Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Kematian Dua Preman


__ADS_3

Malam telah tiba, sesosok wanita cantik dari tadi telah mengikuti preman Oscar yang habis keluar dari club malam bersama seorang wanita malam sambil mabuk. Matanya penuh dendam atas kematian ibunya.



"Itu dia preman yang sudah menyebabkan kematian ibu, dia harus mati." kata Emeli.


Preman Oscar bersama wanita malam itu ingin masuk ke wisma, tiba tiba sebelum masuk ke dalam Emeli memukul preman itu dari belakang. Preman itu pingsan dan wanita itu tanpa menoleh ke belakang langsung histeris berlari pergi meninggalkan preman Oscar karena ketakutan. Lalu Emeli menyeret preman Oscar ke mobilnya.


Dan di jalan Emeli melihat preman Rifal sedang berjalan sendiri dalam keadaan mabuk.


"Itu dia preman satu lagi, dia juga harus mati." kata Emeli penuh dendam sambil mengendarai mobilnya.


Preman itu ingin menyebrang tepat depan mobil Emeli dan Emeli menabrak preman itu, karena malam hari di luar sangat sepi jadi tidak ada satu orang pun yang melihat kejadian itu. Setelah Preman Rifal ditabrak oleh Emeli, Emeli turun dan membawa preman Rifal bersama preman Oscar ke rumahnya.


Emeli lihat ke belakang dan tersenyum.


"Kalian sudah menyebabkan ibuku meninggal (tersirat kebencian pada matanya), jadi kalian harus mati di tangan aku." kata Emeli bicara sendiri karena kedua preman itu lagi pingsan.


Sesampainya di rumah Emeli, Emeli menyeret preman itu dan di taruh di troli lalu dibawa ke ruang bawah tanah.


"Berat sekali sih kamu man, kebanyakkan dosa kali ya." kata Emeli.


Emeli mengambil air dan menyiramkan kepada kedua preman itu yang sudah diikat kencang pada Emeli. Lalu Emeli menyalakan video rekaman untuk merekam penyiksaan Emeli kepada para preman sebelum kematian tiba.


"Sudah bangunkah kalian, preman jelek." kata Emeli marah.


"Ka...kamu." kata preman Oscar dan preman Rifal serentak kaget.


"Hallo, masih ingatkah kalian berdua padaku." kata Emeli tersenyum mengerikan.


Emeli mengambil darahnya Gerry yang dimasukkan ke botol lalu menuangkan ke cangkir dan diberi kepada kedua preman itu.


"Silahkan minum, ini darah segar dari salah satu korban aku, aku akan suguhkan untuk menyambut kedatangan kalian kemari. Selamat datang di neraka kalian preman jelek hahahahaha......" kata Emeli tertawa.


"Lepaskan.....Lepaskan aku." teriak Preman Oscar meronta ronta.


"Awas kamu ya kalau aku bebas dari sini akan aku bunuh kamu." ancam Preman Rifal.


