Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Mencari Bella


__ADS_3

Monik kelihatan tak semangat pagi hari ini nampak cemas dan bingung karena memikirkan Bella yang tak ada di rumah.


"Bella sayang, kamu di mana sih Bell. Kakak khawatir banget sama kamu Bella, kenapa tidak ada di kamar kamu sih Bella pagi pagi." kata Monik yang wajahnya tampak cemas.


Di saat kecemasan meradang hati Monik tiba tiba Aleta dan Vera mengagetkan Monik yang lagi jalan di koridor kampus sambil melamunkan tentang Bella.


"Monik." panggil Aleta dan Vera serentak.


"kamu kenapa sih Mon, kelihatannya kamu cemas banget." tanya Aleta bingung.


"Aku bingung Aleta, Bella pagi pagi sudah tidak ada di kamarnya." kata Monik tampak cemas di wajahnya.


"Apa jangan jangan Bella hilang juga." kata Vera.


"Aku juga tidak tahu Ver. Tapi jangan sampai Bella kenapa napa deh Ver." kata Monik cemas.


Di tengah kecemasan Monik yang sedang memikirkan Bella, ada tiga orang mahasiswa yang sedang berbincang bincang salah satu dari mahasiswa itu tadi kejebak macet karena melewati jalan rel kereta api karena ada kecelakaan seorang wanita tertabrak kereta api.


"Eh, tahu tidak guys tadi aku kejebak macet, soalnya ada seorang perempuan ketabrak kereta api. Aku sih juga tidak tahu ya guys dia sengaja bunuh diri atau dia memang tidak lihat kereta waktu mau lewat pas kereta lagi melintas." kata Vika.



"Masa sih Vik, ih seram. Terus gimana." tanya Sonya.



"Ya wajahnya hancur tak dikenali, tubuhnya juga pada mencar mencar, tadi aja aku mual banget pas aku lihat mayat sih korban yang berserahkan di mana mana." kata Vika.


"Untung aja rumah aku tidak lewat rel kereta api itu ya. Kalau lewat ih seram banget, hati hati loh Vik nanti kalau kamu pulang larut malam lewat situ (bergaya seperti hantu) hah ada arwah gentayangan." kata Yuna menakut nakuti.


"Iihh....kamu Yun nakut nakutin aku aja." kata Vika.


"Vika, kamu lihat kecelakaan itu di mana." sambar Monik yang tiba tiba mendengar percakapan Vika, Sonya, dan Yuna.


"Itu rel kereta api dekat jalan kamboja. Kenapa memangnya Mon." tanya balik Vika.


"Ah, tidak apa apa kok Vik." kata Monik yang langsung meninggalkan Vika cs.


"Kenapa sih tuh Monik, wajahnya tampak cemas banget." kata Yuna.



"Iya, aku juga tidak tahu. Aneh banget tumben ketua geng yang sombong itu negur kita, biasanya selalu ngebully terus." kata Sonya.


"Mungkin bisa jadi korban kecelakaan itu adalah saudaranya kali." kata Vika.


"Hemmm.....mungkin." kata Sonya dan Yuna serentak.


"Kamu kenapa Monik, nanya yang kecelakaan itu sama Vika." tanya Aleta bingung.


"Kalian mau kan anterin aku ke sana, kita bolos kuliah aja. Soalnya aku punya firasat buruk tentang adik aku Bella (sedih) entah kenapa aku yakin kalau yang kecelakaan itu Bella." kata Bella yang menangis.


"Sudah sudah kamu tenang dulu Monik, belum tentu yang kecelakaan itu Bella (memegang pundak Monik menenangkan) baiklah kita mau kok anterin kamu ke sana." kata Vera.


"Tapi izin dulu ya sama bu Tamara, aku tidak mau kalau kita kabur dari mata pelajaran. Meski kita anak nakal tapi kita tidak boleh mengecewakan orang tua kita." kata Aleta.

__ADS_1


"Iya benar kata Aleta, Monik lebih baik kita izin dulu sama bu Tamara." kata Vera


"Baiklah kalau gitu, ayo." kata Monik yang langsung menuju ruangan bu Tamara untuk minta izin bersama Aleta dan Vera.


