Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Ketakutan Alexa


__ADS_3

Ketakutan Alexa semakin menggila. Alexa hanya berteriak karena khayalannya di mana mana ada wanita bertopeng yang ingin membunuhnya, ditambah lagi Emeli mengirimkan boneka perempuan berdarah dan terobek robek di depan rumahnya bergelantung di depan pintu, sewaktu Alexa hendak membuka pintu dan Alexa pun berteriak ketakutan. Semakin takut Alexa dan hanya berteriak teriak histeris ketakutan menjadi gila, Emeli melihat dari kejauhan sangatlah senang dan tertawa bahagia.


"Hahahaha.....dukamu adalah kebahagiaanku pelakor, anda harus terima balasanku karena anda telah merebut kebahagiaan keluargaku. Kamu kira setelah merebut kebahagiaanku, kamu akan bisa hidup tenang dan bahagia bersama keluargamu tante Alexa.


Hahahahaha.......(tertawa), dugaan kamu salah besar karena aku tak akan pernah membiarkan kalian hidup bahagia, setelah apa yang kalian lakukan kepada aku dan ibuku tante Alexa. Sebentar lagi kematian anda akan tiba tante pelakor hahahaha......." kata Emeli tertawa.


Aleta menelpon Ronald yang lagi di luar kota.


"Hallo pi." kata Aleta.


"Hallo sayang." jawab Ronald.


"Pi gimana, apa ada kabar dari anak buah papi tentang siapa yang telah meneror keluarga kita." tanya Aleta.


"Belum Aleta, karena sampai sekarang anak buah papi tidak bisa dihubungi. Kamu yang sabar saja ya, dan jaga mami kamu. Besok papi akan pulang dari luar kota." kata Ronald.


"Hem.....gimana sih anak buah papi. Sudah tak butuh duit lagi kali ya mereka. Ya pasti pi Aleta akan selalu jaga mami, Ya sudah deh pi besok papi hati hati saja di jalan ya pi. Aleta cuma khawatir sama keadaan mami yang semakin parah berhalusinasi gara gara teror itu pi." kata Aleta.


"Iya sayang. Besok papi akan panggil psikiater untuk memeriksa mami kamu." kata Ronald.


"Oke deh pi." kata Aleta yang kemudian menutup pembicaraannya dengan Ronald.


Keesokkan harinya Ronald pun pulang dari luar kota, dan dia sangat prihatin dengan keadaan istrinya begitu pun Aleta. Ronald memanggil psikiater untuk memeriksa psikis istrinya yang terganggu karena teror akhir akhir ini. Aleta sangat sedih melihat ibunya seperti itu.


"Mas, orang itu mas orang itu mau membunuhku." teriak Alexa.


"Orang mana sih sayang (bingung). Di sini hanya ada mas, Aleta, dan dokter saja. Tidak ada siapa siapa lagi." kata Ronald.


"Perempuan itu mas, perempuan itu." teriak Alexa halusinasi.


"Perempuan mana. Iya dokternya kan memang perempuan namanya bu dokter Riska." kata Ronald bingung.


"Bukan mas. Tapi perempuan bertopeng membawa parang, wajahnya penuh amarah dan kebencian kepadaku mas." jawab Alexa.


"Sayang, di sini tidak ada perempuan bertopeng membawa parang yang kamu maksud. Adanya bu dokter membawa suntikan." kata Ronald.


"Jangan jangan jangan, tolong jangan bunuh aku. Tolong jangan bunuh aku." teriak Alexa ketakutan dan memberontak.



"Tenang sayang tenang, di sini tidak ada yang mau membunuh kamu." kata Ronald yang memegang tubuh Alexa untuk menahan Alexa dan menenangkannya.


"Iya ma, di sini tidak ada yang ingin membunuh mama. Di sini aman ma." kata Aleta yang juga memegang tubuh Alexa untuk menahan Alexa dan menenangkannya.


Lalu dokter membius Alexa biar lebih tenang, dan Alexa tertidur lelap dengan suntikan bius itu.


"Sebenarnya dok, gimana keadaan istri saya." tanya Ronald.