"Apa kamu bilang, lepaskan. Jangan mimpi. Hai kamu (menunjuk preman Rifai), mengancam aku hahahahaha...... (tertawa). Apa kamu pikir kamu akan bebas dari sini preman jelek hahahahaha......(tertawa). Jangan mimpi karena kamu (nunjuk preman Rifai), ataupun kamu (nunjuk preman Oscar) tak akan pernah bebas dari sini, apa kalian lupa waktu itu dengan kata kataku kalau aku sudah janji dan mengucap sumpah akan membalas perlakuan kalian, akan kematian ibuku meski kalian mengemis minta tolong seperti yang aku lakukan pada kalian waktu itu untuk meminta kalian membawa ibuku ke rumah sakit. Aku tak akan pernah melepaskan kalian karena dendamku pada kalian begitu besar, kalian sudah membuat ibu yang sangat aku cinta tewas mengenaskan karena kehabisan darah (menghampiri kedua preman itu). Kamu lihat yang di sana (menunjuk ke arah mayat yang tertidur), lihat itu ibu aku. Kalian berdua sudah membunuh ibuku, salah ibu aku apa pada kalian hah....(menangis). Sebelumnya kita belum pernah bertemu dan tidak pernah kenal sama sekali tapi kalian datang sebagai kacung bapak Ronald untuk membuat hidup aku dan ibuku menderita (marah). Apa kalian bukan terlahir dari seorang ibu hah......hingga kalian tega membiarkan seorang ibu meregang nyawa dan meninggalkan satu orang anak yang sekarang kalian buat sebatang kara. Aku akan membuktikan pada kalian kalau aku itu bukan wanita lemah. Aku Emeli akan membalas perlakuan kalian terhadap ibuku, ingat kah akan kata kata aku waktu itu dan kesombongan kalian berdua yang tak takut dengan ancaman aku. Emeli gadis cupu yang sudah terkoyak koyak hatinya karena seorang ibu meregang nyawa di depan matanya sendiri, bisa menjadi lebih kuat dan akan membuat kalian tersiksa sebelum kematian datang menjemput kalian hahahaha....." Bentak Emeli sambil tertawa sangat mengerikan sekali hingga kedua preman itu sangat ketakutan.


Preman itu mengingat kejadian saat membunuh ibu Emeli dan mengancam Emeli juga merendahkan Emeli.


"Bagaimana, apakah kalian sudah mengingatnya preman jelek." Bentak Emeli.


"Sekarang minum darah ini." kata Emeli sambil meminumkan darah dengan paksa ke kedua preman itu sampai muntah.


"Gimana......segarkan darah yang aku suguhkan untuk tamu istimewa aku hari ini hahahahaha....." kata Emeli sambil tertawa lalu Emeli menuangkan darah dari botol itu untuk dia minum dan setelah minum darah itu Emeli jadi sangat seram matanya merah dan kalung merah delimanya bersinar.


Angin berhembus sangat kencang sekali. Suasana menjadi horor mencekam merasuk kalbu dan kedua preman itu sangat ketakutan sekali, wajahnya pucat pasi kedua preman itu meronta ronta ingin melepaskan tali yang diikat Emeli.


"Aaaghhh....(berteriak), tolong jangan hen....hentikan...." teriak Preman Oscar nampak ketakutan melihat Emeli mengambil gergaji listrik, yang dipajang di dinding kamar bawah tanah.


"Kenapa, takut bukannya dulu kamu bilang tidak akan takut dengan ancaman aku (ketawa bahagia). Makanya kalian tak menghiraukan permohonan aku untuk meminta kalian membawa ibuku ke rumah sakit, meski aku menangis kalian tak menghiraukannya. Badan doang gede tapi nyali kecil hahahaha......tong kosong nyaring bunyinya." kata Emeli tertawa bahagia, melihat ekspresi ketakutan para preman.


"To....tolong jangan bunuh kami Emeli, tolong maafkan kami." pinta Preman Oscar dan Rifal.


Emeli sangat senang mendengar teriakan dan jeritan para korban yang menyakiti hatinya menari nari di telinganya, dibalas dengan tawa Emeli karena melihat ekspresi yang baginya begitu indah karena dendam akan terbalaskan.


"Maaf, kalian pikir dengan minta maaf ibu aku bisa hidup kembali hah....mana kata kata kalian dulu yang sok bilang tidak pernah takut sama wanita lemah seperti aku mana. Kenapa sekarang nyali kalian ciut hah....kalian pikir dengan minta maaf bisa membalikkan keadaan, apakah dengan minta maaf ibu aku bisa hidup kembali hah.....kalian berdua telah menghancurkan hidupku. Jadi tidak segampang itu preman preman jelek karena kata maaf kalian berdua sudah terlambat." kata Emeli dengan emosinya yang tidak stabil menjambak kedua preman itu dan menjedotkan kepala Oscar dengan kepala Rifal dengan sangat keras.


