
Salsa menelepon Emeli, dan Emeli mengangkat telepon dari Salsa. Emeli yang tadinya berwajah bahagia habis menghabisi mangsanya wajahnya berubah seketika mendengar tangisan Salsa.
"Hallo, Emeli." kata Salsa.
"Hallo Salsa (kaget karena Salsa menangis) kamu lagi nangis, ada apa ya Sal." tanya Emeli.
"A....aku....aku.....lagi sedih Emeli. Tadi Vanessa dan Livya bilang kalau Gantha hilang tanpa kabar, dia bilang sih katanya Gantha. Hilang karena aku." kata Salsa.
"Loh, kok karena kamu sih Sal." kata Emeli.
"Iya, karena katanya aku selalu ngejar ngejar dia, minta pertanggung jawaban, makanya Gantha kabur dari aku Emeli. Dan Livya sangat marah sama aku, dia ngancam aku kalau dalam waktu dekat ini, Gantha enggak balik sama Livya. Aku bakal dihabisin sama mereka tanpa ampun Emeli." kata Salsa menangis.
"Astaga dia ngancam kamu begitu (kaget), ya udah pokoknya kamu tenang aja Salsa. Aku pasti akan melindungi kamu dari mereka." kata Emeli.
"Tapi Emeli (cemas) mereka itu sangat kejam sama seperti mamanya. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu Emeli." kata Salsa.
"Pokoknya, kamu tenang aja. Kamu enggak usah khawatirin aku ya Salsa karena aku bisa jaga diri." kata Emeli.
"Gimana aku enggak khawatirin kamu sih Emeli, kamu kan sahabat baik aku." kata Salsa.
"Pokoknya kamu tenang aja ya Salsa, aku enggak selemah itu. Aku akan menyakiti orang yang berani menyakiti kamu Salsa. Aku pasti akan melindungi kamu walaupun nyawa taruhannya seperti Gantha yang udah mencampakkan kamu dia sudah mati sangat mengenaskan." Batin Emeli.
"Udahlah Sal enggak usah kamu pikirin dulu soal itu ya, oh ya Sal besok kan hari libur, gimana untuk menghilangkan kepenatan kamu mending besok kita jalan jalan ke Taman Seroja." kata Emeli tersenyum.
"Wah....itu ide yang bagus Emeli." kata Salsa. tersenyum.
"Ya udah besok pagi aku jemput kamu ya cantik, sekarang kamu istirahat deh. Kasihan bumil enggak boleh bobo malam malam oke. Sampai ketemu besok." kata Emeli.
"Oke Emeli, sampai besok." kata Salsa sambil menutup teleponnya.
Keesokkan harinya Salsa sedang menunggu kedatangan Emeli. Tiba tiba Vanessa dan Livya menghadang di tangga waktu Salsa mau turun karena Emeli sudah jemput.
"Vanessa, Livya ada apa ya. Permisi aku mau jalan jalan pagi dulu." kata Salsa.
"Enak aja bilang mau jalan jalan. Kamu mau senang senang diatas penderitaan aku ya, kak Salsa kamu harus balikkin Gantha dulu sama aku baru kamu boleh senang senang." kata Livya marah.
"Maaf ya Livya cantik, aku enggak merasa ngumpetin Gantha dari kamu jadi tolong minggir aku mau lewat." kata Salsa mendorong Livya yang hampir terjatuh tapi karena di belakang ada Vanessa Livya tidak jadi jatuh karena dijagain oleh Vanessa.
"Livya kamu enggak apa apa kan (menangkap Livya dan marah pada Salsa menghampiri Salsa) Eh....songong banget ya kamu jadi orang." kata Vanessa sambil mendorong Salsa hingga Salsa terjatuh.
"Aduh.....awwww....." kata Salsa.
Emeli langsung berlari ke dalam, dan menolong Salsa.
"Eh....kamu benar benar keterlaluan ya (marah) Salsa ini lagi hamil. Kalau keguguran gimana." kata Emeli sambil membangunkan Salsa.
"Sengaja, kalau Salsa keguguran kan Gantha bisa balik lagi sama Livya. Karena udah enggak dikejar kejar sama tanggung jawab akan kehamilannya Salsa." kata Vanessa.
"Kamu ya." Kata Emeli marah dan langsung mendorong sampai Vanessa terjatuh.
"Awww.....aduh sakit." rintih Vanessa.
"Kak Vanessa. Kakak enggak apa apa kan." kata Livya sambil membangunkan Vanessa yang terjatuh.
"Iya enggak apa apa." kata Vanessa.
"Kak Emeli kamu berani dorong kakak aku ya." kata Livya marah.
"Siapa takut, aku enggak takut kakak kamu, apa lagi sama kamu." kata Emeli yang mendorong Livya hingga terjatuh.
"Awww......sakit." rintih Livya kesakitan.
