
Malam hari Monik bersiap siap untuk ke club malam. Monik mempercantik diri dimeja riasnya dengan tersenyum.
"Iya, pokoknya aku harus bangkit. Aku harus melupakan semuanya. Aku harus move on dari burung gagak itu." kata Monik menenangkan.
Jasmine masuk ke kamar Monik dan melihat Monik dengan tersenyum bahagia.
"Aduh, anak mama cantik banget mau kemana kamu sayang." kata Jasmine sambil tersenyum memegang pundak Monik.
"Eh mama, iya ma Monik mau refleshing bareng Aleta dan Vera ma." kata Monik sambil melihat ke Jasmine dengan tersenyum.
"Mama ikut senang sayang, akhirnya kamu semangat lagi sayang untuk menjalani hidup ini." kata Jasmine tersenyum bahagia.
"Iya dong ma harus (menghela nafas) Monik harus tetap semangat lagi menjalani hidup ini." kata Monik yang sudah selesai berhias.
"Nah gitu, itu baru namanya anak mama. Yang selalu semangat dan tak mudah putus asa." kata Jasmine sambil tersenyum.
"Ma, Monik berangkat dulu ya ma." kata Monik yang mencium tangan Jasmine.
"Mau mama antar tidak sayang." kata Monik.
"Tidak usah ma, biar Monik naik taksi online aja. Monik kan tidak mau merepotkan mama." kata Monik.
"Oh ya sudah, kamu hati hati ya sayang." kata Monik sambil tersenyum dan mengantar Monik ke depan pintu rumah.
Monik melambaikam tangannya pada Jasmine dan Monik pergi diantar oleh taksi online.
Setelah sampai club malam lagi lagi Monik melihat ada seekor burung gagak terbang sambil bernyanyi pilu. Tentu saja Monik kaget.
"Bu.....burung gagak." kata Monik diam sejenak karena ketakutan tiba tiba Aleta dan Vera datang.
"Monik." tegur Aleta dan Vera.
"Akhirnya kamu datang juga Mon." kata Vera.
"Ya tentu aja dong aku datang......" kata Monik sambil tersenyum paksa karena takut akan kehadiran burung gagak tadi.
"Ya sudah yuk kita have fun di dalam, joget joget. Sudah lama nih tidak joget joget lagi basan jadi kaku hahahaha....." kata Aleta sambil berjalan kedalam club malam bersama Monik dan Vera sambil tertawa senang.
Di saat Monik, Aleta, dan Vera berjoget ria di dalam. Bersenang senang tertawa tawa bersama.
"Guys, aku have fun banget di sini. Menghilangkan masalah sejenak." kata Monik sambil tertawa bahagia.
"Yoa, kamu sedikit terhibur kan. Tidak bete lagi." kata Aleta.
"Yups.....sangat terhibur sekali. Terima kasih ya guys." kata Monik.
"Ok sama sama." kata Aleta dan Vera serentak.
Di balik kerumunan orang yang sedang berjoget ria bersama. Tertawa bahagia mengikuti alunan musik, Emeli berjalan memperhatikan Monik, Aleta, dan Vera yang sedang tertawa. Emeli memberi obat pencuci perut di minuman Monik, saat Monik lagi asyik joget.
"Guys....kita istirahat dulu yuk guys. Minum dulu kan tidak enak kalau sudah cair neh esnya." kata Monik.
"Oh, iya ayo. Minuman sudah datang." kata Vera.
"Iya, aku juga haus banget nih." kata Aleta sambil memegang lehernya.
Lalu mereka minum juice pesanan mereka. Tiba tiba perut Monik sakit dan ingin sekali ke toilet kemudian Monik izin ke toilet pada Aleta dan Vera.
"Aduh, guys perut aku sakit. Aku ke toilet dulu ya. Kebelet nih." kata Monik.
"Oke Mon." kata Aleta dan Vera serentak.
Lalu Emeli bangun dari tempat duduknya dan mengikuti Monik. Pas Monik di toilet mau keluar dari toilet tiba tiba ada yang membekap mulut Monik dengan sapu tangan yang sudah dikasih obat tidur dan Monik pun pingsan. Lalu Emeli menyekap Monik di dalam toilet dan toilet nya pun dikasih tulisan rusak biar tidak ada yang masuk ke toilet yang ada Monik nya. Emeli tertawa dan meninggalkan Monik seorang diri.
"Aduh Aleta kok Monik lama amat ya ke toilet." kata Vera.
"Iya benar, ngapain ya tuh Monik. Jangan jangan buang buang air tuh Monik." kata Aleta.
