
Celine tak putus semangat untuk mendekati Azka keesokkan harinya Celine pun datang menemui Azka sewaktu ingin mengantar Azka kuliah.
"Azka." panggil Celine sewaktu Azka mau membuka pintu mobilnya, dia langsung menghampiri Celine.
"Mau apa lagi sih kamu Celine ke sini." ujar Azka kesal.
"Kamu mau anter Monik kuliah ya, aku ikut ya." ujar Celine tersenyum.
"Iya kak, ikut aja." ujar Monik tersenyum senang, tapi Azka langsung menyambar.
"Jangan, kamu tidak usah ikut." ujar Azka ketus.
"Tapi kak." ujar Monik, Azka memberi kode pakai tangannya agar Monik tidak meneruskan kata katanya.
"Monik kamu masuk mobil duluan." perintah Azka.
"Tapi kak, biarin aja kak Celine ikut ke kampus Monik. Biar seru kak kita nostalgia." ujar Monik memberanikan diri.
"Tuh kan Azka kata Monik boleh. Ayo Azka." ujar Celine tersenyum dengan pedenya ingin masuk ke mobil.
Celine dan Monik ingin masuk ke mobil dengan senyum yang menghiasi wajahnya namun Azka masih tetap diam.
"Kamu budek ya Celine, kan aku sudah bilang kamu tidak boleh ikut ke kampus Monik atau kamu yang mau mengantar Monik ke kampus biar aku langsung kerja." ujar Azka kesal.
"Ya kak masa gitu kak jangan gitu dong kak, kakak aja yang nganter Monik ya kak sama kak Celine juga. Hayolah kak.....please." pinta Monik memohon.
" kakak bilang tidak ya tidak, kalau kamu masih ingin kak Eva ikut mending kakak berangkat kerja sekarang." kata Bima kesal mau buka pintu mobilnya.
"Iya kak maaf, oke deh kak Eva tidak usah ikut. Kakak jangan marah dong (cemberut) kak Eva maaf ya kak, kakak tidak bisa ikut ke kampus Aleta." kata Aleta lemas.
"Ya Aleta tapi Aleta." kata Eva kecewa. Aleta langsung masuk ke mobil nya Bima.
"Maaf, Eva. Aku tidak ada waktu untuk ngeladenin kamu jadi lebih baik kamu pergi dari rumahku, aku mau mengantar Aleta dulu nanti telat lagi gara gara wanita tidak penting seperti kamu." kata Bima emosi.
Lalu Bima masuk ke mobil dan menyuruh Eva untuk minggir. Bima mengklakson mobilnya kalau tidak minggir dia akan menabraknya. Eva dengan perasaan sedih terpaksa minggir.
"Aku yakin kalau aku pura pura ingin di tabrak Bima tidak tegaan sama aku, tidak mungkin dia mau nabrak aku beneran. Aku yakin Bima masih sayang sama aku." batin Eva.
"Minggir kamu Eva." kata Bima.
"Tidak Bima, kamu tabrak aja aku. Tabrak aja aku biar aku buktikan kalau aku benar benar masih mencintai kamu." kata Eva.
"Eh wanita stress tidak usah drama deh kamu, airmata buaya kamu tidak mempan lagi buat aku. Minggir kamu, atau aku tabrak kamu Eva. Minggir...." kata Bima yang kemudian menyalakan mobilnya, Eva refleks untuk minggir karena takut di tabrak.
"Bima.....Bima.....tunggu (kesal) huh, lagi lagi aku gagal mendekati Bima." kata Eva kesal.
"Kak seharusnya, kakak jangan seperti itu sama kak Eva kak. Kasihan dia, udah jauh jauh ke sini. Cuma nemuin kakak tapi kakak malah memperlakukan dia kaya gini, tidak ada salahnya kan kak tuk memberi kak Eva kesempatan kedua. Dia sepertinya ingin benar benar berubah." kata Aleta menasehati.
