
Monik tak gentar dan putus asa, mencari cari kehadiran Gerry di kampus tapi Gerry pun tak kunjung datang, Monik cemas dan khawatir. Dia mencoba hubungin Gerry beberapa kali namun nomernya tak bisa di hubungi.
"Aduh ke mana sih Gerry kok belum datang juga apa dia masih sakit ya. Coba deh aku tanya dulu." kata Monik cemas.
Monik melihat Jovan, Riu, dan Arnes lewat.
"Eh, Jovan, Riu, Arnes tunggu." panggil Monik.
"Wah.....ada angin apa nih sang primadona kampus negur kita tumben nih." kata Riu.
"Kalian lihat cowok aku tidak." tanya Monik.
"Siapa Garong." jawab Jovan.
"Asal saja ya kamu kalau ngomong, Gerry lah siapa lagi." kata Monik kesal.
"Ups....salah mangap ya, habis kelakuannya kaya kucing garong sih suka mainin wanita, sorry mayori Monik aku tidak lihat tuh." jawab Jovan.
"Iya....tidak ada juga di kantong aku (melihat kantongnya). mungkin di bak sampah kali" canda Riu sambil tertawa.
"Ini lagi curut aku nanya serius malah jawabnya bercanda kalian lihat tidak sih." kata Monik kesal.
"Tidak cantik kita tidak lihat. Lagi pula emang eke cowok apaan, memperhatikan Gerry, eke masih normal keles....." canda Arnes sambil bergaya seperti banci.
"Ah.....tidak jelas nih kalian pada. Percuma juga aku nanya sama trio aneh macam kalian bertiga." kata Monik kesal dan pergi mencari Gerry.
"Huh.....bolehnya sewod hahahaha.....siapa suruh tanya pada kita." kata Arnes tertawa.
Jovan, Riu, dan Arnes pun tertawa melihat kepergian Monik yang kesal.
"Dasar trio aneh, ditanya serius jawabannya malah kaya gitu. Ih.....tidak level aku bercanda sama orang kaya gitu, aku nanya sama mereka kan karena terpaksa saja. Bukan karena pengen akrab sama mereka, eh....mereka malah sok akrab sama aku." kata Monik ngedumel sendiri.
Monik ngoceh ngoceh sendiri karena kesal sambil berjalan mencari Gerry lalu Aleta dan Vero datang memanggil Monik.
"Monik....." Panggil Aleta dan Vero.
Monik berhenti dan menoleh ke arah Aleta dan Vero.
"Kamu kenapa sih ngoceh ngoceh sendiri Monik." tanya Vero.
"Itu loh trio aneh, aku nanya serius jawabannya malah bercanda. Padahal aku kan tidak mau negur kesembarang orang kalau tidak kepepet banget." kata Monik kesal.
"Sabarlah Monik cantik.....memang mereka seperti itu namanya juga trio aneh (menghina), lagian juga sih kamu ngapain nanya sama mereka. Turun level dong seorang Monik nanya sama trio aneh." kata Aleta.
"Ya aku bingung saja Aleta, habisnya Gerry belum datang juga. Terus aku terpaksa nanya Gerry sama mereka, eh tapi jawabannya malah seperti itu. Bete aku jadinya." kata Monik kesal.
"Memangnya Gerry belum datang." tanya Aleta.
"Iya belum Aleta." kata Monik sedih.
"Waduh ke mana ya Gerry (cemas), tumben amat. Apa dia masih sakit ya." kata Vero.
"Nah....itu yang aku takutin Vero (tampak kecemasan), aku khawatir sama Gerry katanya hari ini mau masuk ke kampus kok jam segini dia belum kelihatan batang hidungnya juga." kata Monik bingung.
Gantha dan Joey datang dengan panik dan memberitahu geng CDS, kalau Gerry dari kemarin tidak ada di rumah.
"Gawat Monik....gawat." kata Gantha panik.
"Gawat....gawat.....gawat kenapa." kata Monik bingung.
"Gerry Monik Gerry." kata Gantha panik.
"Gerry kenapa." kata Monik ikut panik.
"Aku dan Joey tadi ke rumah Gerry (panik), tapi ternyata kata orang tuanya Gerry dari semalam Gerry belum pulang juga ke rumah." kata Gantha.
"Ah.....serius loh Gan." kata Monik khawatir.
"Ya seriuslah.....masa sih aku bohong, tanya saja sama Joey kalau tidak percaya. Iya kan Joey." kata Gantha.
