Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Penderitaan Salsa


__ADS_3

Jasmine, Monik, dan Bella lagi makan dengan lahap di meja makan. Salsa hanya melihat menelan salivanya penuh kesedihan sambil mengelus perutnya, menahan kedinginan karena seluruh pakaiannya basah karena disiram air oleh Jasmine.



"Sayang, makan yang banyak ya." kata Jasmine.


"Wah.....Ma makanannya lezat lezat ini kesukaan Bella hahahaha....." kata Bella tertawa senang.


"Iya Ma ini sangat lezat dan nikmat (melihat makanan) boleh nambah ya makannya." kata Monik.


"Silahkan sayang nambah sepuasnya dan sesuka hati kalian, bila perlu habiskan saja. Mama bawakan memang untuk kalian." kata Jasmine tersenyum senang melihat kedua Anaknya menyukai makanannya.


"Enak banget mereka makan enak sebanyak itu (melihat Jasmine, Monik, dan Bella makan) sedangkan aku...." batin Salsa penuh kesedihan dan langsung ke kamarnya.


Salsa kedinginan karena seluruh pakaiannya basah, lalu dia mengganti pakaiannya setelah itu Salsa merebahkan diri di kamar.


"Ya.....Tuhan kenapa nasibku seperti ini. Hidup penuh kegelapan dengan Ibu tiri dan saudara tiriku yang kejam, aku tak sanggup lagi." kata Salsa.


Perut Salsa keroncongan karena lapar.


"Aduh, lapar lagi. Sabar ya perut, mending dipaksa tidur saja deh biar tidak terasa laparnya." kata Salsa memegang perutnya.


Keesokkan harinya Salsa turun ke meja makan, perutnya sudah kembali dangdutan karena laparnya. Melihat Jasmine, Monik, dan Bella yang sedang sarapan pagi.


"Ma boleh ya Salsa makan Ma, sedikit saja Ma. Salsa lapar banget."


"Makan, oh no......no......no......enak saja kamu ya ingat kan hukuman kamu kemarin, apa kamu lupa Salsa. Kamu mau nambah hukuman lagi." kata Jasmine.


"Kalau misalnya Salsa tidak boleh makan di rumah. Salsa boleh tidak minta uang jajan biar Salsa beli makanan diluar Ma." kata Salsa.


"Uang jajan??? Oh iya Mama lupa kemarin bilangin kamu Salsa, kamu hari ini juga tidak dapat uang jajan dan transport. Dan kamu harus pergi ke kampus jalan kaki paham, itu hukuman yang pantas buat kamu. Karena sudah bikin kedua saudaramu sakit." kata Jasmine.


"Ta....tapi Ma jarak kampus Salsa kan jauh Ma." kata Salsa.


"Mama tidak peduli, sudah jalan sana nanti telat lagi ke kampus." kata Jasmine.


Monik dan Bella tertawa bahagia melihat Salsa menderita.


"Hahahaha.....(tertawa) memangnya enak kamu Salsa.....selamat berjalan kaki." kata Monik.


"Aduh gempor-gempor, deh kaki kamu kak hahahaha......" kata Bella tertawa.


Salsa berjalan dengan lemasnya karena diperlakukan tidak adil sama keluarga tirinya, selama hidup bersama keluarga tirinya Salsa hidupnya penuh penderitaan.


Di kampus Emeli mencari Salsa tapi Salsa belum kelihatan batang hidungnya.


"Aduh Salsa mana ya kok belum datang ya." kata Emeli.


"Hahahaha......(tertawa) kamu lagi menunggu sahabat kamu ya Emeli." Kata Monik menganggetkan Emeli.


"Iya ke mana Salsa kenapa belum datang. Biasanya dia tidak pernah telat." tanya Emeli.


"Ya iyalah tapi sekarang pasti dia telat deh, karena sobat kamu itu sedang dihukum sama Mama aku tidak dikasih uang transport. Jadi Salsa ke kampus jalan kaki deh hahahahaha....." kata Monik tertawa.


"Apa jalan kaki?" Emeli kaget.


"Iya jalan kaki (tersenyum) kamu tidak budeg kan Emeli, barusan dengar sendiri kan yang Monik katakan. Kalau sobat kamu Salsa jalan kaki ke kampus. Aduh pasti sangat sangat sangat capek banget ya, secara jarak kampus dan rumahnya Monik itu kan jauh banget." kata Aleta tersenyum.


