Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Sekali Tepuk 2 Lalat


__ADS_3

Gantha dan Reno telah diikat kaki dan tangannya dengan kencang oleh Rania Gantha terbangun dan kaget disampingnya ada seseorang yang familiar yaitu sahabatnya Joey. Gantha pun memanggil manggil Joey. Karena tangan dan kakinya diikat dan jarak mereka duduk tidak terlalu dekat jadi Reno nggak bisa disentuh oleh tubuhnya Gantha.



"Ren....Reno.....Reno....bangun Reno...." panggil Gantha sambil meronta ronta.


Reno terbangun dan kaget melihat Gantha yang disampingnya.


"Gantha, lo disini." kata Joey kaget.


"Iya, ini gue." kata Gantha.


"Kok bisa lo disini." tanya Joey.


"Gue juga gak tahu, tadi pas gue ke toilet. Ada yang mukul gue tiba tiba dari belakang, (bingung) Joey....Joey lo tahu gak siapa yang melakukan ini sama kita." kata Gantha bingung.


"Gue juga gak tahu, karena tadi gue dikejar kejar sama wanita yang ditutup wajahnya pakai cadar hitam" kata Joey cemas.


"Kalau gitu, kita harus segera kabur dari sini. Sebelum orang misterius itu datang membunuh kita." kata Gantha panik.


"Iya, tapi gimana caranya. Sedangkan tangan dan kaki kita diikat kencang banget seperti ini." kata Joey cemas.


Tiba tiba Emeli datang memasukki kamar bawah tanah dan membuka pintu kamar. Gantha dan Joey kaget ternyata dalang dibalik penculikkannya adalah Emeli.


"Kalian sudah bangun." kata Emeli sambil tersenyum.


"E.....Emeli." tanya Gantha dan Joey serentak.


"Lo ngapain disini." tanya Joey.


"Jangan....jangan lo yang menculik kita." kata Gantha menerka nerka.


"Tepat sekali, ternyata lo pintar juga ya Gantha." kata Emeli tersenyum.


"Emeli, apa salah kita sama lo. Kenapa lo tega menculik kita." kata Joey.


"Benar Emeli, apa salah kami." kata Gantha.


"Salah kalian (tertawa), coba kalian pikir apa kesalahan kalian. Apakah kalian berdua sudah amnesia, sehingga kalian lupa letak kesalahan kalian dimana? (diam sejenak dan berdiri tepat ditengah tengah Joey dan Gantha sambil memegang dagu Joey dan Gantha lalu melepasnya paksa), kalian bertiga pernah menjadikan gue korban bahan taruhan kalian, permainan yang buat hati gue terluka. Kalian berdua menyuruh Gerry untuk merenggut keperawanan gue, dan kalian tuker dengan barang milik kalian. Tapi ternyata rencana taruhan Gerry gagal total dan gue berhasil menyelamatkan keperawanan gue dari taruhan, kalian pikir keperawanan seseorang wanita itu bisa ditukar dengan uang atau barang yang mahal hah.....(marah). Kalian lupa bahwa kalian terlahir dari rahim seorang wanita, tapi kenapa seenaknya kalian menjadikan para wanita itu taruhan setelah berhasil mendapatkan apa yang kalian mau, lalu kalian buang seperti sampah begitu saja. Dan harga diri seorang wanita itu tak ada artinya sama sekali." kata Emeli pancaran matanya penuh dendam.


"Ma....maafkan gue Emeli, gue emang salah." kata Joey ketakutan.


"Iya Emeli, maafin gue juga." kata Gantha ketakutan.


"Maaf, segampang itu kah kalian minta maaf. Setelah banyak korban yang tersakiti, malah ada yang sampai gila dan bunuh diri. Dan lo Gantha (menjambak rambut Gantha) lo udah buat Salsa menderita, lo perkosa Salsa, sesudah itu lo campakkan Salsa, bukan hanya itu saja lo memutar balikkan fakta, lo fitnah dia, lo cemarkan nama baik Salsa dikampus seolah olah Salsa lah yang salah, Dan lo gak peduli perasaan Salsa sama sekali, apa lagi sekarang Salsa lagi hamil anak lo Gantha tapi lo malah meninggalkan Salsa demi wanita laen." kata Emeli lalu membenturkan kepalanya ke tembok penuh kekesalan.


