Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Cinta Pertama Rania


__ADS_3

Di lorong kampus yang sunyi, Rania berjalan seorang diri dalam kesedihan yang mengiris kalbu sambil menundukkan kepalanya tanpa fokus melihat ke depan. Rania mengingat perkataan dan kekejaman ayahnya hingga airmata pun jatuh bercucuran.


"Ya....Tuhan, kenapa ayah bisa sekejam ini (menangis). Mencampakkan anak dan istrinya, lepas dari tanggung jawab begitu saja. Kasihan ibu harus membanting tulang mencari nafkah untuk kebutuhan Rania. Semoga saja ibu selalu diberi kesehatan dan dagangannya selalu laris manis." gumam Rania pilu.


Tiba tiba tanpa di sadari Rania menabrak seseorang pria tampan dan gagah. Idola para kampus Bumi Cerdas.


"Eh.....maaf, a....aku tidak sengaja." ujar Rania pas dia menegakan kepalanya, Rania kaget kalau ternyata pria itu adalah Gerry. Pria idamannya selama ini yang Rania taksir waktu awal pertama masuk kuliah.


"Iya tidak apa apa." ujar Gerry tersenyum manis di wajah tampannya.


"Gerry......" ujar Rania tidak menyangka bahwa di depannya itu pria pujaan hatinya.


"Hai Rania." sapa Gerry.



"Hai juga, ma.....maafin aku ya Gerr. Aku benar benar tidak sengaja." ujar Rania merasa sangat bersalah sekali.


"Iya tidak apa apa kok Rania." jawab Gerry.


Gerry memandang wajah Rania dan melihat ada airmata yang membasuh pipinya.


"Eh....Rania kamu habis nangis ya." tanya Gerry.


"Ah....ti....tidak kok Gerr." jawab Rania mengelak mengalihkan pandangannya dari Gerry.


"Ah....kamu jangan bohong, itu masih ada airmatanya." ujar Gerry yang terus memperhatikan Rania dari dekat. Rania tampak salah tingkah.


"Oh....ini (membuka kacamata mengusap airmatanya), a....aku hanya kelilipan kok." ujar Rania berbohong.


"Kelilipan kelilipan di mana? memang di kampus banyak debu ya, apa lagi kan kamu pakai kacamata Rania. Kok bisa kelilipan sih." tanya Gerry merasa heran.


Rania masih bergeming tak bisa menjawab pertanyaan Gerry.


"Kok diam, hallo Rania." sapa Gerry melambai lambai tangannya di mata Rania.


"Eh.....i....iya Gerr maaf. A....aku....a....aku...." Rania tersadar dan nampak gugup, tapi Gerry langsung memotong pembicaraan Rania.


"Ya sudah nggak usah dibahas (tersenyum) btw kamu kemarin kenapa nggak masuk kampus." tanya Gerry.


"Aku kemarin pindahan rumah Gerr." jawab Rania sambil memakai kacamatanya lagi.


"Oh....pindah rumah, di mana." tanya Gerry.


"Di jalan Gagak, lumayan jauh sih kalau dari kampus." jawab Rania lagi.


"Oh....begonoh." Gerry tertawa.


"Oh my god.....aku tidak bermimpi kan, Gerry laki laki impian aku menyapa aku." batin Rania tersenyum senyum sendiri membuat Gerry heran dengan sikap Rania.


"Hello Rania....kamu kenapa, kamu baik baik saja kan." tanya Gerry tangannya melambai di matanya lagi.


"I....iya ganteng aku tidak apa apa." ujar Rania sambil tersenyum masih belum sadar dari lamunan.


"Rania.....are you oke....." tanya Gerry.


"I.....iya Gerry (tersadar), a.....aku ti......tidak apa apa kok. Ma...maaf." ujar Rania gugup.


Ternyata Monik, Kayra, dan Vero memperhatikan Rania yang sedang ngobrol sama Gerry. Monik adalah saudara tiri Salsa yang satu kampus dengan Salsa sedangkan Bella saudara tiri Salsa yang masih kelas 2 SMA.


Monik mempunyai 2 sahabat yang bernama Kayra dan Vero, mereka mempunyai hati yang sangat jahat dan kejam, serta selalu mendukung Monik untuk membully Salsa dan Rania.