"Astaga.....Mama kamu jahat banget sih Monik, tidak kasihan apa sama Salsa kalau dia harus jalan kaki. Kan rumah kamu sama kampus itu jauh banget naik kendaraan saja bisa sampai satu jam apa lagi jalan kaki, tega ya kamu Mon dan Mama kamu memperlakukan Salsa seperti itu." kata Emeli marah.


"Kasihan, hahahaha....(tertawa) itu hukumannya untuk orang yang sudah berani macam macam sama aku kemarin." kata Monik.


"Memang Salsa macam macam kenapa Mon." tanya Vero.


"Iya kemarin dia ngerjain aku." kata Monik.


"Ah.....ngerjain gimana." tanya Aleta.


"Kemarin aku disuruh buat minuman, eh.... minumannya dikasih obat pencuci perut (kesal) ya otomatislah aku dan Adik aku bolak balik ke kamar mandi deh." kata Monik kesal.


"What.....berani banget tuh sih Salsa. Biar tahu rasa dia karena sudah macam macam sama kamu Mon." kata Vero.


"Apa pun alasannya Salsa tidak pantas diperlakukan seperti itu, dia itu Manusia. Kalian bertiga kejam menari nari di atas penderitaan orang lain." kata Emeli penuh amarah.


Monik, Aleta, dan Vero tertawa bahagia.


"Hah.....Memangnya aku pikirkan." kata Monik.


"Oke lihat saja tidak selamanya nasib baik akan bersama kalian tapi nanti kalau kalian bertiga ada masalah. Aku juga tidak peduli dengan perasaan kalian bertiga, karena aku yang akan menertawakan kalian bertiga. Karena kalian tidak punya hati sama sekali." kata Emeli kesal.


"Uh.....bodo amat." kata Monik cuek.


"EGP....." kata Aleta cuek.


"Idih.....bolehnya sewod." kata Vero cuek.


Emeli langsung bergegas mencari Salsa, karena dia khawatir akan terjadi apa apa sama Salsa.


"Awas kalian ya, aku akan balas perlakuan kalian terhadap sahabat aku. Karena aku tidak rela kalau sahabat aku menderita. Lihat saja nanti." kata Emeli sambil menengok kebelakang melihat Monik, Lusi dan Vero yang masih menertawakan penderitaan Salsa.


Salsa kelelahan dan dia duduk karena kecapean. Emeli bingung mencari cari Salsa dengan mobilnya.


"Aduh.....aku capek banget, mana masih jauh lagi pasti aku telat banget nih. Malah perut lapar lagi belum makan dari semalam." kata Salsa.


"Salsa.....kamu ke mana sih, aku khawatir sama kamu Salsa." kata Emeli cemas.


Emeli menelepon Salsa tapi tidak diangkat karena teleponnya ketinggalan di kamar Salsa.


"Aduh.....kok tidak diangkat angkat sih, Salsa sebenarnya kamu di mana sih Salsa." kata Emeli melihat kanan kiri jalanan yang dilewati sambil menyetir mobil.


Sudah lama mencari dan masih jarak jauh dari kampus Emeli melihat Salsa sedang duduk di pinggiran jalan karena kelelahan, mukanya sangat pucat karena belum makan.



"Itu kan Salsa." Emeli turun dari mobilnya.


"Salsa." panggil Emeli Salsa menengok ke belakang dan memeluk Emeli.


"Emeli." tangis Salsa.


"Akhirnya aku nemuin kamu juga Salsa, aku khawatir banget sama kamu Salsa. Kamu tidak apa apa kan. Aku teleponin juga tidak diangkat." kata Emeli.


"Maaf Emeli hp aku ketinggalan di kamar soalnya buru buru aku berangkat takut telat jadi tidak kepikiran sama hp aku deh. A......aku." Salsa hampir pingsan Emeli menangkap Salsa.


"Salsa kamu kenapa." tanya Emeli.


"Aku lapar Emeli belum makan dari semalam, karena aku dihukum tidak boleh makan sampai nanti malam." kata Salsa yang tubuhnya lemas.


"Astaga, Salsa....mereka benar benar kejam ya (emosi) ya sudah kita cari makanan dulu yuk." kata Emeli sambil menuntun Salsa ke mobilnya.


"Ta....tapi aku tidak megang duit sepeser pun karena Mama tiriku tidak memberi aku uang sepeser pun Emeli." kata Salsa.