"Aaaaa.....(teriak) ampun Emeli, ampun Emeli. Tolong lepaskan gue." pinta Gantha yang merintih kesakitan.


Emeli tertawa sangat bahagya sekali.


"Kenapa Gantha, lo sakit (wajah memelas palsu) lo takut ya Gantha, bukannya lo bilang waktu itu lo gak takut sama gue Gan. Dan lo malah menantang ancaman gue. Dan sekarang terbukti khan ancaman gue, mana Gantha yang sombong, dan sok berani yang gue kenal. Kenapa sekarang lo malah ketakutan seperti ini (tertawa), lo pikir gue wanita lemah Gantha. Lo salah Gantha, wanita lemah juga bisa berontak jika emosinya dibangkitkan. Dan lo Gantha lo udah membangkitkan emosi gue (menunjuk Gantha penuh emosi, dan melihat Gantha semakin ketakutan Emeli malah tertawa) hahahaha.....ternyata seekor buaya bisa berubah juga ya menjadi seekor cicak yang takut dimakan oleh seekor katak (tertawa).


Dan Emeli berjalan membuka lemari es menuangkan dua cangkir darah untuk disuguhkan kepada Gantha dan Joey. Lalu menghampiri Joey dan Gantha lagi.


"Sebelumnya.....kita bersulang dulu, untuk kematian kalian berdua." kata Emeli tertawa dan meminumkan paksa ke Gantha dan Joey lalu Gantha dan Joey memuntahkannya.


"Uweeekkkk....." muntah Gantha dan Joey.


"Oh iya gue hampir lupa, gue kasih info pada kalian. Kalian masih bingung khan kenapa Gerry hilang tiba tiba tanpa ada kabar, dimalam pesta topeng waktu itu. (diam sejenak dam tersenyum) Gerry waktu itu hilang karena gue yang menculik dia, dan gue bunuh dia. Gue mutilasi dia, dan jantung, ginjal, juga hatinya gue pajang disitu (menunjuk aquarium) sementara mayatnya gue jadikan makanan buaya untuk menghilangkan jejak dari polisi, cerdas khan gue." kata Emeli sambil tertawa.


"Lo sakit jiwa Emeli." kata Joey.


"Apa lo bilang, gue sakit jiwa (menjambak rambut Joey kasar dan membenturkan kepalanya ketembok) gue sakit jiwa karena kalian yang sudah tega mempermainkan hati gue." kata Emeli sangat emosi.


"Aaaawwwww......" teriak Joey.


"Lo juga ikut andil membuat hati gue terluka, dan balas dendam pada semua laki laki berengsek macam lo Joey. Baru pertama (sedih) baru pertama kali gue jatuh cinta pada seorang laki laki (menangis) ternyata laki laki itu hanya menjadikan gue bahan taruhan aja dan dia selingkuh dengan musuh gue. Mereka menghina gue, kasar pada gue. Hingga gue hilang akal sehat gue untuk membunuh semua orang yang menyakiti gue. Juga yang menyakiti sahabat gue Salsa." kata Emeli semakin memuncak amarahnya membuat Gantha dan Joey ketakutan dan menangis.


"Ampuni gue Emeli, ampuni gue. Gue belum mau mati." pinta Joey.


"Iya Emeli, gue juga minta maaf kalau misalnya gue mati. Kasihan Salsa, dia akan melahirkan seorang anak tanpa seorang suami. Dan anak dalam kandungan Salsa gak ada bapaknya." kata Gantha penuh penyesalan.


