Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Hilangnya Gantha


__ADS_3

Bella mengantar Genta ke kampus bersama Monik lalu di gerbang kampus Bella, Gantha, dan Monik bertemu dengan Reno, Kayra, dan Vero.


"Gantha kamu kenapa kok babak belur gitu." tanya Reno.


"Aku dihajar sama Rania." ujar Gantha.


"What happent aya naon Rania menghajar kamu sampai seperti ini. Bar bar banget tuch cewek." ujar Vero tidak menyangka.


"Emang kenapa sih kamu sampai dihajar sama Rania sampai babak belur seperti ini." tanya Kayra kepo.


"Iya tadi Rania minta pertanggung jawaban Gantha untuk menikahi Nayla karena Nayla hamil." ujar Bella.


"Apa jadi Nayla hamil." Vero kaget.


"Wah ini berita yang sangat menyenangkan neh kalau wanita murahan itu hamil, bisa jadi gosip terhangat di kampus kita." ujar Kayra tertawa.


"Perhatian.....Perhatian.....sini pada kumpul guys ada berita yang sangat mengejutkan." ujar Kayra memanggil seluruh mahasiswa mahasiwi untuk berkumpul.


"Berita apa itu" ujar mahasiswa mahasiswi.


Rania melihat Gantha, Joey, Monik, Kayra, Vero, dan Bella tertawa bahagia sedang bercanda meski lagi babak belur.


"Berita apa itu Kay." tanya Jenifer.



"Sabar Jenifer, tunggu semua pada kumpul dulu dong, slow down jangan terburu buru." ujar Vero.


"Monik, kamu yang ngomong deh." pinta Kayra.


"Oke baiklah (tersenyum), guys di kampus ini ada seorang perempuan yang mencemarkan nama baik sekolah. Kalian sudah dengar kan Nayla yang waktu itu merayu Gantha ternyata sekarang dia hamil." cicit Monik membuat berita palsu kalau yang salah itu Nayla.


"Apa hamil?" semua Mahasiswa Mahasiswi pada terkejut kaget mendengar kabar itu.


"Yang bener Gan." tanya Maya.



"Iya bener guys, aku disuruh tanggung jawab ya enggak maulah, belum tentu anak itu anakku iya enggak. Siapa tahu aja dia melakukan pada banyak laki laki, dan aku deh yang kena imbasnya karena aku yang terakhir melakukan hal itu dengan Nayla, padahal dia udah enggak perawan pas aku pakai." cicit Gantha berbohong.


Nayla sedih mendengar kepalsuan yang terucap dari mulut Gantha, Rania sangat murka pada Gantha.


"Iihhh.....gila banget tuh cewek ya." cicit Susan.


"Iya menjadikan Gantha kambing hitam, enggak nyangka dibalik keluguan Nayla ternyata hatinya jahat banget....." ujar Metha.


"Iya aku juga enggak nyangka guys." ujar Windy.


"Wajahnya aja, sok lugu. Ternyata diam diam menghanyutkan." ujar Mirna tertawa.


"Benar, jangan percaya sama wajah lugunya. Ternyata dibalik keluguannya sangat sangar." ujar Desti.


"Minggir guys, wanita gak tahu malu itu lewat." hina Ayunda.


"Awas, kasih jalan virusnya nanti nyebar kemana mana." hina Eva.


"Genta, Monik, Kayra, Vero, Bella, Reno Cukup....cukup ya kalian selalu memberi berita palsu tentang Nayla. Untuk kalian semua (menunjuk mahasiswa mahasiswi) kalian sudah di bodohi oleh mereka, kemarin bukan nya aku sudah menjelaskan kalau Genta ini yang sudah memperkosa Nayla dan sekarang memutar balikkan fakta kalau Nayla lah yang salah." berang Rania wajahnya sangat murka karena sahabatnya di fitnah.


"Udahlah Rania kamu jangan menutupi kesalahan sahabat kamu itu yang busuk." ujar Genta.


"Kamu yang busuk Genta (emosi meledak), kamu benar benar cowok pengecut ya. Pasti ibu kamu yang melahirkan kamu sangat kecewa sekali, dan sangat sedih juga malu punya anak pintar berakting dan tidak punya rasa tanggung jawab seperti kamu Genta." ujar Rania.