Monik tidak suka kalau Gerry dekat sama Rania karena Monik juga menyukai Gerry.


Niat jahat Monik pun muncul untuk membully Rania dibantu oleh Kayra dan Vero.


"Berengsek, berani beraninya Rania ngedekati Gerry. Kita harus beri Rania pelajaran." geram Monik memperhatikan Rania yang sedang bicara dengan Gerry.



"Iya aku setubuh Monik." kata Vero.


"Setubuh." kata Monik dan Aleta serentak bingung saling melirik.


"Setujuh maksudku hehehehe....." kata Vero nyengir.


"Benar banget itu Mon, kita harus beri ultimatum untuk sih cupu Emeli." kata Aleta.


"Iya ayo." kata Monik.


"Emeli kita ke kelas bareng yuk." ajak Gerry.


"Wah.....Gerry ngajak aku ke kelas bareng. Apa tidak salah dengar nih, mimpi apa ya aku semalam yang jelas semalam aku tidak mimpi basah hihihihi.....(batin Emeli tersenyum sendiri) a....ayo Gerry." kata Emeli.


Sehabis ketemu Gerry, Emeli wajahnya berubah berseri seri. Tampak kebahagiaan di wajahnya.


"Hai Salsa...." tegur Emeli happy.


"Hai Emeli, kamu tampak bahagia banget hari ini tidak seperti biasanya, what happent aya naon ini." kata Salsa.


"Hayo tebak Salsa aku kenapa." kata Emeli tersenyum.


"Hem....kamu habis dapat undian ya." kata Salsa menerka nerka.


"Hem....bukan, ini bahagianya lebih dari dapat undian Salsa sahabatku yang super duper cantik." kata Emeli sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian tersenyum bahagia.


"Terus apa?" jawab Salsa bingung sambil menggaruk kepalanya.


"Pokoknya aku bahagia banget Salsa." kata Emeli tersenyum.


"Bahagia.....bahagia kenapa." kata Salsa.


"Coba coba kamu cubit aku dulu Salsa." pinta Emeli.


"Apa cubit." kata Salsa bingung.


"Iya cubit ayo." kata Emeli tersenyum manis.


"Oh...ok deh. Kalau cubit mencubit aku nomer satu. Mumpung diizinkan sama orangnya." kata Salsa yang mencubit dengan sangat kencang.


"Awww.....sakit. Pelan pelan dong nyubitnya (sambil mengelus tangannya yang di cubit oleh Salsa), berarti bukan mimpi ya Salsa." tanya Emeli.


"Hehehehehe.....(nyengir kuda) maaf Emeli. Ya bukanlah memang kenapa sih kamu Emeli, sampai kayak gini banget." tanya Salsa tambah penasaran.


"Iya oke aku cerita sama kamu ya Salsa. Aku bahagia seperti ini soalnya tadi entah mengapa dan kenapa Gerry menyapa aku. Kamu tahu sendirikan, aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Dan laki laki yang waktu itu aku curhatin sama kamu Salsa, pas aku pertama kali masuk kampus yaitu Gerry." kata Emeli.


"Apa Gerry (kaget) hem.....bukannya Gerry sudah punya pacar ya dan dia kan terkenal playboy di kampus ini Emeli." kata Salsa sambil menggaruk kepalanya bingung.


"Entahlah, itu cuma katanya Amanda kan yang mengaku pacarnya Gerry. Tapi Gerry belum ngomong sendiri tuh. Dan aku belum lihat dia itu mempernainkan hati perempuan. Oh mungkin karena dia supel sama setiap perempuan dikira playboy." kata Emeli.


"Oh....mungkin kali ya Emeli. Ya sudah, kalau kamu yakin. Terserah kamu saja deh Emeli, aku sebagai sahabat kamu mah dukung saja, sing penting kamu bahagia (megang pundak Emeli), karena aku senang kalau lihat kamu tersenyum Emeli. Cantiknya kan jadi kelihatan." kata Salsa tersenyum manis memuji Emeli.


"Terima kasih sahabatku." kata Emeli sambil memeluk Salsa.


"Sama sama Emeli." kata Salsa.


Di tengah kebahagiaan mereka Monik, Aleta, dan Vero menghampiri Emeli dan Salsa. Monik, Aleta, dan Vero terbentuk dari satu geng yang bernama Geng CDS (cantik dan seksi)


"Emeli." panggil Monik kesal.