"aaaaa....." teriak kedua preman itu penuh ketakutan dan kesakitan.


"Teriak.....teriaklah sesuka hatimu, biar ibu bisa bahagia di alam sana karena mendengar teriakkan kamu preman jelek hahahaha......" kata Emeli sambil tertawa.


"Heem.....siapa dulu ya (mikir melihat kedua preman), cap cip cup siapa yang duluan pergi ke ne.....ra.....ka.... (berhenti di preman Rifal dan menunjuk preman Rifal sambil menatapnya dengan tatapan sangat tajam). Nah.....kamu duluan saja ya karena kamu anak buahnya jadi kamu duluan yang harus mati preman jelek, biar kematian kamu disaksikan oleh bos kamu. Biar tidak meremehkan lagi bocah ingusan seperti aku itu lemah. Karena orang yang kalian anggap lemah, belum tentu selemah yang kalian pikir. Karena semakin harga dirinya di injak injak dia akan semakin kuat untuk membalaskan dendam, apa lagi sampai ibuku tewas mengenaskan karena ulah kalian." lanjut Emeli.

__ADS_1


"Selamat menjemput kematian preman jelek." kata Emeli sambil mengelus tangan preman Rifal dengan gergaji listriknya.


"Tangan ini, ini tangan yang sudah mendorong ibu aku hingga meninggal. Jadi harus aku potong." Bentak Emeli.


"Aaaghhhh.....jangan.....jangan Emeli, a...aku mohon." teriak Preman Rifal preman Oscar hanya ketakutan melihat kejadian buruk itu di depan matanya dan membayangkan dirinyalah yang akan menjadi korban selanjutnya.


Lalu Emeli menyayat nyayat tubuhnya, dan mencokel matanya serta memotong kupingnya juga merobek robek mulutnya. Preman itu menjerit kesakitan dan menangis mengeluarkan airmata yang bercampur darah. Lalu Emeli memotong kakinya setelah puas bermain dengan preman itu akhirnya Emeli menancapkan gergaji itu ke jantung dan hatinya juga ginjal. Tamat sudah riwayat hidup preman Rifal karena di mutilasi oleh Emeli, dan Emeli mengambil botol untuk mengambil darah Preman Rifal dan menaruhnya di kulkas. Lalu jantung, hati, dan ginjalnya preman Rifal di taruh di aquarium. Emeli tertawa bahagia sementara itu preman yang satunya jantungnya dag dig dug karena menunggu giliran kematian sadis di tangan Emeli.


"Hahahahahaha......(tertawa). Akhirnya dendam aku terbalaskan, satu orang yang sudah menyebabkan ibu meninggal. Sudah aku habisi, dan sekarang giliran kamu preman jelek, anak buah kamu sudah mati." Kata Emeli sambil menunjuk Preman Oscar matanya sangat tajam melihat Preman Oscar yang hanya meronta ketakutan.


"Ja.....jangan tolong maafkan aku maafkan aku." kata preman Oscar.


Emeli tertawa sangat hebat.


"hahahahaha.....(tertawa). Maaf kamu bilang preman jelek.....hahahahaha.....(tertawa), tidak ada kata maaf lagi karena semuanya sudah terlambat. Hai preman jelek ternyata kamu bisa ketakutan juga ya mana omongan kamu yang tidak takut sama aku. Mana hah....dasar preman pengecut." Bentak Emeli sambil menjambak rambut Preman Oscar menarik rambutnya untuk melihat ibunya yang meninggal.


