
Aleta ingin pulang dari kampus ternyata ada Marisa yang memantau dari jarak jauh dengan mobilnya, Aleta sedang menunggu supirnya Darwin jemput ternyata yang jemput kakak kesayangannya Bima dia jemput di sebrang kampus.
"Mana ya mas Darwin kok belum jemput juga sih." kata Aleta sambil celingak celinguk dan dia melihat kakaknya kak Bima.
"Hah.....kak Bima (bingung) kok tumben sih kak Bima jemput bukannya mas Darwin (bicara sendiri) kak Bima." panggil Aleta yang sambil melambaikan tangannya ke Bima yang segera menyebrang tanpa melihat kanan kiri.
"Hai Aleta." jawab Bima tersenyum membalas lambaian tangan Aleta.
Bima mau menyebrang tiba tiba Marisa mengemudi mobilnya dengan sangat kencang untuk menabrak Aleta dan Bima pun yang melihat juga berlari sangat kencang untuk menolong adik kesayangannya.
"Awas Aleta." panggil Bima memeluk Aleta dan mengajaknya ke pinggir jalan dengan cepat.
"Aaaghhhh......" teriak Aleta.
"Woooyyy, jangan kabur. Kamu gak apa-apa kan Aleta." teriak Bima lalu bertanya pada Aleta.
"Ti.....tidak kok kak." jawab Aleta syok karena hampir tertabrak mobil.
"Makanya kalau menyebrang itu hati hati, lihat kanan kiri dulu (menasehati) lagian juga tuh orang bawa mobil pakai ngebut segala, mungkin lagi mabok kali ya." kata Bima kesal.
"Mungkin kak." jawab Aleta yang masih syok.
"Kok kakak yang jemput mana mas Darwin." tanya Aleta.
"Oh.....mas Darwin lagi cuti karena ibunya lagi sakit." kata Bima.
"Oh gitu kak." jawab Lusi.
"Iya tapi untung kakak yang jemput kamu, jadi kakak bisa gercep dari orang yang hampir menabrak kamu." kata Bima.
"Iya kakakku yang ganteng, terima kasih ya kak." kata Bima.
"Iya sama sama adikku yang cantik (merangkul Aleta) ya sudah ayo kita pulang Aleta." ajak Bima.
"Iya ayo kak." kata Lusi tersenyum, lalu Bima membukakan pintu mobilnya buat adik kesayangannya.
"Ahhh.....sialan (marah) dia selamat lagi (memukul stir mobil) awas kamu Aleta (kesal) oke....kali ini aku boleh gagal tapi lain kali aku tidak akan gagal, cam kan itu." ancam Marisa bicara sendiri dalam mobilnya.
Gantha meneraktir Salsa untuk makan dicafe sebelum pulang mereka berbincang bincang tertawa bercanda ria bersama.
"Salsa.....sebenarnya, aku suka sama kamu tahu Sal." Gantha memegang tangan Salsa.
Salsa yang lagi makan tersedak karena mendengar Gantha yang menembak Salsa.
"Aih......Gantha nembak aku. Yes akhirnya cinta aku tidak bertepuk sebelah tangan." kata Salsa dalam hati sambil tersenyum.
"ma....maksud kamu apa Gan, jadi kamu nembak aku nih." kata Salsa pura pura bicara biasa saja padahal hati menjerit kesenangan.
"Iya, gimana (memandang Salsa yang tersipu malu) kamu mau terima aku tidak jadi pacar kamu." kata Gantha.
"Apa kamu yakin Gantha dengan kata kata kamu, karena aku takutnya kamu....." kata Salsa tidak meneruskan kata katanya dan Gantha pun menyambar kata kata Salsa sambil memegang tangan Salsa mesra.
"Aku tahu yang ada di pikiran kamu Salsa. Kamu takut kan kalau aku akan mempermainkan kamu seperti Gerry mempermainkan kamu. Ya tidak mungkinlah Salsa sayang aku kan bukan Gerry, aku beda sama Gerry. Karena aku tulus sayang sama kamu Salsa." kata Gantha meyakinkan Salsa.
"Hem.....baiklah Gantha kalau kamu serius sama aku (jadi salah tingkah) ya aku mau kok jadi pacar kamu. Tapi jangan kecewakan aku ya Gantha." kata Salsa tersenyum.