Joey yang dari tadi sibuk dengan hpnya karena menghubungi Gerry terus, yang tidak bisa dihubungi membuka suara.
"I...iya benar Monik.....aku juga bingung nih, dari tadi nomer Gerry juga tidak bisa dihubungi. Kan aneh ke mana sebenarnya tuh orang ya. Kok mendadak hilang tanpa kabar." kata Joey.
"Aduh, aku jadi tambah khawatir nih." jawab Monik panik.
"Tin.....tin.....tin....." Emeli datang dengan mobil Gerry yang sudah di modif. Emeli membunyikan klakson mobil.
"Hai geng, itu sih cupu yang ada di dalam mobil itu." kata Aleta kaget.
"Iya, kok bisa ya dia punya mobil serba dadakkan banget." kata Monik curiga.
"Aneh tapi nyata, dari mana sih gembel itu bisa punya mobil ya." kata Vero.
Emeli menghampiri geng CDS, Gantha, dan Joey yang lagi khawatir pada Gerry.
"Hai guys, kalian heran ya kenapa aku bisa punya mobil." kata Emeli.
"Kamu nyuri mobil orang ya Emeli." tanya Vero.
"Nyuri......sembarangan kalau ngomong. aku dapat mobil karena aku menang perlombaan." kata Emeli santai berbohong.
"Lomba, lomba apa....." tanya Aleta
"Lomba membunuh orang (Emeli menjawab santai. Monik, Aleta, dan Vero tegang lalu Emeli tertawa melihat ketegangan geng CDS yang sok berani). Santai aja keles jangan tegang gitu wajahnya, aku cuma bercanda kok. tapi aku menang kuis dan hadiahnya ya mobil cantik ini keren kan." kata Emeli berbohong
Geng CDS saling menatap tidak percaya begitu juga dengan Gantha dan Joey.
"Oh iya, buy the way on the way busway mana cowok kamu Monik, kok tumben jam segini belum datang juga. Biasanya berduaan mulu tidak mau lepas nempel terus kaya perangko." tanya Emeli.
"Ngapain kamu tanya tanya Gerry mau keganjenan sama cowok aku ya." kata Monik antara cemburu dan kesal.
__ADS_1
"Ets....jangan salah paham dulu Monik, sekarang aku sudah move on kok dari Gerry dia bukan level aku lagi (tersenyum santai). Loh loh loh kenapa kamu diam Monik wajahnya kok cemberut saja sih. Ah.....aku tahu kamu lagi berantem ya sama Gerry (tersenyum), oh atau dia mendua lagi." kata Emeli pura pura tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Diam kamu Emeli jangan ikut campur, itu urusan Monik dengan Gerry karena dari semalam Gerry menghilang. Katanya dia lagi sakit dan bilang hari ini mau ke kampus tapi kok dia belum datang juga." kata Vero keceplosan.
"Vero." kata Monik menyenggol tubuh Vero kesal.
"Ups.....sorry keceplosan Monik." kata Vero menutup mulutnya.
"Oh....itu sebabnya. Jangan jangan Gerry sudah bosan sama kamu Monik, hem.....tidak heran sih kan Gerry itu playboy habis. Tidak ada habisnya jadi playboy jadi dia pasti bisa sesuka hatinya pergi dan datang begitu saja dalam kehidupan kamu. Makanya Monik kamu jangan kegeeran kalau Gerry itu benar benar cinta sama kamu, ternyata Gerry itu sama saja menganggap kamu wanita permainannya saja bukan untuk diseriusin hahahaha......" kata Emeli tertawa meledek Monik sangat puas.
"Diam kamu (membentak), Gerry tidak akan mempermainkan aku." kata Monik kesal.
"Iya Emeli, kamu kalau ngomong diayak dulu Emeli. Jangan asal berkoar saja, ya tidak mungkinlah Gerry mengkhianati wanita secantik Monik." kata Aleta.
"Oh ya.....ah masa (mikir), kok aku masih belum percaya ya." kata Emeli santai.
"Uhhhh...." kata Monik yang emosi ingin menampar mulut Emeli, tapi Monik lebih memilih menahan diri karena masih kepikiran Gerry.
Lalu tiba tiba Salsa datang menghampiri Emeli.
"Hai Emeli, wah ini mobil kamu ya keren bingits." kata Salsa senang.
"Yoyoy Salsa, hadiah kuis." kata Emeli tersenyum.