"Kamu tidak usah mikirin uang ya Salsa, aku yang neraktir kamu. Karena aku tidak mau sahabat aku sakit gara gara kekejaman mereka. Kamu harus kuat ya Salsa." kata Emeli menyemangati.


"Iya Emeli. Terima kasih ya Emeli." kata Salsa.


"Ini benar benar sudah keterlaluan, tidak bisa di diamkan lagi. Aku akan buat hidup Tante Jasmine tidak tenang." betin Emeli sambil menutup pintu mobil Salsa.


Salsa makan dengan lahapnya di traktir sama Emeli.


"Salsa......makan yang banyak ya. Kalau kamu mau nambah bilang saja ya jangan ragu ragu (tersenyum) apa lagi kamu bilang kamu tidak makan sampai malam. Jadi kamu makan sepuasnya biar aku yang bayarin. Kan kemarin aku banyak orderan online shop aku." kata Emeli.


Emeli bekerja sebagai Online shop untuk menyambung hidup karena sebatang kara jadi harus ada pemasukkan. Tapi meski begitu Emeli selalu kebanjiran orderan jadi hidupnya tak kekurangan satu apa pun melainkan dia bisa meneraktir teman temannya.


"I.....iya Emeli terima kasih. Semoga kamu selalu kebanjiran orderan ya Emeli." kata Salsa.


"Iya terima kasih Salsa atas doanya." kata Emeli.


"Aku tidak menyangka Salsa, keluarga tiri kamu sekejam itu sama kamu." kata Emeli.


"Ya begitulah Emeli.....kan aku sudah ceritakan waktu itu kalau Mama tiriku juga sangat jahat dan licik. Dia tidak segan segan melakukan apa pun untuk membuat orang yang tidak disukainya hidup menderita sampai membunuh segala. Ya sebenarnya aku juga sudah tidak tahan hidup sama mereka (nangis) tapi mau gimana lagi. Kalau tidak sama mereka aku tinggal di mana." kata Salsa.


"Sabar ya Salsa (pegang pundak Salsa) kalau kamu mau kamu bisa tinggal sama aku. Dengan senang hati pintu rumah aku selalu terbuka lebar untuk kamu." kata Emeli.


"Iya terima kasih Emeli, tapi aku tidak bisa terima tawaran kamu. Karena meski bagaimana pun aku akan mempertahankan rumah itu karena rumah itu kan sebenarnya milik Papa. Jadi aku harus bisa mendapatkannya kembali." kata Salsa.


"Iya aku ngerti kok Salsa, tapi kalau kamu butuh apa apa bilang saja sama aku ya, karena aku sebagai sahabat kamu akan selalu ada buat kamu." kata Emeli.


"Terima kasih ya Emeli, aku nyesal kemarin karena sempat bicara kasar sama kamu." kata Salsa penuh penyesalan.


"Sudahlah Salsa, lupakan saja aku paham kok. Itu juga karena aku yang salah kemarin pakai ngelarang larang kebahagiaan kamu (tersenyum) tapi sekarang kamu akan berusaha terima keputusan kamu sepenuhnya." kata Emeli.


"Ya ampun.....Emeli aku terharu banget sama kamu (mengeluarkan air mata) kamu memang benar benar sahabat aku yang paling baik, yang selalu ada di saat aku dalam kesusahan, aku tidak tahu Emeli kalau kemarin kita sampai putus persahabatannya, mungkin hidup aku akan sangat menderita sekali. Terima kasih ya Emeli terima kasih." kata Salsa sambil memeluk Emeli.


"Iya Salsa.....kan itu gunanya sahabat, aku akan selalu ada untuk kamu Salsa di saat kamu membutuhkan aku. Ya Sudah sekarang habiskan makanan kamu, kalau sudah kenyang kita jalan ke kampus ya, biar tidak telat." kata Emeli tersenyum.


"Baik Emeli baik." kata Salsa yang segera melahap makanannya.

__ADS_1


"Sabar ya Salsa, aku janji aku pasti akan membantu kamu untuk mengembalikan semua harta kamu termasuk rumah kamu dari Mama tiri kamu yang jahat dan aku akan selalu melindungi kamu dari keluarga tirimu yang kejam." batin Emeli tersenyum melihat Salsa yang menyantap makanan dengan lahabnya.


Sesampainya di kampus Salsa bertemu Genk CDS yang tertawa melihat penderitaan Salsa.