"A....ada apa Monik." kata Emeli.


"Ayo kamu ikut sama kita, dan kamu Salsa diam saja di situ atau aku akan bilangin sama mama biar kamu di hukum." ancam Monik ketus.


"Monik (memegang tangan Monik), Monik aku mohon jangan Mon....tolong lepasin Emeli." kata Salsa ingin membantu Emeli tapi di dorong oleh Monik.


"Minggir kamu sana. Diam jangan ikut campur." kata Monik kesal yang langsung mendorong Salsa hingga terjatuh ke lantai.


"Awww....Emeli. Monik, Aleta, Vero jangan bawa Emeli." pinta Salsa khawatir.


"Monik, Kayra, Vero kalian mau apa" tanya Rania ketakutan.


"Ayo ikut." kata Aleta dan Vero yang menarik tangannya Emeli.


Lalu Monik menarik Emeli bersama Aleta dan Vero ke halaman belakang sekolah. Dan Monik, Aleta, dan Vero melempar Emeli hingga terjatuh di lantai yang terbuat dari aspal.


"Ka.....kalian mau apa." Kata Emeli ketakutan.


"Eh....Emeli aku peringatin ya sama kamu, mulai sekarang jangan dekatin Gerry lagi." Ancam Monik.


"Memang kamu siapa nya Gerry, pacarnya Gerry bukan kan." tanya Emeli.


"Emeli sekarang memang Monik belum jadi pacarnya Gerry, tapi bentar lagi Monik akan jadi pacarnya Gerry paham kamu Emeli." kata Vero.

__ADS_1


"Kamu ngaca dong Emeli, kamu itu siapa? (memegang pipi Emeli paksa), lihat secara wajah. Monik itu lebih cantik, dia lebih seksi juga primadona di kampus ini. Siapa sih cowok yang tidak tergila gila sama dia. Sementara kamu itu hanya gadis cupu, jelek, dan kampungan. Wajah kamu itu membuat para lelaki ilfil Emeli." kata Aleta.



"Kalau cinta itu tidak memandang fisik dan wajah." kata Emeli.


"Hahahaha.....(tertawa), kamu mimpi untuk bisa mendapatkan cinta Gerry, Emeli. Kamu itu kalau berkhayal jangan tinggi tinggi nanti jatuh. Gedubrak.....sakit nanti hahahaha....." kata Vero sambil tertawa.



"Dengar ya geng CDS, aku tidak akan menjauh dari Gerry, suka ataupun tidak kalian suka. Aku akan tetap bertahan paham kalian bertiga, camkan kata kata aku baik baik." kata Emeli kekeh.


Salsa yang terjatuh langsung bangun dan segera mencari Emeli.


"Aku harus mencari Emeli, aku takut Emeli di apa apakan sama trio sok cantik dan sok seksi itu (mencari Emeli). Emeli.....Emeli kamu di mana?" teriak Salsa khawatir.


Monik berjalan menghampiri Emeli sambil berkata ;


"Oh....jadi kamu akan tetap bertahan, baiklah kalau gitu Emeli." kata Monik sambil mengambil kacamata Emeli.


"Ma....mau apa kamu Monik." kata Emeli.


Monik langsung melempar kacamata Emeli sejauh mungkin lalu Monik, Aleta, dan Vero pun tertawa bahagia melihat penderitaan Emeli.


"Rasain kamu Emeli." kata trio CDS serentak lalu pergi meninggalkan Emeli.


"Ya....tuhan kenapa mereka jahat banget sama aku (menangis), aku harus lekas mencari kacamataku. Di mana ya Monik membuang kacamataku." Emeli mencari sambil meraba raba karena tanpa kacamata penglihatannya kurang jelas.


Salsa melihat geng CDS dari halaman belakang sekolah.


"Itu kan mereka (kaget), jangan jangan.....mereka ngebully Emeli di situ.


Salsa langsung menghampiri Emeli setelah Monik, Aleta, dan Vero menjauh dari tempat pembullyan Emeli.


"Emeli kamu tidak apa apa kan Emeli....." kata Salsa berlari menghampiri Emeli yang sedang mencari kacamata.


