
Rania sudah beranjak usianya dua puluh tahun, ibunya memberi suprise pesta kejutan untuk Rania bersama sahabatnya Salsa. Rania sangat senang sekali tapi matanya mencari cari sesuatu yang ternyata tidak hadir di ulang tahunnya Rania yaitu ayahnya.
"Selamat ulang tahun ya gadis ibu yang cantik, doa ibu yang terbaik untukmu sayang." ucap Sukma sambil memeluk Rania.
"Terima kasih ibuku sayang....." jawab Rania penuh kebahagiaan.
"Selamat ulang tahun sahabat terbaikku, sukses terus dalam menggapai cita citamu." ujar Salsa sahabatnya
"Terima kasih Salsa." ujar Rania tersenyum.
"Ke mana ayah bu? kenapa tidak datang (menunduk sedih), apa ayah lupa akan ulang tahunku." tanya Rania terpancar jelas kesedihannya dari sorot matanya.
"Mungkin ayahmu sedang sibuk di kantor sayang." jawab Sukma menenangkan.
"Ya sudah jangan sedih Rania, sekarang tiup lilinnya ya. Tapi jangan lupa make a wish dulu." ujar Salsa sambil menyodorkan kue ulang tahunnya.
"Hem.....oke (tersenyum dan berdoa dalam hati). Ya Tuhan semoga ayah dan ibu tidak bertengkar lagi dan saling mencintai, aku ingin ibu selalu tersenyum bahagia tanpa airmata kesedihan." pinta Rania dalam doanya.
"Sudah....." tanya Nayla tersenyum.
"Iya sudah." jawab Rania.
"Nah.....sekarang tiup lilinnya ya." pinta Nayla.
"Oke Nay." jawab Rania yang sambil meniup lilin di kue ulang tahun yang di pegang Nayla.
"Hore." sorak Nayla yang memegang kue ulang tahun dan Sukma sambil bertepuk tangan.
"Nah.....sekarang potong kuenya ya. Potongan pertama kasih ke orang yang kamu sayangi ya." ujar Nayla.
Rania memotong kue ulang tahunnya dan memberikan potongan kue pertamanya ke ibunya.
"Ini untuk ibu (kasih kue ulang tahun), karena ibu adalah orang yang sangat Rania sayangi. Terima kasih ibu sudah melahirkan Rania ke dunia ini. Dan terima kasih ibu yang sudah sabar menjaga dan merawat Rania dari kecil hingga sekarang. Meski Rania nakal, bandel, tapi ibu tidak pernah marah pada Rania." ujar Rania dengan sangat terharu Sukma memeluk hangat Rania.
"Terima kasih sayang, ibu juga sangat sayang sama kamu." ujar Sukma.
Nayla pun ikut terharu melihat Rania dengan ibunya tak sadar ikut meneteskan air mata lalu Nayla mengusap airmatanya. Lalu Rania memotong lagi kue ulang tahunnya kepada Nayla.
"Dan ini untuk kamu Nayla. Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaikku, yang dari kecil selalu setia menemaniku dalam suka maupun duka. Aku sayang kamu Naynay sahabat kecilku." ujar Rania memanggil dengan nama kecilnya karena Naynay nama kesayangan yang Rania telah berikan pada Nayla, Nayla pun terharu dengan perkataan Rania dan memeluk Rania penuh haru.
"Iya Rana, aku juga sayang banget sama kamu. Terima kasih juga ya kamu sudah menjadi sahabat terbaikku yang selalu ada untukku dalam susah maupun duka. Aku juga sayang sama kamu Rana." ucap Nayla yang memanggil Rania dengan nama kesayangan yang telah Nayla berikan kepada Rania sewaktu kecil.
"Rana dan Naynay tak akan pernah terpisahkan sahabat selamanya." ujar Rania dan Nayla serentak sambil mengacungkan jari kelingkingnya menyambung seperti anak kecil yang mau balikan lalu tertawa bahagia saling berpelukan.
Dan tiba tiba ekspresi Rania pun sedih karena sosok yang ditunggu tak kunjung datang.
"Tapi sayang, ayah tidak ikut merayakan ulang tahunku." ujar Rania sedih sambil melepaskan pelukkan Nayla.
"Sudah Rania kamu jangan sedih kamu harus tetap bahagia merayakan ulang tahun bersama ibu kamu dan aku bestie kamu. Meski tanpa ayah kamu, yah mungkin ayah kamu masih banyak pekerjaan di kantornya jadi dia tidak bisa pulang cepat." ujar Nayla menyemangati Rania yang lagi sedih.
"Iya kamu benar Nayla. Aku harus tetap bahagia di hari ulang tahunku (memotong kue tart) dan kue ini untuk ayah aku akan berikan sewaktu ayahku pulang nanti." ucap Rania tersenyum.
"Nah gitu dong itu baru sahabatku yang cantik." ucap Nayla tersenyum senang.
"Tunggu ya aku mau taruh kue untuk ayah di kulkas dulu." ucap Rania sambil menaruh kue tart potongan untuk ayahnya ke kulkas dan kembali lagi ke ruang tamu.
