Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Rumah Sakit


__ADS_3

Emeli sangat sedih dengan keadaan Salsa yang kritis tanpa terasa dia terus meneteskan airmatanya, dia selalu melihat Salsa dibalik kaca ruang UGD. Emeli tak sanggup melihat Salsa menderita, dan Emeli menelepon Bima dan Bima mengangkat teleponnya.


"Hallo sayang." kata Bima yang mengangkat telepon.


Emeli terdiam sejenak menahan tangis yang selalu membanjiri pipinya terdengar sesak tangis yang membuat Bima bingung.


"Kak Bima." tangis Emeli.


"Hallo sayang kamu kenapa, kenapa kamu menangis." tanya Bima heran.


"Salsa kak Salsa." kata Emeli.


"Salsa kenapa sayang." tanya Bima.


"Salsa lagi kritis di rumah sakit kak, gara gara terkena gas beracun." kata Emeli.


"Kok bisa." tanya Bima bingung.


"Salsa kak, Salsa dijahatin sama saudara tirinya. Salsa dikunciin dalam kamar kosong di rumah tua. Dan dikasih gas beracun." kata Emeli sedih.


"Ya Tuhan jahat banget saudara tiri Salsa. Ya sudah kamu tunggu ya sayang, kakak kerumah sakit sekarang." kata Bima kaget mendengar kabar buruk dari Emeli. Cemas dengan keadaab Emeli yang lagi sedih karena sahabatnya masuk rumah sakit.


"Iya kak Emeli tunggu di rumah sakit Harapan Bangsa kak." kata Emeli.


"Ok Emeli." kata Bima yang segera tutup telepon dan bergegas ke rumah sakit.


Bella masih sangat khawatir Salsa akan segera sadar dari komanya dan, Salsa mengungkapkan kejahatan Bella dan Monik ke polisi. Tampak wajah Bella sangat cemas dan mondar mandir seperti setrikaan karena Bella tidak bisa tidur juga di kamarnya.


"Ah.....tidak bisa ini tidak bisa di biarkan, aku harus lakukan sesuatu. Aku tidak mau di penjara, aku harus bungkam mulut kak Salsa untuk selamanya agar dia tidak bisa melaporkan aku dan kak Monik ke polisi (Ke kamar Monik) Kak Monik, kak Monik (langsung buka pintu kamar Monik, ternyata Monik sudah tidur) ya kak Monik ternyata sudah tidur (kecewa) mending aku lakukan aja sendiri. Aku harus ke rumah sakit sekarang mumpung masih malam." kata Bella yang segera ke rumah sakit.


Di lorong rumah sakit suasana malam sepi mencekam, Bella sangat berhati hati sekali untuk mencari kamar Salsa karena takut ada yang melihat dia ke kamar Salsa.



"Di mana ya kamar kak Salsa." kata Bella melihat kanan kiri.


Dari kejauhan Emeli yang sedang menunggu Bima dilorong rumah sakit melihat Bella yang sangat mencurigakan menuju kamar Salsa.


"Itu kan Bella, mau ngapain dia ke mamar Salsa (curiga, melihat kanan kiri) sepertinya kak Bima masih lama di jalan. Ah.....mending aku ikutin aja dia, aku takut dia berbuat nekad sama Salsa. Bella....Bella kamu masih sekolah jiwanya kriminal banget. Ternyata buat tak jauh dari pohonnya sifat kamu 11 12 dengan mama kamu." kata Emeli yang mengikuti Bella diam diam.


Bella masuk ke kamar Salsa, dan dia mau mencabut alat ventilator yang digunakan Salsa, tapi Emeli keburu datang. Karena Bella ketakutan dia langsung kabur. Belum sempat melepaskan alat ventilatornya.


"Bella, kamu mau apa." tanya Emeli marah.


"Ah...ti....tidak kak Emeli." kata Bella gugup yang langsung keluar dari ruangannya Salsa karena rencananya di pergoki oleh Emeli.


"Bella tunggu kamu jangan pergi." kata Emeli yang langsung mengejar Bella.