"Oh, ya....(tertawa) kenapa baru sadar sekarang Gantha, apa karena lo mau mati. Jadi lo baru mau bertanggung jawab sama Salsa Gantha (Gantha terdiam dengan wajah sangat ketakutan) tapi semuanya itu sudah terlambat, untuk lo mengakui semua kesalahan lo. Karena gue akan menjemput kematian lo (menjambak lagi rambut Gantha lalu membenturkan kembali ketembok).


"aaaagggghhhh......" teriak Gantha.


"Emeli, tolong lepaskan kami Emeli. Jangan bunuh kami. Tolong....tolong...." teriak Joey.


"Tolong, tolong....tolong...." teriak Gantha.


"Terus, teruslah kalian berteriak. Semakin kalian berteriak, semakin gue bahagya (tertawa) karena percuma kalian berteriak disini, ruangan ini sudah gue pasang peredam suara." kata Emeli sambil ketawa yang semakin menggila.


Lalu Emeli mengambil pisau yang sangat tajam dimejanya.


__ADS_1


"Heemmm.....(mikir) kira kira siapa dulu yang akan mati ya. Lo (nunjuk Joey) atau lo (nunjuk Gantha, Joey dan Gantha semakin ketakutan) kayanya lo duluan deh Joey, kita bermain main yang ekstream ya biar Gantha bisa menyaksikan kematian sahabat tercintanya (tertawa sambil berjalan menghampiri Joey).


"Jangan.....jangan Emeli." pinta Joey meronta ronta ketakutan.


"Tolong, jangan bunuh Joey. Emeli hentikan." pinta Gantha.


"Lo sabar Gantha, habis Joey baru giliran lo (tersenyum, lalu Emeli melayangkan pisaunya ketangan Joey) Joey, ini tangan lo, tangan yang penuh dosa. Mengorbankan harga diri setiap wanita, mereka menangis karena ditinggalkan, dicampakkan, kecewa, dan menderita. Tangan ini harus gue potong." kata Emeli penuh emosi.


"Aaa....ampun Emeli, sakit." rintih Joey kesakitan.


Emeli tertawa mendengar jeritan Joey yang penuh kesakitan. Gantha merasa sangat ketakutan melihat kejadian yang menyeramkan itu. Darah Joey muncrat mengenai wajah Gantha.


"Cukup, cukup....sakit Emeli....sakit....." teriak Joey.


"Oh ya sakit ya (tertawa) sakitan mana sama korban korban taruhan kalian. Sampai Claudya bunuh diri karena lo campakkin setelah dia menyerahkan harga dirinya untuk lo Joey. Dan lo mencari korban laen selingkuh dengan Imelda. Lo ingat khan Joey." bentak Emeli.


"I.....iya gue ingat." kata Joey ketakutan.


"Terus Imerin, dia juga gila karena setelah lo ambil kehormatannya. Lo hina, lo campakkin, lo buang gitu aja. dan lo selingkuh dengan Claudya. Apa lo ingat." bentak Emeli.


Flasback Claudya ;


"Claudya, gue sebenernya suka sama lo (megang tangan Claudya) lo, mau gak jadi pacar gue." kata Joey tersenyum yang menebak Claudya di kantin kampus.


"Iya gue mau Joey, gue juga suka sama lo." kata Claudya tersenyum.



Lalu Claudya dan Joey berpelukan. Joey mengacungkan jempolnya kepada Gerry dan Gantha.


Setelah tiga hari Claudya jadian sama Joey datang Imerin yang mengaku hamil.


"Joey, gue hamil Joey. Gue hamil anak lo, pokoknya lo harus tanggung jawab." kata Imerin sambil menangis.



"Maaf, gue gak mau tanggung jawab Imer. Karena gue gak cinta sama lo." kata Joey.


"Tapi lo udah ngerenggut kehormatan gue." kata Imerin menangis.


"Bukankah, waktu kita melakukan hal itu lo udah gak perawan. Berarti khan itu bukan hal sulit khan untuk lo melakukan hal itu sama laki laki laen." kata Joey.