"Salsa....(kaget disamperin Salsa). Iya Salsa aku tidak apa apa kok Sal, tapi kacamata aku tadi dilempar sama Monik entah ke mana jatuhnya. A....aku tidak tahu Salsa." kata Emeli yang lagi bingung mencari kacamata sambil meraba raba.


"Ya sudah, sini aku bantu cariin Emeli." kata Salsa yang ikut membantu Emeli.


"I....iya Salsa.....terima kasih." kata Emeli.


"Iya sama sama Emeli (membantu mencari kacamata Emeli). Oh iya Emeli, tadi aku minta maaf ya. Karena aku tidak bisa cegah trio sok cantik dan seksi itu membawa kamu untuk dibully." kata Salsa sambil sibuk mencari kacamata Emeli.


"Iya tidak apa apa, aku paham kok Anggun itu kan saudara tiri kamu yang jahat sama kamu, nanti kamu malah yang kena bully gara gara belain aku." ujar Rania yang masih meraba mencari kacamatanya karena penglihatannya samar samar tak jelas.


"Tapi, benar kan kamu tidak apa apa Emeli." kata Salsa cemas.


"Iya, aku tidak apa apa. Santai saja keles." kata Emeli sambil tersenyum kepada Salsa.


"Nah....ini dia (menemukan kacamata Emeli dan menunjukkannya kepada Emeli) Emeli ini aku dapat kacamata kamu. Ya agak retak sedikit, tapi masih bisa dipakai kok." kata Salsa yang berjalan menghampiri Emeli dan memakaikan kacamata Emeli.


"Terima kasih ya Salsa (tersenyum lega). ini sangat berarti banget buatku. Tanpa kacamata ini penglihatan aku kurang jelas." kata Emeli sambil memakai kacamatanya.


"Sama sama Emeli." kata Salsa.


"Nah jelas kan pakai kacamata." kata Emeli.


"Ya sudah, ayo kita ke kelas Emeli." kata Salsa tersenyum sambil berjalan menuju kelas bersama Emeli.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Emeli dan Gerry semakin hari semakin dekat hingga membuat semua wanita di kampusnya cemburu dengan kedekatan Emeli dan Gerry. Terkadang Gerry mengantar jemput Emeli ke kampus, makan di kampus berdua. juga sering ke perpustakaan bareng Emeli sangat senang bahagia akan kebersamaannya dengan Gerry. Begitu juga dengan Amanda yang tak terima Gerry dekat dengan Emeli. Di saat Gerry sedang sendiri Amanda pun ngedeketin Gerry.


"Gerry.....aku mau bicara sama kamu." kata Amanda ketus.


"Bicara apa sih Amanda. Ngomong saja di sini." kata Gerry.


"Kamu kenapa dekat banget sama Emeli. Kita kan masih pacaran Gerry, aku tidak terima kalau kamu dekat sama Emeli. Setelah apa yang kita lakukan pada waktu itu." kata Amanda.


"Amanda.....Amanda....aku dekat sama Rania, itu suka suka aku ya. Lagi pula ya dulu kita melakukan suka sama suka tanpa paksaan, sekarang aku sudah bosan sama kamu. Jadi tidak ada salahnya dong kalau aku dekatin Rania." ujar Gerry.


"Kurang ajar kamu Gerry (menampar), pokoknya aku tidak terima kalau kamu dekat sama Rania sampai kapan pun. Lihat saja kalau sampai kamu jadian sama Rania dan mencampakan aku, aku akan menghajar kamu dan Rania paham kamu.....karena setelah kejadian waktu itu kamu sudah jadi milikku selamanya." kata Amanda kesal yang lalu pergi dengan keadaan marah.


"Gawat Gerry dia itu ternyata cewek sayko, kamu harus hati hati Gerry." kata Joey.


"Benar Gerry, sepertinya ancaman dia itu tidak main main. Perempuan kan bisa melakukan apa saja jika hatinya tersakiti." kata Gantha.


"Kalian tenang saja, dia itu hanya perempuan. Mau bagaimanapun tenaga perempuan kan tidak sekuat tenaga laki laki." kata Gerry tersenyum percaya diri.


Di suatu ketika sudah seminggu lebih mereka dekat, Gerry mengajak Emeli ke taman kampus dengan mata ditutup oleh kain dan Gerry menuntun jalan Emeli.