"Gimana Salsa, sangat melelahkan bukan hahahahaha......" tegur Monik menyindir lalu tertawa.


"Pasti kaki kamu gempor ya jalan kaki, yang begitu jauh kasiman deh kamu Salsa hahahaha......" sambung Vero tertawa.


"Rasain kamu ya (sinis) makanya Salsa kamu jangan coba coba ngerjain Monik kan terima sendiri akibatnya. Anak tiri akan selalu salah meski pun benar sekali pun hahahaha....." kata Aleta sambil tertawa bersama Monik dan Vero.


"Sudah cukup ya (marah) kalian tertawa di atas penderitaan Salsa. Lihat saja akan ada pembalasan untuk karma kalian bertiga." kata Emeli sambil menunjuk.


"Uhhhh......takut si cupu ngancam kita hahahahaha....." kata Monik, Aleta, Vero serentak lalu tertawa.


Emeli hanya terdiam dan menuntun Salsa menjauh dari Monik, Aleta, dan Vero.


"Eh.....Emeli dengar ya, aku tidak takut sama ancaman kamu." teriak Monik.


"Iya, dia pikir kita takut kali sama ancaman dia hahahaha.....(tertawa) memangnya dia siapa." kata Aleta sambil tertawa.


"Iya betul kita tidak takut sama kamu Emeli, kamu hanya seorang gadis cupu saja. Dasar cupu.....hahahaha....." kata Vero tertawa.


Gantha yang melihat Salsa pucat pasi dan lemas dituntun sama Emeli lalu duduk di bangku koridor kampus menghampiri Salsa.


"Kamu duduk dulu ya Salsa, untung kita belum telat ya." kata Emeli.


"Ini kan berkat kamu Emeli yang menjemput aku, ya kalau tidak di jemput, kemungkinan aku belum sampai Emeli." kata Salsa.


Emeli tersenyum......


"Sayang kamu kenapa." kata Gantha panik.


"Ini semua karena ulah keluarga tirinya Salaa, masa mereka tega banget menghukum Salsa tidak boleh makan dari kemarin malam sampai nanti malam (emosi) terus sudah itu dia tidak dikasih uang jajan sama transport, disuruh jalan kaki juga dari rumah sampai kampus kan gila." kata Emeli kesal.


"Ya ampun sayang, mungkin karena masalah yang kemarin ya sayang. Gara gara kamu ngerjain Monik dan Bella." tanya Gantha.


"Iya sayang." jawab Salsa.


"Kenapa tidak hubungin aku sih. Kan nanti biar aku jemput. Tadi juga aku teleponin kamu Salsa kok tidak diangkat angkat." kata Gantha sok khawatir.


"Iya maaf soalnya hp aku ketinggalan di kamar tadi buru buru, jadi lupa deh." kata Salsa.


"Oh gitu, ya sudah kita makan dulu yuk. Kamu kan belum sarapan." kata Gantha.


"Tidak usah, tadi aku sudah di traktir kok sama Emeli Gan." kata Salsa tersenyum.


"Oh, gitu kalau gitu. Kita ke kelas yuk." kata Gantha menggandeng tangan Salsa.


Hari berlalu hubungan Gantha dan Salsa semakin dekat, dan Salsa semakin mencintai Gantha.


Di kamar Salsa memandangi foto Gantha.


"Gantha aku cinta banget sama kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu, kamu jangan tinggalkan aku ya Gantha sayang (Salsa bicara pada foto seperti orang gila sambil menaruh foto itu di dada lalu menciumnya dan menaruh foto itu di bawah bantal) Sayang temani aku selalu ya dalam mimpi indah aku. I Love You Gantha." lanjut Salsa lalu tertidur pulas.



Orang Tua Gantha mau dinas keluar negeri untuk waktu yang lama rumah pun sepi, pikiran kotor merasuk ke otak Gantha untuk memperkosa Salsa.


"Gantha besok Mami dan Papi mau dinas ke Australia, kamu baik baik saja ya di rumah. Nanti Papi transfer uang ke kamu tiap bulan." kata Adrian Papi Gantha.



"Anak kesayangan Mami (pegang pundak Gantha) baik baik ya sayang di rumah. Jangan nakal." kata Indira Mami Gantha.



"Siap Papi, siap Mami."kata Gantha sambil maen ps.


"Ya paling kurang lebih setahun Mami dan Papi di sana." kata Adrian.