"Tapi ini bener bener anak lo Joey, lo harus bertanggung jawab." kata Imerin menangis sambil mengejar Joey, memegang tangannya.


"Asal lo tahu aja ya, gue melakukan hal itu karena taruhan. Jadi gue gak berhak tanggung jawab, kita melakukannya suka sama suka." kata Joey pergi.


Emeli dan Salsa datang memeluk Imerin.


"Imerin, lo tenang dulu Imerin. Lo kenapa?" tanya Salsa.


"Gue hamil, gue hamil anaknya Joey. Tapi ternyata gue hanya dijadikan bahan taruhan aja, gue masuk keperangkapnya Joey. Yang merenggut kehormatan gue, tapi gue berani sumpah ini bener bener anaknya Joey." kata Imerin sedih.


"Gila ya sih Joey, dia bener bener keterlaluan. Semudah itukah Joey menggampangkan kehormatan wanita itu sebagai taruhan. Gue harus beri pelajaran sih Joey biar dia gak semena mena sama wanita." kata Emeli kesal.


"Udah sabar Emeli, lo khan perempuan. Pasti lo kalah sama Joey. Dia khan laki laki." kata Salsa.


Imerin langsung pulang dan gak masuk masuk ke kampus ternyata dengar kabar dari tetangganya Rani kalau Imerin itu masuk kerumah sakit jiwa karena gila, depresi hamil tapi campakkan sama Joey.


Sebulan berlalu Claudya pacaran dengan Joey ternyata Claudia mergokin Joey jalan bersama cewek laen Imelda, pas Claudia lagi hamil. Dan Claudia bagai kesambar petir dikhianati dan dicampakkin oleh Joey.


"Joey, lo selingkuh dengan Imelda." kata Claudia.


"Terus kenapa, emang masalah buat lo." kata Joey.


"Ya masalah lah buat gue, karena gue hamil Joey." kata Claudya sedih.


"Terus kalau lo hamil kenapa, gue gak mesti tanggung jawabkan sama kehamilan lo." kata Joey santai.


Claudya menampar Joey.


"Gampang banget lo ngomong kaya gitu, setelah lo lakukan hal itu sama gue Joey." kata Claudya.


"Asal lo tahu ya, gue ngelakukan hal itu karena taruhan sama Gantha dan Gerry. Paham lo dan gue berhasil mendapatkan hadiah dari mereka karena berhasil merenggut keperawanan lo." kata Joey.


"Udah ya Claudya, lo harus nikmatin aja kehamilan lo sendiri. Makanya jadi wanita jangan bodoh bodoh amat dan jangan terlalu murahan. Jadi ditinggal khan, dicampakkin, dan dibuang gitu aja." kata Imelda.



"Lo ya udah ngerebut cowok gue." kata Claudya ingin mencekik Imelda lalu Joey mendorongnya.


"Awww....." teriak Claudya.


"Eh, wanita murahan. Lo jangan sentuh cewek baru gue (marah) ayo sayang." kata Joey sambil menggandeng Imelda.


"Bye....bye Claudya." kata Imelda meledek dan tersenyum.

__ADS_1


Claudya menangis, dan Claudya berlari kelantai paling atas dikampus. Semua orang rame pada melihat pandangan yang sangat menyeramkan teman kampusnya mau bunuh diri. Dan Emeli langsung berlari keatas niat menolong Claudya.


"Claudya lo jangan nekad Claudya, sini tangan lo Claudya." kata Emeli takut Claudya jatuh.


"Buat apa Emeli, gue udah gak ada gunanya lagi hidup didunia ini. Gue udah buat malu keluarga gue (menangis), Joey gak mau bertanggung jawab." kata Claudya.


"Iya masih banyak cara laen Claudya, kasihan janin dalam kandungan lo. Kalau lo bunuh diri." kata Emeli.


"Gak peduli, gue udah gak kuat lagi. Gue malu Emeli, gue malu." kata Claudya.


"Claudya tolong jangan nekad, sini genggam tangan gue." kata Emeli.