"Lihat itu ibu aku, aku masih belum tega untuk menguburkan ibuku. Karena aku masih belum rela kalau ibuku tewas mengenaskan karena kalian. Kamu....kamu yang buat aku untuk balas dendam sama kamu.....kamu juga yang sudah menyebabkan akal sehat dan pikiran aku tidak waras, karena kehilangan ibu yang sangat aku cintai (menangis), aku jadi hidup sebatang kara gara gara kalian. Dan kalian tidak punya hati meninggalkan ibuku yang terluka parah tanpa belas kasih sedikit pun. Aku benci sama orang yang tidak punya perasaan seperti kamu preman jahat. Karena kamu tidak punya perasaan, jadi sekarang aku juga tidak punya perasaan untuk tidak mendengarkan kata kata penyesalan kamu." Kata Emeli sambil menjedotkan preman Oscar ke kasur kayu di mana ibunya berada, kekesalan Emeli terlontarkan.


"aaaa, ampun aku mengaku salah ja...jangan bunuh aku, aku mohon Emeli. Aku mohon." pinta Oscar menangis penuh ketakutan.


"Coba, coba kamu minta maaf sama ibu aku. Apa ibu aku bisa hidup kembali hah......cepat katakan." kata Emeli menjambak lagi rambut preman Oscar dengan sangat keras.


"Ti.....tidak....to...tolong Emeli tolong lepaskan aku Emeli. Apa pun akan aku lakukan untuk menebus kesalahanku kepadamu." pinta Preman Oscar.


"Lepaskan kamu bilang, oke baik aku akan lepaskan kamu. Tapi bukan lepaskan ikatan kamu melainkan aku akan lepaskan anggota tubuh kamu....jantung kamu.....hati kamu....dan ginjal kamu.....dari tubuh kamu, hahahaha....." Emeli tertawa bahagia.


"Ja....jangan Emeli jangan....ampun...." kata Preman Oscar.


"Asal kamu tahu ya preman jelek tidak ada yang lebih berharga di bandingkan nyawa ibuku paham kamu, jadi tidak ada yang aku inginkan selain melihat kematian kamu. Karena dengan kematian kamu dendam ibuku terbalaskan." kata Emeli menatap tajam preman Oscar penuh kebencian.


"Tolong Emeli tolong jangan bunuh aku, aku masih mau hidup aku tidak mau mati." kata preman Oscar.


"Waktu itu aku juga memohon mohon pada kamu untuk membawa ibuku ke rumah sakit tapi kamu malah tidak peduli sama sekali, kamu malah meninggalkan ibuku yang terluka parah dan mentertawainya, kamu juga mengharapkan ibuku meninggal, kamu menghinaku dan meremehkan kelemahanku, kamu juga bilang kalau aku macam macam lagi maka nasib aku akan sama seperti ibuku, mati di tangan kamu. Tapi mana saat kamu seperti ini kamu malah merengek minta aku lepaskan hahahaha.....tapi aku tak peduli kamu mau kesakitan karena aku puas melihat kamu menderita preman jelek mati tersiksa." kata Emeli kesal.


"Aku menyesal Emeli, aku sangat menyesal ternyata kamu bukan wanita lemah seperti yang aku pikirkan. Tolong maafkan aku, aku janji aku akan mengikuti semua yang kamu mau asal kamu melepaskanku Emeli. Aku tidak mau mati aku masih mau hidup." pinta preman Oscar


Lalu Emeli menjedotkan kepala preman Oscar kembali ke tembok dengan sangat keras hingga kepalanya bocor mengeluarkan darah dan terus membenturkan kepalanya hingga kepalanya retak.


"Aaghhhh......ampun Emeli ampun" teriak Preman Oscar mundur mundur ketakutan tapi Emeli langsung berada di hadapannya puas melihat tangis dan darah dari sang pembunuh ibunya. Emeli terus tertawa tanpa henti. Hilanglah kewarasannya Emeli di saat ingin menghabisi korbannya.


"Gimana rasanya, sakit bukan (bicara dekat dengan kupingnya preman Oscar). Begitu juga dengan hatiku yang sakit ditinggal ibu, ini semua karena ulah kalian semua. Sekarang kamu rasakan gimana sakitnya sebelum kematian kamu tiba" kata Emeli.