"Wah, kamu hebat juga ya Emeli. Bisa dapat hadiah mobil, kamu itu sudah cantik pintar lagi. Gerry itu memang lelaki yang bodoh Emeli karena ninggalin kamu, demi wanita sok cantik yang tidak ada otaknya." puji Salsa menyindir sambil melirik Monik, Emeli tersipu malu.
"Iya dong siapa dulu Emeli" kata Emeli membanggakan diri.
"Maksud kamu apa Salsa. Kamu menyindir aku." kata Monik kesal merasa tersindir.
"Oh.....jadi kamu merasa tersindir Monik. Ya maaf kalau begitu." kata Salsa tersenyum, Monik sangat kesal pada perkataan Salsa tapi dia hanya terdiam.
"Sudah dulu ah pamer pada kalian, nanti ada yang iri lagi sama mobil mewah aku. Bye bye geng CDS." kata Emeli bergaya mengikuti trend geng CDS.
"Eh....Emeli aku sudah diam saja ya dari tadi, tapi kamu terus meledek kita. Mau aku hajar kamu." kata Monik kesal.
"Iya jangan pikir kita diam saja karena takut sama kamu. Mentang mentang punya mobil baru, jadi semakin semakin semakin belagu aja sama kita." sambar Aleta emosi.
"Apa (menantang), memang kalian pikir aku takut sama kalian hah.....kalian diam kan karena pusing mikirin Gerry. Kalau tidak biasanya kalian paling suka buat masalah. Memangnya kalian pikir aku takut apa sama kalian, dengar ya geng belagu aku bukan Emeli yang dulu lagi yang bisa kalian bully sesuka hati kalian." kata Emeli kesal.
"Sudah Emeli sudah, ayo jangan cari masalah sama mereka." kata Salsa melerai kemarahan Emeli.
"Sabar Monik, Aleta kalian jangan ke pancing emosi. Lebih baik kita cari Gerry dari pada ngeladenin perempuan tidak penting seperti dia. Perempuan kalau sudah sakit hati emang terkadang otaknya tidak waras." kata Joey.
"Iya benar Monik kata Joey, ayo kita cari Gerry." kata Gantha.
"Eh....seenaknya saja ya ngatain aku tidak waras, kalian semua tuh yang tidak waras. Sukanya ngebully dan ngejahatin orang terus. jangan kalian pikir ya aku takut sama kalian semua karena aku bukan Emeli yang lemah lagi paham kalian." kata Emeli kesal.
"Awas kamu Emeli, urusan kita belum selesai." ancam Monik yang lalu pergi meninggalkan Emeli disusul oleh Aleta, Vero, Gantha, dan Joey.
"Oh.....silahkan aku ladenin tantangan kamu Monik. Nanti juga kamu sendiri yang nangis nangis minta maaf padaku hahahaha....." kata Emeli tertawa.
"Hahahaha.....(tertawa), cari saja sana sampai mati, karena sampai kapan pun Gerry tidak akan pernah ketemu. Karena Gerry sudah tewas sangat mengenaskan di tangan aku." batin Emeli tersenyum.
"Sudah kamu sabar saja ya Emeli jangan ladenin mereka, ayo kita masuk ke kelas." ajak Salsa.
Mata pelajaran sudah dimulai, Mahasiswa dan Mahasiswi sudah masuk ke kelas, setelah pulang kampus Monik memberi saran untuk belajar kelompok di rumahnya.
"Geng aku heran kenapa Emeli jadi berubah banget ya, 100 % dia berubah jadi belagu banget dan berani sama kita." kata Aleta.
"Iya betul ini merupakan ancaman besar untuk kita. Yang di bully sudah berani ngebully kita." kata Vero.
"Ancaman kamu bilang Ver, ini bukan ancaman besar untuk geng kita. Karena dalam kamus geng kita tidak ada musuh yang kita takuti jadi kalau dia sudah berani lawan kita, kita juga harus bisa lebih kuat dari dia. karena geng CDS, tidak ada dalam kamus untuk kalah melawan musuhnya. Apa lagi musuh kita itu cupu kaya Emeli dan Salsa." kata Monik yang kesal mendengar perkataan Vero.
"Iya kamu benar Monik, kita tidak boleh takut sama mereka. Mereka kan hanya dua perempuan cupu masih kalah saing sama kita jadi kita harus melawan mereka." kata Aleta.