"Maaf istri anda menderita Skizofrenia. (keterangan dokter) :


Skizofrenia itu adalah gangguan psikologis/kejiwaan yang disebabkan oleh kelainan secara kimiawi pada otak, yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi diri dan ke panca indera, sehingga timbul proyeksi yang tidak seharusnya.


Munculnya halusinasi baik secara visual, pendengaran atau proyeksi ingatan masa lalu, Tingkah laku abnormal & berdasarkan insting. Delusi adalah keyakinan bahwa seseorang seolah-olah mengalami sesuatu ( alam khayal) Komunikasi kacau, suka menyendiri dan tidak dapat dikontrol." kata dokter.



"Terus bagaimana dok apa istri saya bisa sembuh." kata Ronald khawatir.


"Tentu saja bisa pak. Skizofrenia dapat diobati dengan menggunakan beberapa cara, seperti mengombinasikan obat-obatan melalui terapi psikologis. Obat dengan resep pada pengobatan skizofrenia ini adalah antipsikotik yang dapat mempengaruhi zat neurotransmiter di dalam otak, yang bisa menurunkan rasa cemas, menurunkan atau mencegah halusinasi dan membantu menjaga kemampuan berpikir." kata Dokter.


"Kasihan Alexa (sedih). Saya mohon dok, lakukan yang terbaik dok untuk istri saya." pinta Ronald sedih.


"Baik pak." kata Dokter.


Setelah dokter memeriksa Alexa, Aleta pun pamit ke kampus kepada Ronald.


"Pi, Aleta ke kampus dulu ya pi." kata Aleta yang tak seceria biasanya.


"Iya sayang, kamu hati hati ya. Kamu jangan terlalu memikirkan mami kamu, Mami kamu pasti bisa sembuh kok. Pokoknya kamu harus semangat saja kuliahnya, biar bisa meneruskan bisnis papi nanti." kata Ronald.


"Ba....baik pi." kata Aleta yang kemudian pergi ke kampus.


Di kampus Aleta tak seperti biasanya. Meski papinya sudah menasehati Aleta, tapi Aleta pun tetap saja memikirkan mami tercintanya. Aleta sangat lemas sekali memikirkan maminya yang lagi sakit mentalnya karena teror. Emeli yang melihat ekpresi Aleta tak seceria biasanya sangat senang sekali.


"Aleta kamu kenapa sih. Akhir akhir ini aku lihat kamu sepertinya lagi banyak pikiran gitu." tanya Monik.


"Mami aku Monik, mami aku sakit." jawab Aleta.


"Sakit apa? " tanya Monik.


"Dari kemarin sejak teror itu, mami aku menjadi halusinasi. Mentalnya terganggu, sering banget berhalusinasi." kata Aleta.


"Teror, teror apa sih Aleta....? " tanya Vero.


"Iya waktu itu kan mati lampu di rumah ku. terus pas lampunya nyala ada teror yang mengancam kematian mami aku. Dan yang waktu itu aku ceritakan juga ada yang mengirim paket, pas dibuka eh ternyata ada foto keluargaku yang ada tulisan ancaman kematian mami dan kehancuran keluargaku. Terus ada teror di depan rumahku ada yang menaruh boneka yang telah terobek robek bergelantung di depan pintu, lalu mami aku sering mimpi wanita bertopeng membawa parang yang hendak membunuh mamiku. Dan sekarang mami aku sangat ketakutan sekali, sampai di periksa ke psikiater." kata Aleta sedih..


"Sabar ya Aleta, kamu harus sabar." kata Vero.


"Wah wah wah.....kayanya ada yang lagi berduka nih (pura pura mikir), hem.....siapa ya... mami kamu mati ya Aleta." ledek Emeli.


"Sembarangan saja kamu kalau ngomong, aku hajar baru tahu rasa." kata Aleta marah.

__ADS_1


"Up....sorry anak pelakor (nutup mulutnya ngeledek), eh.....kirain mami kamu kena azab seorang pelakor karena sudah merebut suaminya ibu aku hahahaha......" kata Emeli tertawa.


"Oh....jadi nyokabnya Aleta itu anak dari pelakor yang merebut bokapnya Emeli." kata Dinar.



"Aduh.....aduh.....ternyata nyokab kamu jahat juga ya Aleta, sudah menghancurkan keluarga Emeli. Mungkin ini karma kali ya nyokab kamu yang jadi pelakor makanya mentalnya terganggu." kata Lisa.



