
Salsa teringat dengan senyuman Gantha nampaknya dia telah jatuh cinta pada Gantha, tekad hati untuk mempercantik diri Salsa ingin merubah penampilan pada dirinya agar terlihat cantik di depan pria idamannya.
"Aku harus tampil cantik biar Gantha klepek klepek sama aku, besok di kampus. Baru pertama kalinya aku jatuh cinta sama seseorang laki laki. Tapi dia itu kan seorang playboy, semoga saja Gantha tidak seperti Gerry. Aku tidak mau patah hati kaya Emeli." Salsa bicara sendiri sambil melihat cermin.
Salsa menunduk karena sedih, dan hati dia merasa yakin kalau Gantha bisa berubah karenanya, rasa cinta Salsa yang membuat dirinya percaya kalau dia bukan seperti temannya Gerry.
"Tidak aku yakin kalau Gantha itu sifatnya jauh berbeda dengan Gerry, dia bukan playboy. Aku yakin dan percaya kalau dia bisa berubah, apa lagi setelah Gerry tidak ada. Geng taruhan mereka kan sudah bubar. Sepertinya Gantha juga suka sama aku (pede) ya aku harus merubah penampilanku ah....besok pokoknya aku harus tampil cantik dan mempesona di depan Gantha." keyakinan Salsa mulai memuncak.
Pagi telah tiba, ayam berkokok. Udara sangat sejuk menyelimuti kalbu, dengan wajah fresh dan keceriaan Salsa berangkat ke kampus. Dia sudah tak sabar memamerkan perubahan penampilannya di depan pria idamannya.
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Gantha heeemmmm......kira kira gimana ya reaksi Gantha melihat perubahan penampilan aku ini." kata Salsa tersenyum.
Emeli mencari cari Salsa dan dia celingak celinguk bertanya pada teman temannya.
"Amanda, Gracia, Retta. Kalian pada liat Salsa tidak." tanya Emeli.
"What kamu nanya sama aku Emeli....manakutehe memangnya aku baby sisternya Salsa." kata Amanda sinis.
"yeee, santai aja keles jangan nyolot. Aku kan nanya baik baik jangan pakai bacot." kata Emeli.
"Sorry Emeli. Amanda lagi datang bulan jadi bawaannya sensian." sambar Gracia.
"Ngapain sih kamu Grac, baik baik sama pelakor." kata Amanda kesal.
"Maksud kamu apa nih, Bilang aku pelakor." kata Emeli kesal.
"Pikir saja sendiri. Kamu masih punya otak kan, memangnya kamu lupa atau pura pura lupa. Waktu itu aku marah sama kamu karena apa hah...." bentak Amanda.
"Oh aku tahu, pasti ini soal Gerry kan (memegang pundak Amanda tapi Amanda melepaskan kasar) dulu kamu juga korbannya Gerry jadi sensi sama aku. Ya ampun Amanda itu semua sudah berlalu kita ini sama sama korban taruhannya Gerry. Dan lagi pula aku kan waktu itu tidak tahu kalau Gerry deketin aku pas masih jadian sama kamu Amanda." kata Emeli.
"Sudahlah Amanda, yang berlalu biarlah berlalu (memegang pundak Amanda) lagi pula Gerry nya juga sudah tidak ada di kampus ini lagi. Tidak tahu pindah ke mana tidak ada kabar sama sekali. Amanda tidak baik loh menyimpan dendam seperti itu sama Emeli kalian kan sama sama korban, Emeli juga tidak tahu kalau dia di dekatin sama Gerry pas masih jadian sama kamu. Malah Monik yang jelas jelas tahu Emeli pacaran sama Gerry malah ngerebut Gerry dari Emeli." kata Gracia menasehati.