"Kamu diam aja deh dek, kamu tidak tahu apa apa. Karena kamu tidak merasakan apa yang kakak rasakan, sakitnya di khianati oleh orang yang di cintai. Di saat kamu benar benar berharap pada seseorang tapi orang itu malah selingkuh dengan orang yang kita kenal rasanya itu sakit banget Aleta. Apa kamu ingin di khianati sama pacar kamu kalau kamu sudah punya pacar nanti." kata Bima.
"Ya tidak mau sih kak.....tapi kak mungkin aja kak Eva sudah benar benar berubah kak, kan tidak ada salahnya kan kak untuk memberi satu kesempatan lagi pada kak Eva." kata Aleta.
"Dengar ya dek, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Karena cinta kakak untuk Eva sudah hilang bersama sakit hati pengkhianatan Eva kepada kakak....paham kamu, jadi kakak minta kamu jangan pernah ikut campur dengan urusan kakak. Urusin aja kuliah kamu dek biar jadi orang yang sukses." kata Bima, Aleta hanya bisa terdiam mendengar perkataan Bima.
Hari terus berlalu tapi Eva tak patah semangat untuk mendekati Bima. Dia terus menemui Bima dan selalu ditolak dan dikecewakan karena Bima sudah terlalu sakit hati dikhianati oleh Eva.
Berbagai cara Eva lakukan demi mendapatkan hati Bima kembali namun semua sia sia belaka karena Bima adalah tipe laki laki yang setia. Kalau sudah mencintai satu orang wanita Bima akan selalu menjaga hati wanita itu meski ada wanita yang lebih cantik di depan matanya tapi Bima tak akan pernah berpaling dari wanita yang Bima sangat cintai. Maka itu Eva sangat menyesal sekali pernah mengkhianatinya dan meninggalkannya demi laki laki lain yang lebih tampan darinya ternyata laki laki itu adalah playboy.
Eva selalu mengikuti Bima kemana pun Bima pergi dan akhirnya Eva tahu tempat kerja Bima yang baru. Pada akhirnya Eva datang ke tempat kerja Bima. Eva melamar menjadi model di tempat kerja Bima karena ternyata pemilik agency modeling itu adalah teman dekat Eva bernama Daymond. Sahabat Eva waktu SMA.
"Itu tempat kerja nya Bima." kata Eva sambil turun.
Tanpa Sengaja Eva menabrak seorang laki laki. Ternyata pemilik Agency modeling tempat Bima bekerja. Dan Eva tidak menyangka kalau pemilik agency modeling itu adalah Daymond sahabat Eva waktu SMA dulu yang pas kuliah, Daymond berkuliah di Amerika Serikat.
"Eh.....maaf." kata Eva.
"Eva....." sapa Daymond.

"Daymond....." kata Eva senang.
"Hai......apa kabar?" kata Daymond.
__ADS_1
"Baik....baik....ya ampun. Tambah ganteng aja kamu Day." kata Eva
"Kamu juga tambah cantik dan seksi." kata Daymond.
Akhirnya Daymond mengajak Eva untuk makan bersama melepas rindu.
"Day, Bima kerja di tempat kamu ya." kata Eva.
"Yoi sis, kamu kenal sama Bima sis." kata Daymond.
"Iya aku kenal sama Bima, dia itu mantan aku, dulu aku putus sama dia ya karena ada salah paham gitu deh." kata Eva.
"Oh gitu." kata Daymond.
"Eh, Day aku boleh minta tolong tidak sama kamu." kata Eva.
"Minta tolong apa sih Eva. Kalau aku bisa ya pasti aku bantu lah kan kamu sahabat aku." tanya Daymond.
"Aku pengen jadi model di agency kamu dong Day." kata Eva.
"Serius kamu Eva, Eva Nathali Thanita model yang terkenal mau pindah ke agency model di tempat aku. Bukannya kamu sudah enak di agency kamu yang sekarang cantik. Kamu masih ada kontrak di sana kan." tanya Daymond yang gayanya sedikit seperti perempuan.