"Kayanya sih gitu, memang makan apa ya Monik sebelum ke sini kok bisa sakit perut gitu ya." kata Vera.
"Ya sudah aku samperin Monik dulu ya." kata Aleta ke toilet menghampiri Monik.
Di toilet Aleta mencari Monik.
__ADS_1
"Mon....Monik....ya yang ini rusak lagi. Kok yang ini kosong sih, terus kemana ya Monik." kata Aleta bingung dan langsung keluar kembali ke Vera.
"Vera, Aku bingung deh kok Monik tidak ada ya di toilet padahal kan tadi dia izin ke toilet terus dia ke mana ya." kata Aleta bingung.
"Masa sih (mikir) oh mungkin dia cari toilet lain karena mungkin tadi toiletnya penuh." kata Vera.
"Oh iya mungkin juga ya, apa lagi tadi toilet yang satunya rusak. Ya mungkin dia sudah kebelet banget jadi tidak bisa menunggu orang keluar dari toilet." kata Aleta.
"Nah itu, kita berpikir yang positive aja jangan yang negative ya, kan kita di sini mau have fun jadi buang jauh jauh pikiran yang merusak mood kita." kata Vera tersenyum.
"Kamu betul Ver, kalau gitu sambil menunggu Monik keluar dari toilet mending kita lanjut joget lagi yuk." kata Aleta.
"Yoa.....ayo kita lanjut joget." kata Vera.
Aleta dan Vera pun berjoget ria mendengar alunan musik yang membuat happy. Selesai joget, Aleta dan Vera pun kembali ke meja nya tapi ternyata Monik tak jua datang.
Berjam jam Aleta dan Vera menunggu Monik di club malam tapi tak datang juga, club malam pun sudah mau tutup. Dan scurity sudah menegur Aleta dan Vera. Akhirnya mereka pun pulang dengan kebingungannya.
"Maaf neng, club ini sudah mau tutup." kata scurity.
"Aduh pak bentar lagi deh pak, saya lagi nungguin teman saya." kata Aleta memelas.
"Tapi neng, club ini sudah mau tutup. Saya juga sudah ngecek di sekeliling sudah tidak ada pengunjung lagi di sini neng." kata scurity.
"Oh, ya sudah deh pak. Terima kasih ya." kata Vera.
"Aduh, gimana nih Ver, Monik juga belum datang." kata Aleta panik.
"Iya aku juga bingung, tapi gimana dong kita sudah di usir sama scurity. Dari pada kita dikunciin di sini." kata Vera.
"Oh iya juga sih, ya sudah ayo kita pulang. Tapi gimana nih tasnya Monik." kata Aleta mengambil tas Monik.
"Ya sudah Aleta kamu bawa aja deh. Nanti kita balikkin kerumah nya Monik. Dari pada hilang di sini." kata Vera.
"Oh ya sudah deh." kata Aleta.
Monik terbangun dari pingsannya, dan menggendor pintu tapi suasana sangat sepi sekali karena sudah tutup. Tapi tiba tiba ada cleaning service yang masuk dan mendengar gedoran pintu di toilet yang bertuliskan rusak lalu membukakan pintu toiletnya.
"Aduh kok aku bisa ketiduran di sini sih (mengingat kejadian tadi) terus siapa ya yang tadi bekap mulut aku (melihat ternyata ditoilet) lah kok aku ada di toilet sih (bangun dan mau membuka pintu ternyata dikunci) yah kok dikunci sih, Tolong.....tolong....tolong." teriak Monik sambil menggendor toilet.
"Sepertinya ada orang di toilet sini." kata cleaning service membuka pintu.
"Sama sama (melihat Monik pergi dengan sangat bingung), aneh kok bisa ya wanita itu terkunci di sini. Dan kok bisa ada tulisan rusak di toilet ini, padahal kan toilet ini lagi tidak rusak." kata cleaning service bingung dan lalu mulai membersihkan toilet.
Monik bingung karena sudah mau ditutup club malamnya. Dan dia melihat Aleta dan Vera sudah tidak ada. Tas dan hpnya juga tidak ada makanya dia tidak bisa mengorder taksi online.
"Ya Aleta dan Vera juga sudah tidak ada. Kok tega ya mereka ninggalin aku sendirian. Tas aku juga tidak ada pasti di bawa sama Aleta dan Vera (bingung melihat pintu yang mau di tutup) pak pak tunggu pak." kata Monik.
"Loh neng kok masih di sini." tanya scurity.