"Aagghhh....(berteriak), tolong.....jangan aku sudah tidak sanggup lagi Emeli. Jangan siksa aku lagi Emeli sudah cukup bunuh saja aku sekarang." pinta Preman Oscar lemas.


"Oke kalau itu yang kamu minta aku akan memudahkan kematian kamu." kata Emeli.


Lalu Emeli menyalakan gergaji listrik dan langsung menembus jantung Preman Oscar.


"Selamat tinggal....." kata Emeli.


"Aaaghhhhhhhhh....." teriak preman Oscar.



Setelah selesai membunuh preman Oscar Emeli langsung menaruh darah itu ke botol dan di masukkan ke lemari es. Jantung, hati, dan ginjal. Sang preman di masukkan ke dalam aquarium untuk di jadikan kenang kenangan. Kemudian Emeli mngambil video rekamannya dan mematikannya dengan tersenyum. Dan serpihan serpihan tubuh kedua preman itu dibuang untuk santapan buaya peliharaan Emeli.


"Bu....kedua preman itu sudah mati bu, dendam ibu sudah terbalaskan. Orang yang sudah menyebabkan ibu meninggal, utusan pak Ronald sudah Emeli habisin bu. Tinggal pak Ronald beserta keluarganya bu tapi Emeli akan membuat hidup pak Ronald dan keluarganya tidak tenang, Emeli janji bu mereka akan mati dalam penderitaan yang mereka buat sendiri." kata Emeli penuh dendam sambil mengepalkan tangannya.



Pagi harinya Monik masih mencari cari keberadaan Gerry yang tiba tiba menghilang tanpa jejak dan kabar.


"Gerry kamu sebenarnya di mana sih. Aku kangen sama kamu, kenapa tiba tiba kamu menghilang seperti ini tanpa kabar dan jejak." kata Monik sedih melamun seorang diri di taman kampus.


Aleta dan Vero pun datang ke taman kampus untuk menghibur Monik yang lagi sedih.

__ADS_1


"Monik." panggil Aleta dan Vero serentak yang tiba tiba duduk di sebelahnya.


"Gimana kamu sudah dapat kabar dari Gerry." tanya Aleta.


"Belum Aleta makanya aku sedih banget." jawab Monik.


"Ke mana ya Gerry sebenarnya, kenapa dia menghilang. Atau jangan jangan dia ke pincut sama wanita lain Mon, makanya dia keluar dari kampus ini dan menghilang tanpa kabar." kata Vero polos.


"Huts.....Vero kalau ngomong itu di jaga. Monik itu lagi sedih jadi kamu harus jaga perasaan dia." kata Aleta.


"Ups eh i....iya maafkan aku ya Mon, aku tidak bermaksud nanas nanasin kamu eh manas manasin kamu seperti itu ya Monik." kata Vero.


"Iya tidak apa apa kok Ver, tapi lain kali kalau ngomong jangan sembarangan oke." kata Monik.


"Iya oke." kata Vero.


Lalu Monik melihat Gantha dan Joey jalan melewati taman kampus.


"Itu Gantha dan Joey, aku ke sana dulu ya guys." kata Monik yang bangun dari duduknya dan menghampiri Gantha dan Joey.


"Eh.....Monik aku ikut." kata Aleta yang menyusul Monik.


"Iya aku juga." sambar Vero yang menyusul Monik dan Aleta juga.


"Gantha, Joey." panggil Monik, Gantha dan Joey pun berhenti.


"Monik." kata Gantha dan Joey serentak.


"Eh....kalian berdua sudah dapat kabar dari Gerry belum." tanya Monik.


"Belum Mon." jawab Gantha.


"Iya aku juga belum. Makanya aku bingung banget nih Monik kenapa ya Gerry tiba tiba bisa menghilang di pesta topeng itu, dan apa benar yang waktu ngechat kamu itu Gerry soalnya ada yang janggal." jawab Joey menerka nerka.


"Janggal gimana." tanya Monik bingung.