Karena malam hari rumah sakit sangatlah sepi dan Bella terus berlari dan berlari dari kejarannya Emeli sambil melihat ke belakang.


"A....aku harus lari dan aku tidak mau tertangkap oleh kak Emeli, aku tidak mau di penjara." kata Bella ketakutan.


Di saat dia berlari ada yang menutup mulut Bella, dan menjatuhkan Bella di atas bebatuan. Bella pun kaget ternyata dia adalah Emeli.


"Awww......(teriak) Kak Emeli, (kaget) jangan kak jangan serahkan Bella ke polisi kak, Bella tidak mau di penjara." kata Bella yang ketakutan.

__ADS_1


"Tenang aja Bella, aku tidak akan serahkan kamu ke polisi." kata Emeli tersenyum.


"Yang benar kak (berdiri) terima kasih ya kak, kalau gitu Bella pulang dulu." kata Bella yang membalikkan badan ingin pulang tapi Emeli dengan cepat menarik tubuh Bella.


"Ets.....mau ke mana kamu Bella." tanya Emeli.


"Be....Bella mau pulang kak. Kan kata kakak Bella tidak akan di serahkan ke polisi, ya jadi Bella mau pulang lah kak." kata Bella polos tanpa curiga.


"Emang kakaka tidak akan menyerahkan kamu ke polisi (wajahnya berubah marah) tapi aku juga tidak akan melepaskan kamu dari genggamanku Bella" kata Bella mengepalkan tangannya penuh amarah.


"Ma.....maksud kakak apa." kata Bella bingung.


"Aku yang akan menghabisi kamu dengan tangan aku sendiri Bella, karena kamu sudah berani berani menyebabkan Salsa koma dan kehilangan janinnya." kata Emeli kesal.


"Menghabisi menghabisi apa kak, kakak jangan macam macam sama Bella. Nanti kalau kak Monik dan mama tahu kakak akan di hajar oleh mereka." ancam balik Bella.


"Oh ya hahahahaha.....(Tertawa) Bella....Bella jadi kamu mau mengadu pada kakak kamu dan mama kamu hah......" kata Emeli.


"Ya iyalah kak akan aku adukan semuanya sama kak Monik dan mama." kata Bella sok berani.


"Aduh takut.....takut kak Emeli takut sama pembunuh seperti mereka nanti nasib kakak akan sama lagi seperti papanya Salsa dan Salsa." kata Emeli berakting pura pura takut.


"Nah.....makanya kakak jangan macam macam sama Bella. Kan kak Emeli takut kan sama mereka. Ya iyalah gadis cupu kaya kakak mana berani macam macam, yang ada dihajar balik juga k.o" kata Bella pede.


Emeli terdiam sesaat tapi kemudian dia tertawa.


"Hahahahahaha.....Bella Bella kamu itu polos banget sih. Siapa bilang kakak tidak berani sama kamu hah.....dan takut sama kakak dan mama kamu. Asal kamu tahu saja ya, pacar kamu Gantha sebenarnya bukan hilang karena Salsa tapi itu semua karena kakak yang sudah menghabisi pacar kesayangan kamu Bella.....hahahahaha....." kata Salsa tertawa.


"Ma....maksud kakak apa?" tanya Bella bingung.


"Kakak sudah memotong motong tubuh pacar kamu, terus ginjal, hati, dan jantungnya kakak ambil untuk koleksi di aquarium lalu tubuhnya kakak buat santapan buaya kakak. Hahahahaha......" kata Emeli tertawa.


"Oh kamu tidak percaya dengan omongan kakak, baiklah kakak akan kasih bukti untuk kamu." kata Emeli yang segera mengambil kameranya dan menunjukkan foto foto Gantha dan videonya. Bella melihat rekaman videonya dengan mengedikkan bahunya seram juga jijik hampir muntah.


"Kak Gantha (tangis histeris) Berengsek kamu kak sudah membunuh pacarku dengan sadis. Ternyata di balik kepolosan kakak, kakak adalah seorang psikopat." kata Bella penuh amarah.