"Nah sekarang ayo makan kuenya." ucap Nayla senang sambil menyuapi kue yang di pegang Nayla.
Rania makan kue yang dikasih Nayla. Tapi Nayla malah membuat wajah Rania cemong karena kue ulang tahun yang disuapin Nayla.
"Ih.....Caca ah....muka aku kan cemong, ah tidak mau pokoknya aku harus balas kamu." cicit Rania mengambil kue dan mengoles di wajah Nayla. Rania pun tidak mau kalah dan mengoles wajah Rania dengan kue begitu pun sebaliknya saling membalas dan tertawa bahagia.
"Ih....aku balas kamu Rana. Terima ini Rania kekuatan Naynay women hahahaha......" cicit Nayla sambil tertawa bahagia yang melempar kue ke wajah Nayla hingga wajah Nayla cemong, dan kuenya terjatuh di lantai.
"Ih....curang kamu Nayla kuenya semua kamu lempar ke wajahku. Tapi aku tidak bisa tinggal diam terima pembalasanku Naynay women dari kekuatan super Rana Hero hahahahaha......" cicit Rania tertawa yang mengambil kue di lantai dan melempar ke wajah Nayla. Nayla dan Rania tidak ada yang mau mengalah tak ada habisnya mereka saling membalas. Penuh tawa dan kebahagiaan di balik kesedihan Rania karena yang ditunggu ayahnya tak jua pulang.
"Oh btw kita ada yang kurang nih." ucap Rania.
"Kurang apa." tanya Nayla.
"Iya kamu melupakan seseorang yang pernah berarti dalam hidup kita juga bestie kita itulah kan dulu kita tiga sekawan." jawab Rania.
"Oh iya apa kabarnya ya dengan Fani." jawab Salsa.
"Iya kangen seandainya Fani ada disini pasti kita akan tambah bahagia ya." jawab Rania.
"Iya siapa tuh nama kecil dia waktu itu Ran." tanya Salsa.
"Nini." jawab Rania.
"Hahahahaha.......(terkekeh) iya iya masih kecil di panggil Nini dia protes. katanya jangan panggil aku Nini memangnya aku sudah tua apa." jawab Nayla.
"Hahahahaha......iya iya iya.....Nini kan artinya nenek ya." jawab Rania terkekeh mendengar celotehan Salsa.
"hahahahahaha......iya betul Ca. Nini itu nenek hahahahahaha......kadang kalau dia di panggil Nini suka protes bibirnya tujuh senti maju hahahahaha......." kekeh Rania.
"Iya manyun udah kaya bokong bebek ya hahahahaha....." kekeh Salsa.
"Kapan kapan kita ke taman Seroja yuk. Pakde Roni masih jualan sate enggak ya. Kangen sate nya, sate paling enak di lidah aku." lanjut Rania.
"Iya aku juga kangen sate pakde Roni bokapnya Nini, bumbu nya itu loh mantul cita rasanya bikin ketagihan dilidah hahahahaha....." sambung Nayla terkekeh.
"Hahahahaha....iya betul nampol di lidah bikin lagi lagi lagi." kekeh Rania.
"Hahahahaha.....iya iya kamu bisa saja Rana." ujar Nayla terkekeh mendengar celotehan Rania.
Akhirnya mereka berdua terkekeh bersama mengenang masa lalunya yang tak bisa dilupakan bersama sahabatnya.
"Syukurlah akhirnya Rania bisa melupakan sejenak kegalauannya karena di hari ulang tahunnya ayahnya tidak hadir. Rania sangat beruntung punya sahabat sebaik Salsa yang selalu menghibur dia, di saat sedih seperti ini." ujar Sukma tersenyum bahagia.
Selesailah pesta ulang tahun Rania yang hanya dirayakan bertiga, rumah sangat berantakan karena kue ulang tahun yang bercecer di lantai habis perang kue bersama Salsa sahabatnya.
Lama Rania menunggu kehadiran ayahnya tapi tak kunjung datang setelah selesai acara pesta kecil kecilan ulang tahun Rania, sejam du jam tiga jam ayahnya pun tak kunjung datang Rania tetap setia menunggu di ruang tamu penuh kesedihan.
Rania terus menunggu kehadiran ayahnya di ruang tamu, dan mengambil sepotong kue tart untuk ayahnya di kulkas. Tapi ayahnya belum pulang juga.
"Kasihan Rania, sudah jam segini ayahnya tak kunjung datang di hari ulang tahunnya. Apakah mungkin mas Galvin melupakan ulang tahun Rania." batin Sukma sedih.
"Rania sayang sudah larut malam ayo kita tidur, jangan nungguin ayahmu pasti ayahmu pulang pagi seperti biasanya." tegur Sukma.
"Tapi bu Rania masih mau menunggu ayah pulang, Rania kan mau kasih kue ulang tahun ini untuk ayah bu. Kalau ibu capek ibu istirahat saja duluan ya bu." jawab Rania sedih.