"Iya dia bilang mau masuk kemarin, tapi ternyata dia tidak masuk kuliah terus pas aku sama Gantha ke rumah Gerry tapi kata mama papanya Gerry, Gerry dari semalam tidak pulang sedangkan kata kamu Gerry ngechat kamu kan dan bilang Gerry pulang duluan karena sakit. Kan aneh." kata Joey.


"Hem.....iya juga sih aneh." jawab Monik, Aleta, dan Vero serentak.


"Aduh Joey, Gantha aku jadi khawatir banget sama Gerry, takut terjadi apa apa sama Gerry." kata Monik.


"Iya sama Monik, aku juga khawatir sama dia. Kan dia itu sahabat kita." jawab Gantha.


"Betul banget aku khawatir banget sama Gerry. Semoga saja dia tidak kenapa napa ya." kata Joey.


"Iya semoga saja Joey." jawab Monik penuh pengharapan.


Monik terus memikirkan Gerry yang tiba tiba menghilang tanpa kabar dan terus mencarinya namun Gerry tak jua di temukan. Polisi pun yang mencari keberadaan Gerry tak dapat hasil apa pun, hari terus berlalu setiap hari Monik, Aleta, dan Vero juga Gantha dan Joey mencari cari Gerry yang tak jua ditemukan. Polisi pun juga putus asa karena tak ada jejak apa pun dari Gerry hingga kasus pencarian Gerry pun ditutup oleh polisi.


"Aduh sebenarnya ke mana sih Gerry, aku sudah mencari dia ke mana mana tapi Gerry tak juga ditemukan. Aku jadi heran, dan polisi pun sudah putus asa dalam pencarian Gery yang tak ada jejak menghilangnya Gerry." kata Monik.


"Iya ini kasus yang sangat aneh Gerry hilang dengan sangat misterius sekali. Dan lebih anehnya lagi tidak ada jejak satu pun dan kabar dari Gerry. Sebenarnya ke mana Gerry ya kenapa dia tidak bisa ditemukan." kata Gantha.


"Betul, aku kangen banget sama Gerry. Dia kan sahabat kita jadi aku merasa sangat kehilangan banget." kata Joey.


"Iya Joey aku juga sangat merasa kehilangan Gerry. Dan aku juga kangen banget sama Gerry. Padahal aku sama dia baru jadian, tapi dia malah menghilang secara misterius." kata Monik sedih.


"Terus kita harus putus asa nih mencari Gerry. Polisi saja sudah putus asa menutup kasusnya apa lagi kita." kata Vero.


"Iya betul Ver. Sepertinya tidak ada lagi yang di harapkan dari pencarian Gerry, karena Gerry tiba tiba menghilang secara misterius di malam pesta topeng itu." kata Aleta.


Emeli melihat dari kejauhan dan Tersenyum senang melihat Monik in the gank sedih, Gantha dan Joey yang juga sangat kehilangan Gerry.


"Hahahahaha.....(tertawa), carilah sesuka hati kalian. Meski kalian semua mencari ke ujung dunia pun Gerry tak akan ditemukan, karena aku sudah membuang mayat Gerry untuk santapan buaya peliharaanku jadi polisi atau siapa pun tak bisa menemukan Gerry. Semua jejak tentang Gerry sudah aku lenyapkan termasuk hpnya yang aku buang ke kolam buaya hahahaha....." batin Emeli tertawa, melihat musuhnya dalam kesedihan.

__ADS_1


Monik, Aleta, Vero, Gantha, dan Joey sangat kehilangan Gerry menangis bersedih karena Gerry belum juga ditemukan. Apa lagi kasus Gerry sudah di tutup sama polisi jadi tidak ada titik terang kalau Gerry akan ditemukan oleh polisi. Mereka berlima sudah putus asa untuk mencari keberadaan Gerry. Apa lagi Monik yang baru jadian sama Gerry merasa sangat kehilangan Gerry, dan berharap Gerry segera ditemukan meski polisi sudah putus asa menutup kasus pencarian Gerry.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2