"Jangan jangan ini azab seorang pelakor." kata Erina.



Emeli yang mendengar kawan kampusnya menghujat Aleta tersenyum senang.


"Diam....diam kalian (bentak). Mami aku bukan pelakor, mami aku tidak seperti yang kalian pikirkan. Mami aku wanita baik baik paham kalian. Kalian belum tahu cerita yang sebenarnya." kata Aleta.


"Oh ya.....masa sih mami kamu wanita baik baik (nyinyir). Kalau wanita baik baik sih dia pasti menolak kalau laki laki yang beristri mengajak nikah, apa lagi di saat keputusan pengadilan belum keluar." kata Emeli.


"Diam kamu Emeli." bentak Aleta, Emeli hanya tersenyum.


"Sayangnya kita tidak mau tuh mendengar cerita yang sebenarnya dari anak seorang pelakor, karena yang namanya anak pasti membela ibunya lah. Betul tidak kawan kawan." kata Mikela.



"Iya betul banget itu." kata Dinar, Lisa, Erina, Yuka serentak.


"Sudah pergi sana jangan ganggu Aleta." bela Vero marah.


"Ayo kita pergi ah, lagi pula aku malas dekatin anaknya pelakor. Takut kena sialnya." ajak Yuka.



Dinar, Lisa, Erina, Mikela, dan Yuka pergi meninggalkan trio CDS juga Emeli.


"Ini semua gara gara kamu Emeli, mamiku jadi di hujat sama teman teman kampus." kata Aleta marah.


"Emeli kamu memang berengsek ya, sekarang kamu sudah berani sama kita hah...." kata Monik marah.


"Wes.......wes.....wes......memang siapa kalian hah.....harus aku takutin. Dengar ya geng belagu aku tidak takut sama kalian bertiga karena apa.....karena sebenarnya kalian itu cuma geng pe....nge....cut." kata Emeli menghampiri Monik yang kemudian berbisik di telinga Monik.


"Kamu tahu tidak Monik, kamu lagi kebingungan kan cari Gerry. Dia sudah mati, karena aku yang mutilasi sih Gerry (bicaranya sangat menyeramkan). Dan jasadnya sudah aku kasih ke buaya peliharaanku hahahahaha......(tertawa), jadi kalau kamu macam macam nasib kamu akan sama seperti Gerry." lanjut Emeli ke Monik yang kaget mendengar ancaman dari Emeli yang menyeramkan.


"Ja....jadi kamu yang bunuh Gerry." tanya Monik.


"Hem.....(mikir). Pikir saja sendiri ya, aku mampu tidak membunuh kekasih kesayangan kamu itu." kata Emeli tersenyum.


"Aku tidak percaya, Emeli....kamu tidak mungkin melakukan hal sekejam itu. Kamu hanya gadis cupu yang kampungan, aku tahu kamu ngomong begini cuma ingin mengancam aku saja kan biar aku tidak ngebully kamu lagi. Jangan mimpi kamu Emeli, aku akan selalu ngebully kamu Emeli sampai aku puas karena aku sangat membenci kamu Emeli." kata Monik kesal.


"Benci kamu terhadapku tidak beralasan Monik, karena aku tidak pernah berbuat salah sama kamu tapi kamu selalu ngebully aku (marah). Hem....oke ya sudah kalau kamu memang tidak percaya, kita buktikan saja nanti kamu atau aku yang akan menangis di akhir, dan kebencian kamu terhadapku akan membawa kamu dalam kehancuran Monik." kata Emeli penuh amarah terpancar dendam di matanya.


Lalu Emeli berlaju ke Aleta dan berbisik di telinga Aleta.


"Mami kamu bentar lagi juga akan mati Aleta hahahahaha.....(tertawa). Mami kamu akan menyusul ibu aku. Orang jahat perebut suami orang suatu saat, akan direbut pula oleh orang lain suaminya, itulah karma dari seorang pelakor dan laki laki yang pernah meninggalkan istrinya demi wanita lain, tidak akan menutup kemungkinan suatu saat nanti dia juga akan meninggalkan istrinya untuk kesekian kalinya." kata Emeli sangat menyeramkan.