"Iya pak. Saya tadi terkunci di toilet pak. Terus teman saya yang duduk di situ mana pak." tanya Monik.
"Oh, teman neng sudah pada pulang. Tadi mereka pada nungguin neng sampai club ini tutup, tapi karena sudah mau tutup saya suruh pulang deh lagi pula saya sudah cek di sekeliling juga sudah tidak ada orang satu pun eh ternyata neng terkunci di toilet ya." kata scurity.
"Iya pak, ya sudah terima kasih ya pak." kata Monik bingung.
"Sama sama neng." kata scurity.
"Ternyata mereka tadi nungguin aku bahkan mencari cari aku, jadi salah paham aku sama mereka. Maafin aku ya Aleta, Vera (merasa tak enak hati karena menuduh Aleta dan Vera tega). Aduh, gimana ya. Aku pulang naik apa dong, malah hp sama dompetnya di tas lagi kan aku jadi bingung kalau kaya gini tidak bisa mengorder taksi online kalau soal bayar kan bisa di rumah tapi masalahnya di sini sepi banget tidak ada satu pun taksi yang lewat, terpaksa deh aku jalan kaki dulu sampai ada taksi yang lewat." kata Monik yang kebingungan.
Monik berjalan cukup lama dan sedang mikir jalan apa yang harus diambil. Lalu Monik sangat kaget karena melihat jalan percis banget seperti dimimpi. Jalan yang Monik lewatin sekarang.
"Astaga, ja.....jalan ini (kaget) i.....ini seperti yang dimimpi aku." kata Monik ketakutan.
Tiba tiba Monik kaget saat ada burung gagak bersuara sangat memilukan terbang di hadapan nya. Lalu ada seorang wanita bertopeng menghadang Monik.
"Ka....kamu siapa." kata Monik ketakutan berjalan mundur dan berlari lalu Emeli mengejar dengan memegang gergaji listrik. Wanita bertopeng itu hanya tersenyum mengerikan.
"Tolong....tolong jangan....jangan bunuh aku....jangan bunuh aku....tolong....." teriak Monik ketakutan.
"Kamu tidak bisa lepas dari aku Monik." kata Emeli.
Ternyata Monik melewati jalan yang buntu dan dihadang oleh Emeli yang bertopeng.
"Ya, jalanan buntu lagi." kata Monik yang ketakutan pas berbalik badan ternyata ada Emeli wanita bertopeng itu.
"Mau kemana kamu." kata Emeli tersenyum.
__ADS_1
"Si.....siapa kamu." kata Monik ketakutan.
Lalu Emeli membuka topengnya dan tertawa bahagia. Emeli memakai sarung tangan untuk menghilangkan jejak dari polisi.
"Hai Monik." kata Emeli.
"E....Emeli." kata Monik kaget.
"Kenapa Monik, kamu kaget ya (tersenyum sinis) iya ini aku, Monik. Emeli.....Emeli yang kamu sudah bully, Emeli yang kamu anggap lemah, dan Emeli yang kamu anggap cupu. Dan apa kamu ingat Monik dulu kamu pernah nantangin aku kan Monik. Kamu kira aku itu benar benar lemah, Monik....Monik dugaan kamu itu semua salah besar aku tak selemah yang kamu kira Monik, aku juga bisa menjadi kuat kalau hati aku sudah tersakiti, kamu sudah menantang orang yang salah Monik karena apa.....karena aku akan menjemput mautmu, apa lagi kamu sudah buat Salsa koma dan harus kehilangan janinnya." kata Emeli penuh emosi.
"Emeli aku tidak takut sama kamu, di mataku kamu tetap wanita yang lemah. Aku tidak yakin orang cupu seperti kamu bisa kuat melawan aku hahahahaha.....(tertawa) aku kira tadi kamu itu siapa ternyata hanya seorang Emeli gadis cupu yang sudah dikhianati oleh kekasihnya." kata Monik menantang Emeli sombong.
"Oh ya kamu masih menganggap aku hanya gadis yang lemah, gadis cupu. Dan kamu tidak takut sama aku Monik. Asal kamu tahu Monik.... Gerry, Gantha, Joey menghilang karena aku. Aku yang sudah membunuh mereka semua. Ginjal, jantung, dan hati nya aku ambil sebagai kenang kenangan lalu darahnya aku minum. Dan tubuhnya aku jadikan santapan buaya, lalu Vero sahabat kamj, Amanda, dan adik tercinta kamu Bella itu semua aku yang sudah membunuhnya, terus kamu masih mau bilang aku gadis yang lemah Monik.....hahahaha...." kata Emeli tertawa menjelaskan sangat menyeramkan, sorot mata nya pun sangat menakutkan.