"Kontrak aku sudah habis kok baru aja, makanya aku balik ke Indonesia. Agency aku kan waktu itu di singapur. Dan aku pengen pindah kontrak model aku di Indonesia aja meski aku di tawarin perpanjang kontrak di sana. Tapi kan aku ingin mengejar cinta aku di sini (tersenyum) dan aku mau yang jadi fotografer aku itu sih Bima tidak mau yang lain gimana setujuh tidak, biar aku bisa dekat lagi dengan dia. Dan dia juga bisa baper lagi dengan aku. Karena aku pengen balikkan sama Bima please Daymond." kata Eva memohon sambil memegang tangan Daymond.
"Hem.....Oke sis dengan senang hati karena kamu kan model yang sudah punya nama pasti agency akan tambah naik daun deh karena kamu masuk di agency aku Eva dan kamu juga sahabat aku jadi aku setujuh banget kalau kamu jadi model di tempat aku nanti kita tanda tangan kontraknya ya sis." kata Daymond.
"Aaa.....terima kasih Daymond terima kasih." kata Eva.
"Sama sama sis." kata Daymond.
Bima lagi sibuk melihat lihat hasil fotonya, tiba tiba Daymond datang.
"Hai Bima kita kedatangan model baru nih." kata Daymond.
"Oh iya mas, siapa." kata Bima
"Sis cuz....." kata Daymond.
Eva datang dengan tersenyum.
"Kamu Eva mas kenapa harus dia. Apa tidak ada model lain aja yang lebih cantik dan seksi." kata Bima.
"Kamu harus profesional Bima dia sekarang jadi model kita dan kamu yang jadi fotografernya biar Aliza Faradiba di tangani oleh Alex yang jadi fotografer dia. paham kan kamu....jadi kamu harus terima suka tidak suka, mau tidak mau ya harus mau, karena ini juga demi nama agency kita naik daun karena Eva kan sudah ada nama. Atau kamu lebih memilih untuk berhenti jadi fotografer di agency aku, tapi kan belum bisa karena kamu masih ada kontrak di agency aku kalau kamu sampai mengundurkan diri sebelum habis masa kontraknya satu tahun lagi kamu bisa kena pinalti 2 milyar paham kamu Bima....." kata Daymond.
"Apa 2 milyar mas." tanya Bima kaget.
"Iya 2 milyar. Kamu tidak mampu kan, kalau tidak mampu ya terima aja." kata Daymond tersenyum melirik Eva memberi kode dan Eva tersenyum senang melihat sahabatnya sangat menolong supaya Eva dekat lagi dengan Bima.
"Hem.....(menghela nafas kasar) baiklah mas." kata Bima dengan terpaksa.
"Hai Bima, kita akan jadi partner kerja sekarang." kata Eva.
"Okelah cuma sekedar partner kerja aja kan, ya tidak apa apa lah. Tapi yang harus kamu ingat Eva jangan harap kita bisa balikkan seperti dulu paham kamu karena aku tidak sudi balikkan lagi sama kamu sampai aku mati." kata Bima memasang wajah bete.
Eva tersenyum bahagia.
"Kita lihat aja nanti Bima. Yess akhirnya aku bisa dekat dekat lagi sama Bima. Aku pastikan kamu akan jatuh cinta lagi sama aku Bima. Hahahaha......(tertawa) Daymond kamu emang sahabat terbaikku." batin Eva tersenyum.
"Yuk, Bima kita mulai sekarang." kata Eva.
"Bentar aku mau ke toilet dulu." kata Bima jutek.
"Hem okelah." kata Eva tersenyum yang kemudian menghampiri Daymond.
"Day kamu memang the best terima kasih ya Daymond kamu sudah membantu aku untuk dekat lagi sama Bima." kata Eva tersenyum sangat bahagia sekali.
"Sama sama cin, aku senang lihat sahabatku bahagia. Good luck ya cin merebut hati Bima lagi." kata Daymond.
"Thank you Daymond." kata Eva tersenyum.