"Yang benar Salsa (tersenyum senang) yes asyik, terima kasih ya Salsa. Tentu tentu aku tak akan mengecewakan kamu Salsa sayang (megang mesra tangan Salsa lagi) jadi mulai hari ini kita jadian ya." kata Gantha tersenyum.
Salsa hanya mengangguk tersenyum tersipu malu karena ternyata dia sekarang tidak jomblo lagi.
Gantha mengantar Salsa pulang kerumah dengan wajah yang berbunga bunga tiba tiba Gantha bertemu dengan Bella.
"Hai kak Gantha." tegur Bella tersenyum.
"Hai Bella." jawab Gantha membalas senyuman Bella.
"Ayo kak mampir dulu (tersenyum) kak Salsa ajak kak Gantha masuk dong." kata Bella sinis.
"I....iya Bell, ayo Gan masuk dulu." kata Salsa.
"Iya terima kasih." kata Gantha.
"Bentar ya kak, Bella ganti baju dulu (tersenyum manis) eh....kak Salsa jangan diam saaja buatkan kak Gantha minuman dan sekalian bawakan cemilan." kata Bella ketus.
"I.....iya, bentar ya Gan." kata Salsa.
"Oke Salsa." jawab Gantha.
Sementara itu Bella sangat senang atas kehadiran Gantha dan tersenyum senyum di depan cermin.
"Kak Gantha (tersenyum) hem.....okelah lumayan wajahnya cukup tampan, untuk penyemangat belajar Bella. Tidak ada salahnya kan Bella punya pacar meski Bella masih kelas 1 SMA." kata Bella sambil make up mempercantik diri.
"Dah....perfect to, sudah cantik pasti kak Gantha klepek klepek sama Bella (tersenyum) kak Gantha I'm coming." kata Bella yang segera keluar dari kamarnya.
"Maaf kelamaan nunggu ini minumannya, dan makanannya silahkan di nikmati sayang." kata Salsa.
"Terus kapan dong aku nikmatin kamu sayang." kata Gantha tersenyum.
Salsa terdiam kaget mendengar kata kata Gantha tapi Gantha memecahkan ketegangan Salsa.
"Sudah Salsa, jangan di pikirkan, aku cuma bercanda kok. Terima kasih ya bebz." kata Gantha.
"Oh.....i....iya sama sama." kata Salsa.
"Kak Gantha." panggil Bella menggoda Gantha.
"Bella, waw.....cantik banget Bella. Seksi lagi, bikin tambah hati ini klepek klepek saja hehehehe....." Batin Tersenyum.
Bella menuju ke arah Gantha dan mengusir Salsa karena ingin duduk di samping Gantha.
"Minggir sana, aku mau dekat sama kak Gantha." kata Bella mengusir Salsa.
"Bella, ini cowok kakak. Kamu yang harusnya ke dalam jangan ganggu kakak. Lagi pula tidak sopan kamu pakai baju seseksi ini di depan cowok." kata Salsa.
"Aduh sudah deh kak, tidak usah sok nasehatin Salsa. Suka suka Bella dong mau pakai baju seksi atau tidak, iri saja kamu jadi orang kak. Kakak minggir saja deh kak atau Bella mau bilangin mama. mama....." ancam Bella sambil teriak memanggil mamanya.
"Iya, iya....." kata Salsa kesal sambil cemberut.
"Nah, gitu dong." kata Bella sambil tersenyum senang.
Salsa menggeserkan tubuhnya, dia menahan api cemburu melihat Gantha bercanda ria bersama Bella di depan matanya. Padahal baru saja Gantha dan Salsa pacaran.
"Iihhh.....ngapain sih Gantha ngeladenin Bella, harusnya dia melarang Bella dong untuk duduk di dekat dia. Tapi kok malah asyik ngobrol ketawa ketiwi sih, aku kan pacarnya kok malah dijadikan obat nyamuk sih." batin Salsa kesal.
Gantha terus bercanda sama Bella tanpa menghiraukan perasaannya Salsa, karena sebenarnya wanita yang dia sukai adalah Bella bukan Salsa. Gantha hanya memanfaatkan Salsa untuk dekat sama Bella, karena tidak mungkin Gantha dekatin Monik soalnya Monik kan masih pacarnya Gerry meski Gerry sudah hilang. Lagi pula Gantha tahu sifat Monik yang bar bar suka ngebully orang kalau tidak suka sama orang itu. Mau cowok atau cewek akan diperlakukan kasar oleh Monik in the gank.