"Selamat tinggal dunia." kata Claudya yang menerjunkan dirinya ke lantai dasar dan mati sangat mengenaskan bercucuran darah didepan Joey dan Imelda. Tapi Joey dan Imelda santai aja tidak merasa bersalah. Emeli menangis histeris.


"Claudya......" teriak Emeli yang menangis meratapi kepergian Claudya.


"Sayang, ma....mantan lo bunuh diri." kata Imelda yang kaget.


"Sudahlah sayang, gak apa apa. Berarti kita khan aman, gak ada yang ganggu lagi hubungan kita (tersenyum, lalu Joey melihat mayat Claudya) Selamat tinggal wanita bodo." kata Joey tersenyum, Emeli melihat Joey penuh dendam.


"Ini kedua kalinya korban lo menderita sampai bunuh diri. Tunggu pembalasan gue Joey, gue akan mewakili para wanita yang tersakiti." bathin Emeli melihat tajam ke arah Joey.


Kembali ke Dunia nyata ;


"Gimana. Lo udah ingat semuanya khan Joey, Jawab gue tanya." bentak Emeli yang menjambak rambut Joey langsung benturin ketembok.


"aaaaa (teriak), I....iya....gu.....gue....ingat Emeli, gue ingat." kata Joey.


"Bagus kalau lo masih ingat Joey." kata Emeli.


Lalu Emeli menyayat nyayat bagian wajahnya dan darah mengalir deras.


"Aaaaa......" teriak Joey hingga terhenti saat lidahnya dipotong, Emeli terus tertawa penuh kebahagyaan menari nari indah ditelinganya setiap jeritan korbannya.


"Gimana lo suka khan permainannya, ini sangat menarik bukan." kata Emeli sambil mencongkel kedua matanya. Dan airmata keperihan Joey bercampur dengan darah.


Emeli tertawa terus tertawa tak henti henti karena kepuasaan hatinya membalaskan dendam untuk para korban wanita yang tersakiti.


"Hentikan Emeli, hentikan. Jangan lo siksa Joey lagi Emeli." kata Gantha penuh kesedihan melihat sahabatnya tersayat sayat dan darah membanjiri seluruh wajah dan tubuh Joey.


"Oh, jadi lo pengen. Gue secepatnya mengakhiri hidup Joey, agar dia tak tersiksa lagi (mikir) hem....(mengangguk) okelah gue akan turutin permintaan lo Gantha." kata Emeli yang segera ambil gergaji untuk mengeluarkan ginjal, hati, dan jantungnya Joey. Dan akhirnya Joey mati mengenaskan, Gantha menangis histeris.


"Joey.....(teriak) lo gila Emeli, dasar wanita psikopat." tangis Gantha, Emeli langsung menunjukkan Ginjal, hati, dan jantung Joey ke wajah Gantha. Dan Gantha merasa sangat jijik dan mau muntah melihatnya.


Emeli tertawa dan membawa Ginjal, hati, dan jantung Joey ke aquarium untuk dipajang.


"Sekarang giliran lo Gantha." kata Emeli sambil menghampiri Gantha, Gantha meronta ronta melepaskan ikatannya, tapi ikatannya tak jua lepas.


"Jangan, jangan Emeli. Gue belum mau mati, lepaskan gue Emeli, lepaskan gue. Dasar wanita iblis lo Emeli." teriak Gantha, Emeli hanya tertawa melihat ekpresi Gantha yang ketakutan.


"Kenapa lo takut ya Gantha, lo takut sama wanita lemah seperti gue. Lo heran khan, lo bingung kenapa wanita lemah seperti gue bisa menjadi wanita psikopat. Karena itu semua karena dendam gue yang sudah membabi buta (tertawa dan duduk didepan Gantha) gimana tadi Gantha tontonan yang sangat menyenangkan bukan." kata Emeli tertawa.



"Jangan Emeli, jangan..... lo mau apa Emeli." tanya Gantha yang ketakutan melihat Emeli melayangkan pisaunya ke tangan Gantha.