"Ja....jadi kamu yang sudah membunuh mereka semua. Kamu pasti bohong, aku tidak percaya." kata Monik masih ragu dengan ucapan Emeli.
"Oh jadi kamu masih tidak percaya dengan kata kata aku Monik, baiklah akan aku kasih bukti buktinya. Kamu lihat ini Monik, ini siapa pacar kamu Gerry kan dan mantan aku, terus ini Gantha pacar adik kamu Bella, lalu ini Joey, teman kita, ini Amanda, ini Vero sahabat kamu, ini tante Alexa ibu tiriku, dan ini adik kamu Bella hahahaha....." kata Emeli yang mengeluarkan kameranya dan menunjukkan pada Monik foto foto hasil pembunuhannya Emeli. Karena Emeli selalu memotret dan merekam hasil pembunuhannya biar merasa puas karena musuhnya sudah tewas sangat mengenaskan.
"Ja.....jadi benar kamu yang sudah membunuh mereka Emeli, kamu memang berengsek Emeli." kata Monik pancarkan amarah dan ingin memukul Emeli tapi Emeli berhasil menangkap tangan Monik dan memelintirnya.
"Aduh.....aduh sakit lepaskan aku Emeli....lepaskan." pinta Monik.
"Kenapa kamu mau marah, mau balas dendam sama aku akan kematian pacar, adik, dan sahabat kamu hahahaha.....(tertawa) itu tidak mungkin Monik karena aku yang ingin membunuhmu terlebih dahulu. Gimana Monik sakit kan, begitu juga dengan hatiku yang sering kamu sakiti Monik. Monik aku senang Monik melihat kamu kesakitan seperti ini." kata Emeli penuh dendam.
"Tolong maafkan aku Emeli maafkan aku, lepaskan aku Emeli lepaskan." pinta Monik
"Monik aku senang melihat kamu seperti ini hahahahaha....." kata Emeli tertawa.
Emeli melintir sangat kencang sekali tangan Monik, Monik sangat kesakitan dan kemudian Monik melepas kasar plintirannya hingga Monik terjatuh.
"Awww.....aduh sakit." rintih Monik yang memegang tangannya.
"Hahahahaha......(tertawa) baru seperti itu aja kamu sudah kesakitan Monik. Kamu masih tidak percaya kalau aku bisa menjadi gadis yang kuat. Monik.....Monik Emeli yang sekarang bukan Emeli yang dulu lagi yang gampang dibully dan disiksa oleh kamu." kata Emeli tertawa.
"Sekarang aku akan menghabisi kamu Monik seperti mereka orang orang yang sudah menyakiti aku dan Salsa hahahaha......" kata Emeli tertawa
"Tolong Emeli aku mohon jangan bunuh aku, aku tidak mau mati. Aku masih mau hidup Emeli. Aku mohon jangan bunuh aku Emeli, tolong Emeli tolong aku akan lakukan apapun asal kamu mau melepaskan aku. Tolong jangan bunuh aku Emeli, aku mohon." pinta Monik menangis kemudian berlutut kepada Emeli memohon untuk dilepaskan.
"Apa kamu minta tolong, apa aku tidak salah dengar Monik hahahahaha......(tertawa) Monik yang suka ngebully teman kampusnya sekarang mengemis minta tolong sama aku. Tapi sayang hatiku tidak tersentuh dengan jerit tangis kamu Monik justru itu kebahagiaanku melihat musuh besarku meminta tolong di hadapanku hahahahaha......(tertawa) Monik apa kamu dulu punya hati di saat aku minta tolong kamu hah, agar kamu jangan bully aku. Apa kamu juga peduli dengan Salsa yang lagi hamil saat Salsa ingin kamu bunuh Monik dengan gas beracun hah, dia juga sudah nemohon mohon pada kamu tapi kamu tega melakukan itu sama Salsa sampai dia koma dan kehilangan janinnya (penuh emosi sambil menunjuk Monik yang ketakutan). Dan sekarang kamu meminta aku untuk membiarkan kamu hidup setelah apa yang kamu lakukan pada aku dan Salsa hah.....oh tidak mungkin, ini sangatlah tidak mungkin Monik. Aku tidak akan membiarkan kamu bisa hidup tenang Monik, jadi kamu harus mati Monik." kata Emeli penuh emosi sangat menyeramkan.