"Kok kamu jadi bawa bawa ibuku." ujar Genta.


"Iya kenapa, kamu tuh enggak pantas dilahirkan ke dunia ini. Karena kamu hanya pecundang, dan kamu Monik, Kayra, Vero, Reno, Bella (Menunjuk satu persatu) jangan pernah sekali kali lagi memojokkan Nayla padahal Nayla enggak tahu apa apa dia hanya korban dari keserakahan Genta taruhan sama Reno, dan ini enggak adil buat Nayla kalau dia harus di cap wanita yang enggak benar padahal Genta yang sudah memperkosanya. Sekarang kalian bubar.....bubar dari sini (membubarkan mahasiswa mahasiswi) enggak ada pekerjaan yang lebih penting selain memfitnah orang lain apa, bubar." ujar Rania kesal.


Semua mahasiswa mahasiwi pada bubar.


"Ya pada mau kemana, kita belum selesai jangan bubar dulu." ujar Kayra dan Vero.


"Dan kalian semua (menunjuk) sudah cukup kalian sakiti Nayla terus dan fitnah Nayla." ujar Rania dengan emosinya.


"Rania kamu jangan ikut campur urusan kita deh, kesenangan kita ini ya buat kalian hancur. Baru kita puas kalau kalian sudah menderita." ujar Monik.


"Ya Jelas lah aku ikut campur, aku enggak terima ya sahabat aku difitnah terus menerus sama kalian semua. Dan aku akan balas perbuatan kalian semua camkan itu." ujar Rania kesal.


"Aduh takut." ujar Monik, Kayra, Vero,


Genta, Bella, dan Reno meledek pura pura takut.


Rania dan Nayla pergi.


"Rania, terima kasih ya kamu udah berani belain aku." ujar Nayla.


"Enggak usah terima kasih sama aku Nay. Ini sudah sewajarnya aku ngebelain kamu (menghadap ke Nayla dan memegang pundak Nayla) karena kamu kan sahabatku jadi aku enggak mau sahabatku difitnah sama mereka ini sudah benar benar keterlaluan Nayla. Dia yang salah tapi dia malah menganggap dirinya korban. Kamu yang sabar ya Naynayku sayang." ujar Rania menenangkan.


"Tapi gimana dengan anak dalam kandunganku Rania." lirih Nayla sedih.


"Aku yakin kamu adalah wanita yang kuat, kamu pasti bisa menjalankan semua ini. Kan ada aku yang selalu melindungi aku." ujar Rania.


Nayla memeluk Rania. Hatinya tercampur aduk senang mempunyai sahabat seperti Rania, tapi sedih harus mengandung anak dari laki laki yang tak mau bertanggung jawab.


"Ya udah Bella ke sekolah dulu ya kakak kakak yang cantik dan ganteng, sampai ketemu nanti bebebz." ujar Bella.


"Oh oke Bella hati hati." ujar Monik, Kayra, Vero, Genta, dan Reno.


Rania melihat Genta, Monik, Kayra, Vero, dan Reno tertawa penuh kebahagiaan.


"Kalian boleh tertawa sepuasnya, tapi nanti aku yang akan menghabisi kalian satu persatu dengan tanganku sendiri (mengepalkan tangannya), Karena kalian sudah membuat sahabat aku bersedih." bathin Rania matanya terpancar dendam yang sangat mendalam.


Setelah mata kuliah selesai, Genta izin ke toilet pada Monik.


"Eh....Monik......aku ke toilet dulu ya." izin Genta.


"Oke jangan lama lama ya." ujar Monik.


"Oke sip." ujar Genta.

__ADS_1


"Nay.....kamu ke mobil duluan aja, ini kuncinya. Aku kebelet pipis nih." ujar Rania yang melihat Genta menuju toilet.


"Oke deh Rania." ujar Nayla.


Rania mengikuti Genta dan Rania memukul kepala Genta hingga pingsan lalu Rania membawa Genta ke gudang kampus, Rania mengingkat kaki dan tangan Genta juga menyupel mulut Genta biar enggak teriak jika suatu waktu Genta bangun, Rania bicara pada Genta yang pingsan.