"Ya sudah kalau gitu ibu istirahat duluan ya. Ibu capek banget huaaa.....(menguap) dan ngantuk." ujar Sukma.
"Baik bu, selamat tidur ibu semoga mimpi indah." ujar Rania.
"Iya sayang." jawab Sukma tersenyum.
__ADS_1
"Semoga saja mas Galvin sebentar lagi pulang dan mau menerima kue ulang tahun dari Rania (menghela napas), Kasihan Rania kalau harus kecewa lagi karena sikap ayahnya. Karena dari lahir Rania selalu tak di anggap oleh ayahnya." batin Sukma yang melihat Rania menunggu ayahnya dengan sabar sambil melihat potongan kue tart untuk ayahnya.
Kemudian ibu ke kamarnya. Dan Rania tetap setia menunggu ayahnya di ruang tamu.
Malam semakin larut, mata Rania mulai mengantuk.
Sejam dua jam tiga jam ayahnya pun tak kunjung datang, akan tetapi Rania tetap setia menunggu di ruang tamu penuh kesedihan. Sukma yang kelelahan seharian menyiapkan suprise ulang tahun untuk Rania telah terlelap tidur di kamarnya tanpa membersihkan rumah yang masih berantakan.
Karena lelah menunggu ayahnya yang tak kunjung datang akhirnya Rania pun tertidur di sofa ruang tamu.
Ayam pagi berkokok, burung pun berkicau dengan sangat merdu. Dan tibalah ayah Ronald di rumah sambil keadaan mabuk. Rania terbangun mendengar pintu ruang tamu terbuka karena kehadiran ayahnya sewaktu ayahnya masuk dan menyenggol pajangan di meja pecah di lantai.
"Ayah.....(bangun dari posisi tidur dan duduk di sofa sambil mengucek matanya) hem....Ayah baru pulang." tanya Rania.
"Iya, Rania kenapa kamu tidur di sofa, bukan tidur di kamar kamu." tanya Galvin.
"Ya......Rania nungguin ayah pulang." jawab Rania yang masih mengantuk.
"Nungguin ayah pulang, tumben ada apa?" Sebelum Rania menjawab mulai tersadar dan melihat lantai yang kotor karena kue yang berserakan di lantai rumah. Galvin membuang napas kasar karena sudah lelah menghabiskan waktu dengan wanita malam terus sampai rumah melihat rumah dalam keadaan berantakan dan wajah Rania belepotan karena kue yang dilempar Nayla ke wajahnya.
"Ya....ampun apa apaan ini, kok rumah berantakan banget sih dan wajah kamu kenapa cemong begitu." jawab Galvin kesal.
"Ayah lupa kalau hari ini ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun. Ibu dan Nayla tadi membuat pesta kejutan untukku kenapa ayah tidak pulang cepat. Ini ayah Rania sisain kue ulang tahun buat ayah." ujar Rania yang memberi kue ulang tahun ke ayahnya sambil tersenyum.
"Oh iya ayah lupa, selamat ulang tahun ya Rania. Maaf tadi ayah sibuk di kantor jadi tidak bisa datang." jawab Galvin.
"Iya ayah tidak apa apa. Ini kuenya ayah, Rania suapin ya ayah." ujar Rania yang mau suapin kue tart ke ayahnya.
"Apa apaan sih kamu Rania. Memangnya ayah anak kecil apa pakai disuapin, sudah taruh kuenya di situ aja. Ayah juga sudah kenyang." bentak Galvin.
"Tapi ayah sedikit saja, ayo ayah makan kuenya." pinta Rania yang masih ingin menyuapi kue tartnya ke Galvin tapi Galvin malah marah dan sengaja menyenggol kuenya hingga terjatuh ke lantai.
"Rania, sudah ayah bilang kan ayah enggak mau. Ayah sudah kenyang, ngerti enggak sih." bentak Galvin.
Rania melihat kue tart yang terjatuh di lantai, Rania sangat sedih sekali dan kecewa dengan sikap ayahnya yang tak menghargai niat baik Rania.
"Ayah kenapa sih yah, Rania kan cuma mau nyuapin kue tart saja ke ayah untuk menunjukkan rasa sayang Rania ke ayah. Ayah sibuk Rania bisa ngerti yah, tapi tolong ayah peduli sedikit sama perasaan Rania. Rania juga ingin disayang sama ayah seperti anak anak lainnya ayah." ujar Rania memelas.
"Ayah capek Rania, ayah mau mandi ayah mau istirahat jadi jangan ganggu ayah. Ayah baru pulang kerja, lebih baik kamu istirahat sana. ayah sudah terlalu sibuk jadi jangan kamu sibukkan ayah dengan urusan yang enggak penting." ujar Galvin kesal.