"Ikut saja nanti kamu juga tahu Emeli, namanya juga suprise kalau misalnya dikasih tahu duluan. Bukan suprise dong Emeli." kata Gerry sambil tersenyum.


Sesampainya di Taman kampus Gerry membuka ikatan mata Emeli, dan Emeli terkejut melihat suprise dari Gerry. Gerry membuat bunga berbentuk LOVE, dan ada poster bertuliskan Gerry love Emeli yang terpampang di tiang taman, Joey memegang balon berwarna pink sedangkan Gantha memegang bunga mawar lambang cinta.


"Ini....ini kamu yang mempersiapkan semuanya Gerr." tanya Emeli kaget tidak menyangka.


"Iya....ini aku yang mempersiapkan semuanya, dibantu sih sama Gantha dan Joey. Aku lakukan semua ini untuk kamu Emeli (Gerry memandang wajah Emeli yang terlapis kacamata dengan mesranya), Emeli kamu mau tidak jadi pacarku." kata Gerry.



Emeli sangat kaget tak menyangka menutup mulutnya dengan tersenyum, karena Gerry laki laki yang dia dambakan saat pertama kali masuk kampus menembak Emeli. Lalu Gerry mengambil bunga mawar untuk Emeli dan berlutut dihadapan Emeli bagaikan sang pangeran yang mengungkapkan cintanya pada tuan putri.


"Ka.....kamu serius Gerry dengan ucapan kamu barusan." kata Emeli yang masih belum percaya.


"Iya aku serius Emeli. Sekali lagi aku minta sama kamu maukah kamu menjadi pacarku." kata Gerry sambil berlutut memberikan bunga mawar lambang Cinta.


Amanda, Sindi, dan Retta pun melihat penembakkan Gerry terhadap Rania.


"Ah....sialan, kemarin Gerry sudah aku ultimatum biar tidak dekatin Rania eh tapi ternyata dia malah nekad untuk nembak sih cupu. Pokoknya ini tidak bisa aku biarkan, Gerry tidak boleh mencampakkan aku setelah apa yang dia lakukan kepadaku waktu itu. Apa lagi dia ninggalin aku demi sih cupu. Ah.....berengsek aku harus beri pelajaran terhadap pelakor itu dan Gerry." panggil Amanda yang segera menghampiri Gerry dan Rania.



"Jangan Amanda jangan....kamu jangan buat masalah baru." ujar Retta.


"Iya Amanda, nanti kamu kena masalah lagi." sambar Sindi.


"Aku cari masalah baru. Bukannya Rania yang lagi cari masalah sama aku, pokoknya aku harus memberi pelajaran terhadap Rania. Seenaknya saja dia merebut cowok aku." ujar Amanda yang pergi meninggalkan Kayra dan Sindi.


"Amanda." teriak Retta dan Sindy cemas.


"Aduh Rett.....( menyenggol badan Retta cemas) gimana nih, Amanda pasti bisa berbuat nekad." ujar Sindi menunjukkan wajah kecemasan.


"Iya aku juga khawatir nih Sindi." kata Kayra.


"Kita kenal Amanda itu kan sejak SMA dan kamu ingat tidak Kay waktu itu, Amanda punya mantan pacar bernama Damian terus Damian selingkuh sama Silvy. Dan Silvy dihajar habis sama Amanda sampai kepalanya terpentok tembok dan bocor, lalu Amanda dikeluarkan dari sekolahan terus kita pisah sama Amanda waktu SMA karena dia harus pindah sekolah. Dan kita dipertemukan lagi di kampus ini, aku tidak mau kalau Amanda di DO dari kampus ini gara gara berantem sama Rania." ujar Sindi yang sangat mencemaskan Amanda.


"Benar juga kamu Sindi, Amanda kalau lagi marah kan tidak bisa terkontrol emosinya. Jadi kita harus cepat cepat menyusul Amanda, sebelum berbuat nekad." ujar Kayra cemas.


Kayra dan Cindy pun segera bergegas menyusul Amanda.


"Kalau kamu serius Gerry, aku mau kok jadi pacar kamu." ujar Rania sambil mengambil bunga mawar pemberian Gerry.


Gerry langsung berdiri dan mereka pun saling berpelukkan seperti teletubbies.