"Kamu tunggu sini bentar ya Genta, aku mau anterin Nayla pulang dulu. Tunggu aku, pasti aku akan segera kembali." ujar Rania dengan menyeringai sangat mengerikan.


"Aduh, kemana ya Genta kok lama amat." kata Monik.


Rania tersenyum melihat Monik yang lagi menunggu Genta.


"Hemmm.....tunggu aja sampai tua Genta gak akan mungkin kembali." bathin Rania lalu masuk ke mobil.


"Apa dia pingsan di toilet ya." ujar Rania.


Reno lewat ingin pulang.


"Eh.....Reno kamu lihat Genta enggak." tanya Monik.


"Enggak, emang kenapa." jawab Reno.


"Tadi dia pamit ke toilet tapi kok lama banget ya, kejadiannya sama kaya Gerry." ujar Monik.


"Udah pikir yang possesif aja eh positive maksudku, ya paling Genta buang buang air." ujar Reno.


"Ya udah kamu temanin aku cari Genta yuk ke toilet." pinta Monik.


"Ya udah ayo." ujar Reno.


Monik dan Reno memanggil manggil Genta, Membuka satu persatu pintu toilet tapi Genta tak jua di temukan.


"Genta......Genta......" panggil Monik.


"Genta kamu di mana." panggil Reno.


"Mon, Genta enggak ada dikamar mandi." ujar Reno.


"Terus Genta kemana ya?" tanya Monik bingung.


"Iya aku juga enggak tahu Mon Genta ke mana." jawab Reno bingung.


"Apa jangan jangan, Genta udah jemput Bella duluan ya." ujar Monik menerka nerka.


"Loh kok bisa (bingung) bukannya bareng sama kamu sih Genta jemput Bellanya." jawab Reno.


"Ya, kamu kaya enggak tahu aja kalau orang yang lagi kasmaran." kata Monik tersenyum.


"Oh iya ya. Maybe Yess Maybe No. Coba cek di sekolahannya Bella." ujar Reno.


"Ya udah gue pulang duluan ya." kata Monik.


"Oke deh Mon, hati hati."


Bella lagi menunggu jemputan celingak celinguk.


Monik keluar dari mobil dan Bella celingak celinguk mencari Gantha.


"Kak Monik, kak Gantha mana." kata Bella.


"Loh bukannya dia udah jemput lo duluan." kata Monik.


"Gak kak." kata Bella cemas.


"Aduh kemana ya dia (cemas) tadi sih mau ketoilet, tapi pas kakak cari sama Joey ditoilet gak ada. Dan kakak pikir dia kesekolahan lo duluan." kata Monik.


"Tapi kak Gantha gak kesini kak, aduh jadi khawatir neh kemana ya kak Gantha." kata Bella.


"Udah, udah lo tenang. Lo telepon Gantha dulu deh sana." kata Monik.


"Oke kak." kata Bella.


Bella menelepon Gantha beberapa kali tapi gak jua diangkat angkat semakin khawatir dan cemas Bella sama Gantha.


"Kak gak diangkat angkat sih sama kak Gantha (nelepon) Bella jadi khawatir kak sama kak Gantha." kata Bella.


"Ya udah kita cari dia yuk." kata Monik.


"Iya ayo kak (tampak cemas) Bella cemas banget neh." kata Bella.


"Ya udah sabar aja, lo tenang aja dulu. Pasti kita temuin Gantha." kata Monik.


Salsa sangat sedih sekali karena pengalaman pahit dikampusnya.


"Ya udah lo istirahat ya (menghadap ke Salsa memegang pundak Salsa) jangan banyak pikiran. Rileks aja, semua pasti akan baik baik aja." kata Emeli.


"Iya.....Emeli, terima kasih cuma lo yang mengerti keadaan gue saat ini." kata Salsa tersenyum.


"Sama sama Sa (tersenyum) khan lo sahabat gue, jadi sedih lo juga sedih gue. Derita lo juga derita gue, kebahagyaan lo juga kebahagyaan gue. Jadi gue akan selalu ada buat lo, kapan pun lo butuh pertolongan gue." kata Emeli.