"Aku tidak percaya (geleng kepala), mami aku cuma sakit halusinasi saja bukan sakit yang mematikan. Pasti mami aku akan baik baik aja, dan papi aku pasti akan selalu setia pada mami aku, karena papi aku sangat mencintai mami aku. Mami aku adalah cinta pertamanya papi aku karena dia menikah dengan ibu kamu karena perjodohan pastilah papi aku meninggalkan ibu kamu demi mami aku. Jadi Emeli jaga bicara kamu." kata Aleta kesal.


"Ya itu menurut kamu kan Aleta, Hem.....oke kita buktikan saja ucapanku pasti akan jadi kenyataan." kata Emeli lalu pergi menuju Vero dan berbisik di telinga Vero.


"Bentar lagi giliran kamu yang akan mati Veronica Judika." ancam Emeli Vero tak dapat berkata apa apa.


Vero kaget dan suasana semakin tegang lalu Emeli pergi meninggalkan trio CDS.


"Sudah.....sudah....sudah.....jangan dengarkan gadis cupu itu (tersenyum), paling cuma ancaman saja. Mana mungkin perempuan seperti Emeli berani melakukan kejahatan, kita bully saja dia langsung jatuh dan menangis, tidak berani melawan kita. Apa lagi sampai menghilangkan nyawa orang lain. Itu mustahil, kita itu lebih kuat dari Emeli." kata Monik mencairkan suasana.


"Tapi dia itu sangat menyeramkan Monik tadi cara bicaranya, a....aku jadi takut deh sama ancaman dia. Gimana kalau jadi kenyataan." kata Aleta yang putus asa menggidik bahunya ngeri.


"Aleta kamu jangan jadi pengecut deh, kalau kamu jadi pengecut Emeli akan senang karena ancamannya berhasil membuat kita takut. Pokoknya kamu percaya saja kalau Emeli itu tidak akan berani macam macam." kata Monik.


"Iya benar juga kata kamu Monik (pegang pundak Monik). Kita tidak boleh lemah, kalau lemah makin besar kepala tuh anak cupu." kata Aleta.


"Iya makanya kamu Aleta (pegang pundak Aleta), harus semangat jangan lemah akan kesedihan kamu. Tuh kan jadi di manfaatin kelemahan kita sama sih cupu." kata Vero.


"Iya benar, aku harus tetap semangat. Maafkan aku ya guys." kata Aleta.


"Oke aku maafkan." kata Monik dan Vero serentak.


Alexa terbangun dari tidurnya semakin hari semakin ada rasa ketakutan, dia selalu berteriak teriak karena halusinasinya. Ronald selalu memberi semangat pada Alexa, dan dia bertanya pada bi Nah.


"Sebenarnya apa yang terjadi sih bi, sampai dia seperti ini." kata Ronald.


"Waktu itu mati lampu tuan. Ternyata skringnya turun (diam sejenak), terus tiba tiba pas nyala di kaca rias nyonya ada tulisan. Darah dibalas dengan darah, airmata dibalas dengan airmata, penderitaan dibalas dengan penderitaan, maka itu kau harus menderita sebelum kematian datang menjemputmu, ihh.....seram deh tuan besar (bahunya menggedik ngeri tampak ketakutan), nyonya langsung syok melihat tulisan itu. Karena tulisan itu pakai darah dan kemarin sewaktu nyonya membuka pintu di depan rumah ternyata ada boneka yang sangat menyeramkan sudah terobek robek bergelantung tuan besar (ketakutan), terus yang kemarin tuan besar lihat sendiri kan foto keluarga tuan yang telah tercorat coret dan ada tulisan ancaman di fotonya, dan nyonya sering bermimpi wanita bertopeng sedang membawa parang yang hendak membunuh nyonya tuan besar, iihhh sungguh mengerikan pokoknya tuan besar. Mbok saja melihatnya ngeri." kata Mbok Nah menggedikkan bahunya lagi.


Pak Ronald Kertajasa bertanya tanya dalam hati siapakah gerangan orang yang meneror istrinya belakangan ini, dan hati dia menuju seseorang yang dia curigai.


"Jangan jangan?" kata pak Ronald.