"Livya (teriak Vanessa) kamu enggak apa apa kan." tanya Vanessa.
"Iya enggak apa apa kak." kata Livya.
Vanessa segera membangunkan Livya dan menghampiri Emeli penuh amarah
"Eh Emeli kamu berani dorong adik aku ya." kata Vanessa emosi.
"Siapa takut." kata Emeli menantang.
"Udah Emeli, udah. Ayo kita pergi." kata Salsa menarik Emeli biar enggak berantem.
"Awas, kamu Emeli aku balas. Sini kamu Emeli urusan kita belum selesai." teriak Vanessa marah.
"Kamu enggak apa apa kan Sal." kata Emeli cemas.
"Iya, aku enggak apa apa." kata Salsa.
"Tapi gimana dengan kandungan kamu baik baik aja kan, ada yang sakit enggak. Kalau sakit kita ke dokter yuk Salsa." kata Emeli cemas.
"Kamu jangan khawatir ya Emeli, aku enggak apa apa kok. Kan dede bayinya kuat." kata Salsa tersenyum sambil mengelus perutnya.
"Oh, ya udah kalau enggak apa apa. Ayo kita jalan." kata Emeli.
Emeli menjalankan mobilnya. Sesampainya di taman Seroja.
"Emeli, kamu ke sana duluan. Aku biasa mau pesan satenya pak Rommy dulu." kata Salsa.
"Oke siap bumil." canda Emeli sambil hormat.
Emeli memetik setangkai bunga ditaman kemudian mencium bunga itu.
"Indah sekali bunganya (mencium bunga) hem.....harum banget bunganya." kata Emeli yang duduk bersila.
Dari kejauhan ada seorang laki laki yang memotret Emeli yaitu Bima yang diam diam jatuh hati pada Emeli.
"Wah, foto genik banget nih cewek. Kamera face. Cantik dan perfect, bunga itu secantik orang yang memetiknya." kata Bima sambil melihat kameranya.
__ADS_1
Tiba tiba Salsa dan Kirana datang menemui Emeli.
"Emeli, lo disini. Gue cari lo diayunan ternyata lo malah disini." kata Salsa.
"Oh, iya maaf. Habis gue mau memetik bunga ini. Coba deh cium harum khan." kata Emeli sambil memberi bunga ke Salsa.
"Iya, harum banget Emeli." kata Salsa.
"Hai, Emeli." kata Kirana.
"Hai, Kir." kata Emeli.
"Kangen gue sama lo." kata Kirana.
"Iya, gue juga kangen banget sama lo." kata Emeli berpelukan dengan Kirana.
"Ya, udah yuk kita ke ayunan." kata Salsa.
"Ayo." kata Emeli dan Kirana serentak.
Emeli menaruh bunga itu di telinganya sangat cantik sekali, Bima sibuk melihat lihat fotonya pas dia mau lihat Emeli sudah tidak ada lagi.
"Siapa ya, wanita cantik ini. Kayanya gue mau kenalan sama dia (tengok kedepan ternyata sudah tidak ada melihat kanan kiri juga gak ada) aduh kemana ya wanita itu, mendingan gue cari aja deh. Sepertinya dia masih ada ditaman ini." kata Bima.
Tapi pas Bima mau mencari Emeli, Aleta pun menelepon Bima.
"Ah.....Aleta ada apa ya." kata Bima.
"Kak, lagi dimana? bisa anterin Lusi ke dokter enggak kak. Lusi sakit perut kak, soalnya kan pak Dirga masih cuti." kata Aleta.
"Iya....iya bisa, tunggu ya Lusi." kata Kenzo.
"Oke deh kakak ganteng." kata Lusi.
"Heemm, ganggu aja. Padahal mau cari wanita cantik itu. Tapi Lusi lagi sakit, semoga aja bisa ketemu lagi sama wanita cantik itu." kata Kenzo yang langsung pergi dari taman.
Emeli, Salsa, dan Kirana bercanda bersama diayunan, tertawa bahagya bersama. Menikmati sate lezat buatan pak Rommy dan mengenang masa lalu.
Malam hari telah tiba Emeli dan Salsa sampai dirumah masing masing dan beristirahat. Salsa takut di cegat lagi sama Monik dan Bella, ternyata Monik dan Bella sudah terlelap ke alam mimpi.
Sementara itu Kenzo lagi melihat foto foto tak sengaja yang diambil di Taman Seroja. Karena Kenzo jatuh cinta pada pandangan pertama pada Emeli lewat foto.
"Siapa wanita cantik ini ya (tersenyum) apa dia setiap hari ke taman seroja, kayanya besok gue harus kesana lagi. Siapa tahu aja dia ada disana." kata Kenzo bicara sendiri sambil melihat foto Emeli.