Salsa tersenyum bahagya memiliki sahabat seperti Emeli, dan Salsa pun selalu menyesali karena dulu tak mau mendengarkan perkataan Emeli.


"Ya udah gue pulang dulu ya, jangan lupa istirahat. Jaga kandungan lo." lanjut Emeli.


"Iya oke bawel." canda Salsa tersenyum.


"Sekarang gue harus selesaikan urusan gue sama Gantha." kata Emeli segera balik kekampus jemput Gantha yang disekap.


"Kak gue khawatir banget neh kak sama kak Gantha (cemas) teleponnya gak diangkat-angkat, sekarang malah gak bisa dihubungin. Bella takut terjadi apa apa sama kak Gantha neh kak." kata Bella sedih.


"Lo tenang dulu ngapa Bella, jangan kaya gini. Kita pasti nemuin Gantha." kata Monik.


Emeli kekampus dan langsung ke gudang kampus membawa Gantha kerumahnya. Dia tersenyum melihat mangsangya sudah ada ditangannya.


"Ini balasannya karena lo udah buat hidup Salsa menderita, tidurlah yang nyenyak Gantha. Nanti malam hidup lo akan tamat untuk selamanya." kata Emeli berbicara sendiri.


Salsa masuk kamar dengan kesedihan karena telah dipermalukan dikampus.

__ADS_1


"Ya, tuhan (sedih) gue udah malu banget sama teman teman dikampus, aib gue sudah tersebar. Dan gue korbannya malah dijadikan tumbal untuk menutupi kesalahan Gantha, ini gak adil buat gue. Nama baik gue telah tercemar (merebahkan diri dikasur) nak maafin mama ya, mama gak bisa memaksa papa kamu, untuk bertanggung jawab." kata Salsa sambil mengelus perutnya ngomong sama janinnya.


Emeli membawa mobil sambil melihat kebelakang dengan tersenyum melihat Gantha yang pingsan karena dipukul Emeli.


"Gantha, tunggu pembalasan gue Gantha. Dendam untuk sakit hatinya Salsa. Dan malam ini, kita akan bermain main extream." kata Emeli sambil tertawa dan dia melihat Joey sedang berjalan.


Emeli melihat Joey mau arah pulang habis membeli makanan, dan dia bingung juga cemas karena mencari Gantha yang hilang tanpa jejak dan kabar berita.


"Dimana ya Gantha, kenapa dari tadi gue gak bisa hubungin dia. Kenapa kasusnya seperti Gerry hilang secara tiba tiba." kata Joey bingung sambil berjalan memikirkan Gantha. Dan tiba tiba ada yang menikam Joey dengan pisau, Joey teriak dan terluka ditangan karena tertusuk pisau yang ditikam oleh Emeli. Plastik makanannya pun terjatuh, dan Joey berlari ketakutan. Joey berteriak tapi karena sepi tak ada orang yang menolongnya.



"Si....siapa wanita yang ditutupi wajahnya itu. Kenapa dia mau menyerang gue." kata Joey yang berlari dan tampak ngos ngosan. Dia bersembunyi dibalik mobil.



"Gue takut banget, gue gak mau mati sekarang." kata Joey bicara sendiri sambil melihat kaki wanita yang ingin membunuhnya dari kolong mobil.


Sementara itu Bella sangat khawatir sama Gantha yang dari tadi gak ada kabar, no hpnya pun susah dihubungi. Monik pusing melihat Bella yang selalu mondar mandir seperti setrikaan sambil menelepon Gantha yang nomernya tak bisa dihubungi.


"Udah, dong Bella. Jangan mondar mandir gitu, kakak pusing tahu lihat lo. Dari tadi mondar mandir terus kaya setrikaan." kata Monik.


"Gimana gak mondar mandir terus kak (cemas) Bella khawatir dan cemas sama kak Gantha (sedih) dari tadi nomernya gak bisa dihubungi kak." kata Bella sambil mondar mandir tampak kecemasan.


"Iya Bella, kakak tahu. Tapi lo harus tenang Bella, Kakak juga khawatir sama Gantha dan kejadian ini sama persis dengan Gerry yang hilang secara tiba tiba." kata Monik sedih.