"Yang berlalu biarlah berlalu enak saja kalau ngomong. Ya tidak bisa lah, aku tidak bisa melupakan begitu saja. Kamu memang tidak tahu apa memang tidak mau tahu karena waktu itu aku sudah berusaha jujur pada Emeli tapi Emeli malah tidak percaya pada omongan aku, jadi kesimpulannya dia itu memang sengaja mau merebut Gerry dari aku dan sekarang rasakan sendiri kan Gerry malah selingkuh dengan Monik terus tidak tahu kenapa tiba tiba Gerry menghilang tidak ada kabar ninggalin Monik, ya mungkin dia juga sudah bosan sama Monik. Dan di sini stok perempuannya sudah hampir habis untuk dijadikan bahan taruhan lalu dia pindah kampus deh dan mencari korban lainnya untuk dijadikan bahan taruhan." kata Amanda menerka nerka.
"Hem....Gerry tidak ada kabar karena aku yang sudah menghabisi dia Amanda, karena laki laki penjahat wanita seperti Gerry harus dimusnahkan dari muka bumi ini." Batin Emeli.
"Sudahlah Amanda, lupakan saja dendam kamu pada Emeli. Lagi pula waktu itu kan Gerry yang pintar memutar balikkan fakta omongan dia yang manis tapi berbisa. Kamu tidak boleh gitu sama Emeli. Emeli kan tidak pernah menyenggol kamu Amanda." sambar Retta.
"Ah....apaan sih kalian berdua, malah belain dia dari pada sahabat kalian sendiri (Amanda kesal pada Gracia dan Retta) dengan merebut Gerry berarti Emeli itu sudah menyenggol aku Retta. Dan untuk kamu Emeli, dendam aku sama kamu tidak akan pernah berakhir. Gerry memang sudah tidak ada di kampus ini, tapi aku tidak bisa melupakan semua itu begitu saja, karena aku benar benar tulus sayang sama Gerry. Dan aku sangat.....sangat....sangat kecewa karena Gerry meninggalkan aku cuma demi gadis cupu seperti kamu saja." kata Amanda marah.
"Bukan gitu Amanda, tapi....." kata Retta.
"Ah.....sudah lah." sambar Amanda ngambek pergi meninggalkan Emeli, Gracia, dan Retta.
"Amanda...." panggil Gracia dan Retta.
"Emeli sorry ya atas nama Amanda, kita jadi tidak enak deh sama kamu." kata Retta meminta maaf.
"Iya Emeli, maafkan sahabat kita ya." kata Gracia.
"Oke tidak apa apa." kata Emeli.
Retta melihat Salsa agak ragu, tapi dia memperhatikan terus apa yang yang dia lihat itu benar benar Salsa sahabatnya Emeli. Retta memastikan terlebih dahulu sebelum memberitahukan Emeli.
"Emeli.....lihat itu Salsa bukan." tanya Retta.
"Mana?" kata Emeli.
Emeli melihat tak percaya perubahan Salsa dia terus memperhatikan Salsa.
"Oh iya benar itu Emeli, itu kan Salsa. Wah cantik banget ya, dia sudah berubah." kata Gracia pangling.
"Masa sih itu Salsa, eh iya itu Salsa. Oke terima kasih ya guys." kata Emeli.
"Sipppp." kata Gracia dan Retta berbarengan.
"Salsa." Emeli menepuk pundak Salsa.
"Eh.....kamu Emeli, ngagetin aku aja." kata Salsa yang kaget akan kehadiran Emeli.
"Loh kok kamu kaget, heemm.....lagi ngelamun ya Salsa." tanya Emeli.
"Ah.....ti.....tidak kok aku....aku...." kata Salsa gugup.
"Waw....waw....waw.....Salsa." Emeli sambil mengelilingi Salsa dan memutar mutarkannya bak model.
"Salsa.....kamu cantik banget sih Sal, aku sampai pangling sama kamu. Karena penampilan kamu beda banget dari kemarin kemarin, aku tidak menyangka Salsa kalau kamu bisa secantik ini." kata Emeli pangling.