"Hai Gantha, Hai Bella." sapa Monik yang baru pulang dari kampus.
"Hai....Monik." kata Gantha.
"Hai kak Monik sudah pulang ya." jawab Bella.
"Iya nih Bella kakak capek banget (duduk di sofa sambil kipas kipas lalu lihat ke arah Salsa yang lagi bete karena Bella duduk di samping Gantha) aduh duh duh.....kasihan ya jadi obat nyamuk hahahahaha.....(tertawa) Eh Salsa, dari pada di situ mending ke dapur deh. Buatkan aku minum yang dingin es sirup yang segar, haus neh." kata Monik sambil memegang tenggorokkannya.
Salsa terdiam karena masih merasa sangat cemburu melihat keakraban Bella dan Gantha.
"Eh.....kok kamu malah diam, giih sana buatkan aku minum (usir Salsa) dari pada kamu di sini sakit hati, dijadikan obat nyamuk sama adik aku dan Gantha." kata Monik nyinyir.
"Eh....i...iya." kata Salsa.
__ADS_1
"Eh....tunggu tunggu kak Salsa, Bella juga mau deh. Bella haus juga." kata Bella.
"Iya Bell." kata Salsa.
"Kak Monik, kak Monik. Kak Gantha itu orangnya super duper lucu ya kak dari tadi buat Bella ketawa terus. Bella jadi nyaman sama kak Gantha hahahaha......" Bella tertawa.
"Gantha memang gitu Bella. Gantha di kampus juga dia orangnya penghibur banget hahahahaha.... (tertawa) makanya tidak heran kalau banyak cewek cewek yang mengidolakan dia termasuk sih benalu itu loh." kata Monik.
"Oh.....kak Salsa hahahaha......iya kaka Salsa memang benar benar benalu." kata Bella tertawa.
Salsa tambah bete mendengar perkataan Monik dan Bella yang bilang dia benalu.
"Ya tuhan.....jahat banget mereka bilang aku benalu, padahal mereka yang benalu. Ibunya kan yang sudah merampas harta papa dan membunuh papa." kata Salsa kesal.
Gantha ikut tersenyum mendengar percakapan Monik dan Bella, sementara itu Salsa hanya terdiam sambil menghela napas mendengar kakak beradik itu memanas manasi dia. Lalu Salsa ke dapur, untuk buatkan Monik dan Bella minuman.
"huhhhh.....kesal banget baru saja aku jadian sama Gantha eh malah diganggu sama Bella, kesal kesal kesal." Kata Salsa emosi.
Lalu Salsa terdiam dan memikirkan rencana untuk menyingkirkan Monik dan Bella dari Gantha agar dia bisa ngobrol lagi sama Gantha.
"Oh iya aku tahu." Salsa tersenyum sambil mengangguk nganggukan kepala dengan ide cemerlangnya.
Salsa mengambil obat pencuci perut dan ditaruh ke minuman Monik dan Bella.
"Rasain kamu Monik Bella ini balasannya karena kamu sudah bilang aku benalu dan aku tidak suka ya kalau kamu mengganggu kesenangan aku sama Gantha padahal aku dan Gantha baru saja jadian (tersenyum). Maafkan aku ya Monik maafkan aku ya Bella. Ini tidak parah kok paling cuma mondar mandir ke toilet saja hehehehe......" Salsa tersenyum.
Salsa mengantarkan minuman ke Monik dan Bella, Monik dan Bella meminum sirup buatan Salsa karena sudah sangat haus sekali.
"Aduh lama banget sih aku sudah haus nih." kata Monik yang meminum sirupnya sampai habis tak tersisa.
"Tahu nih, bikin sirup lama banget." kata Bella ketus yang sambil meminum sirup buatan Salsa.
"Iya.....iya maaf." kata Salsa tersenyum sambik duduk lalu Salsa pun berhitung dalam hati sambil tersenyum.
"Siap siap bentar lagi obat itu beraksi.1....2....3....." batin Salsa tersenyum.
"Aduh duh....duh.....perut aku, aduh. Sakit banget mau ke toilet." kata Bella dan Monik sambil terkentut kentut dan lari ke toilet sambil berebutan.
"Tunggu kak Bella dulu kak." kata Bella.
"Tidak bisa Bell, kakak duluan. Minggir kakak sudah kebelet." kata Monik.
"Tidak kakak Bella duluan, kakak harus mengalah dong sama adiknya." kata Bella.