"Kok lama banget sih Pi." kata Gantha bete.


"Iya karena Papi dan Mami harus mengurus bisnis di sana lagi ada masalah." kata Adrian.


"Kamu jangan nakal ya di sini Gantha, jaga diri kamu baik baik." kata Indira.


"Hem...... baiklah Mi. Mami dan Papi juga hati hati ya di jalan." kata Gantha malas.


"Iya sayang." kata Adrian dan Indira serentak.


Flasback Joey dan Gantha ;


"Yoi man." kata Gantha tersenyum.


"Ets.........tapi kamu belum menang, karena aku akan memberi kamu moge kesayangan aku kalau kamu sudah berhasil merenggut keperawanan Salsa." kata Joey.


"Jangan khawatir, aku pasti akan menangin taruhan." kata Gantha.


"Ets......jangan sok yakin gitu, nanti kaya Gerry lagi pede pede tidak tahunya gagal maning gagal maning hahahaha....." kata Joey tertawa.


Flasback Off ;


"Yes, besok rumah aku sepi (senang) ini saatnya besok aku bisa ajak Salsa kemari. Aku jalanin taruhan aku sama Joey, mending aku telepon Joey dulu deh." batin Gantha.


"Hallo Joey." kata Gantha.


"Hallo Gantha." kata Joey.


"Besok rumah aku sepi, nyokab dan bokap aku mau dinas ke Australia. Aku akan jalanin taruhan kita, siap siap saja kamu akan kalah Joey." kata Gantha.


"Jangan mimpi kita lihat saja besok." Kata Joey.


"Oke.....(menutup telepon) tidak apa apa deh setahun Mami dan Papi ke Australia. Sendiri lagi di rumah, tapi aku bisa bebas di rumah kalau sendirian tidak ada yang ngatur. Yang penting mereka selalu transfer duit." kata Gantha tersenyum.


Di perjalanan Gantha meminta Salsa ke rumahnya dengan berbohong kalau mau dikenalin Orang Tuanya padahal rumahnya sepi, karena kalau tahu rumah sepi Salsa pasti tidak mau diajak kerumah.


"Yank....ke rumah aku yuk." kata Gantha.


"Rumah kamu, ngapain." tanya Salsa.


"Aku mau kenalin kamu sama Orang Tua aku, kan aku serius sama kamu." kata Gantha bohong.


"Hemmm......oke deh. Kalau gitu aku mau sayang." jawab Salsa dengan tersenyum senang.


"Yes, akhirnya Gantha mau memperkenalkan aku dengan Orang Tuanya berarti dia serius sama aku. Mungkin setelah lulus kuliah aku dan Gantha akan menikah." batin Salsa waktu masih di motor sambil memeluk erat Gantha.


Sesampainya di rumah Gantha.


Di depan pintu ;


"Ayo masuk sayang." kata Gantha.


"Ta.....tapi sayang, aku deg degan banget nih mau ketemu sama calon Mertua." kata Salsa yang ragu ragu mau masuk ke dalam rumah Gantha.


"Ayo sayang, tidak usah takut. Mami dan Papi aku baik kok. Dia tidak gigit heheheh....." kata Gantha tertawa, Salsa pun tersenyum.


Akhirnya Salsa mau masuk ke rumah Gantha meski ada ketegangan dalam wajah Salsa.


"Bebz kok rumah kamu sepi sih (bingung melihat sekeliling rumah) katanya aku mau dikenalin sama Orang Tua kamu." kata Salsa bingung.


Gantha mengunci rumahnya tanpa Salsa melihat kalau Gantha sudah mengunci rumahnya.


"Maafkan aku ya Salsa sayang, aku bohong. Mami dan Papi aku lagi dinas ke Australia. Jadi aku bawa kamu ke sini biar kita bisa berduaan Salsa sayang. Karena aku ingin sekali menikmati tubuh indahmu." kata Gantha tersenyum


"Apa Gantha jadi kamu bohong sama aku (marah) aku tidak mau, kalau gitu antar aku pulang ayo." kata Salsa yang ingin keluar sewaktu memegang gagang pintunya ternyata pintunya sudah terkunci.


"Gantha buka pintunya, kenapa kamu kunci. Cepat buka pintunya." kata Salsa marah.