"Kamu serius kan Rania, kamu serius." tanya Gerry senang.


"Ya aku serius Gerry." jawab Rania tersenyum.


Lalu tiba tiba Amanda memecahkan balon balon yang dipegang sama Joey, hingga membuat Joey kaget dengan pecahan balon.


Emeli dan Gerry melepaskan pelukannya dan melihat ke arah pecahan balon itu.


"Amanda." kata Emeli dan Gerry kaget.


"Iya, ini aku. Kenapa kaget." kata Amanda sambil berjalan ke arah Gerry dan Emeli.


"Gerry, kamu benar benar keterlaluan ya. Baru tiga minggu kita jadian, sekarang kamu malah pacaran sama Emeli." kata Amanda kesal.


"What....kamu halu ya atau lagi mimpi Amanda, kapan, bulan apa, hari apa, jam berapa aku nembak kamu hah.....ada bukti tidak Amanda." kata Gerry santai.


"Gerry kamu lupa, atau kamu pura pura lupa hah....setelah apa yang kamu lakukan padaku kamu ingin mencampakkan aku begitu saja. Jahat kamu Gerry (emosi), ini semua pasti gara gara kamu pelakor. Kamu yang menghancurkan kebahagiaan aku sama Gerry (bicara kearah Emeli). Sini aku beri pelajaran kamu pelakor cupu." kata Amanda sambil menarik rambut Emeli dan menjambaknya hingga terjatuh tapi Amanda tidak melepaskan jambakkannya.


"Awwww......lepaskan aku Amanda, lepaskan aku....." pinta Emeli yang kesakitan.


"Emeli kamu harus putusin Gerry, Gerry itu cowok aku ngerti tidak kamu." kata Amanda yang terus menjambak Emeli.


"Tidak mau. Karena Gerry bilang kamu bukan ceweknya Gerry. Aku percaya sama Gerry." kata Emeli sambil merintih kesakitan.


"Dasar pelakor kamu ya, dibilangin ngeyel. Gerry itu cowok aku, sudah tiga minggu aku jadian sama dia." kata Amanda emosi tingkat tinggi sambil menjambak Emeli sangat kencang.


"Amanda kamu sudah gila ya, lepaskan Emeli Amanda." kata Gerry yang memegang Amanda tapi kaki Gerry di injak sama Amanda kencang dan melanjutkan menjambak Emeli.


"Awww.....dasar cewek stress." kata Gerry yang kesakitan kakinya diinjak.

__ADS_1


"Aduh, gawat Amanda menjambak Emeli. aku harus menolong Emeli." kata Salsa cemas langsung berlari ke Amanda yang sedang menjambak Emeli.


Sementara itu Monik, Aleta, dan Vero senang melihat Emeli dijambak sama Amanda.


"Lihat itu geng, ini pemandangan yang teramat sangat indah. Musuh kita Emeli lagi dijambak sama Amanda hahahahaha......." kata Aleta tertawa senang.


"Oh iya ya, wah aku senang banget geng melihat pemandangan ini. Gila ya Amanda ternyata buas juga kalau lagi marah hahahahaha......(tertawa senang), tapi btw busway on the way kenapa ya Amanda ngejambak Emeli ya geng." kata Monik bingung.


"Eh....lihat itu geng ternyata Gerry nembak Emeli, pantas saja Amanda marah besar. Kan waktu itu mereka digosipkan pacaran, entah bohong atau benar atau mengada ngada. Cuma omongan Amanda saja tapi menurut gosip yang beredar ya begitu." kata Vero.


"Apa.....sialan (kaget), ternyata mereka udah jadian. Awas kamu Emeli, kamu tidak dengarkan omongan aku. Aku akan buat hidup kamu menderita Emeli." kata Monik penuh dendam kepada Emeli.


"Amanda lepaskan Emeli." kata Salsa yang mendorong Amanda.


"Eh....Salsa kamu jangan ikut campur, ini urusan aku sama pelakor." kata Amanda marah.


"Jelaslah aku ikut campur Amanda, Emeli itu sahabatku. Aku tidak suka ya sahabat aku kamu jambak kaya gini dan satu lagi Emeli itu bukan pelakor paham kamu Amanda." kata Salsa tapi Amanda mendorong Salsa hingga terjatuh.


"Aww....." rintih Salsa kesakitan.