"Untuk hal ini kakak tidak bisa mengalah, kakak sudah kebelet." Kata Monik yang dihalangi Bella dan Monik mendorong Bella.
"Aduh kak (didorong Monik) iihhh kakak kok dorong Bella sih." kata Bella yang terjatuh.
"Maaf Bella kakak terpaksa karena kakak sudah tidak tahan. Sudah di ujung tanduk." kata Monik lari ke toilet.
Salsa yang melihat hal itu tertawa senang tapi Gantha bingung sebenarnya apa yang terjadi pada Bella dan Monik.
"Oh.....aku tahu ini pasti ulah kamu ya, kamu cemburu ya tadi aku di dekatin sama Bella." tanya Gantha.
"Huts.....(satu jarinya kebibir) iya habisnya kamu jadikan aku obat nyamuk sebenarnya yang pacar kamu itu aku atau Bella sih." kata Salsa tersenyum.
"Iya.....iya sorry ya buat kamu cemburu, aku tidak enak soalnya Bella ngajak ngobrol masa aku cuekkin, dia kan adik kamu sayang." kata Gantha.
"Iya iya aku paham kok sayang. Kamu kan orangnya supel, mudah bergaul, dan tidak sombong, juga tidak enakkan sama orang lain. Makanya untuk menjauhi kamu dari Bella dan Monik aku kasih saja mereka obat pencuci perut hahahahaha....." kata Salsa tertawa.
"Pacal aku memang pintel banget deh." rayu Gantha sambil membelai rambut Salsa.
"Ah.....ganggu saja lagi senang senang juga sama Bella. Uh.....jadi nyesal deh aku nembak Salsa duluan (kesal) kalau kaya gini mending aku dekatin dulu Salsa untuk dekat sama Bella, tidak usah pakai tembak tembakkan segala karena kan sebenarnya aku sukanya sama Bella bukan sama Salsa. Tapi aku harus bertahan demi taruhan aku sama Joey juga. Setelah aku dapatkan apa yang aku mau baru deh aku bisa ninggalin Salsa dan dekatin Bella." batin Gantha tersenyum.
"Ya sudah sayang, aku pulang dulu ya sudah sore neh." kata Gantha.
"Oh ya sudah, sini aku antar kamu ke depan." kata Salsa.
"Aku pulang dulu ya sayang." kata Gantha.
"Oke siap sayang, hati hati ya di jalan, jangan nakal." kata Salsa sambil mencolek hidung Gantha tersenyum.
Salsa tersenyum senang karena sudah pacaran sama Gantha meski tadinya agak sedikit kesal tapi sudah terbalaskan karena dia berhasil mengerjai Monik dan Bella.
"Kak Monik cepatan, Bella sudah tidak tahan nih. Nanti bisa bisa keluar di sini." kata Bella sambil mengetok pintu toilet kencang.
"Iya iya bentar lagi Bell." kata Monik.
Salsa tersenyum melihat saudara tirinya bolak balik ke kamar mandi karena obat pecakar perut yang di taruh di minuman Bella dan Monik.
"Rasain loh, memang enak aku kerjain (tersenyum senang) makanya jangan macam macam sama aku. Selamat mondar mandir ke kamar mandi saudara tiriku sayang." kata Salsa yang langsung menuju kamarnya.
Salsa merebahkan badannya di tempat tidur.
"Hahahahaha.....(tertawa) aku sangat senang sekali, hari ini. aku telepon Emeli ah, untuk berbagi kebahagaan aku sama dia." Salsa mengambil ponselnya.
"Hallo, Emeli." kata Salsa.
"Hai Salsa, sepertinya hari ini kamu senang banget." kata Emeli.
"Ayo tebak hari ini, kenapa aku senang banget Em." kata Salsa.
"Iya aku tahu kamu senang karena diantar Gantha kan." kata Emeli.
"Bukan hanya itu Emeli sayang, tapi tadi aku pulangnya diajak makan dulu terus Gantha nembak aku deh di cafe. Ah.....pokoknya aku senang banget deh Emeli, hari ini hari kebahagiaanku." kata Salsa tertawa.
"Yang benar." kata Emeli.
"Iya benar." kata Salsa.
"Secepat itukah." kata Emeli.