"Sayang hayolah.....aku tak akan membukakan pintu sebelum berhasil menikmati tubuh indahmu." kata Gantha yang memojokkan Salsa di tembok, lalu pusakanya Gantha di tendang oleh Salsa. Gantha pun berteriak kesakitan, Salsa berlari mengelilingi meja dikejar oleh Gantha.


"Hayolah sayang jangan menolak, mumpung di sini sepi tidak ada siapa siapa." kata Gantha.


"Tidak......aku tidak mau. Aku mohon Gantha jangan lakukan itu padaku. Jangan rusak keperawananku." pinta Salsa.


Lalu Salsa berlari ke kamar Gantha dan ingin menutup pintu tapi Gantha mendorong pintu itu hingga pintunya terbuka dan Salsa jatuh ke tempat tidur.


"Wah.....kebetulan sekali kamu lari ke kamar aku sayang. Kita akan melakukannya di sini." kata Salsa yang terus maju menghampiri Salsa.


"Tidak aku tidak mau." kata Salsa yang menendang Gantha lagi hingga merintih kesakitan, dan Salsa pun berlari keluar.


"Aku tidak mau Gantha. Aku tidak mau, masa depanku masih panjang jangan hancurkan masa depanku." kata Salsa yang kemudian berlari dan tersandung karpet di ruang tamu hingga terjatuh.


"Kamu tidak bisa lari lagi Salsa sayang (memegang tangan Gantha dan memaksanya membawa Salsa ke kamarnya lagi dengan paksa) ayo ikut." kata Gantha.


"Jangan Gantha, Jangan.....tolong lepaskan aku, jangan paksa aku Gantha. Aku tidak mau melakukan hal ini....tolong Gantha aku tidak mau, aku tidak mau Gantha (menangis) tolong, jangan lakukan ini pada aku Gantha. Jangan Gantha jangan jangaaaaan aaaaa....." teriak Salsa meronta ronta tapi sekuat kuatnya tenaga perempuan tetap kalah dengan tenaga laki laki.


__ADS_1


Akhirnya kejadian buruk itu terjadi di rumah Gantha yang sepi tanpa ada yang menolong Salsa, waktu Salsa ingin berteriak mulut Salsa ditutup oleh Gantha.


"Gantha, kenapa kamu lakuin ini sama aku, kamu sudah merenggut keperawananku. Kamu jahat Gantha, kamu jahat. Kamu sudah menghancurkan masa depanku Gantha." kata Salsa emosi meledak menangis.



"Sudah jangan nangis terus (santai) ini sudah hal yang biasa saat pacaran, aku janji akan tanggung jawab sama kamu (menenangkan) sekarang kenakan pakaian kamu setelah itu aku antar kamu pulang cepat." kata Gantha tanpa rasa bersalah.


Setelah Gantha mengantar Salsa pulang, Gantha senang karena dirinya menang taruhan. Dan menelepon Joey.


"Hallo.....Joey (menelepon) aku menang taruhan nih, aku sudah berhasil merenggut keperawanan Salsa. Pokoknya besok kamu bawa motor gede kesayangan kamu ya yang kamu janjikan itu kan sekarang sudah jadi milik aku karena kamu sudah kalah taruhan sama aku hahahaha....." kata Gantha tertawa.


"Serius kamu sudah berhasil." kata Joey.


"Yoi.....dengan mudahnya. Karena ternyata Salsa bukan wanita baik baik seperti yang kita pikirkan hahahahaha....." kata Gantha tertawa.


"Oke besok aku bawakan moge kesayanganku, sial aku kalah sama kamu Gantha." kata Joey.


"Jadi kamu nyesal nih taruhan sama aku." tanya Gantha." Gantha tutup telepon.


"Ya nyesal tidak nyesal sih." kata Joey.


"Hahahahaha......(tertawa) tapi kamu harus terima kekalahan kamu Joey." kata Gantha.


"Iya.....iya.....Gantha. Besok besok aku tepati janji aku." kata Joey.


"Oke sip....." kata Gantha menutup teleponnya.


"Sialan.....aku kalah taruhan (kesal) ternyata dia tepat memilih cewek untuk dijadikan bahan taruhan, dengan mudahnya dia merenggut keperawanan Salsa. Aku tidak menyangka, ternyata Salsa wanita murahan juga ya. Mau saja diapa apakan sama Gantha karena dibutakan oleh cinta." kata Joey.


"Yes, besok aku punya moge. Kalau bosan naik mobil tinggal naik motor gede deh." lanjut Gantha.