"Ini, tangan lo yang selalu berlumuran dosa (marah) tangan yang sering menyentuh wanita. Setelah itu lo campakkan dan lo buang gitu aja, salah satu korbannya adalah Salsa sahabat gue sendiri." kata Emeli sambil meyayat nyayat tangannya hingga putus.



"Aaaaaa.....sakit Emeli." teriak Gantha.


"Aduh....duh.....duh.....sakit ya (ngeledek muka melas, dan melayangkan pisaunya ke mata) ini mata yang suka melirik wanita laen, hingga banyak wanita yang jadi korban. Di khianati, tersakiti karena sudah menemukan wanita laen yang lebih cantik, lebih sexy. Dan mata ini harus gue congkel." kata Emeli sambil mencongkel matanya airmata Gantha bercampur darah, teriakannya sangat memilukan dan Emeli malah tertawa bahagya penuh kebahagyaan.


"Aaaaaa......hentikan...." teriak Gantha kesakitan, Emeli tertawa karena keasyikan bermaen dengan Gantha.


"Gimana Gantha, permainan ini sangat menyenangkan bukan (tertawa) kita lanjut lagi ya Gantha (melayangkan pisaunya ke arah mulut, bibir, dan lidah). Ini mulut, bibir, dan lidah yang suka merayu wanita, dengan kata kata manis tapi berbisa. Setelah wanita itu jatuh kepelukkan lo karena rayuan maut lo semudah itu lo merayu wanita laen dan mencari korban laen. Lo campakkan, lo sakiti, dan lo fitnah wanita itu, pintar memutar balikkan fakta. Dan Salsa adalah korban dari rayuan maut lo, lo udah buat hidup sahabat gue menderita dan lo buka aibnya dikampus (marah) maka itu gue Emeli sahabat terbaiknya Salsa akan membalaskan dendam Salsa kepada lo Gantha." kata Emeli matanya terpancarkan dendam sambil menyayat nyayat mulut, bibir, dan lidah Gantha hingga dia terus berteriak dan terhenti saat lidahnya terpotong.


"aaaaa....." teriak Gantha penuh kesakitan hingga terhenti tak bersuara karena lidahnya sudah putus.


"Hahahahaha......Gantha, sekarang ucapkan selamat tinggal pada dunia." kata Emeli seperti orang kerasukkan syetan mengambil Gergaji dan mengeluarkan Ginjal, hati, dan jantung Gantha. Hingga Gantha mati mengenaskan karena kesakitan, Emeli tertawa bahagya karena dendam para wanita sudah terbalaskan.


"Salsa sahabat gue, andai lo bisa melihat kematian dari orang yang sudah menyakiti lo. Lo pasti akan bahagya Salsa (tertawa) karena Gantha sudah mati sangat sangat mengenaskan. Laki laki pecundang, pengecut seperti Gantha pantas mati. Karena Gantha sudah membuat hidup lo menderita dan menghancurkan masa depan lo." kata Emeli tertawa sambil memegang darah Gantha, dan menaro Ginjal, hati, dan jantung di aquarium menjadi pajangan yang sangat menyeramkan.


Lalu Emeli membawa mayat Joey dan Gantha kekolam buaya.


"Wusi.....wusi....wusi.....buaya buaya cantik, makanannya telah datang." kata Emeli sambil melempar mayat Joey dan Gantha sambik tersenyum puas karena dendamnya telah terbalaskan.



Lalu Emeli kembali kekamar dan membersihkan lantai yang berlumuran darah juga mencuci bersih pisau dan gergaji yang ada darahnya.



"Akhirnya sekali tepuk 2 lalat, korban gue. Penjahat wanita sudah, gue musnahkan dari muka bumi ini untuk selamanya. Dan gue akan membalas dendam untuk mewakili sakit hati wanita kepada pria yang tega mempermainkan hati wanita." kata Emeli tersenyum puas.

__ADS_1


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2