Ternyata Pak Ronald menduga yang melakukan teror itu adalah Emeli, dan dia ke rumah Emeli mengetuk pintu dengan kasar dan mengancam Emeli.


"Emeli.....Emeli.....buka pintunya." kata Ronald kasar.

__ADS_1


"Pak Ronald, tumben. Ada apa bapak datang kemari." tanya Emeli.


"Sudah jangan basa basi (kesal), saya tahu yang meneror Alexa itu kamu." jawab Pak Ronald.


"Oh ya, jangan sok tahu pak Ronald yang terhormat hahahahaha.....(tertawa). Mungkin dengan sifat bapak atau istri bapak yang angkuh dan sombong banyak orang yang tidak suka sama bapak. Atau (pura pura mikir), musuh bapak barangkali. Kenapa bapak harus menuduh saya." kata Emeli.


"Bukannya dulu kamu, pernah mengancam keluarga saya dengan kata kata yang sama." kata Ronald geram.


"Oh ya, jadi bapak ternyata takut dengan ancaman saya dulu (santai), kalau saya akan meneror keluarga pak Ronald, hahahaha.....(tertawa). Sungguh luar biasa pak Ronald kini seorang pak Ronald takut dengan anak ingusan seperti saya, hahahaha....." Emeli tertawa lalu Ronald menampar Emeli dan Emeli justru menggila menantangnya, dengan memukul diri sendiri hingga babak belur dan memfitnah pak Ronald hingga pak Ronald di pukulin oleh warga setempat.


"Tampar saya pak (menampar diri sendiri), Pukul saya sampai saya terluka (memukul diri sendiri). Bunuh saya seperti anda menyuruh anak buah anda, membunuh ibu saya yang tidak lain adalah istri anda sendiri." Ancam Emeli sambil memberantakkan barang barang di rumahnya, sambil berakting menangis agar semua warga percaya padanya.


"Dasar gila apa yang kamu lakukan Emeli....." tanya Ronald ketakutan.


"Tolong......tolong....tolong...." teriak Emeli.


Warga pada datang dan bertanya pada Emeli.


"Ada apa neng." tanya salah seorang warga.


"Ini pak, bapak ini datang-datang memukuli saya (pura pura menangis), dan mengancam ingin membunuh saya. Padahal saya tidak tahu salah saya apa sama bapak ini, saya takut pak saya takut. Tolongin saya pak tolongin saya (berakting takut bicara pada warga), pak Ronald apa salah saya pak sama bapak kenapa bapak jahat banget sama saya. Padahal saya anak kandung bapak sendiri, tapi kenapa bapak selalu membuat hidup saya dan ibu menderita. Belum puas bapak membuat saya menderita karena kehilangan ibu, sekarang bapak mau membunuh saya juga." kata Emeli berakting ketakutan dan mengeluarkan airmata kepalsuan.


"Tu....tunggu, bu....bukan saya. Biar saya jelaskan dulu." kata Ronald sebelum melanjutkan perkataan, warga sudah memukuli pak Ronald. Tanpa mendengar penjelasannya dan pak Ronald pergi dengan rasa sakitnya, Emeli hanya tersenyum senang. Dan melihat pak Ronald kabur meninggalkan rumah Emeli.


"Ini belum seberapa pak Ronald (menghapus airmata palsunya), saya bisa melakukan hal lebih gila dari ini Mr. Ronald Kertajasa. Tunggu saja tanggal mainnya yang akan menang siapa, saya atau anda pak Ronald." kata Emeli bicara sendiri sambil menghapus airmata palsunya dengan tersenyum senang.


"Di rumah Ronald sangat kesal sekali karena sifat Emeli yang sangat nekad, dan gara gara ulahnya Ronald babak belur dipukulin oleh warga.


"Ah.....sialan, berani beraninya Emeli membuat saya jadi seperti ini. Dasar anak durhaka, saya tidak menyangka dia akan jadi segila ini setelah kehilangan ibunya." kata Ronald kesal yang kemudian Aleta datang, dan panik melihat Ronald babak belur.


"Ya ampun papi, papi kenapa kok bisa babak belur seperti ini." kata Aleta yang memegang wajah Ronald yang terluka.