"Hahahaha.....tepat sekali Bella. Jadi kamu salah sasaran harusnya yang kamu bunuh itu aku bukan Salsa, tapi jika kamu mau membunuh aku itu sama saja kamu mengantarkan nyawa kamu sendiri kepadaku karena bukan aku yang akan tewas di tangan kamu tapi kamu yang akan tewas di tanganku Bella. Salsa itu tidak salah yang salah itu aku, aku yang menyebabkan pacar kamu tewas, tapi kamu tega membuat Salsa koma dan kehilangan janinnya jadi kamu harus menerima akibatnya karena sudah berani hampir membuat Salsa terbunuh. Jangan kan cuma bocah ingusan seperti kamu Bella, premam saja yang menyebabkan kematian ibu aku juga sudah aku tewas sangat mengenaskan. Jadi kamu tak akan lepas dari genggaman aku Bella. Dan ternyata kamu masuk ke perangkapku dengan omonganku yang tadi di meja makan rumah kamu Bella hahahahaha....." kata Emeli tertawa.


"Kak Emeli tolong lepaskan Bella kak, jangan bunuh Bella. Bella masih mau hidup. Tolong kak maafkan Bella kak." pinta Bella minta dilepaskan.


"Hahahahaha.....(tertawa) kok nyali kamu ciut gitu sih Bell, bukankah tadi kamu sok berani kepadaku Bella. Katanya kamu mau ketemu sama Gantha bukan. Kamu cinta mati sama Gantha kan. Maka itu kamu tega ingin membunuh Salsa, agar dia balik lagi sama kamu (nunjuk Bella). Oke aku akan kabulkan permintaan kamu biar kamu bisa bersatu dengan Gantha di neraka. Kamu juga akan aku singkirkan dari dunia ini Bella." kata Emeli penuh amarah.


"Kak, tolong jangan bunuh Bella kak." pinta Bella ketakutan.


"Semuanya sudah terlambat Bella, kamu sudah buat sahabat aku menderita. Kamu rebut Gantha, kamu hina Salsa, kamu fitnah Salsa dan sekarang gara gara kamu Salsa harus kehilangan janinnya." kata Emeli sangat marah dan buat Bella menangis.


"Kak maafin Bella kak maafin Bella, Bella sangat menyesal sekali." kata Bella menangis ketakutan.


"Menyesal kamu bilang. Apa penyesalan kamj bisa mengembalikan semuanya hah.... (jambak rambut Bella) tidak karena kamu tidak bisa mengembalikan keadaan untuk bisa menjadi lebih baik." kata Emeli sambil menarik rambut Bella ke mobilnya.


"Kak ampun kak, sakit." kata Bella tapi Emeli tak menghiraukan teriakan Bella.


"Lebih sakit mana dengan apa yang Salsa rasakan." kata Emeli yang membuka kunciran Bella dan mengingkat rambut Bella di mobil dengan sangat kencang.


"Kak.....kakak mau ngapain." kata Bella yang menangis sangat ketakutan.

__ADS_1


Tapi Emeli tak menjawab perkataan Bella, dia langsung naik ke mobil dan menyalakan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya dengan sangat kencang hingga Bella terjatuh dan tubuh juga wajahnya terseret aspal hingga rusak, darah berceceran di jalan. Dan Tiba tiba ada rel kereta api dan Emeli mengurangi kecepatan mobilnya tapi goncangan melewati rel kereta api sangat kencang sehingga rambut Bella terlepas dari mobil Emeli dan tubuh Bella terjatuh di rel kereta api tak lama kemudian setelah mobil Emeli melewati rel kereta api tiba tiba kereta api pun lewat lalu Bella berteriak ketakutan tak sempat bangun dari posisi tidur karena terjatuh akhirnya Bella pun tertabrak kereta api hingga hancur berantakan sangat mengerikan dan kematian Bella sangatlah tragis.



"aaaaaa......." teriakan terakhir Bella sebelum tertabrak kereta api.


Emeli pun memberhentikan mobilnya dan melihat ke arah kereta api yang menabrak Bella, lalu Emeli tersenyum senang sekali melihat Bella mati tertabrak kereta api sungguh sangat mengenaskan.