Pagi telah tiba Kenzo sangat semangat untuk ke Taman Seroja seusai nganter Lusi kuliah.
"Ayo Lus, kita jalan." kata Kenzo.
"Kakak udah selesai sarapannya." kata Lusi.
"Udah dong, pi Kenzo jalan dulu ya." kata Kenzo sambil pamit pada papinya.
"Iya pi, Lusi juga." kata Lusi sambil pamit pada papinya.
"Iya sayang hati hati ya." kata Ronald.
"Ets.....mau kemana lo sekarang." kata Monik ketus.
"Minggir gue mau kuliah." kata Salsa.
Lalu mama tirinya Salsa datang.
"Salsa, mama udah bilang gugurin kandungan lo." kata Eliza.
"Ma, sampai kapan pun Salsa akan mempertahankan kandungan Salsa, bayi ini gak salah ma. Jadi Salsa gak mau ngegugurin bayi yang tak berdosa ini." kata Salsa.
"Kurang ajar kamu, berani ngelawan mama. Plak.....(menampar Salsa) Bella ambilin stik golf dikamar mami." kata Eliza.
"Baik mi." kata Bella tersenyum.
Lalu Bella mengambilkan stik golf dikamar Eliza dan memberikannya kepada Eliza.
"Ini ma....." kata Bella.
"Monik, Bella pegangin Salsa." kata Eliza.
"Baik Ma...." kata Monik dan Bella serentak.
"Ma....mama mau apa, jangan ma jangan." pinta Salsa ketakutan.
"Kalau kamu gak mau gugurkannya sendiri, mama yang akan gugurin kandungan kamu. Dengan memukuli perut kamu dengan stik golf ini." kata Eliza.
Salsa kaget dan menangis, dia meronta ronta ingin melepaskan pegangan Monik dan Bella yang begitu erat.
"Mampus, lo.....rasakan biar, janin lo keguguran dan Gantha bisa kembali lagi sama gue." kata Bella.
"Ayo ma, hajar Salsa aja. Jangan kasih ampun." kata Monik.
"Jangan ma, jangan....jangan lakukan itu." pinta Salsa menangis.
Tapi Emeli datang dan kaget Salsa mau dicelakai oleh mama tirinya, dan Emeli langsung mendorong Eliza hingga terjatuh. Bella dan Monik langsung menolong maminya yang terjatuh.
"Aaaa....." teriak Eliza.
"Mami......" kata Monik dan Bella serentak sambil berlari ke arah Eliza.
"Emeli." kata Salsa.
"Sa, lo gak apa apa khan." kata Emeli.
"Iya Emeli, untung lo datang tepat waktu." kata Salsa.
"Kamu Emeli, berani ikut campur urusan saya ya." kata Eliza sambil bangun menghampiri Emeli.
"Tante emang ya keterlaluan, janin yang ada dalam kandungan Salsa itu cucu tante. Masa tante gak punya hati sih." kata Emeli marah.
__ADS_1
"Janin haram itu bukan cucu saya, jadi saya gak peduli dengan kandungan Salsa. Lagi pula Salsa bukan anak kandung saya. Jadi saya pengen anak itu tidak terlahir kedunia ini." kata Eliza.
"Tapi saya gak akan membiarkan tante membunuh janin ini." kata Emeli.
"Jadi kamu berani, sama tante." kata Eliza ingin menampar Emeli tapi Emeli tangkep tanggannya dan diplintir sama Emeli.
"Aduh....aduh sakit Emeli." rintih Eliza.
"Lepasin mami gue Emeli." kata Monik ketus.
"Iya kak, lepasin mami." kata Bella.
"Saya gak akan pernah takut tante, sama tante. Karena saya akan selalu membela Salsa." kata Emeli marah dan melepaskan plintirannya kasar.
"Aduh, duh sakit." rintih Eliza kesakitan sambil memegang tangannya.
"Ayo Sa, kita kekampus." kata Emeli.
Salsa lalu jalan kekampus dan Eliza, Monik, dan Bella kesal.
"Awas kamu Emeli, tunggu pembalasan saya." kata Eliza.
"Mama sakit ya ma." kata Monik dan Bella serentak.
"Iya neh sakit." kata Eliza.
"Awas, lo ya Emeli." kata Monik.
Setelah Kenzo mengantar Lusi kekampus, Kenzo langsung ke Taman Seroja dan melihat lihat ternyata tak ada Emeli di Taman Seroja.
"Di mana ya wanita cantik itu. Tapi kok gak ada ya, apa dia gak kesini. Yah terus kapan dong gue bisa ketemu dan kenal lebih dekat sama wanita cantik itu." kata Kenzo termenung seorang diri.
Hari berganti hari Kenzo setiap pagi selalu ke Taman Seroja tak menyerah hatinya untuk bertemu dengan sang pujaan hati. Yang membuat rindu dan datang dalam mimpinya.