Rel kereta api begitu rame tadi pas Vika menuju kampus belum ada polisi, dan sekarang sudah banyak polisi. Lalu anak buah polisi itu menemukan identitas kartu pelajar atas nama Bella Triana Ardinata dan tas ransel hello kitty warna pink milik Bella, karena Bella sangat suka Hello kitty. Hampir semuanya Bella mengoleksi Hello Kitty.



"Pak saya menemukan ini pak." kata salah satu polisi yang bertugas.


Lalu polisi itu mengecek kartu identitasnya dan ada kartu pelajar dan foto keluarga Bella bersama mama dan kakaknya juga ada yang bersama Gantha.


"Ternyata korban masih pelajar." kata komandannya.


Monik sedang melihat lihat di sekelilingnya ada rasa deg degan di hatinya. Mencari korban kereta api.


"Monik kamu yang tenang ya. Belum tentu korban itu adalah adik kamu." kata Vera.


"Benar Monik, jadi kamu jangan terlalu khawatir dulu ya." sambar Aleta.


"Itu ada polisi Mon, lebih baik kita tanya yuk sama pak polisi itu." kata Vera.


"Oh iya benar ayo Mon." sambar Aleta.


"Iya ayo." kata Monik.


"Hem maaf pak, saya boleh nanya bapak tahu korban kecelakaan itu siapa." tanya Monik.


"Korban kecelakaan kereta api ini adalah seorang pelajar neng, saya menemukan tas ini dan kartu identitasnya." kata Pak Polisi sambil memberi tas dan dompet milik korban.


"Kamu kenapa Monik." tanya Vera


"Tidak ini tidak mungkin, itu tidak mungkin Bella." tangis Monik memecah tak terbendung lagi setelah tahu kenyataannya kalau korban kecelakaan kereta api itu adik kesayangannya.


"Apa Bella (kaget) jadi yang kecelakaan kereta api itu benar Bella ya Monik." kata Aleta kaget.


"Jadi neng kenal sama korban itu." tanya polisi.


"Iya pak itu adik teman saya." jawab Aleta.


"Oh, baiklah kami akan antar ke rumah anda." kata polisi itu yang memerintahkan anak buahnya untuk segera mengantar mayat Bella ke rumah Monik.


Monik menangis histeris, dia sangat kehilangan adik tercintanya.


"Tidak....itu tidak mungkin Bella. Bella tidak mungkin tewas karena kecelakaan itu, itu bukan Bella." kata Monik histeris.


"Kamu yang sabar ya Monik, aku juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan sekarang. Aku kehilangan saudara kembarku padahal aku sudah lama banget tidak ketemu sama Vero." kata Vera sedih.


"Iya, aku juga kehilangan mami aku yang sangat aku sayangi. Dan aku juga waktu itu syok banget dan tidak menyangka gara gara papi aku mami bunuh diri, Tapi semua itu sudah terjadi." kata Aleta sedih.


"Bella.....Bella.....pasti bunuh diri karena diancam Emeli untuk dilaporkan ke polisi, dia takut di penjara. Gara gara waktu itu kita hampir membunuh Salsa dengan gas beracun. Bella tidak mau di penjara." kata Monik tak bisa di bendung lagi kesedihannya.


"Ja....jadi kamu yang menyebabkan Salsa koma Mon." tanya Aleta.


"I.....iya aku yang menyebabkan Salsa koma." kata Monik sedih.

__ADS_1


"Sumpah kamu nekad banget, gara gara kamu nekad lihat kan apa yang terjadi. Adik kamu, adik kamu Bella juga nekad bunuh diri karena rasa takutnya untuk di laporkan ke polisi." kata Vera marah.


"Iya....iya aku tahu aku salah, ini semua ide aku (menangis) maafkan kakak Bella. Ini semua salah kakak." tangis Monik meledak penuh penyesalan.


Ambulance pun datang ke rumah Monik mengantar jenazah Bella.


"Ada apa ya kok ada ambulance." kata Jasmine bingung yang segera membuka pintu rumahnya, dan terlihat Monik berlari ke arah jasmine sambil menangis memeluk Jasmine.


"Mama." tangis Monik.


"Monik kamu kenapa sayang. kenapa kamu menangis dan kenapa ada mobil ambulance datang ke rumah kita." kata Jasmine masih bingung.


"Bella ma Bella." kata Monik yang masih menangis.


"Iya sayang Bella kenapa sayang." tanya Jasmine bingung.