"Rania mengerti ayah kalau ayah sibuk di kantor. Tapi Rania tidak bodoh ayah mana ada kantor yang pulang sepagi ini. Ayah bilang sibuk.....sibuk apa ayah? sibuk mabuk mabukkan.....sibuk ke club malam main sama wanita wanita liar di sana dan pulang selalu ada noda lipstik juga parfum wanita di kemeja ayah. Ayah tidak bisa bohong sama Rania kalau ayah tidak bisa pulang cepat karena ayah sibuk di kantor." cicit Rania kesal membuang napas kasar kemudian melanjutkan kata katanya lagi.
"Rania bukan anak kecil lagi ayah karena mulut ayah bau alkohol pasti ayah mampir dulu kan ke club malam bermain sama wanita wanita malam di sana. Ayah juga selalu kasar pada ibu waktu ibu bertanya hal itu padahal itu hak ibu untuk cemburu karena ibu adalah Istri ayah, ibu tidak terima kalau ayah setiap malam selalu berkhianat pada ibu. Kasihan ibu ayah, ibu selalu menangis tiap malam karena sifat ayah yang selalu saja main gila pada wanita lain dan kasar sama ibu. Punya hati sedikit dong yah." bentak Rania kesal emosinya mulai memuncak.
"Diam kamu Rania, makin dewasa kamu sudah berani kurang ajar sama ayah. Dasar anak durhaka.....plak...." ujar Galvin kesal dan melayangkan tangannya ke pipi Rania.
Lalu ayah mendorong Rania hingga badannya terjatuh dan kepalanya terbentur dinding dan kacamatanya terjatuh ke lantai.
"Aw.....sakit (memegang pipi) ampun ayah ampun....." pinta Rania merintih kesakitan.
"Itu akibatnya karena kamu sudah mencampuri urusan ayah dan ibumu, dasar anak durhaka." berang Galvin dengan penuh amarah yang membabi buta.
"Ayah Rania tidak bermaksud durhaka sama ayah, tapi Rania hanya ingin ayah sedikit peduli sama ibu dan Emeli. Apa itu salah ayah apa itu salah....." Tangis Rania meledakkan kesedihannya.
"Berani ngomong lagi kamu sini ikut ayah. Ayah akan mendidikmu agar kamu tidak menjadi anak yang durhaka." berang Ronald sambil menarik tangan Rania kasar.
Sukma pun terbangun dari tidurnya dan kaget mendengar kegaduhan Galvin yang sangat kasar pada Rania. Sukma langsung buru buru menghampiri Galvin dan Rania, takut terjadi apa apa pada anak benih dari hasil pernikahan yang tanpa cinta akibat perjodohan karena balas budi orang tua Galvin pada orang tua Sukma. Ternyata ayah menyeret Rania ke kamar mandi tanpa belas kasih, ayahnya langsung menyiram Rania dengan air. Dan menenggelamkan kepala Rania ke bak mandi.
"Ampun ayah.....ampun...." Tangis Rania.
Tapi ayahnya tetap menenggelamkan kepala Rania ke bak mandi dan menariknya kembali begitu seterusnya, meski Rania memohon meminta ampun pada ayahnya seperti kerasukan setan ayahnya tetap saja tak mendengar perkataan Rania. Hingga ibu Rania pun datang dan kaget atas sikap ayah pada Rania yang hampir membunuh Rania karena kekurangan oksigen akibat ditenggelamkan di bak mandi.
"Mas Galvin cukup, hentikan.....Rania itu anak kamu, kamu boleh menyakitiku tapi tidak dengan Rania." ujar Sukma.
"Kamu salah mendidik Rania. Dia tumbuh menjadi anak yang pembangkang, saya tidak suka dengan perkataan dia tadi dan saya juga tidak suka di paksa untuk memakan kue tart itu." jawab Galvin marah.
"Tapi Rania hanya mengutarakan isi hatinya saja, yang Rania katakan pada mas itu kan semuanya benar apa adanya bukan mengada ngada dan Rania dari tadi menunggu kamu untuk memberi kue ulang tahun dia sebagai rasa sayang dia pada kamu mas sebagai anak apa itu salah." ujar Sukma membela Rania.
"Tentu saja itu salah. Saya paling tidak suka di paksa untuk makan kue ulang tahunnya Emeli karena saya memang sudah kenyang. Dan jangan suka ikut campur urusan orang tua, mau benar itu yang saya lakukan padamu tapi Emeli sebagai anak tidak berhak bicara seperti itu pada ayahnya kalau saya tidak suka saya akan menghabisi orang itu meski mereka adalah istri dan anakku sendiri. Dengan cara ini saya akan mendidiknya biar Emeli tidak tumbuh menjadi anak yang durhaka lagi." ancam Ronald pada Hanna.
"Kamu sudah gila mas.....lepaskan Emeli atau saya akan laporkan mas ke polisi." ancam Hanna.
