal.


"Iya Lusi dan Jessinta nyebelin banget ih (kesal) ya udah Aleta ayo kita cari Monik lagi yuk." kata Vera.


"Iya ayo." kata Aleta.


"Eh Nindy, Aira itu kan Monik." kata Vaila.



"Oh iya Vai, kok tumben ya dia sendiri aja di taman sepertinya dia lagi ada masalah." kata Nindy.



"Ah bomat itu mah bukan urusan kita dia mau ada masalah atau tidak. Karena selama ini kan Monik in the gank sudah sombong sama kita dan sering ngebully kita, mending kita ke kelas yuk." kata Aira tidak peduli.



Di arah ke kelas Vaila, Nindy, dan Aira berpapasan dengan Aleta dan Vera. Karena Aleta matanya mencari cari Monik tanpa sengaja dia menabrak Vaila.


"Aduh.....Aleta kamu tuh kalau jalan lihat lihat dong." kata Vaila kesal.


"Yee harusnya kamu yang lihat lihat kalau jalan Vaila." kata Aleta kesal.


"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian, sepertinya kalian lagi ada masalah ya. Tadi kita lihat Monik sendiri aja di taman sedang melamun sekarang kamu Aleta jalannya tidak fokus nabrak Vaila." kata Nindy.


"Apa (kaget melihat Aleta) jadi kalian lihat Monik di taman sedang melamun sendiri aja." sambar Vera.


"Kalian serius." kata Aleta tidak percaya.


"Ya iyalah masa kita bohong sih sama kalian, teman kalian itu si Monik memang ada di taman sendiri aja lagi melamun. Tahu tuh apa yang di pikirin." kata Aira.


"Iya ayo." jawab Vera.


"Yee tidak ada terima kasih terima kasihnya langsung nyelonong aja." kata Vaila kesal lihat ke belakang.


"Iya tuh jadi cewek sok cantik banget, apa susahnya bilang terima kasih sama kita coba." kata Aira.


"Ya sudah tidak usah di pikirkan mereka memang seperti itu kan sifatnya, sombong dan tidak punya hati. Mending kita ke kelas yuk ah dari pada mikirin geng sok cantik itu." kata Nindy.


"Iya ayo." kata Vaila dan Aira serentak.


Monik masih memikirkan teror boneka itu dan dia melihat surat ancaman.


"Apa benar isi surat ini kalau Gerry sudah tewas terbunuh. Jangan jangan Gantha dan Joey juga pada tewas terbunuh. Terus adik aku Bella bukan tewas bunuh diri tapi dibunuh juga dan ini pembunuh yang sama yang sudah membunuh sahabatku Vero. Aaa....(teriak) Sebenarnya siapa yang meneror aku kalau sih peneror itu benar benar membunuh aku gimana, aku belum mau mati." kata Monik yang gelisah memikirkan teror yang datang ke rumahnya saat lagi sarapan pagi.


"Itu dia Aleta, ternyata benar dia ada di sini." kata Vera.


"Oh iya, ayo kita samperin." kata Aleta.


Aleta dan Vera pun menghampiri Monik yang melamun seorang diri di taman kampus.


"Monik." kata Aleta dan Vera yang kemudian duduk di sebelah Monik.


"Kamu tumben sih menyendiri aja di sini, kita berdua cariin kamu tahu ke mana mana." tanya Vera.


"Iya kamu kenapa sih Monik, apa kamu masih sedih kehilangan adik kamu." tanya Vera.


"Sudahlah Monik kamu harus kuat. Jangan sedih mulu, kemon Monik ayo bangkit jangan terpuruk terus. Mana Monik yang aku kenal. Monik yang aku kenal dulu kan tidak lemah seperti ini, selalu ceria, dan suka ngebully teman teman." kata Aleta menyemangati.


"Bukan itu Aleta tapi aku heran aja Aleta, Vera karena tadi pas aku mau berangkat ke kampus ada yang neror aku." kata Monik.


"Neror.....neror apa." tanya Vera.


"Ada yang ngasih bingkisan kado gitu pas aku buka, ternyata itu boneka yang sudah hancur dan di kasih cat merah seperti darah gitu. Terus ada tulisan ini." kata Vanessa cemas memberikan secarik kertas surat ancaman ke Aleta, Aleta pun membacanya panik.