"Bella tewas kecelakaan kereta api ma." kata Monik sambil menangis.


"Apa Bella tewas." kata Jasmine yang kemudian histeris menangis.


"Iya ma." kata Monik.


"Tidak ini tidak mungkin, tidak mungkin Bella tewas. Tidak mungkin, kamu pasti bohong kan Monik, kamu pasti bohong." kata Jasmine yang berteriak dan menangis.


"Tidak ma Monik tidak bohong, itu itu memang mayat nya Bella ma yang ada di situ." kata Monik sambil menunjuk ambulance.


"Bella....tidak mungkin Bella." kata mama dan Monik memeluk Jasmine sambil menangis.


Jasmine dan Monik sangat sedih, hingga Jasmine tidak bisa mengungkapkan kata kata lagi. Hanya penyesalan yang ada di hati Monik karena gara gara ide dari Monik untuk mencelakakan Salsa, Bella harus tewas sangat mengenaskan. Dan tangis Jasmine dan Monik mengiringi pemakaman Bella tanpa henti. Karena Jasmine dan Monik sangat menyayangi Bella dan tak menyangka Bella akan pergi untuk selamanya dalam usia yang masih muda.


"Selamat tinggal Bella, selamat tinggal adikku tercinta. Kakak sayang Bella, yang tenang ya kamu di sana Bella. Kak Monik selalu mendoakan Bella." kata Monik sambil menangis.


"Bella maafkan mama Bella karena tidak bisa menjaga kamu, seandainya mama tahu kalau kamu akan melakukan tindakkan bunuh diri pasti mama akan mencegahmu sayang. Kamu yang tenang ya di alam sana. Salam untuk papa kamu ya Bella pasti kamu sudah bersatu dengan papa kandungmu di sana. Selamat tinggal anak mama tercinta." kata Jasmine menangis tersedu sedu.


Emeli hanya melihat dari kejauhan dengan senyum kebahagiaan karena yang telah membuat celaka Salsa sudah tewas sangat mengenaskan. Selesai pemakaman Bella, Jasmine dan Monik mengurung diri di kamar sambil memandang foto bersama Bella yang tersenyum manis tanpa dosa.


Kamar Monik;


"Bella maafkan kakak Bella ini semua gara gara kakak. Seharusnya sebagai kakak yang baik, kakak tidak mengajarkan Bella untuk berbuat jahat. Kakak benar benar sangat menyesal sekali Bella. Seandainya semua ini tidak pernah terjadi mungkin Bella masih ada bersama kakak." kata Vanessa menangis penuh penyesalan.


Kamar Jasmine;


"Bella sayang, mama masih tidak percaya kamu sudah tidak ada di dunia ini. Mama tidak kuat jika harus kehilangan kamu Bella mama tidak kuat Bella." teriak Jasmine menangis.


Teriakan Jasmine di dengar oleh Monik dan Monik sangat khawatir sekali dengan keadaan mamanya hingga di segera bangkit dari duduknya dan berlari ke kamar Jasmine.


"Mama." kata Monik cemas.


"Ya ampun mama." kata Monik yang segera memeluk Monika.


"Ma yang tenang ya ma, kita sama sama kehilangan Bella. Monik yang salah ma Monik yang sudah menjerumuskan Bella, hingga Bela tewas kecelakaan seperti ini. Seharusnya Monik yang tewas ma bukan Bella, Bella masih terlalu muda masa depan Bella masih panjang tapi kenapa Bella harus tewas mengenaskan seperti ini." kata Monik penuh penyesalan.


"Tidak sayang, ini semua bukan salah kamu. Mama tahu kamu sangat menyayangi Bella makanya kamu akan melakukan apapun demi Bella. Kamu jangan bicara seperti itu lagi ya sayang, mama juga tidak mau kehilangan kamu ataupun Bella karena mama sayang kalian berdua. Mama tahu sayang kamu melakukan semua itu karena kamu ingin yang terbaik untuk kebahagiaan Bella jadi mama tidak menyalahkan kamu atas tewasnya Bella." kata Jasmine memegang bahu Monik menenangkan.


Lalu mereka berdua berpelukkan dan tangis terus memecah di kamar Jasmine karena kehilangan Bella, karena Bella semasa hidupnya adalah sosok yang periang.

__ADS_1


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2