"Aaaaa.......licik banget tuh cewek manfaatin temannya untuk bisa dekat lagi denganku, tapi jangan harap Eva aku akan jatuh cinta lagi sama kamu karena semua rasa di hatiku telah mati terkubur bersama pengkhianatanmu." kata Bima kesal sambil mencuci wajahnya dan kemudian keluar dari toilet.
"Ayo Eva kita mulai." kata Bima dingin.
__ADS_1
"Ayo Bima." kata Eva tersenyum manis tapi Bima tetap dingin.
Bima mulai memotret Eva dengan bergaya seksi. Setelah selesai memotret Eva, Eva ngajakkin Bima makan bareng. Tapi Bima menolak ajakkan Eva.
"Bima, kita makan bareng yuk. Mengingat kenangan indah kita waktu bersama, kan sudah lama kita tidak makan berdua. Aku kangen banget sama kenangan indah kita waktu dulu." kata Eva.
"Iya kenangan yang sudah lama mati. Maaf ya Eva aku tidak bisa." kata Bima cuek yang langsung meninggalkan Eva.
"Kok sudah lama mati sih, kalau bagi aku kenangan kita akan selalu hidup dalam hatiku Bima sayang." kata Eva yang memegang lengan Bima dan Bima melepasnya paksa.
"Jangan mimpi karena bagiku kenangan kita sudah lama mati jadi aku sudah tidak mengingat apa apa lagi tentang kita." kata Bima kesal.
"Kamu jangan bohong Bima, hayolah Bima aku tahu kok kamu masih menyimpan rasa cinta itu padaku. Dan kenangan kita akan selalu tumbuh dalam hati kamu. Bima aku tahu aku salah tapi tolong beri aku kesempatan lagi satu kali aja. Aku janji akan memperbaiki semuanya." pinta Eva.
"Memperbaiki apa yang harus di perbaiki Eva tidak ada, karena sejujurnya aku itu sudah tidak ada rasa cinta sama kamu. Jadi kalau kita menjalankan hubungan lagi akan terasa hambar bagai sayur tanpa garam." kata Bima.
"Tapi tidak ada salahnya kan kita mencobanya dulu Bima aku yakin kita bisa kembali saling mencintai seperti dulu waktu kita bersama." kata Eva meyakinkan.
"Maaf Eva aku bilang tidak bisa ya tidak bisa, karena aku kan sudah ada wanita yang sangat aku cintai yang sudah bisa mengobati hatiku yang terluka karena terpuruk oleh pengkhianatan kamu waktu itu." kata Bima.
"Ta....tapi Bima a...aku." kata Eva sebelum melanjutkan perkataannya Bima menyambar kata kata Eva.
"Sepertinya sudah tidak ada hal penting lagi yang harus di bahas kan. Semuanya sudah jelas jadi aku minta di luar jam kerja kita tidak usah ada komunikasi. Karena kita di sini cuma sekedar partner kerja aja tidak lebih. Itu kan yang kamu mau, kamu minta ke sahabat kamu untuk jadi model dan aku fotografernya itu semua sudah kesampaian, jadi kamu juga harus menghargai privasi aku yang tidak mau di ganggu oleh para model kalau bukan jam kerja paham...." kata Bima yang langsung meninggalkan Eva, raut wajah Eva pun sangat bete sekali.
"Huh.....ternyata susah banget ya ngedeketin Bima tidak semudah membalikkan telapak tangan karena Bima sudah sangat sakit hati banget sama kesalahan aku di masa lalu. Tapi aku tidak akan patah semangat, suatu saat nanti aku pasti dapat mencairkan hati Bima kembali." kata Eva yakin.
"Hallo sayang." kata Bima yang menelepon Emeli.
"Hai kak." kata Emeli.
"Lagi apa kekasih kakak tercinta." kata Bima sambil tersenyum.
Tiba tiba Eva yang mendengar sangat bete dan cemburu melihat Bima menelepon pacarnya.
"Bima kamu telepon siapa sih." kata Eva mengambil hp Bima.