"Salsa....." teriak Emeli.


"Syukurin makanya jangan ikut campur urusan aku. Dengar ya Salsa sahabat kamu itu sudah merebut pacar aku, jadi aku berhak marah pada Emeli. Karena Emeli itu pelakor." kata Amanda kesal.


Lalu dia menjambak Emeli lagi, tapi Gracia dan Retta segera datang dan memegang tangan dan tubuh Amanda.


"Ah lepaskan aku.....lepaskan, kalian berdua kan sahabatku. Kenapa kalian pada membela mereka." kata Amanda mencoba berontak, Salsa bangun dan juga segera membangunkan Emeli.


"Bangun Emeli, kamu tidak apa apakan." tanya Salsa.


"Iya tidak apa apa kok Salsa." kata Emeli syok karena dilabrak Amanda.


"Gracia, Retta bawa wanita tidak waras ini. Jauh jauh dari sini, bila perlu di ikat karena dia bisa membahayakan pacar aku." kata Gerry kesal.


"Eh....Gerry, aku tidak waras itu semua gara gara kamu yang buat aku seperti ini." kata Amanda kesal.


"Ayo Amanda, ayo." kata Gracia dan Retta serentak memegang Amanda.


"Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri (Amanda melepas paksa pegangan Gracia dan Retta). Awas kamu ya Emeli, urusan kita belum selesai." ancam Amanda sambil menunjuk Emeli lalu pergi.


"Amanda....." panggil Gracia dan Retta serentak.


"Emeli, maafkan sahabat kami Amanda ya." kata Gracia.


"Iya aku benar benar minta maaf banget sama kamu Emeli, aku tidak menyangka sahabat kami bisa melakukan hal senekad itu." kata Retta.


"Iya tidak apa apa kok Gracia, Retta." kata Amanda.


"Terima kasih Emeli, kamu memang baik. Maafkan Amanda ya Salsa, Gerry." kata Gracia.


"Yoi." kata Gerry.


"Iya, tapi bilangin sama sahabat kamu jangan macam macam lagi sama sahabat aku." kata Salsa.


"Oke, Salsa nanti aku bilangin sama Amanda. Terima kasih ya." kata Gracia.


"Sama sama." kata Salsa.


Lalu Gracia dan Retta pergi menyusul Amanda dengan tergesa gesa.


"Sekali lagi, kita minta maaf." teriak Retta.


"Kalian sudah jadian ya Emeli.....Gerry selamat ya." kata Salsa tersenyum


"Iya terima kasih." kata Gerry dan Emeli serentak.


"Sayang kamu tidak apa apa kan sayang." tanya Gerry sambil mengecek apakah Emeli ada luka atau tidak.


"Heemmm....ti....tidak kok. Gerry aku mau ke toilet dulu ya." kata Emeli.


"Oke sayang kamu hati hati ya." kata Gerry.


"Iya Gerry." kata Emeli yang masih syok dilabrak Amanda.


"Emeli, aku temanin kamu ya. Aku khawatir kalau Amanda nanti jahatin kamu lagi." kata Salsa.


"Oh iya Salsa.....ayo." kata Emeli.


Monik, Aleta, dan Vero mengikuti Emeli dan Salsa ke toilet.


"Aku tidak menyangka Salsa, Amanda semarah ini sama aku. Apa jangan jangan benar Amanda itu sudah pacaran sama Gerry." kata Emeli menerka nerka.


"Iya aku juga tidak tahu Emeli yang mana yang benar, yang mana yang salah karena Gerry dan Amanda sama sama meyakinkan omongannya. Jadi aku juga tidak tahu harus percaya sama siapa." kata Salsa.


"Emeli...." panggil Monik.


"Monik, Aleta, Vero." kata Emeli kaget.


"Aku kan sudah bilang sama kamu, jangan dekatin Gerry lagi. Eh.....tapi kamu malah jadian sama dia." kata Monik penuh amarah.


"Ini semuanya bukan salah aku Monik, kan Gerry yanh nembak aku duluan. Ya masa aku tolak sih kan aku juga suka sama Gerry." kata Emeli membela diri.


"Aku tidak peduli, kalau Gerry yang nembak kamu duluan. Karena aku tidak terima kamu jadian sama Gerry, jadi sekarang kamu harus terima akibatnya Emeli." kata Monik marah.