"Iya meski tadi aku agak kesal ya sama kelakuan Gantha dan Bella, masa ya Bella coba dekatin Gantha terus aku tadi dibuatnya kaya obat nyamuk waktu mereka ngobrol ketawa ketiwi asyik banget malah Monik bilang aku benalu lagi padahal kan mereka yang benalu tinggal di rumah aku karena kan mereka merebut semua warisan papa dengan cara licik." kata Salsa sedikit kesal.
"Masa sih mereka ngomong gitu, wah benar benar urat malunya sudah putus tuh anak. Kalau aku ada di sana tadi sudah aku tonjok tuh congornya ngomong sembarangan saja." kata Emeli ikut kesal.
"Iya makanya Emeli, tapi tenang sudah aku balas. Karena tadi aku sudah ngerjain mereka berdua." kata Salsa.
"Ngerjain, ngerjain gimana Salsa." tanya Emeli kepo penasaran.
Monik dan Bella mondar mandir ke kamar mandi saling berebutan, hingga kelelahan. Tiba tiba terpikir dari benak Monik mencurigai Salsa bahwa dirinya dan Bella dikerjai oleh Salsa.
"Kak cepatan kak (megang perut sambil menggedor pintu kamar mandi) mau pup lagi nih." kata Bella yang sudah ke belet.
Monik keluar dan Bella segera masuk kamar mandi lalu Bella keluar.
"Bella, kamu curiga tidak sih kalau semua ini ulah Salsa (mencurigai Salsa) tadi kita tidak apa apa loh. Tapi setelah minum buatan dia kita jadi sakit perut seperti ini, jangan jangan (mikir sesuatu) dia kasih sesuatu ke minuman kita lagi." kata Monik curiga.
"Wah.....benar kak, sudah mulai berani tuh anak (kesal) ayo kak kita beri pelajaran tuh kak Salsanya, biar tidak macam macam lagi tuh dia." kata Bella.
Lanjut ke Salsa dan Emeli yang sedang teleponan karena lagi berbahagia jadian sama Gantha.
"Tadi mereka nyuruh aku buatkan minuman terus di minumannya aku kasih obat pencuci perut. Otomatislah mereka berebutan deh ke kamar mandi hahahahaha.....(tertawa) karena kan kamar mandi di atas sedang rusak jadi yang berfungsi cuma satu aja. Ada sih di kamar mama, tapi kan kamarnya dikunci soalnya mama lagi pergi arisan di rumah temannya hahahahaha.....(tertawa) pokoknya kocak banget deh. hahahahaha......" kata Salsa tertawa.
Emeli pun ikut tertawa bahagia melihat Monik dan Bella dikerjain oleh Salsa.
"Serius loh, (tersenyum) kok aku jadi geli ya dengarnya Sal hahahahaha....." kata Emeli sambil tertawa.
"Hahahaha.....(tertawa) ya seriuslah masa aku bohong sih Emeli, coba saja kalau kamu tadi ada di sini Eneli pasti lo ngakak Emeli tidak berhenti berhenti aku saja tadi ngakak habis kocak banget sih hahahahaha..... Rasain kalian siapa suruh godain cowok aku hahahaha....." kata Salsa tertawa.
"Iya ya coba saja aku tadi ada di sana ya menyaksikan sendiri, pasti kocak banget hahahahaha......" kata Emeli tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
Di saat mereka tertawa bahagia Monik dan Bella mengetuk pintu kamar Salsa dengan keras, sangat marah karena telah mengerjai Monik dan Bella.
"Salsa.....Salsa.....buka pintunya cepat." panggil Monik marah.
"Kak Salsa buka pintunya kak, cepat buka pintunya kak" panggil Bella penuh emosi.
"Eh.....eh....eh....sudah dulu ya mereka datang." kata Salsa.
"Oke oke bye Salsa sampai ketemu besok." kata Emeli.
Salsa menutup teleponnya.
"Aduh gawat sepertinya mereka sangat marah (cemas) jangan jangan mereka tahu kalau mereka sudah aku kerjai." kata Salsa panik.
"Salsa buka pintunya (kesal) kamu jangan pura pura tidak dengar deh. Aku tahu kamu kan yang sudah ngerjain kita." kata Monik kesal.
"Iya kak jangan kamu pikir kita akan diam aja (marah) cepat buka kak pintunya." kata Bella kesal.
"Tuh, kan benar. Aduh gimana nih (cemas mondar mandir seperti setrikaan) jangan panik, jangan panik Salsa jangan panik. Kamu pasti bisa ngadepin mereka. Aku harus tenang tidak boleh gugup biar mereka percaya kalau aku tidak ngerjai mereka." kata Salsa menghela napas kasar.