"Gila ini mah seram banget Monik." kata Aleta.


"Coba mana lihat." kata Vera.


Aleta pun memberi secarik kertas ancaman itu ke Vera. Dan Vera pun kaget membacanya.

__ADS_1


"Jadi Bella adik kamu itu bukan bunuh diri tapi dibunuh, terus maksudnya dari surat ini Gerry itu juga sebenarnya sudah tewas terbunuh begitu juga dengan Gantha sama Joey juga, dan ini pembunuh yang sama yang telah membunuh saudara kamu Ver. Jangan jangan ini juga yang telah membunuh mami aku." kata Aleta menerka nerka.


"Pemikiran aku juga sama kaya kamu Aleta. Jadi Gerry, Gantha, dan Joey itu menghilang karena dibunuh. Dan yang meneror aku ini sama seperti yang membunuh Vero sahabat kita." kata Monik.


"Berengsek jadi yang neror kamu itu adalah pembunuh saudara kembar aku juga, ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus cari tahu siapakah dalang dari pembunuh itu sebenarnya. Karena aku ingin saudara kembarku tenang di alam sana kalau pembunuhnya sudah tertangkap." kata Vera penuh dendam.


"Tapi Ver, aku takut banget kayanya ancaman itu bukan main main. Dan pembunuhnya itu pasti sangat profesional, karena dia bisa memanipulasi korban pembunuhan jadi korban bunuh diri. Dan juga bisa menghilangkan jejak pembunuhan teman teman kita." kata Monik sambil melihat Vera cemas.


"Apapun resikonya aku akan menghadapinya, karena aku akan membalas dendam akan kematian saudara kembarku. Kalian berdua juga mau kan balas dendam akan kematian adik kamu Monik dan mami kamu Aleta." kata Vera sambil melihat Monik dan Aleta.


"Jelaslah aku mau." kata Monik dan Aleta serentak.


"Ya sudah tunggu apa lagi. Kita harus cari tahu dalang dari pembunuhan ini." kata Vera.


Diperbincangan Monik, Aleta, dan Vera. Emeli memantau mereka dari jarak jauh dan tersenyum senang.


"Kalian cari tahu aja sendiri, karena aku akan main cantik hingga kalian tak menemukan jejak apapun dari pembunuhan saudara dan teman teman kalian, jangan pikir aku orang yang bodoh karena aku tak sebodoh yang kalian pikir, Emeli yang dulu telah mati bersama masa laluku yang silam saat ayah mencampakkan keluarganya dan saat Gerry mempermainkan hatiku dan menjadikan aku sebagai bahan taruhan aja. Dan sekarang Emeli sudah bangkit lagi menjadi Emeli sang psikopat pembunuh berdarah dingin hahahahaha...." kata Emeli bicara sendiri sambil tertawa dan berlalu.


Setelah pulang kuliah, Monik merasa lelah sekali dan langsung ke kamarnya, ternyata pas Monik buka pintu di lantai kamar Monik terdapat ular besar yang melingkar. Monik sangat kaget dan terkejut spontan dia berteriak.



"Aaaaa......" teriak Monik mengagetkan Jasmine dan segera berlari ke kamar Monik.


"Ada apa sayang." kata Jasmine cemas.


"Lihat itu ma lihat.....ada ular di kamar Monik." kata Monik sangat ketakutan sekali.


"Astaga besar banget ularnya." kata Jasmine.


Lalu Jasmine memanggil warga keluar dan meminta tolong untuk diusir ular besar itu, dan ular besar itu berhasil ditangkap oleh warga jalan Cendana.


Monik menangis dipelukkan Jasmine karena sangat ketakutan sekali.


"Ma kenapa ular besar itu masuk ke kamar Monik ma, Monik takut ma Monik takut." kata Monik ketakutan.


"Kamu yang tenang ya sayang, ular besar itu sudah ditangkap sama warga kok." kata Jasmine menenangkan.


Emeli merasa puas melihat dari kejauhan, Monik yang sangat ketakutan menangis.


"Itu belum seberapa Monik." kata Emeli bicara sendiri.


Flasback Emeli :


Emeli masuk ke kamar Monik dengan menggunakan tambang lewat jendela, karena kamar Monik berada di atas dengan membawa karung yang berisi ular besar. Lalu Emeli menaruh ular besar itu di lantai kamar Monik dan Emeli pun tersenyum bahagia lalu segera turun kembali.