"Ja.....jangan ampuni aku Emeli ampuni aku. Tolong.....tolong.....tolong....." teriak Monik sangat ketakutan sekali.
"Teriaklah sesuka hati kamu Monik karena percuma di sini sangat sepi jadi tidak akan ada satu orang pun yang akan mendengar teriakan kamu Monik. Monik.....Monik aku senang banget melihat kamu mengemis ngemis memohon, merendahkankan harga diri kamu berlutut kepadaku untuk dilepaskan hahahahaha......(tertawa) padahal selama ini kan kamu gadis yang angkuh dan sombong. Merasa paling cantik di kampus." kata Emeli yang pura pura ingin membangunkan Monik lalu Emeli mendorong Monik kasar hingga tubuh dan kepalanya terbentur tembok. Monik merintih kesakitan dan sangat ketakutan sekali dengan Emeli yang seperti kerasukan setan.
Monik meraba raba untuk mengambil kayu, dan memukul Emeli. Emeli pun terjatuh, Monik lari sangat ketakutan sambil melihat ke belakang. Tapi ternyata Emeli berada di depan karena dia memotong jalan. Monik pun kaget karena Emeli sudah berada di depan Monik.
"Emeli.....(kaget) ja....jangan Emeli jangan....jangan bunuh aku Emeli." pinta Monik, Emeli pun menyalakan gergaji listriknya.
"Ucapkan selamat tinggal pada dunia Monik." kata Emeli sambil mengarahkan gergaji listriknya ke kepala Monik, dan Monik mati sangat mengenaskan kepalanya putus karena gergaji listrik yang menebas kepalanya. Emeli pun tertawa bahagia meninggalkan mayat Monik yang bersimba darah. Darahnya mengalir deras membanjiri tanah.
Foto Monik pun terjatuh dari dinding di ruang keluarga. Dan Jasmine pun kaget kepikiran Monik.
"Astaga kenapa foto Monik bisa jatuh ya, padahal paku nya masih kuat kok. Semoga aja tidak terjadi apa apa sama Monik, kok firasatku jadi tidak enak ya." kata Jasmine yang punya firasat buruk tentang Monik.
"Ting nong, ting nong....." suara bell rumah Monik berbunyi. Dan Jasmine membuka pintunya.
"Itu mungkin Monik sudah pulang. Berarti ini hanya kebetulan saja foto Monik bisa jatuh." kata Jasmine yang membuka pintu dan kaget ternyata Aleta dan Vera yang datang mengantar tas Monik.
"Aleta, Vera.....Monik mana." tanya Jasmine sambil mencari cari Monik.
"Kami justru ke sini malah mau mencari Monik tante." kata Vera. Memangnya Monik belum pulang ya tante." kata Vera bingung.
"Loh bukannya Monik tadi pergi sama kalian." tanya Jasmine panik.
"Bener tante, tadi emang Monik bareng sama kami. Tapi dia pamit ke toilet udah gitu gak tahu tante Monik kemana soalnya gak datang datang dari toilet. Terus kita udah diusir sama scurity, kami kesini cuma. Ingin balikkin tas ini tante." kata Aleta sambil memberi tasnya Monik.
"Oh my god. Kemana ya Monik. Soalnya dia belum pulang." kata Jasmine sedih dan tampak cemas.
"Jadi Monik belum pulang, terus dia ke mana ya tante." kata Aleta ikut cemas.
"Ya semoga saja Monik lekas pulang ya tante." kata Vera.
"Iya semoga aja." kata Jasmine yang tampak cemas memikirkan Monik.
"Ya sudah tante kalau gitu kita permisi dulu ya, nanti kalau Monik sudah pulang tolong bilang sama Monik kabarin kita ya." pamit Aleta dan Vera yang mencium tangan Jasmine.
"Iya sayang, terima kasih ya (tersenyum melihat Aleta dan Vera pulang) aduh kemana ya Monik (cemas) kenapa Monik tadi tidak ada sama teman temannya ya. Dan kenapa firasatku kok jadi tidak enak begini ya, foto Monik bisa jatuh tiba tiba. Monik kamu di mana sayang (sangat mencemaskan anak kesayangannya yang tinggal satu satunya. Tiba tiba ada seekor burung gagak terbang dengan bersuara sangat memilukan) burung gagak.....jangan jangan ini benar benar firasat buruk, terjadi apa apa pada Monik (panik, langsung kedalam mengambil kunci mobilnya) pokoknya aku harus mencari Monik sampai dapat." kata Jasmine yang langsung mengunci rumahnya dan pergi mencari Monik.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