"Ah kamu Sal...pandai banget menyenangkan hati aku." kata Salsa.
"Seriuslah Salsa.....aku tidak bohong, kamu itu benar benar cantik. Mirip artis terkenal, tadi aja aku, Gracia, dan Retta juga pangling sama kamu loh Sal." puji Emeli.
"Oh tadi kamu juga sama mereka." tanya Salsa.
__ADS_1
"Iya aku tadi tanya kamu sama mereka. Tadinya sih sama Amanda juga tapi dia marah marah sama aku." kata Emeli.
"Marah marah kenapa." tanya Salsa.
"Ya biasalah, soal Gerry. Dia kan termasuk korbannya Gerry juga. Saat Gerry jadian sama aku kan dia belum putus sama Gerry, kamu ingat kan yang aku dijambakkin sama Amanda waktu Gerry nembak aku di taman." kata Emeli.
"Oh iya aku ingat (cemas) terus dia masih menyimpan dendam sama kamu Emeli, sabar ya." kata Salsa menenangkan.
"Iya so pasti aku selalu sabar, kan ada kamu sobatku yang selalu mendampingi aku di saat aku ada masalah dan lagi sedih (merangkul) eh....tapi asli loh, kamu tuh benar benar buat seisi kampus ini pangling Sal." Emeli tersenyum.
"Sudah deh Emeli, jangan puji aku terus. Aku kan malu jadi terbang nih." kata Salsa tersipu malu.
"Iihhhhh.....dibilangin tidak percaya." kata Emeli meyakinkan Salsa.
"Iya benar kata Emeli Salsa kamu tuh benar benar cantik." kata Gantha yang tiba tiba berada di belakang Salsa dan Emeli mengagetkan perbincangan Salsa dan Emeli.
"Eh....Gantha, Joey." Salsa tersipu malu.
"Ngapain kamu kemari, ganggu saja." kata Emeli.
"Eh....Emeli kamu jangan kaya gitu." kata Salsa.
"Slow aja Emeli, aku ke sini cuma mau negur saja kok tidak bermaksud apa apa. Salsa kamu memang benar benar cantik." kata Gantha tersenyum.
"Masa sih (menunduk malu) ah kamu jangan buat aku malu apa Gan." kata Salsa yang tersipu malu karena dipuji sama Gantha.
"Iya benar, kalau tidak percaya tanya aja sama Joey. Iya kan Joey." kata Gantha sambil menyenggol lengan ke Joey yang sibuk main hp, Joey kaget.
"Eh....i.....iya benar kata Gantha." Joey reflek menjawab padahal dia tidak tahu apa yang ditanyakan Gantha.
"Kamu jangan sok muji Salsa kaya gitu. Aku tahu niat busuk kamu, kamu sama saja seperti sobat kamu Gerry." kata Emeli sinis.
"Kamu jangan sama kan aku kaya dia dong, aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan Emeli." jawab Gantha.
"Iya tahu nih Emeli, kamu tidak boleh ngomong gitu sama Gantha. Gantha aku minta maaf ya atas perkataan Emeli." kata Salsa.
"Kok jadi kamu yang minta maaf (bingung) apa apaan sih ini maksudnya. Ayo Sal. Jangan belain Gantha dia itu dekatin kamu pasti karena ada maunya." Emeli menarik Salsa kesal.
"Ta.....tapi Emeli." kata Salsa.
"Sudah tidak usah tapi tapi, dan kamu Gantha dan Joey (menunjuk Gantha dan Joey) jangan dekatin kita lagi paham. Ayo Salsa." kata Emeli yang pergi menarik Salsa.
"100 persen yakin." kata Gantha.
"Tapi lihat Emeli tidak suka sama kamu, dia pasti akan menghalangi kamu untuk dekatin Salsa." kata Joey.