Lalu Salsa membuka pintu kamarnya, Monik dan Bella sangat marah pada Salsa.
"Monik, Bella. Ada apa." kata Salsa polos.
"Kamu jangan pura pura tidak tahu deh (marah) kamu kan yang kasih obat pencuci perut ke minuman kita." kata Monik menuduh Salsa.
"Ngasih Obat pencuci perut ke minuman kalian (sok polos) maksud kalian apa sih, Aku tidak ngerti." kata Salsa.
"Ala....jangan pura pura tidak ngerti deh kak (marah) Bella tahu kak Salsa cemburu kan kalau Bella dekatin kak Gantha, makanya agar aku jauh dari kak Gantha kak Salsa kasih obat pencuci perut ke minuman kita, biar kita mondar mandir ke kamar mandi dan kak Salsa asyik berdua sama kak Gantha. Iya kan ngaku saja deh kak." kata Bella penuh emosi.
"Sudah deh jangan ngaco ah kalian kalau tidak ada buktinya, mending kalian berdua pada keluar dari kamar aku (ngusir Monik dan Bella) aku mau ngerjain tugas kampus. Bye...." kata Salsa mengusir Monik dan Bella kemudian menutup pintu kamarnya.
"Salsa jawab dulu....salsa....salsa......" kata Monik menggedor pintu dengan sangat kesal.
"Kak Salsa jawab dulu benar tidak kak.....kak.....uuhhhh.....awas loh kak aku aduin ke mama kalau nanti mama pulang arisan, biar tahu rasa kakak dihukum sama mama." kata Bella menggedor pintu kesal.
Monik dan Bella menggendor gendor pintu kamar Salsa sangat kencang sekali tapi tidak dibukakan pintu, sampai mama tirinya datang habis pulang arisan di rumah temannya.
"Kamu sudah berani ya sama kita Salsa, awas ya kamu Salsa aku bilangin sama mama kalau mama sudah pulang nanti.....Salsa.....buka salsa buka pintunya." kata Monik semakin kesal.
"Iya kak buka pintunya kak.....aaghh.....bener bener ya kamu kak, awas kamu kak." ancam Bella.
"Ada apa sih nih ribut ribut." kata Jasmine yang tiba tiba berada di belakang Monik dan Bella.
"Mama." Kata Monik dan Bella berbarengan dengan Manja.
"Loh kok kalian ada di kamar Salsa. Memangnya ada apa sih." tanya Jasmine.
"Itu loh ma, kak Salsa sudah berani sama kita. Masa sih ma kita dikerjain." jawab Bella kesal.
"Kerjain.....kerjain gimana sih sayang." tanya Jasmine.
"Tadi kita kan suruh minta buatkan minuman sama Salsa, entah apa yang dia lakukan ke minuman kita tiba tiba kita sakit perut ma, bolak balik ke kamar mandi. Malah kamar mandinya cuma satu yang benar, kamar mandi mama kan dikunci kamarnya ma. Jadi Monik berebutan deh sama Bella." kata Monik kesal.
"Masa sih Salsa seberani itu sama kalian (bingung, Monik dan Bella mengangguk) kurang ajar banget tuh anak." kata Jasmine mulai Emosi.
Tiba tiba perut Monik dan Bella sakit lagi.
"Aduh ma perut Monik sakit lagi." kata Monik sambil memegang perutnya.
"Iya ma Bella juga sakit perut (megang perutnya) Bella numpang ke toilet mama ya." kata Bella.
"Iya sayang, sana ke toilet dulu ini kunci kamar mama, setelah itu minum obat ya biar lekas sembuh." kata Jasmine yang memberikan kunci kamarnya.
"Iya ma." kata Monik dan Bella terus berlari ke toilet.
"Ini semua karena Salsa.....Salsa.....Salsa buka pintunya." kata Jasmine penuh emosi.
"Gawat mama marah (bangun dari tempat tidur dan cemas) aduh gimana nih. Kalau sama Monik dan Bella mungkin aku bisa menghindar tapi kalau sama mama aku tidak bisa menghindar. Nanti malah mama tambah marah sama aku lagi." kata Salsa panik yang mondar mandir bak setrikaan.
"Jangan sampai mama dobrak pintunya (marah) mau buka tidak Salsa pintunya." kata Jasmine
Salsa tidak bisa menghindar lagi dari kemarahan mamanya, karena mamanya itu ibu tiri yang sangat kejam.