"Oh......kamu sudah berani mengancam saya Hanna. Oke baiklah saya akan melepaskan Emeli (melepaskan Emeli dan bicara pada Hanna) tapi ingat mulai hari ini saya akan menalak kamu. Sekarang kamu bukan lagi istri saya dan saya akan memberikan hak asuh Emeli padamu dengan senang hati tanpa saya tinggalkan harta gono gini untuk kamu. Oh....iya satu lagi saya akan segera menikahi Alexa mantan pacar saya yang saya sangat cintai sampai saat ini. Dulu saya putus sama dia karena saya disuruh menikah sama kamu meski sekarang dia janda beranak dua tapi saya akan terima dia apa adanya. Karena sampai saat ini saya tetap mencintai dia, hanya dialah yang ada di hati saya. Dan menikah denganmu adalah kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan kepada kamu. Saya sangat sangat sangat.....menyesal menikah dengan kamu Hanna coba waktu itu kalau papi saya tidak sakit jantungnya dan memaksa saya menikah dengan kamu di rumah sakit sebelum papi saya meninggal. Dengan ancaman kalau saya tidak menikah dengan kamu saya tidak dapat harta warisan papi saya sepeser pun, ya saya tidak ada pilihan lain selain menikah dengan kamu Hanna. Karena saya hanya menikahi kamu demi harta warisan papi saya saja karena saya tidak mau hidup miskin lagi." kata Ronald.
"Ja.....jadi ka.....kamu menikahi saya demi warisan papi kamu." kata Hanna sedih.
"Ya iyalah kamu pikir aku benar benar mau menerima kamu jadi istriku, hanya karena pengorbanan ayah kamu terhadap papi saya. jangan mimpi kamu. Karena sampai kapan pun aku hanya mencintai Alexa bukan kamu." kata Ronald.
"Kamu jahat mas.....kamu jahat....." teriak Hanna penuh kesedihan.
"Hahahaha.....(tertawa) bukannya kamu sudah tahu kalau saya memang jahat. Karena selama kamu nikah dengan saya, saya tidak pernah berbaik hati pada kamu melainkan saya selalu buat hidupmu menderita seperti di neraka hahahahaha.....(tertawa). Seharusnya dari dulu saja saya meninggalkan kamu Hanna, tapi saya kasihan sama kamu dan Emeli karena Emeli masih kecil jadi saya tidak menceraikan kamu. Lagipula percuma karena Alexa sudah menikah dengan laki laki lain yang dijodohkan dengan orang tuanya karena patah hati pada saat saya menikah dengan kamu Hanna. Sekarang suaminya Hanna sudah meninggal jadi tidak ada halangan lagi untuk saya dan Alexa menikah. Meski Alexa sudah punya dua anak tapi dia masih sangat cantik dan menarik, dia adalah wanita tercantik yang pernah aku temui di muka bumi ini. Alexa selalu bisa membuat saya tergila gila setiap waktu, Alexa juga bisa membuat saya semakin jatuh cinta dan membuat saya tidak bisa melupakannya. Ah.....jadi tidak sabar saya untuk cepat cepat menikah dengan Alexa dan hidup bahagia bersamanya. Jadi mulai hari ini kamu dan Emeli pergi dari rumah saya." kata Ronald penuh amarah.
"Tolong mas....jangan ceraikan saya.....saya masih mencintai mas." pinta Hanna sambil memegang tangan Ronald tapi Ronald melepaskannya dengan kasar.
"Keputusan saya tidak bisa diganggu gugat. Karena sampai mati pun saya tak akan pernah mencintai kamu Hanna." kata Ronald lalu pergi.
"Mas......mas Ronald." teriak histeris Hanna menangis penuh luka karena diceraikan Ronald.
Hanna histeris menangis penuh kesedihan, tak bisa lagi berkata apapun atas keputusan suami yang tak bisa diganggu gugat. Karena Hanna sangat mencintai suaminya meski lewat perjodohan cinta Hanna terhadap Ronald sangat tulus, tapi inilah akhir dari rumah tangganya ternyata Ronald masih sangat mencintai mantan pacarnya. Lalu Hanna memeluk Emeli yang masih sangat ketakutan dan kedinginan karena siksaan dari ayahnya dan pakaiannya basah kuyub.
"Ibu maafkan Emeli bu.....maafkan Emeli.....ini semua gara gara Emeli coba kalau Emeli tidak bicara seperti itu sama ayah. Pasti ayah tidak akan menceraikan ibu. Emeli kan hanya ingin menyuapi kue ulang tahun Emeli pada ayah bu apa itu salah bu." kata Emeli penuh penyesalan dengan airmata yang membasahi pipinya.
"Tidak sayang itu tidak salah. Kamu jangan merasa bersalah seperti itu Emeli sayang, ini semua bukan salah kamu tapi semua ini memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Kamu tidak apa apa kan sayang." kata Hanna sambil membelai rambut Emeli yang basah.
"Iya bu tidak apa apa...." jawab Emeli.
"Ya sudah kamu ganti baju ya sayang biar tidak masuk angin, terus kita segera berkemas untuk meninggalkan rumah ini." jawab Hanna sedih.
"Tapi bu kita mau pergi ke mana?." tanya Emeli.
"Entahlah sayang.....ibu juga bingung tapi kita harus segera pergi sebelum ayahmu murka lagi pada kita." jawab Hanna.