"Kamu jangan khawatir Joey jangan sebut namaku Gantha kalau rencana aku tidak berhasil (pede) semua pasti akan baik baik aja percaya deh sama aku." kata Gantha tersenyum.
"Oke aku percaya sama kamu Gan. Asal jangan seperti Gerry saja, pede pede tidak tahunya malah gatot hahahaha......" kata Joey tertawa.
"Slow, aja Joey." kata Gantha.
"Ah.....apa apaan sih kamu Emeli." kata Salsa melepaskan pegangan Emeli paksa.
"Aku tidak mau kamu dekat dekat sama playboy itu Salsa." kata Emeli.
"Eh, Emeli kamu siapa memangnya berani melarang aku untuk dekat sama Gantha." kata Salsa.
"Ya aku sahabat kamulah Sal. Aku kan cuma tidak mau kalau kamu disakiti sama Gantha, dia itu playboy. Dia 11 12 sama Gerry Salsa, aku tidak mau kalau kamu nantinya kecewa." kata Emeli.
"Kamu sahabat aku kan bukan ibu aku, jadi kamu tidak berhak larang larang aku untuk suka sama siapa pun." kata Salsa marah.
"Aku tidak melarang kamu untuk suka sama laki laki mana pun yang kamu suka Salsa tapi please jangan Gantha. Dia itu bukan cowok baik baik, aku tidak mau nasib kamu sama seperti aku Salsa. Menderita karena dijadikan bahan taruhan dan setelah itu di khianati." kata Emeli.
"Itu kan Gerry bukan Gantha Emeli." kata Salsa.
"Tapi Salsa sama saja Gerry kan waktu itu taruhannya sama Gantha dan Joey, oh aku tahu jangan jangan kamu merubah penampilan kamu jadi secantik ini karena ingin menarik perhatiannya Gantha, iya kan Salsa." kata Emeli.
"Kalau iya kenapa, sudah deh Emeli jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku (marah) kalau kamu masih mau persahabatan kita tetap terjalin, karena hati aku sudah benar benar jatuh cinta sama Gantha, Gantha cinta pertamaku. Jadi kamu atau siapa pun juga tidak bisa melarang aku untuk suka sama Gantha." kata Salsa.
Emeli kaget mendengar ancaman Salsa tentang persahabatannya, dia tidak menyangka sahabatnya lebih memilih laki laki yang dia cintai dari pada sahabat dari kecilnya.
"Apa kamu bilang Salsa aku tidak salah dengar (kaget) jadi kamu lebih memilih Gantha dari pada aku sahabat yang sudah kamu kenal sejak kecil. Apa kamu lupa kita pernah berjanji akan selalu ada di saat susah mau pun duka. Tapi cuma gara gara laki laki kamu mau memutuskan persahabatan kita. Aku benar benar kecewa Salsa dengan ucapan kamu." kata Emeli sedih dan ingin pergi meninggalkan
Tapi Salsa langsung sadar dengan ucapannya, dia mengejar Emeli. Dan memegang lengan Emeli untuk minta maaf pada Emeli dan memohon agar Emeli mengizinkan Salsa untuk dekat sama Gantha.
"Emeli tunggu Emeli jangan marah sama aku, aku minta maaf Emeli, please maafkan aku. Aku mohon padamu Emeli." kata Salsa, lalu Emeli berhenti dan mendengarkan Salsa bicara.
"Kamu tahu tidak sih Salsa, aku bicara seperti ini semua demi kebaikkan kamu. Karena aku tidak mau nasib kamu sama seperti aku Salsa. Dicampakkan laki laki di saat kita sudah sayang sayangnya." kata Emeli.
"Iya Emeli....maafkan aku. Tapi please aku mohon sama kamu (megang tangan Emeli) demi persahabatan kita, tolong izinkan aku untuk dekat sama Gantha ya. Aku benar benar jatuh cinta sama Gantha, kamu pengen kan sahabat kamu bahagia Emeli, kebahagiaan aku ada pada Gantha." pinta Salsa sambil memegang tangan Emeli.