"Selamat tinggal Bella, makanya kamu jangan menjemput maut kamu sendiri. Kalau kamu tidak mau mati muda. Lagian masih sekolah sudah belajar jadi pembunuh. Rasakan sendiri akibatnya akhirnya kamu mati sangat mengenaskan sekali. Kasihan sekali nasib kamu Bella.....Selamat tinggal Bella, semoga kamu bisa bersatu di neraka bersama Gantha Bella hahahahah......." kata Emeli tertawa dan langsung menjalankan mobilnya kembali ke rumah sakit.


Sebelum ke rumah sakit Emeli berhenti di tempat sepi untuk menghilangkan jejak darah Bella di mobilnya, setelah itu mencuci tangannya. Lalu Emeli menjalankan mobilnya lagi kembali ke rumah sakit untuk menunggu Bima. Kebetulan Emeli sampai Bima pun juga sampai berpapasan pas mereka turun dari mobilnya.


"Emeli." sapa Bima tersenyum.


"Hai kak Bima." kata Emeli yang kaget tapi terpaksa tersenyum manis untuk Bima biar tidak dicurigai.


"Habis dari mana." tanya Bima kepo.


"Oh, aku....aku tadi habis cari makan. Soalnya di rumah sakit tidak ada makanan favorite aku kak. Jadi Emeli cari makanan di jalan deh." kata Emeli gugup tapi tetap tersenyum biar Bima percaya.


"Oh gitu, ya sudah ayo kita masuk." kata Bima yang mengajak Emeli masuk sambil menggandeng Emeli.



"Kasihan Salsa, sekarang keadaannya masih kritis dan janinnya tidak bisa di selamatkan akibat gas beracun." kata Emeli yang menangis.


"Kamu yang sabar ya sayang. Kakak juga prihatin sama keadaan Salsa." kata Bima yang memeluk Emeli dan Emeli menangis di dalam pelukkan Bella.


Pagi hari ramai orang yang melihat di rel kereta api. Ada mayat seorang wanita tak terbentuk dan anggota tubuhnya sudah tak menyatu dan berantakkan di mana mana.


Monik sudah rapi ingin pergi kuliah, seperti biasa sarapan bersama keluarga tak pernah terlewati di pagi hari.


"Pagi ma." sapa Monik.


"Pagi juga sayang (tersenyum dan matanya mencari Bella) Loh Bella kemana sayang." tanya Jasmine.


"Loh, Monik pikir sudah di meja makan (bingung) mungkin kecapean kali mah jadi kesiangan. Ya sudah ma Monik bangunin Bella dulu ya ma." kata Monik yang segera langsung ke atas lagi menuju kamar Bella.


"Iya sayang." kata Jasmine tersenyum.


Monik mengetuk pintu kamar Bella.


"Tok tok tok." suara ketukan pintu kamar Bella.



"Bella.....Bella.....(sambil membuka pintu kamar Bella yang tak terkunci dan kecewa melihat Bella sudah tak ada di kamar) loh ke mana ya Bella, kok dia tidak ada di kamarnya ya (bingung) apa jangan jangan sudah berangkat sekolah (mikir) ah tapi tidak mungkin, Bella kan kalau ke sekolah harus sarapan bareng keluarga dulu." kata Monik yang terdiam sejenak karena memikirkan Bella lalu turun lagi kemeja makan dan membuat Jasmine kaget Monik turun tidak bersama Bella.


"Loh kok kamu turun sendiri sih sayang, mana Bella." tanya Jasmine bingung.


"Hem.....tidak tahu ma, Monik juga bingunh (kata Monik menggeleng kepala sambil cemberut) Bella tidak ada di kamarnya." kata Monik bingung.


"Ke mana ya, kok Bella tidak pamit sih sama mama." kata Jaamine bingung.


"Hem.....Monik juga tidak tahu ma." kata Monik sambil menaikkan pundaknya.

__ADS_1


Monik dan Jasmine pun bingung memikirkan Bella yang tak ada di kamarnya keheranan.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2