"Maksud kakak Gerry siapa kak?" tanya Bella.


"Gerry pacar kakak, dia mantannya Emeli." kata Monik.


"Oh, jadi yang dia maksud waktu itu pas dia marah. Kakak yang merebut pacarnya kak Emeli itu, kak Gerry ya kak." kata Bella.


"Ya gitu deh, makanya sampai saat ini. Kakak juga masih khawatir dan mikirin Gerry (sedih) lo tahu sendiri khan kakak ini gak mudah jatuh cinta, sekali jatuh cinta. Ya kakak gak semudah itu untuk melupakannya Bella." kata Monik raut wajahnya menyimpan kesedihan yang sangat dalam.


"Iya kak, Bella paham kok kak (sambil melihat hp menunggu kabar dari Gantha) aduh, dimana sih kak Gantha." kata Bella cemas.


"Oh iya, kakak telepon Joey dulu. Siapa tahu aja ada kabar dari Gantha." kata Monik.


"Oh iya ya ya kak, cepat telepon aja kak Joey. Tanyain Kak Gantha." kata Bella.


Monik menelepon Joey, disaat Joey lagi ngumpet dari wanita bercadar hitam yang hendak membunuhnya. Tapi tiba tiba hp Joey berdering itu otomatis mengundang Emeli untuk menemukan Joey bersembunyi dan mata Emeli menuju dibalik mobil tempat Joey bersembunyi.


"Aduh, mati gue. Hp pakai bunyi lagi (Joey mengambil hp disaku celananya hingga terjatuh hpnya) aduh, ngapain Monik pakai telepon segala. Gue lagi dalam bahaya juga, apa gue minta tolong aja ya sama Monik, kalau gue angkat. Gak mungkin Monik bisa sampai kemari, khan perjalanan rumah dia kesini lumayan jauh. Tapi." kata Joey yang mau mengambil hpnya tapi tidak jadi karena paniknya mendengar langkah kaki Emeli yang hampir mendekati tempat persembunyiannya dan akhirnya Joey membiarkan hpnya tergeletak di tanah mencari aman, lalu berlari panik hingga tak terlihat ada batu besar didepannya. Kaki Joey tersandung batu didepannya, dan kepala Joey terbentur batu besar yang ada disampingnya, hingga Joey jatuh pingsan karena benturan yang sangat dasyat. Lalu Emeli datang menghampiri Joey yang sedang pingsan karena terbentur batu besar dan tersenyum.


"Akhirnya Joey, lo gue tangkap juga (membuka cadar) Karena malam ini gue akan menghabisi kalian berdua (bicara pada Joey yang pingsan), biar dikampus kita aman tidak ada lagi wanita yang dijadikan bahan taruhan. Karena kalian bertiga gue udah musnahkan dari muka bumi ini, dan kehormatan para cewek juga bisa dihargai. Tidak dianggap murahan yang gampang dijadikan taruhan oleh barang." kata Emeli lalu mengangkat Joey dan dibawa kedalam mobil Emeli.


"Gimana kak." tanya Bella.


"Gak diangkat lagi teleponnya, sama Joey." kata Monik bete.


"Ya terus gimana neh, Bella khan khawatir banget sama kak Gantha (menangis) Bella gak mau terjadi apa apa sama kak Gantha kak." kata Bella cemas.


"Iya kakak tahu, ya udah kamu sabar aja dulu ya Bella sayang." kata Monik menenangkan Bella.


Bella terdiam dan mikir sesuatu, akhirnya dia menuduh Salsa penyebab hilangnya Gantha.


"Hem....kak (mikir) apa jangan jangan semua ini karena kak Salsa (menerka nerka), kak Salsa yang menyebabkan kak Gantha kabur. Karena kak Salsa selalu mengejar ngejar kak Gantha terus, untuk bertanggung jawab atas kehamilannya maka itu kak Gantha kabur dan tanpa kabar." kata Bella menuduh tanpa bukti.


"Hem.....itu bisa jadi, alasan yang tepat untuk Gantha kabur tanpa kabar." kata Monik.


"Kalau gitu, gue gak akan bisa biarin ini semua terjadi kak." kata Bella yang kesal dan langsung kekamar Salsa.