__ADS_1
"Hem.....kamu yakin Salsa dengan keputusan kamu itu. Aku tidak mau loh, kalau kamu sampai kecewa dan patah hati karena Gantha. Salsa aku sayang sama kamu, jadi kalau kamu sakit aku juga merasakan sakit. Kalau kamu sedih, aku pun juga merasakan sedih dan sebaliknya kalau kamu bahagia aku juga merasakan bahagia." kata Emeli.
"Iya Emeli, aku yakin sama pilihanku kalau Gantha yang terbaik buatku (tersenyum) dia cinta pertamaku. Aku tak pernah seyakin ini sebelumnya. Dan aku juga tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya pada laki laki lain seperti yang aku rasakan pada Gantha."
"Baiklah, Salsa (menghadap ke Salsa megang pundaknya) kalau memang itu sudah keputusan kamu, aku akan izinin kamu sama Gantha." kata Emeli tersenyum.
"Kamu serius Emeli." kata Salsa tersenyum senang
"Iya Salsa....semua ini demi persahabatan kita, aku tidak mungkin menghancurkan kebahagiaan kamu hanya karena kebencian aku terhadap Gerry." kata Emeli.
"Terima kasih Emeli terima kasih kamu memang sahabat aku yang paling baik." kata Salsa sambil memeluk Emeli.
"Lihat saja Gantha jika kamu bermain main sama Salsa, kamu akan bernasib sama seperti Gerry mati mengenaskan dalam kekecewaan dan air mata kepedihan dari seseorang wanita yang kamu sakiti. Aku tidak akan pernah mengampuni kamu jika Salsa terpuruk dalam pengkhianatan kamu, aku yang akan balas dendam demi Salsa. Aku rela mempertaruhkan nyawa aku demi sahabatku, cam kan itu Algantha Rahardian." batin Emeli matanya bersinar warna merah penuh dendam dan amarah.
"Sama sama sahabatku." jawab Emeli pada Salsa.
Ternyata di balik perbincangan itu Gantha dan Joey sedang menguping pembicaraan Salsa dengan Emeli.
"Tuh kan aku bilang juga apa pasti Emeli akan mengizinkan Salsa untuk dekat sama aku dan misi aku akan berjalan lancar tanpa halangan apa pun." kata Gantha tersenyum senang.
"Iya karena Emeli itu sahabatnya Salsa, dia pasti tidak mau persahabatannya hancur hanya karena melarang Salsa dekat sama kamu karena Salsa sudah jatuh cinta sama kamu Gantha." kata Joey.
Ramai mahasiswa mahasiswi yang ingin pulang ke rumah karena mata pelajaran kuliah telah usai.
"Salsa." panggil Gantha.
"Iya Gan." kata Salsa.
"pulang bareng yuk." Ajak Gantha.
"Sorry Gan, Salsa pulang bareng aku." kata Emeli.
"Emeli, please jangan larang aku pulang bareng Gantha ya. Ini kesempata aku untuk pedekate dengan Ganthe, please... kata Salsa berbisik.
"Hem.....oke deh Salsa." kata Emeli.
"Iya Gan, aku mau pulang bareng kamu." kata Salsa.
"Oke Salsa, yuk." ajak Gantha.
"Bentar." kata Emeli.
Gantha dan Salsa yang mau jalan berhenti mendengar perkataan Emeli menengok ke arah Emeli kaget.
"Aku titip Salsa ya Gan (tersenyum) jangan sampai dia lecet sedikit pun, awas saja kalau sampai dia lecet 1 goresan saja. Habis kamu....." canda Emeli.
"Oh.....siap beres Emeli." jawab Gantha.
Emeli tersenyum lalu dia berpapasan dengan Monik, Aleta, dan Vero.
"Kok bisa ya Gantha pulang bareng sama Salsa." kata Monik.