"Baiklah bu (diam dan berkata dalam hati) ya Tuhan ternyata keinginanku untuk ayah dan ibu tidak bertengkar dan saling mencintai tidak akan terwujud karena ayah memutuskan menceraikan ibu dan ini semua gara gara aku." kata Emeli sedih melihat kehancuran keluarganya.
Suasana pagi hari sangat dingin mengiris kalbu, ditambah hujan yang turun sangat deras. Di tengah tengah gemericik hujan ada Emeli dan ibunya sedang berjalan tanpa arah yang jelas karena dia tak tahu harus tinggal di mana, ayahnya tega mengusirnya tanpa diberi uang sepeser pun.
"Ibu....ibu capek ya." tanya Emeli.
"Iya sayang kita istirahat dulu ya di sini." jawab Hanna sambil duduk.
"Bu ini ada sedikit tabungan Emeli bu.
Emeli belikan ibu makanan dan minuman dulu ya bu, biar ibu ada tenaga lagi untuk berjalan." kata Emeli.
__ADS_1
"Iya sayang." jawab ibu.
"Ibu tunggu di sini ya, jangan ke mana mana sebelum Emeli kembali." kata Emeli.
"Iya sayang, kamu hati hati ya." kata Hanna yang kelelahan karena berjalan kaki.
Emeli pergi untuk membeli makanan dan minuman sambil memikirkan mau menginap di mana hari ini karena hujan begitu deras dia teringat pada sahabatnya Salsa. Dan Emeli ke rumahnya Salsa tanpa ibunya hanya untuk meminta izin menginap sehari di rumahnya.
Perjalanan dari rumah Emeli memang belum terlalu jauh masih dekat rumah Salsa. Tapi ibunya sangat kelelahan sekali karena kemarin telah mempersiapkan suprise untuk pesta ulang tahun kecil kecilan Emeli bersama sahabatnya Salsa. Dan Hanna juga masih tertekan batinnya, syok tidak menyangka karena habis di ceraikan oleh suami tercintanya. Kesabarannya yang selama bertahun tahun tersiksa menghadapi sikap Ronald yang kasar dan tak pernah mencintainya menjadi sia sia belaka. Maka dari itu kakinya sangat berat untuk melangkah berjalan tanpa arah tujuan yang jelas, netranya pun mengeluarkan airmata tak henti henti.
"Oh iya bagaimana kalau hari ini aku dan ibu menginap di rumah Salsa tapi apa boleh ya sama Salsa. Ibu tirinya itu kan jahat banget, ya mungkin kalau sama Salsa sih boleh tapi aku tidak yakin kalau sama ibu tirinya boleh. Hem....tapi tidak ada salahnya deh mencoba, masa tidak boleh sih cuma menginap sehari saja. Kasihan ibu sudah sangat kelelahan sekali hujan pun tak jua berhenti. Emeli takut ibu sakit karena kehujanan." gumam Emeli dalam hati menepis keraguan.
Sesampainya di rumah Salsa.
"Permisi.....Salsa......Salsa....." Emeli memanggil sambil mengetuk pintu rumah Salsa.
"Emeli.....ya ampun, kenapa kamu hujan hujanan Emeli. Ayo masuk pakaian kamu basah kuyub." kata Salsa kaget karena melihat sahabatnya datang dengan pakaian basah kuyub diguyur hujan lebat.
"Tadi aku diusir sama ayah aku Salsa...." kata Emeli sedih.
"Diusir.....diusir kenapa?" tanya Salsa kaget.
"Ini semua gara gara aku, awalnya aku hanya mau menyuapi ayah kue tart ulang tahunku tapi ayah menolaknya. Terus karena ayahku menolaknya aku kesal dan kecewa lalu aku minta keadilan sama ayahku untuk aku dan ibu yang selalu ayah sakiti." kata Emeli.
"Ya ampun Emeli jadi cuma gara gara itu kamu diusir sama ayah kamu." kata Salsa.
"Iya Salsa, bukan hanya itu saja. Bahkan ayahku sampai menceraikan ibuku." kata Emeli.
"Ayahmu jahat banget Emeli, cuma gara gara kamu mau menyuapi kue tart saja dan minta keadilan. Ayahmu bisa semarah itu sama kamu dan ibumu, sungguh keterlaluan dia." kata Salsa kesal mendengar cerita Emeli.
"Iya Salsa apa aku salah ya Sal." tanya Emeli.
"Ya tidaklah Emeli, kamu tidak salah. Kamu berhak menegur ayahmu jika ayahmu salah. Kamu kan anaknya." jawab Salsa.
"Tapi menurut ayahku, aku itu salah. Dan ayah juga bilang dia mau menikah lagi dengan mantan pacar ayah dulu sebelum menikah sama ibuku." kata Emeli sedih.
"Ayah kamu mau menikah lagi." kata Salsa bingung sambil menggaruk rambutnya.
"Iya Salsa....karena ayah dan ibu dulu menikah karena perjodohan, ayahku sebenarnya tidak pernah mencintai ibu. Meski ibu sangat mencintai ayah tapi ayah tidak pernah peduli dengan perasaan ibu sama sekali. Bahkan ayah selalu main perempuan lain dan kasar pada ibu." jawab Emeli sedih.