"I....iya ma." kata Salsa gugup.
Salsa membuka pintu dan Jasmine langsung menampar Salsa.
"Anak sialan (menampar Salsa) sudah berani ya sama saudara tiri kamu, sudah tidak betah di rumah." kata Jasmine.
"Ma......maaf ma.....maaf." kata Salsa sambil memegang pipi yang di tampar.
"Maaf....maaf, sini mama beri kamu pelajaran." Jasmine menarik rambut Salsa ke kamar mandi bawah yang lagi ada Monik. Salsa merintih kesakitan.
"Ampun ma, ampun.....sakit ma." pinta Salsa.
"Monik sudah belum." kata Jasmine marah
"Bentar lagi ma." kata Monik.
Monik keluar dari kamar mandi, Bella pun juga turun dari kamar mamanya dan tersenyum.
"Yes (senang) akhirnya kamu dimarahin juga sama mama, makanya jangan berani berani sama kita hahahahaha....." kata Bella tertawa bahagia
"Aduh duh duh sakit ya Salsa, dijambak mama hahahahaha.....(tertawa bahagia) makanya kamu jangan berani macam macam sama anak kesayangan mama, rasain kamu ya Salsa. Sudah ma hajar saja ma sampai kapok." kata Monik tersenyum senang.
Jasmine menenggelamkan Salsa ke bak mandi berkali kali sampai susah napas, lalu menyiramkan seluruh tubuhnya dengan air hingga pakaiannya basah semua. Salsa menangis minta ampun.
"Ampun ma ampun, Salsa kapok ma. Tidak lagi lagi Salsa ngerjain Monik sama Bella." pinta Salsa merintih kesakitan.
"Oke sekarang, kamu berlutut pada Monik dan Bella minta maaf cepat." kata Jasmine.
"Monik, Bella maafkan aku ya." kata Salsa sambil berlutut.
"Oke aku akan maafkan kamu, tapi kamu harus cium kaki aku dulu." kata Monik tersenyum.
Sewaktu Salsa ingin mencium kakinya Monik, Monik menendangnya hingga Salsa terjatuh. Monik puas dan tertawa bersama Bella dan mamanya.
"Aduh....." kata Salsa.
"Hahahaha....(tertawa) biar tahu rasa kamu kak, berani beraninya melawan kita." kata Bella tertawa kesal.
"Awas ya sekali lagi kamu berani ngerjain kita (marah) kita tidak bakal maafkan kamu, paham kamu." Kata Monik sambil duduk mengancam Salsa yang sedang menangis.
"Sebagai hukumannya lagi kamu tidak boleh makan sampai besok malam." kata Jasmine.
"Ta....tapi ma." kata Salsa.
"Ets.....jangan ngebantah atau kamu mau menambah lagi hukuman kamu." kata Jasmine.
"Ba.....baik ma....baik." kata Salsa.
"Ayo sayang kita minum obat, setelah itu kita makan. Mama bawa makanan yang lezat lezat." kata Jasmine tersenyum.
"Ayo ma, asyik makan (tersenyum) bye bye Salsa, kita makan enak dulu ya. Selamat menelan ludah Salsa." kata Monik.
"Ayo ma, asyik hari ini makan enak (tersenyum) selamat berpuasa kak Salsa." kata Bella senang.
Monik dan Bella tertawa senang karena, mamanya sudah membelikan makanan kesukaan Monik dan Bella sebelum makan mereka minum obat terlebih dahulu biar tidak buang buang air lagi ke toilet. Salsa menangis karena sedih diperlakukan tidak adil sama keluarga tirinya hingga Salsa merindukan kasih sayang dari papa dan mama kandungnya.
"Ya Tuhan, mengapa sih mereka jahat banget sama Salsa. Mama, papa.....Salsa kangen kalian." kata Salsa menangis pilu.
Pakaiannya basah kuyub semuanya, Salsa menggigil kedinginan. Salsa terbangun dan ingin segera ke kamarnya untuk mengganti pakaian, agar tidak masuk angin melewati ruang makan yang sudah tersedia makanan makanan yang sangat lezat. Kesedihan Salsa tak berujung karena sejak tinggal dengan keluarga tirinya hidup Salsa sangat sangat menderita sekali diperlakukan tidak adil dan selalu dijadikan pembantu di rumahnya sendiri.
__ADS_1
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