"Ini akan menjadi suprise buat kamu Monik saat kamu membuka pintu kamar kamu hahahaha......" kata Emeli tertawa.


Setelah Emeli mengingat kejadian menaruh ular, Emeli langsung tertawa dan pergi dari rumah Monik.


"Ma, Monik takut ma Monik takut, kenapa ada ular di kamar Monik ma dari mana datangnya ular itu ma, Sepertinya sudah tidak aman lagi ma di kamar Monik." kata Monik menangis ketakutan.


"Tenang sayang tenang, ya udah. Kamu pindah ke kamar Bella aja ya sayang." kata Jasmine menenangkan Monik yang ketakutan.


"Iya ma iya Monik akan pindah ke kamar Bella aja ma." kata Monik.


Hari berganti hari Monik semakin ketakutan selalu ada yang meneror Monik. Tiba tiba di tas Monik ada kelabangnya, Monik berteriak histeris dan kaget melihat kelabang di tas Monik. Emeli tersenyum bahagia melihat Monik tampak ketakutan, Lalu sewaktu Monik mau ke kamar mandi, tiba tiba ada kalajengking di lantai kamar mandi yang membuat Monik berlari dan tidak jadi ke kamar mandi. Emeli senang melihat Monik semakin ketakutan akan teror itu. Dia hampir gila dibuatnya karena banyak binatang menyeramkan yang dia temui dan berbahaya.



Hp Monik pun berdering saat dia berada di kamarnya dengan nomer private. Monik pun mengangkat hp miliknya.


"Hallo....." kata Monik.


Ternyata itu telepon misterius dengan suara menyeramkan yang Monik tak mengenalinya.


"Kamu harus mati Monika Ratu Ardinata menyusul adik kamu dan pacar kamu hahahaha......." kata suara di seberang sana yang ternyata itu Emeli memalsukan suaranya dengan sangat menyeramkan sekali hingga membuat Monik ketakutan.


"Ka.....kamu siapa." tanya Monik dan kemudian teleponnya terputus.


"Tut......tut.....tut....."


Di seberang sana Emeli tersenyum senang karena Monik sangat ketakutan dengan telepon misterius itu.


"Ini sangat menyenangkan Monik bermain main sebelum kematian kamu tiba, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan dulu. Selalu kamu bully padahal aku tak tahu kesalahanku apa? dan kamu juga sudah membuat hidup Salsa menderita selama bertahun tahun. Makanya Monik kamu jangan meremehkan kelemahanku karena bisa jadi orang yang selama ini kamu anggap lemah justru itu yang akan membuat nyawa kamu dalam bahaya. Monik.....Monik kamu sudah membangunkan singa yang lagi tidur, rasakan terima akibatnya sedniri Monik hahahaha......." kata Emeli tertawa.


Monik berteriak ketakutan akan teror dari telepon misterius itu.


"Aaaa....(teriak) siapa dia yang mengancam aku lewat telepon. Ah.....kenapa sih banyak kejadian aneh tidak henti henti dalam hidupku. Ini semua buat aku hampir gila aaaaa....." teriak Monik kesal dan sangat ketakutan sekali.


Setiap hari Monik selalu di teror dengan telepon misterius dengan suara sangat menyeramkan sekali. Hidupnya menjadi tidak tenang, tidur Monik pun tidak pernah nyenyak. Karena selalu bermimpi dirinya yang terbunuh sangat mengenaskan dan menyeramkan. Hidup Monik dalam ketakutan.


Semenjak kejadian itu Monik jadi menjauh dari sahabatnya, dia lebih suka menyendiri. Dan sering melamun. Emeli yang melihat Monik ketakutan sangatlah senang karena rencana dia berhasil.


Emeli pulang kuliah langsung ke rumah sakit untuk menjenguk Salsa yang masih koma.

__ADS_1


"Salsa, dendam kamu bentar lagi akan terbalaskan. Karena Monik dia sangat ketakutan sekali sama teror yang aku kasih. Cepat sembuh ya Salsa, setelah sembuh nanti kamu pasti akan terbebas dari keluarga tiri kamu yang jahat. Karena aku akan menghabisi mereka satu persatu tanpa tersisa satu orang pun, karena mereka semua pantas mati." kata Emeli matanya pancarkan dendam yang membara.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2