"Ya Tuhan.....sabar ya Emeli. Di hari ulang tahun kamu, kamu malah menghadapi cobaan seberat ini. Mungkin ini alasan ayah kamu saja untuk pisah dari ibu kamu karena ayah kamu memang mau menikah dengan mantan pacarnya itu, ya makanya ayah kamu menceraikan ibu kamu." kata Salsa sambil memegang pundak Emeli.
"Iya.....terima kasih ya Salsa, ya mungkin juga itu hanya alasan ayahku saja untuk bercerai dengan ibuku karena ayah mau menikah lagi. Tapi sebenarnya kedatanganku kemari pengen menumpang menginap sehari saja Sal, boleh tidak Salsa." pinta Emeli sambil memegang tangan Salsa.
"Aku mohon Salsa.....aku mohon hari ini saja Salsa....Please.....(megang tangan Salsa), kasihan ibuku kalau hujan hujanan kaya gini diluaran sana takut ibu aku sakit. Dan ibu juga kelelahan karena menyiapkan ulang tahunku kemarin." kata Emeli melanjutkan kata katanya tapi tampak Salsa lagi cemas niatnya ingin membantu sahabatnya tapi dia takut sama ibu tirinya itu.
"Heemmm....gimana ya Em.....bu.....bukannya aku tidak mau menolong kamu Em.....ta....tapi...." jawab Salsa yang gelisah duduknya sebelum Salsa meneruskan kata katanya kembali Emeli menyambar kata Salsa sambil memohon agar bisa di izinkan menginap sehari saja.
"Tolonglah Salsa.....Please....." pinta Emeli.
"Baiklah Emeli......aku izinkan kamu sama ibu kamu menginap di sini." kata Salsa.
"Terima kasih Salsa.....terima kasih......kamu memang sahabat aku yang paling baik." kata Emeli memeluk Salsa sangat senang.
Tapi tiba tiba ibu tirinya Salsa datang yang mendengar percakapan Salsa dan Emeli dia bernama Jasmine bersama kedua saudara tirinya Monik dan Bella.
"Siapa yang mengizinkan Emeli dan ibunya menginap di rumah kita (melihat sekitarnya), astaga rumah jadi becek tidak tahu diri banget sih basah basah main masuk aja ke dalam." kata Jasmine marah.
"Ta.....tapi ma kasihan Emeli dan Tante Hanna kalau hujan hujan begini harus diluar sana ma." kata Salsa melas.
"Mama tidak peduli, memang siapa mereka saudara juga bukan sekarang kamu pergi Emeli dari sini. Dan kamu Salsa sekarang masuk....ayo masuk." pinta Jasmine kasar dan menarik Salsa.
"Emeli....(memanggil Emeli) ma tolong ma jangan usir Emeli ma." pinta Salsa.
"Monik.....Bella usir Emeli sekarang." perintah Jasmine.
"Baik ma." sahut Monik dan Bella serentak.
Lalu Monik dan Bella menarik Emeli keluar dengan kasar dan menjatuhkan Emeli.
"Pergi sana dan jangan pernah kemari lagi." kata Bella ketus.
"Kita tidak sudi ya menerima kamu dan ibu kamu menginap di sini. Dasar gembel." sambar Monik menghina Emeli.
Emeli sangat sedih mendengar perkataan Monik yang menghina dirinya gembel.
"Ya Tuhan......kenapa mereka jahat banget sama Emeli, kasihan Salsa gara gara Emeli dia pasti dikasari sama ibu tirinya." kata Emeli sambil menangis.
Ibu tiri Salsa langsung menjatuhkan Salsa di kamarnya dengan sangat kasar.
"Eh Salsa.....kamu di sini bukan siapa siapa, cuma anak tiri jadi jangan macam macam karena semua warisan papa kamu sudah jatuh ke tangan mama. Atau nasib kamu mau seperti Emeli." kata Jasmine kasar.
"Iya kamu jangan macam macam Salsa.....karena kamu di sini cuma babu." sambar Monik.
"Iya babu....dengar tidak kak.....ba...bu.....babu. Jadi kakak tidak ada hak untuk memutuskan apa pun di rumah ini." sambar Bella.
"Atau kamu Salsa, mau seperti papa kamu yang mati karena mama kasih racun di kopinya yang mama buat untuk papa kamu. Kemudian kematian papa kamu mama buat seolah olah papa kamu terkena serangan jantung. Maka dari itu mama tidak mau mengadakan otopsi, waktu polisi menyarankan untuk otopsi mayat papa kamu dengan seribu alasan yang mama buat untuk meyakinkan polisi dengan wajah sedih mama sebagai seorang istri yang kehilangan suaminya hahahaha......" kata Jasmine tertawa senang.
Salsa kaget tak menyangka bahwa mama tirinyalah yang menyebabkan papanya meninggal. Salsa sedih sedangkan kedua saudara tirinya tersenyum sinis.