Salsa tidak menyangka kalau akan ada musibah buruk itu menimpanya, Salsa menangis dalam derasnya air shower dia merasa jijik dengan tubuhnya yang sudah disentuh oleh laki laki.


"Aaaghhhhh.....aku sudah tidak perawan lagi, kenapa....kenapa.....semua ini bisa terjadi sama aku. Kesucian aku sudah direnggut oleh kekasih aku, aaaa......aku jijik dengan tubuhku aku jijik sekali." kata Salsa sangat terpukul dengan tangis yang memecah.



Bella menggedor gedor kamar mandi yang ada Salsa.


"Kak Salsa buka pintunya (menggedor pintu) kak Salsa budek ya (kesal) Bella kebelet pipis nih memangnya ini kamar mandi nenek moyang kamu kak, buka atau aku dobrak nih kamar mandi." kata Bella kesal.


"Iya Bell...." Salsa membuka pintu kamar mandi.


"Ih.....kamu sudah gila ya mandi malam malam basah kuyub gini lagi, ah.....sudah sana aku sudah kebelet pipis nih." Kata Bella langsung masuk kamar mandi.


Tiada hari Salsa menangis tiap malam jika mengingat kejadian itu di kamarnya, dan dia semakin hari semakin takut kehilangan Gantha karena Gantha lah yang merenggut keperawanannya.


Gantha menemui Joey untuk menagih hadiahnya.


"Joey mana mogenya." kata Gantha.


"Tuh liat." kata Joey.


"Wah....bagus banget bisa langsung aku pake dong." kata Gantha.


"Ya bisalah memang kamu tidak bawa mobil kamu." kata Joey.


"Iya aku ke sini naik taksi (tersenyum) tadi sengaja karena aku mau bawa moge kamu, kan hari ini aku menang taruhan hahahaha....." kata Gantha tertawa.


"Oh ya sudah ini kuncinya, dan ini STNK-nya." kata Joey lemas karena harus kehilangan moge kesayangannya.


"Oke deh ini moge mulai hari ini resmi ya jadi milik aku." kata Gantha.


"Yoi....." kata Joey.


"Ya sudah aku pulang duluan ya nanti Salsa nyariin aku lagi curiga, bye bye terima kasih sob." kata Gantha menepuk pundak Joey.


"Aduh mana ya Gantha, katanya mau nganterin aku pulang." kata Salsa sambil celingak celinguk mencari Gantha.


"Salsa.....kamu kenapa sih belakangan ini sepertinya jadi pemurung, kamu menyimpan sesuatu ya Salsa." tanya Emeli memandangi wajah Salsa yang penuh kesedihan.


"Ah.....ti.....tidak ada apa apa kok Emeli." kata Salsa gugup.


"Yakin loh." kata Emeli.


"Iya Emeli yakin." kata Salsa yang mengalihkan pandangannya dari Emeli.


"Kok aneh ya (bingung) Salsa menjawabnya gugup gitu dan tumben tidak mau lihat aku tidak seperti biasanya, hemmm....ada apa ya dengan Salsa." batin Emeli bingung.


"Salsa, sudah ayo kita pulang." kata Gantha.


"Iya ayo Gan, Emeli aku pulang duluan ya." kata Salsa.


"Oke hati hati ya Salsa." kata Emeli.


Setelah kejadian itu Salsa menjadi pemurung Salsa mau pulang diantar Gantha tiba tiba Bella datang menghampiri Gantha.


"Kak Gantha." panggil Bella.


"Bella......hai Bell." kata Gantha senang.


"Bella ngapain kamu ke sini." tanya Salsa.


"Ya aku ke sini, mau nemuin kak Gantha lah mau pulang bareng sama kak Gantha." kata Bella kecentilan.


Kebetulan kampus Gantha dan sekolah SMA Bella tidak begitu jauh.


"Ayo kak anterin Bella pulang." Bella narik lengan Gantha.


"Tapi Bella, kak Gantha kan mau nganter kak Salsa pulang. Kamu bareng kak Monik saja ya Bell." kata Salsa.


"Ets.....jangan ngatur ngatur aku ya kak, mau aku bilangin mama lagi biar kamu dihukum lebih parah dari kemarin." ancam Bella.


"Ja.....jangan Bella.." kata Salsa.


"Ya sudah, kamu ngalah saja kak kalau kak Gantha nganterin aku pulang. Paham kamu kak Salsa, ayo kak." kata Bella maksa.