"Monik.....kamu mau ngapain Mon, kamu jangan macam macam sama Emeli. Kasihan dia barusan habis dijambak sama Amanda." pinta Salsa menghalangi Emeli yang mau dibully Amanda.


"Hahahaha......(tertawa), memangnya aku peduli. Minggir kamu Salsa, atau kamu mau aku adukan ke mama. Biar kamu dihukum sama mama." Ancam Monik.


"kamu curang ya Monik, mainnya pengaduan." kata Salsa.


Lalu Emeli memegang tangan Salsa, dan melarang Salsa untuk membantu Emeli. Karena Emeli tidak mau Salsa dihukum gara gara membantu Emeli.


"Sudah Salsa tidak apa apa lebih baik kamu tinggalkan aku saja." kata Emeli pelan.


"Ta....tapi Emeli." kata Salsa tampak cemas


"Sudah Salsa aku tidak apa apa kok, dari pada kamu dihukum sama mama tiri kamu. Malah aku khawatir sama kamu kalau kamu sampai kenapa napa Salsa." kata Emeli.


"Baik Emeli baik." kata Salsa cemas.


"Ayo....." kata Aleta dan Vero serentak sambil menarik Emeli ke kamar mandi.


"Aduh, gimana nih. Aku tidak bisa tinggal diam saja, aku harus melakukan sesuatu." kata Salsa panik dan keluar dari toilet dengan cemas.


Monik menenggelamkan kepala Emeli ke bak kamar mandi dan terus mengancam Emeli.


"Pokoknya kamu harus putusin Gerry Emeli." kata Monik.


"Aku tidak mau, karena aku cinta sama Gerry." kata Emeli.


"Oh....jadi kamu tetap bertahan dengan keputusan kamu." kata Monik.


Lalu Monik mengguyur Emeli dengan gayung, hingga seluruh pakaiannya basah kuyub.


"Siram terus Monik, sampai dia mau melepaskan Gerry." kata Aleta.


"Iya hajar terus Monik. Dia lebih sayang sama Gerry dari pada nyawanya sendiri." kata Vero.


"Bu Tamara....Bu Tamara.....(Mengetuk pintu) tok tok tok....." kata Salsa yang sangat cemas.


Bu Tamara membuka pintu dan berkata;


"Eh....kamu Salsa, ada apa?" tanya bu Tamara.


"Bu tolongin bu, tolongin." kata Salsa.


"Iya Salsa kamu tenang dulu (memegang pundak Salsa), nah kamu sudah tenang kan." tanya bu Tamara.


"Iya bu, sudah." kata Salsa yang ngos ngosan karena berlari.


"Sekarang ceritakan apa yang terjadi Salsa." tanya bu Tamara.


"Itu loh bu, Emeli.....Emeli.....lagi dibully sama Monik, Aleta, dan Vero di toilet. Saya takut bu, kalau Emeli kenapa napa bu." kata Salsa yang tampak cemas dengan Emeli.


"Apa, ya sudah ayo cepat kita ke sana." kata bu Tamara yang tampak khawatir mendengar kabar Emeli yang dibully.


Tapi Salsa malah diam karena ragu takut ketahuan geng CDS, kalau Salsa lah yang mengadukan ke bu Tamara.


"Bu Tamara Salsa tidak ikut ya bu. Dan tolong banget bu, jangan bilang sama Monik in the genk kalau Salsa yang ngadu sama ibu. Soalnya Salsa takut bu kalau Monik ngadu sama mama, nanti Salsa lagi yang dihukum sama mama tiri Salsa. Kan ibu tahu sendiri kalau Monik itu saudara tiri Salsa, dia juga jahat banget sama Salsa bu." kata Salsa cemas.


"Oh gitu, ya sudah kamu tenang saja ya Salsa. Ya sudah ibu ke kamar mandi dulu ya Salsa." kata bu Tamara.


"Iya bu (Setelah bu Tamara pergi), hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menolong kamu Emeli." kata Salsa yang sedikit agak tenang.

__ADS_1


Salsa menunggu di koridor kampus tapi hatinya belum tenang sebelum bu Tamara membawa Emeli di hadapannya karena Salsa sangat mengkhawatirkan sahabat tersayangnya.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2