"A.....apa ma jadi mama yang menyebabkan kematian papa." kata Salsa kaget.
"Iya cerdas sekali." kata Jasmine.
"Mama jahat mama sudah membunuh papaku. Seandainya dulu Salsa tahu niat jahat mama terhadap papa Salsa tidak akan pernah mengizinkan papa menikah dengan wanita sejahat dan selicik mama, untuk menggantikan mamaku yang sudah meninggal." tanya Salsa terbata bata sambil menangis.
Jasmine tersenyum senang, puas hati sudah menyakiti hati Salsa. Salsa menangis airmatanya membanjiri pipinya karena kejujuran dari mama tirinya yang menyebabkan papanya meninggal.
"Semua sudah terlambat sayang karena rencana mama sudah berhasil.....kamu tahu kenapa mama menikahi papa kamu (memegang dagu Salsa lalu melepaskannya kasar dengan tersenyum sinis), ya karena mama mau menguasai semua harta warisan papa kamu. Karena sebelum meninggal mama menipu papa kamu untuk menanda tangani semua surat warisan dan aset aset penting milik papamu. Mama bilang ke papa kamu yang bodoh itu kalau yang harus di tanda tangani itu adalah dokumen dokumen penting dari kantornya yang ditinggalkan karena papa kamu jatuh sakit. Jadi mama yang waktu itu mengambil alih perusahaan papa kamu sewaktu papa kamu sakit, papa kamu tidak sempat membacanya Karena dia pasti percaya sama istrinya yang berpura pura baik di depan dia hahahaha......(tertawa), papa kamu benar benar bodoh dia sangat mempercayai mama untuk mengurus perusahaannya sehingga tanda tangan saja dia tidak mengeceknya terlebih dahulu hahahahaha.....(tertawa). Kamu pikir mama benar benar mau menikah dengan papa kamu karena cinta. Ya tidak mungkinlah Salsa mama itu bukan orang yang bodoh karena menikah dengan papa kamu yang cuma berpenyakitan. Mama ini kan wanita yang cantik pasti banyak laki laki yang mau menikah dengan mama yang lebih baik dan sehat dari papa kamu tapi karena kekayaan papa kamu jadi mama merencanakan untuk menyingkirkan papa kamu dengan lebih cepat dan menguasai semua harta warisannya. Ya karena papa kamu memang punya penyakit serangan jantung jadi tidak ada satu orang pun yang curiga kalau kematian papa kamu itu karena ulah mama dan mama berhasil meyakinkan polisi kalau papa kamu meninggal murni penyakit yang di derita papa kamu. Cerdas bukan hahahahaha........" kata Jasmine sambil tertawa jahat.
"Mama benar benar jahat.....Salsa akan melaporkan kejahatan mama ke polisi." ancam Salsa.
"Oh....silakan Salsa kamu, boleh melaporkan ke polisi (tersenyum). Tapi kamu tidak ada bukti apa pun Salsa tentang kematian papa kamu. Jika kamu sampai melaporkan masalah ini ke polisi, mama akan menuduh kamu gila (menunjuk Salsa) karena sudah memfitnah mama. Saya bisa pastikan kamu akan masuk rumah sakit jiwa selamanya (melihat Salsa yang menangis) jadi kamu jangan macam macam Salsa hahahahaha......(tertawa diikuti oleh Monik dan Bella) kalau kamu masih mau tinggal di rumah ini. Oh iya jangan lupa ruang tamu dipel....iiihhh jorok kotor....becek......itu ulah sahabatmu yang cupu hahahahaha......" kata Jasmine meninggalkan Salsa yang lagi menangis diikuti oleh Monik dan Bella sambil tertawa senang.
"Iya ma." kata Salsa lesu.
Setelah mama dan saudara tirinya keluar Salsa pun menangis.
"Ya Tuhan.....ternyata mama jahat dan licik banget, memang Salsa di sini dianggap babu ta.....tapi Salsa tidak menyangka kalau mama lah yang menyebabkan papa meninggal. Salsa kangen mama.....Salsa kangen papa......semoga mama dan papa tenang di alam sana." tangis Salsa meledak di kamarnya sambil melihat ke jendela di derasnya hujan yang mengguyur pagi hari dan terlihat sahabatnya yang berjalan sendiri sambil menangis.
"Maafkan aku Emeli, aku tidak bisa membantu kamu. Karena aku tak kuasa melawan perkataan mama tiriku yang sangat kejam, karena jika aku melawan mama tiriku akan menyiksaku. Semoga kamu dan ibumu bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang layak buat kamu Emeli." kata Salsa bicara sendiri dalam tangis penyesalan karena tak bisa membantu sahabat dekatnya.
Salsa melihat Emeli dari jendela kamarnya yang berjalan di tengah derasnya hujan, Salsa sangat prihatin dan sedih karena tidak bisa membantu sahabat kecil dan ibunya dalam kesengsaraan. Karena ibu tirinya tidak mengizinkan menginap di rumahnya meski pun hanya sehari.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