Dikamar Kenzo melihat lihat foto Emeli. Perasaannya sangat sedih dan merindukan Emeli yang tak kunjung bertemu Kenzo.
Ditaman Seroja Kenzo berjalan mengelilingi taman untuk mencari cari wanita impiannya. Dan dia menulis kata kata cinta di bebatuan besar yang berada ditaman tersebut.
"Selalu setia menunggu sang pujaan hati, merindu tapi tak bisa bertemu. Dimanakah gerangan pengobat hatiku yang terluka, karena habis putus cinta. Siapakah kau wanita cantik di Taman Seroja, wanita misterius aku selalu mengagumi (menulis disebuah batu besar yang kemarin Emeli dudukkin) Aduh, sudah seminggu disini. Tapi wanita cantik itu tak kunjung datang juga, harus cari kemana lagi ya." kata Kenzo dalam keputus asaan.
Lalu Kenzo pulang dengan rasa kecewa untuk menjemput Lusi dikampus tapi ternyata dengan kekecewaan dia menjadi semangat lagi setelah melihat Emeli keluar dari kampus.
"I....itukan wanita cantik. Oh ternyata, kuliah disini. Jangan jangan satu kelas sama Lusi." bathin Kenzo.
"Ayo kak (Kenzo masih sibuk ngelihatin Emeli, yang sedang menuju mobilnya) Kak." kata Lusi melihat dengan heran.
"Eh....iya, oh iya Lus. Itu perempuan siapa ya." tanya Kenzo.
"Oh, itu Emeli." kata Lusi sambil melihat Emeli.
"Oh, namanya Emeli, Hem....nama yang bagus (bicara dalam hati sambil mengangguk) Oh, iya Lus. Emeli itu anaknya gimana ya." tanya Kenzo penasaran.
"Dia itu anaknya reseh kak, musuh bebuyutan Lusi. Pokoknya Lusi benci banget sama dia kak (ketus) kenapa kak, jangan bilang kakak suka sama Emeli ya." tanya Lusi.
"Ah, enggak kok." kata Kenzo.
"Awas aja kalau kakak suka sama dia." ancam Lusi, tapi Lusi lupa bilang kalau Emeli itu adik tirinya.
Kenzo hanya terdiam tak menjawab perkataan adiknya. Lalu Monik dan Vero datang.
"Hai Lusi." kata Monik dan Vero serentak.
"Hai juga." kata Lusi.
"Wah, lo udah dijemput ini siapa." kata Vero kecentelin karena kemarin Vero dan Monik sudah pulang duluan jadi gak lihat Kenzo yang sedang menjemput Lusi. Dan kakaknya sudah bertahun tahun dinas ke luar negri jadi jarang ketemu teman temannya.
"Ini, kakak gue. Waktu mami gue meninggal, kakak gue datang dan sekarang menetap disini." kata Lusi.
"Oh, gitu. Kok lo gak pernah cerita sih Lus, punya kakak ganteng kaya gini." kata Vero kecentilan.
"Huts, centil banget sih lo." kata Monik sambil menyenggol tangan Vero.
"Biarin (langsung mengulurkan tangannya), Vero kaka." kata Vero.
"Kenzo." kata Kenzo.
"Udah, udah jangan lama lama (menepak tangan Vero) Monik kakak Sahabatnya Lusi." kata Monik tersenyum.
"Ah, lo Mon ganggu kesenangan orang aja." kata Vero kesal.
"De, ayo kita pulang." kata Kenzo.
"Ya udah, yuk kak. Genk kita pulang dulu ya." kata Lusi.
"Oke Lus, hati hati ya." kata Monik sambil tersenyum.
"Yah, kok pulang sih. Lusi gue khan masih mau ngobrol sama kak Kenzo." kata Vero kecewa.
"Next time aja ya Vero. Bye bye." kata Lusi yang segera naik mobil.
Monik tertawa.
"Hem, bete gue." kata Vero cemberut.
"Udah, udah ayo kita pulang. Kak Kenzo itu takut sama lo, makanya buru buru mau pulang." kata Monik.
"Yeee, emangnya gue gigit apa." kata Vero.
"Gigit sih gak, cuma nyakar." kata Monik sambil tertawa.
"Enak aja. Kucing kali gue." kata Vero yang masih cemberut.
"Ya udah, lo masih mau disini. Kalau gue mah mau pulang. Bye bye Vero." kata Monik tertawa sambil melambaikan tangannya.
"Yah, kok gue ditinggal sih. Iya gue mau pulang. Tapi bareng lo ya, supir gue lagi minta libur. Istrinya melahirkan." kata Vero mengikuti Monik.
"Ya, udah. Ayo cepatan masuk ke mobil." kata Monik.
__ADS_1
"Asyik." kata Vero langsung lari masuk ke mobil Monik.
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