"Ya Tuhan, kenapa Gantha diam saja disuruh nganterin Bella, jangan-jangan." batin Salsa pikiran negative mencuci otak Salsa.


"Bella tumben kamu ke sini (bingung) biasanya kan Pak Nirwan jemput kamu nunggu di depan. Ada angin apa nih Bell." tanya kak Monik tersenyum.


"Hari ini Bella tidak bareng sama Kakak dan Pak Nirwan ya kak (tersenyum) Bella mau bareng kak Gantha saja. Ayo kak." kata Bella menarik lengan Gantha, Gantha melihat Salsa dalam keadaan sedih tanpa menolak permintaan Bella.


Emeli yang melihat Salsa sedih menghampiri lagi.


"Benar benar keterlaluan tuh Gantha (kesal) tidak tegas banget jadi cowok nolak kek disuruh nganterin cewek lain ini malah diam saja, ya sudah Salsa biar aku yang nganterin kamu pulang." kata Emeli kesal.


"Aduh, kasihan banget ya yang tak dianggap (nyinyir) padahal sudah jadian eh.....malah cowoknya pulang sama cewek lain hahahaha......" kata Aleta tertawa.


"kayanya ada yang mewek semalam deh hahahahaha....." kata Vero tertawa.


"Ya iyalah meski pun mau berubah penampilan secantik apa pun, Adik aku jauh lebih cantiklah (memuji Bella) jangan geer kalau Gantha benar benar demen sama kamu. Gantha itu sebenarnya demennya sama Bella makanya itu Gantha tidak menolak saat disuruh anterin Bella pulang. Asal kamu tahu saja ya Gantha itu cuma manfaatkan kamu saja biar Gantha bisa dekat sama Adik aku." kata Monik mengompor ngompori Salsa.


Salsa sedih mendengar perkataan Genk CSD dan langsung pergi sambil menangis. Genk CDS tertawa senang sambil tos karena puas telah membuat Salsa menangis.


"Salsa.....(panggil Salsa) eh....Jaga mulut kalian bertiga ya jangan jadi kompor meleduk deh, awas kalian ya akan aku balas. Salsa tunggu." Emeli kesal dan mengejar Salsa.


"Yes....kita berhasil buat Salsa lebih menderita, rasain kamu Salsa siapa suruh berani beraninya kemarin macam macam sama aku hahahahaha......" kata Monik tertawa senang.


"Iya benar rasain kamu Salsa....tidak peduli dengan ancaman sih cupu yang penting kita happy hahahaha....." kata Aleta tertawa.


"Hahahaha......(tertawa) aku senang banget hari ini." sambung Vero.


"Salsa tungguin aku dong (ngejar Salsa) sudah jangan sedih ya, anggap aja angin lalu. Kamu tahu sendiri kan kalau mereka itu kompor meleduk, kalau kamu sedih mereka makin senang. Jadi kamu harus tetap happy ya." kata Emeli menyemangati.


"Iya Emeli, terima kasih. Aku beruntung banget punya sahabat seperti kamu." kata Salsa berpelukan kaya teletubies.


"Sama sama Salsa. Senyum dong." kata Emeli tersenyum.


Salsa pun terpaksa tersenyum.


"Nah.....gitu kan cantik kalau senyum." kata Emeli.


"Emeli.....kamu tidak tahu sih gimana sedihnya aku, seandainya kamu tahu aku sudah tidak perawan lagi karena Gantha. Pasti kamu juga akan tahu gimana terpukulnya aku saat ini. Di saat aku butuh kekasih aku dia malah jalan sama wanita lain." batin Salsa sedih.


"Loh, kak ini moge baru kakak." kata Bella.


"Iya keren kan." kata Gantha.


"Iya kak keren kaya kakak." puji Bella tersenyum.


"Kamu tahu tidak Bella, kalau kamu yang pertama kali kakak boncengin naik moge ini loh Bell, karena ini baru banget. Baru hari ini." kata Gantha.


"Oh.....jadi kalau misalnya tadi telat dikit aja, yang pertama kali naik moge ini kak Salsa dong. Berarti aku beruntung dong hari ini pas banget ke kampus kakak." kata Bella.


"Yupz.....anda beruntung adik cantik." canda Gantha tersenyum.

__ADS_1


Bella dan Gantha tertawa bahagia penuh cinta saling bertatap mata. Bella pun langsung naik ke moge Gantha.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2