"Apa apaan sih kamu Eva, balikkin tidak hp aku sini. Jangan tidak sopan gitu dong." kata Bima marah.
"Ets, tidak mau Bima." kata Eva yang membawa hpnya Bima pergi.
"Hallo....hallo kak." kata Emeli.
Dan Bima pun karena kesalnya mendorong Eva, hingga hampir terjatuh hpnya terlempar untung Bima bisa menangkap hpnya.
"Eh....Eva aku tidak suka ya kamu seperti ini dasar wanita stress. Asal kamu tahu ya Eva aku kerja sama kamu aja bagi aku itu musibah besar jadi jangan sok kecantikan deh kamu pakai ingin menarik perhatian aku lagi yang ada bukannya senang malah muak aku lihat kelakuan kamu." teriak Bima sangat marah hingga mengeluarkan kata kata yang menyakiti hati Eva.
Eva ketakutan melihat Bima sangat marah pada Eva, karena sebelumnya Bima paling suka dengan kejahilan Eva selama pacaran, dan Bima juga tidak suka melihat Eva menangis waktu semasa pacaran. Jadi selalu beri suprise untuk meminta maaf pada Eva, Eva kangen masa masa indah itu.
"Ma....maafin aku Bima, ma....maksud aku." kata Eva netranya mengeluarkan airmata sebelum melanjutkan kata katanya Bima menyambar.
"Ah, tidak usah banyak alasan. aku sangat sangat sangat membenci kamu Eva. Jadi jangan sok manis di hadapan aku." kata Bima kesal dan meninggalkan Eva yang lagi sedih.
"Bima....Bima....(memanggil Bima sedih) Bima kamu tega membiarkan aku menangis padahal dulu kamu paling anti melihat aku menangis. Sampai sampai kalau kamu tak sengaja membuat aku menangis kamu pasti selalu memberi suprise untuk meminta maaf padaku. Aku kangen sama kamu Bima, aku kangen masa masa kita pacaran dulu (mengingat semasa pacaran dengan Bima) tapi aku tidak boleh menyerah hanya butuh waktu untuk meluluhkan hati Bima lagi, aku yakin Bima di hatinya masih ada aku." kata Eva menghapus airmatanya dengan penuh semangat.
"Hallo sayang, maaf pembicaraan kita terganggu. Gara gara orang stress yang ambil hp aku." kata Bima kesal.
"Orang stress, orang stress siapa sih kak yang berani mengganggu kita yang lagi kasmaran." tanya Emeli.
"Ada model baru, yang suka tebar pesona sama kakak." kata Bima.
"Hem, cantik tidak kak." tanya Emeli.
"Cantik? hem.....ya tidak lah sayang cantikkan juga kamu ke mana mana dari paras juga hati kamu. Karena kamu cantiknya luar dalam maka itu kakak cinta banget sama kamu sayang." kata Bima Eva yang mendengarnya tambah kesal.
"Ih gombal kamu kak." kata Emeli.
"Kok gombal sih sayang, ya tidak lah kakak serius dengan ucapan kakak tidak gombal kok. Karena cuma kamu wanita di hati kakak yang kakak cintai selain mama dan adik kakak." kata Bima.
"Hem.....oke oke Emeli percaya sama kakak." kata Emeli.
"Huh.....siapa sih wanita itu, berani beraninya merebut Bima dari aku. Awas kamu aku akan cari tahu tentang kamu karena aku tidak akan membiarkan satu orang wanita pun yang merebut Bima dari aku. Bima harus jadi milik aku (kesal) hem.....melihat Bima semarah ini sama aku jadi aku harus bagaimana lagi ya caranya untuk ngedeketin Bima." kata Eva bingung.
Eva sangat kesal sekali sama keromantisan Bima terhadap pacar barunya dan dia akan berusaha memisahkan Bima dengan pacar barunya meski dengan cara licik sekaligus. Karena Eva tidak terima melihat Bima bahagia dengan wanita lain.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