"Ya bisalah kenapa tidak, mereka kan saling suka." jawab Emeli.
"Kamu yakin Emeli kalau Gantha benar benar suka sama Salsa (tersenyum sinis) nanti kaya kamu dulu lagi, sudah yakin yakin Gerry benar benar suka sama kamu eh ternyata dia sukanya sama Monik, aduh malu banget deh aku kalau jadi kamu hahahaha....." kata Aleta tertawamenyindir Emeli.
Monik, Aleta, dan Vero tertawa senang. Tapi Emeli kali ini tidak lemah perubahan dan pengalaman lah yang membuat dia menjadi kuat.
"Oh ya kamu yakin Aleta kalau Gerry benar benar suka sama Monik, buktinya apa? tapi kok ternyata Gerry malah menghilang ya (menyindir santai) meninggalkan Monik tanpa kabar dan berita, apa itu yang dinamakan suka hahahaha......Oh mungkin dia tekanan batin kali ya sama Monik, karena sebenarnya dia masih ada perasaan sama aku hahahahahah......" balas Emeli tertawa bahagia.
"Kurang ajar kamu Emeli." kata Monik emosi ingin menampar Emeli tapi tangannya malah di pegang oleh Emeli.
"Loh kok kamu marah sih Monik, kan memang seperti itu kenyataannya. Kalau dia benar benar suka sama kamu Monik diap pasti masih ada bersama sama kamu hahahahah.....(tertawa) dengar ya geng yang cantiknya tak seberapa, aku sangat yakin kok kalau Gantha benar benar serius sama Salsa (tersenyum) karena Salsa juga yakin kalau Gantha itu serius sama Salsa. Jadi aku sebagai sahabat terbaik Salsa hanya bisa mendukung Salsa untuk dekat dengan Gantha." kata Emeli.
"Emeli.....Emeli kamu sama sahabat kamu itu wanita yang bodoh mau aja dibodohin laki laki." kata Vero sinis.
"Jaga mulut kamu Vero, apa kamu tidak ngaca kalau sahabat kamu ini juga wanita yang sangat bodoh, karena sahabat kamu tercinta ini juga sama sebagai korban laki laki yang sama. Dan laki laki itu juga bekas aku, tapi ternyata dia malah menghilang, apa sampai saat ini Gerry sudah menghubungi kalian belum kan jadi jangan pernah menghina aku dan Salsa kalau nyatanya sahabat kamu itu juga pernah jadi korban laki laki playboy macam Gerry." kata Emeli kesal mendorong Vero hingga terjatuh.
"Awww....." teriak Vero.
"Vero kamu tidak apa apa kan." kata Monik dan Aleta.
"Kamu itu ya, berani banget sih kamu." kata Vero sambil bangun dari jatuhnya.
"Lah memangnya kamu siapa hah.....kenapa aku harus takut sama kamu Vero. Dengar ya Vero aku tidak takut sama kamu Vero (marah) kamu lancang sama aku ya aku juga bisa lancang sama kamu, masa aku harus diam saja sih dibully sama kalian terus menerus. Ya tidak maulah ini hak aku untuk melawan kalian bertiga (menantang) jadi sekarang aku tidakn terima kalau kalian ngebully aku. Jangan kalian pikir aku dibully akan diam saja. semut pun jika diganggu dia pasti akan marah." kata Emeli kesal lalu pergi.
"Aahhh....sialan Emeli sudah berani sama kita, kamu tidak apa apa kan Ver." kata Monik kesal.
"Iya aku tidak apa apa (bangun) pokoknya kita harus balas dendam sama Emeli." kata Vero penuh dendam.
"Aku setujuh biar dia tidak semena mena sama genk sexy ladies." kata Aleta kesal.
Wajah Monik, Aleta, dan Vero wajahnya nampak amarah dan dendam kepada Emeli yang sudah berubah berani melawan geng ladies sexy.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