"Maju terus, eh.....kepentok deh karena ada tembok di depan hahahaha....." kata Vero tertawa, Monik dan Aleta pun ikut tertawa tiba tiba Gantha dan Joey datang menghampiri geng CDS
"Hai geng cantik dan seksi." sapa Gantha.
"Hai juga." kata Monik, Aleta, dan Vero serentak.
"Rencana kalian hari ini apa untuk mencari Gerry." tanya Joey.
"Hem....aku juga belum tahu nih guys. Tapi gimana kalau hari ini kalian ke rumah aku yuk belajar kelompok kan hari ini banyak tugas, sekalian membahas tentang Gerry." ajak Monik
"Itu ide yang bagus Monik." jawab Joey.
"Ada makanannya tidak nih yang enak enak gitu, biar cemungut belajarnya." kata Vero.
"Uuuhhhh.....makanan mulu sih kamu Ver, perut apa perut." canda Aleta.
"Biarin....yang penting kenyang, kalau kenyang belajar pun tenang." kata Vero membela diri sambil mengelus perutnya.
"Pintar saja kamu ngelesnya kaya bajaj." jawab Aleta tertawa.
Gantha dan Joey hanya tertawa melihat sikap Vero dan Aleta.
"Itu mah beres jangan khawatir nanti aku akan, sediakan makanan yang enak enak." kata Monik tersenyum.
"Kalau gitu yuk kita berangkat sekarang, aku naik mobil aku sendiri saja deh, Joey naik motor kamu sendiri ya Joey. Vero dan Aleta naik mobilnya Monik ya." kata Gantha.
"Yoi brother." Jawab Joey.
"Oh....oke deh kalo gitu, aku telepon supir aku dulu ya jangan di jemput di kampus sekarang tapi entar sore saja di rumahnya Monik." kata Aleta.
"Oke deh Aleta." kata Monik.
Sesampainya di rumah Monik, Monik memanggil mama dan adiknya Bella.
"Mama....Bella....ini ada teman teman Monik nih ma, mau belajar kelompok di rumah." panggil Monik.
Lalu Jasmine dan Bella keluar mendengar panggilan Monik, karena Gantha sama Joey baru akrab dengan Monik jadi mereka belum tahu keluarganya Monik dan juga Salsa yang saudara tirinya Monik.
"Eh....ada Aleta dan Vero." tegur Jasmine
"Iya tante." kata Aleta dan Vero kompak sambil salaman sama Jasmine.
__ADS_1
"Kalau yang ini siapa ya, tante baru lihat." tanya Jasmine.
"Gantha tante...." jawab Gantha sambil salaman.
"Joey tante....." jawab Joey sambil salaman.
"Nah Gantha, Joey yang ini Bella adik aku (perkenalkan Bella). Tidak kalah cantik nya kan sama aku." kata Monik.
"I...iya cantik banget." jawab Gantha yang ternyata suka sama Bella.
Bella tersipu malu mendengar pujian dari Gantha.
"Ah....kak Gantha bisa saja." kata Bella wajahnya merah merona mendengar pujian Gantha.
Lalu Gantha dan Joey berkenalan dengan Bella dan Salsa sampai di rumah.
"Kayanya ada teman temannya Monik deh di rumah." kata Salsa lalu dia masuk ke rumah Gantha dan Joey kaget.
"Salsa kamu ngapain kok kamu ada di sini bukannya kamu temannya Emeli, berarti kan musuhnya Monik juga. Memangnya kamu diundang juga kerja kelompok sama Monik." tanya Joey.
"Aku saudara tirinya Monik, ya jadi ini rumahku juga. Memangnya aku tidak boleh ya berada di rumahku sendiri." jawab Salsa ketus.
"Bu....bukan gitu maksud aku Salsa." kata Joey.
"Oh.....jadi kamu saudara tirinya Monik ya (tersenyum). Hem....ya boleh juga, jadi kita bisa dekat nih." sambar Gantha sambil tersenyum rayuan playboynya langsung keluar, Salsa tersipu malu pipinya merah merona mendengar perkataan Gantha karena sebenarnya Salsa juga ada hati sama Gantha.
"Salsa ngapain kamu di situ, cepetan kamu masuk. Buatkan minuman untuk mereka, setelah itu beli makanan yang enak enak di supermarket." perintah Monik.
"Kalian mau minum apa." tanya Monik kepada teman temannya.