"Awww.....sakit Aleta. Papi tidak apa apa kok, tadi cuma ada perampok saja yang mau merampok papi, untungnya papi bisa mempertahankan harta benda papi sehingga papi tidak jadi dirampok." kata Ronald berbohong karena dia tidak mau mengaku kalau Emeli yang membuat dia seperti ini.


"Oh.....gitu pi, ya sudah pi. Sini Aleta obatin pi. Bi Nah....bi Nah....." kata Aleta yang kemudian memanggil pembantunya.


"Iya nyonya." sahut bi Nah.


"Tolong ambilkan kotak p3k ya bi. Saya mau mengobati papi saya." kata Aleta.


"Ya Tuhan, tuan kenapa kok bisa babak belur begini sih." kata bi Nah panik.


"Sudah, tidak usah banyak tanyak bi. Ambilkan saja kotak p3k nya." kata Aleta.


"Ba......baik non, baik." kata bi Nah yang kemudian ambil kotak p3k dan memberikan pada Aleta, lalu Aleta mengobati wajah papinya yang babak belur.


"Aw.....pelan pelan dong Aleta." kata Ronald meringis kesakitan.


"I....iya papi maaf....." kata Aleta.


Keesokkan harinya pak Ronald bersedih memikirkan Alexa yang selalu berhalusinasi. Pekerjaannya pun jadi terganggu lalu Marisa sekertaris Ronald mencuri kesempatan untuk mendekati Ronald yang lagi kepikiran tentang istrinya, apa lagi melihat wajah Ronald babak belur.


"Selamat pagi pak." kata Marisa.


"Iya Marisa." jawab Ronald.


"Ini pak ada berkas berkas yang harus bapak tanda tangani." kata Marisa.


"Oh iya Marisa." kata Ronald yang menanda tangani berkas berkas yang di berikan Marisa.


"Pak maaf bukannya saya lancang pak (melihat Ronald), tapi saya lihat sepertinya bapak lagi banyak pikiran, sebenarnya ada apa ya pak. Kalau boleh saya tahu ceritakan saja sama saya." kata Marisa.


"Begini Marisa, saya lagi bingung karena akhir akhir ini istri saya mentalnya terganggu seperti sering berhalusinasi ada wanita bertopeng yang hendak membunuhnya." cerita Ronald pada Marisa.


"Terus kenapa dengan wajah bapak, kok babak belur gitu sih." tanya Marisa sok panik.


"Ah.....tidak apa apa kok Marisa, ini cuma ulah perampok saja." kata Ronald.


"Jadi bapak ke rampokkan ya Tuhan. Tapi bapak tidak apa apa kan." kata Marisa sok panik.


"Iya saya tidak apa apa kok Marisa, untungnya saya berhasil menyelamatkan harta benda saya." kata Ronald.


"Ah.....syukurlah kalau bapak tidak apa apa." kata Marisa menghela napas dan tersenyum manis pada Ronald.


"Hem.....ini kesempatan aku untuk mendekati pak Ronald, di saat kejiwaan istrinya terganggu. Kan jika aku jadi istri bos aku tidak perlu repot repot kerja banting tulang tinggal nikmatin saja harta suamiku di rumah." batin Marisa tersenyum.


"Ya sudah pak Ronald sabar saja ya. Semoga bu Alexa cepat membaik kejiwaannya." kata Marisa tersenyum berpura pura empati akan keadaan istri Ronald.


"Terima kasih Marisa." kata Ronald.


Marisa memperhatikan Ronald dengan tersenyum, melihat Ronald yang sangat sedih dan punya rencana licik untuk menarik perhatian Ronald.


"Oh iya Marisa, besok kita dinas keluar kota ya." perintah Ronald.


"Siap bos." kata Marisa.


"Yes.....besok aku dan pak Ronald dinas keluar kota berdua. Ini kesempatan aku untuk mencuri perhatian pak Ronald di saat istrinya lagi sakit." kata Marisa.


Marisa sangat senang dengan perintah pak Ronald untuk besok keluar kota, karena Marisa berniat untuk mencuri perhatian Ronald hanya untuk menjadi istri bosnya yang kaya raya dan menguasai semua harta warisannya Ronald.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee

__ADS_1


guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2