"Tunggu kakak Bell, kakak ikut. Kakak juga mau kasih pelajaran sama dia, berani beraninya dia mau menghancurkan kebahagyaan lo sama Gantha." kata Monik dan ikut kekamar Salsa.


"Iya, ayo kak." kata Bella.


Salsa terus terpuruk akan kejadian buruk yang menimpanya. Salsa terus menangis dan menangis dikamarnya, apa lagi mengingat kata kata teman kampusnya yang selalu merendahkan Salsa karena kesalah pahaman fitnah dari Gantha, Joey, Monik, Bella, Lusi, dan Vero.


"Mengapa semua ini terjadi sama gue (menangis) semua ini salah gue. Seandainya waktu dapat berputar kembali, aku tak akan mungkin jatuh cinta sama Gantha. Dan aku pasti akan mendengar semua omongan Emeli tentang kebusukkan Gantha, tapi gue yang salah waktu itu gue malah mengancam Emeli tentang persahabatan yang akan hancur, jika Emeli tidak mengizinkan gue deket sama Gantha. Sekarang nama baik gue dikampus sudah hancur, dan gue juga sudah gak punya masa depan lagi. Karena gue lagi mengandung anak dari laki laki yang tak mau bertanggung jawab sama gue.



Bella datang ke kamar Salsa dengan mengetuk pintu sangat keras dan marah marah karena kesalah pahaman.


"Kak Salsa, kak Salsa buka pintunya kak." kata Bella.


"Salsa, buka pintunya. Cepat....buka, atau gue dobrak pintunya." kata Monik.


Salsa langsung menghapus airmatanya yang mengalir deras dipipi indah Salsa.


"Aduh, ada apa lagi sih." kata Salsa yang langsung membuka pintu kamarnya.


"Bella, Monik ada apa?" tanya Salsa.


Tapi Bella malah mendorong Salsa kedalam kamarnya dan memepetkannya ketembok dengan amarahnya karena Bella mengira Gantha pergi, gara gara Gantha takut sama Salsa diminta pertanggung jawabannya.


"Ini semua gara gara lo kak, kak Gantha menghilang tanpa kabar." kata Bella emosi.


"Apa? Gantha menghilang." kata Salsa kaget.


"Ala, udah jangan pura pura kaget lo kak. Kalau bukan karena lo yang terobsesi sama kak Gantha untuk menikahi lo. Pasti sekarang kak Gantha masih sama gue sekarang." kata Bella kesal.


"Bell, lo tenang dulu. Gue bener bener gak tahu apa apa tentang Gantha." kata Salsa.


"Pokoknya kalau sampai kak Gantha, gak balik lagi ke gue gara gara lo, gue akan habisin lo kak." ancam Bella yang melepaskan Salsa lalu keluar dari kamar Salsa.


"Salsa, lo udah menghancurkan kebahagyaan ade gue." kata Monik kesal.


"Apa? (kaget) gue gak salah denger, bukannya Bella yang udah menghancurkan kebahagyaan gue. Dan dia gak peduli setelah dia tahu gue hamil, dia tetap mempertahankan Gantha. Dan sekarang Gantha pergi itu memangnya salah gue (diam) bukan khan Mon, harusnya Bella sadar. Kalau Gantha itu cowok yang pengecut dan gak mau bertanggung jawab, buktinya sekarang dia menghilang khan tanpa kabar?" kata Salsa.


"Gue gak peduli dengan penderitaan lo, yang gue peduliin hanya penderitaan adik gue. Paham, pokoknya kalau sampai Gantha ninggalin Bella karena lo. Gue gak segan segan membuat hidup lo seperti dineraka, cam khan itu Salsa." kata Monik yang lalu keluar dari kamarnya.


Salsa semakin sedih, karena Gantha malah menghilang tanpa kabar.


"Aaaaa.....(teriak) kemana lo Gantha, kenapa lo menghilang tanpa kabar (emosi) kenapa lo kabur dari gue, lo emang laki laki gak bertanggung jawab. Lo pengecut Gantha, gue benci sama lo.....gue benci....aaaa....." kata Salsa menangis dalam keputus asaan.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘

__ADS_1


__ADS_2