"Apa saja deh Mon, yang penting segar dan dingin." sahut Aleta, Vero, Gantha, dan Joey berbarengan.
"Ya sudah cepatan Salsa tidak pakai lama." perintah Monik.
"Baik Monik.....tapi aku mau taruh tas dulu ya ke kamar." jawab Salsa.
"Iya cepatan, jangan pakai lama." kata Monik.
"Kalo gitu tante sama Bella ke dalam dulu ya." kata Jasmine.
"Eh....Bella di sini saja temain aa." kata Gantha.
"Uh....modus modus." ledek Joey.
"Apaan sih Joey syirik saja." kata Gantha tersenyum.
"Mulai deh playboynya beraksi." ledek Aleta.
"Jangan mau Bella sama kak Gantha, kak Gantha playboy cap badak." ledek Vero.
"Widih cap badak, bisa saja kamu Veri." kata Gantha.
"Widih Veri, woy Vero woy Vero nama aku." kata Vero
"Awas saja ya Gan, kamu dekatin adik aku cuma untuk dipermainkan saja. Aku cincang cincang kamu." kata Monik.
"Sadis amat dicincang hahahahaha....." kata Gantha tertawa.
Monik, Gantha, Aleta, Vero, dan Joey terbawa suasana ceria tertawa penuh kebahagiaan bercanda ria bersama.
"Tapi kak, Bella masih banyak PR kak maaf ya kak Bella mau ke kamar dulu mau ngerjakan PR." kata Bella.
"Iya tante juga permisi." kata Jasmine.
"Oke deh Bella, oke deh tante." kata Gantha, Joey, Aleta, dan Vero.
Mereka asyik belajar mengerjakan tugas kampus sementara itu Salsa disuruh membuat minuman untuk Monik dan kawan kawannya, Salsa mengantar minuman ke depan dan setelah itu dia pergi ke supermarket untuk membeli makanan untuk Monik dan teman temannya.
Setelah belajar sambil minum dan makan mereka membahas soal Gerry.
"Aku heran kenapa Gerry bisa menghilang tanpa kabar dan berita ya." kata Monik bingung.
"Iya tadi orang tua Gerry juga cemas, dia laporkan ke polisi tentang kehilangan anaknya." kata Joey.
Tiba tiba Salsa mendengar percakapan Monik dan teman temannya.
"Gerry menghilang." tanya Salsa.
"Iya Salsa, dari semalam dia tidak pulang ke rumah." jawab Gantha.
"Terus ke mana ya dia." Tanya Salsa bingung.
"Kalau kita tahu, ya tidak mungkinlah kita secemas ini mikirin Gerry." jawab Aleta ketus.
"Lagian ngapain sih kamu nimbrung saja, kita tidak mau kamu ikut gabung di sini. Di sini tuh kumpulan orang orang populer di kampus kamu kan jauh dari kata mahasiswi yang populer." kata Vero menghina.
"Iya mendingan kamu ke kamar saja deh jangan di sini. Gih sana ke kamar, ngerusak mood kita saja kalau kamu ada di sini." usir Monik.
"Sudah, biarkan saja dia di sini gabung sama kita." bela Gantha.
"Tidak bisa Gantha, ini kan khusus geng populer kalau dia bukan geng populer jadi dilarang gabung sama kita." kata Monik.
"Eh.....Mon jangan salah dia juga populer keles." kata Aleta.
"Ah.....poluler apanya." kata Monik ketus.
"Iya populer cupunya hahahahaha....." ledek Aleta tertawa. Monik, Vero, Joey juga tertawa kalau Gantha hanya tersenyum.
"Iya.....iya benar kamu Aleta. Populer cupunya hahahaha......" sambar Vero.
Salsa yang mendengar ledekkan Aleta dan teman teman yang mentertawainya langsung ke kamar dengan sedih karena diusir geng CDS. Di kamar Salsa sangat murung, netranya pun mengeluarkan airmata.
"Kenapa sih mereka jahat banget sama aku padahalkan aku cuma mau berteman saja sama mereka. Apa aku salah mentang mentang aku tidak sepopuler mereka, mereka tidak mau temanan sama aku. Mereka terus menghina aku." Salsa sedih.
Salsa sangat sedih sekali karena disuruh ke kamarnya tidak boleh gabung bersama teman temannya Monik. Salsa sangat menderita sekali menjadi anak tiri dan saudara tiri karena selalu tersiksa batin dan tubuhnya setiap harinya dan sangat menderita.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