
Jasmine mencari Monik, dia sangat bingung dan cemas kenapa Monik belum kembali juga. Pagi sudah tiba Jasmine pun tetap saja mencari Monik tanpa getarnya karena Jasmine tidak mau lagi kehilangan anak tercintanya yang tinggal satu satunya yang masih hidup karena Bella sudah tewas sangat mengenaskan sekali.
"Monik, kamu kemana sih sayang." kata Jasmine yang mencemaskan Monik.
Tiba tiba Jasmine melihat sekerumunan orang di jalan raya tak jauh dari club malam juga banyak polisi di sana.
"Ada apa ya kok rame banget di sana, mungkin ada kecelakaan. Tapi tidak ada salahnya dilihat dulu." kata Jasmine sambil membuka sabuk pengamannya lalu turun dari mobilnya.
Alangkah kagetnya Jasmine pas melihat ada pembunuhan ternyata mayat itu adalah Monik, sangat tragis kepalanya putus. Jasmine pun histeris menangis melihat mayat itu.
"Monik......" teriak Jasmine histeris membuat semua orang melihat kaget ke arah Jasmine termasuk polisi.
"Maaf, bu. Ibu kenal dengan mayat itu. Soalnya mayat itu tidak ada tanda pengenalnya" kata polisi.
"I.....iya, mayat itu adalah anak saya." kata Jasmine.
"Kalau begitu, mayat ini akan saya antar ke rumah ibu." kata Polisi yang segera memerintahkan ke anak buahnya untuk membawa mayatnya Monik ke rumah Jasmine.
"Baik pak baik (menangis histeris) baru saja kehilangan Bella, sekarang harus kehilangan Monik juga. Mungkin ini karma untukku karena kesalahanku di masa lalu." kata Jasmine mengingat kejahatannya di masa lalu dengan kesedihan yang mendalam karena kehilangan kedua anak tercintanya.
Aleta sangat bingung akan keadaanya Monik.
"Aduh, kemana ya Monik. Kenapa dia menghilang tidak ada kabar sama sekali, mending aku telepon Vera." kata Aleta cemas.
"Hallo Let." jawab Vera dalam telepon.
"Hallo Ver, gimana kamu sudah dapat kabar belum dari Monik." kata Aleta penuh kekhawatiran.
"Belum Aleta aku juga cemas nih akan hilangnya Monik." kata Vera.
"Terus gimana dong, kalau gitu. Aku ke rumah kamu ya, nanti kita cari Monik sama sama Ver." kata Aleta.
"Oh oke deh Aleta aku tunggu ya." kata Vera.
Jasmine tampak sangat sedih sekali, suasana duka mengelilingi rumah Jasmine. Jasmine menangis penuh histeris akan kepergian Monik.
"Baru seminggu yang lalu Bella pergi meninggalkan mama, kenapa sekarang mama juga harus kehilangan kamu sayang. Kenapa kenapa kalian berdua harus tewas mengenaskan seperti ini." kata Jasmine sedih.
Aleta mengetuk pintu Vera dan Vera membuka pintu rumahnya.
"Vera.....Vera....tok tok tok....." kata Aleta sambil mengetuk pintu Vera.
__ADS_1
"Eh kamu Aleta, ayo kita cari Monik." kata Vera yang segera menutup pintu rumahnya.
Vera yang membawa mobil karena Vera bisa menyetir sedangkan Vero dulu tidak bisa menyetir mobil.
Emeli masih sangat sedih dengan komanya Salsa, dengan penuh dendam yang membara Emeli menghabisi Monik dengan cara sadis. Dan sesudah itu Emeli menjenguk Salsa yang masih koma.
"Satu lagi Salsa musuh kamu Monik telah tewas. Hidup kamu akan tenang Salsa setelah aku menghabisi ibu tiri kamu yang sangat kejam itu. Tidak akan ada airmata dan penderitaan untuk kamu lagi Salsa, karena sakit hati kamu sudah terbalaskan dengan nyawa mereka. Sekarang kamu tidur yang nyenyak dulu tapi nanti setelah kematian ibu tiri kamu, kamu harus bangun ya Salsa (megang tangan Salsa) aku enggak akan pergi meninggalkan kamu Salsa, aku sedih lihat kamu seperti ini. Tapi kamu jangan khawatir dendam kamu untuk keluarga kamu tercinta aku yang akan membalaskannya." kata Emeli mengeluarkan airmata kesedihan.
Lama sudah Aleta dan Vera mencari Monik tapi tak jua menemukannya.
"Monik kamu kemana sih sebenarnya." kata Aleta penuh kecemasan.
"Aleta lebih baik kita ke rumahnya Monik dulu, siapa tahu dia sudah pulang. Tapi belum sempat menghubungi kita karena kecapean." saran Vera.
"Iya kamu benar Ver, ya sudah kita ke rumah Monik dulu deh. Semoga aja benar kata kamu kalau dia sudah pulang." kata Aleta yang setujuh dengan saran Vera.
Kirana datang ke rumah sakit untuk menjenguk Salsa bersama Arka.
"Emeli." kata Kirana, Emeli sangat senang dengan kedatangan Kirana.
"Kirana." kata Emeli.
"Oh, kamu mau menikah. Selamat ya." kata Emeli.
"Sama sama, oh iya ini undangan buat kamu. Dan sebenarnya aku juga mengundang Salsa tapi Salsa masih koma, ini undangannya." kata Kirana menangis.
"Iya ini semua karena saudara tirinya Salsa." kata Emeli.
"Ya ampun, jahat banget mereka. Telah membuat Salsa seperti ini." kata Kirana.
"Ya begitulah Kirana, dan janin dalam kandungannya keguguran. Kasihan Salsa nasibnya." kata Emeli sedih begitupun Kirana dan Arka yang sedih mendengar cerita dari Emeli.
Sesampainya di rumah Monik. Aleta dan Vera pun kaget melihat rumah Monik sangat ramai banyak polisi dan banyak yang memakai baju hitam hitam.
"Astaga, lihat itu Ver. Kenapa rame rame di rumahnya Monik ya. Ada polisi juga, sebenarnya apa yang terjadi dengan Monik." kata Aleta bingung.
"Oh iya ya ada apa ya" kata Vera yang segera membuka pintu mobil dan langsung menuju rumah Monik dengan perasaan dag dig dug dan khawatir.
"Tante....." panggil Aleta dan Vera serentak.
"Aleta, Vera." kata Jasmine yang langsung memeluk Aleta dan Vera bergantian.
__ADS_1
"Tante, tante sebenarnya ini ada apa tante." kata Aleta bingung bertanya saat Jasmine memeluknya.
"Monik Aleta Monik." kata Jasmine.
"Iya tante kenapa dengan Monik." tanya Aleta panik.
"Tadi pagi tante mencari Monik, dan ternyata Mi Monik tewas terbunuh oleh sih peneror itu. Kepalanya putus, sangat mengenaskan sekali." kata Jasmine sedih.
"Apa, Monik tewas terbunuh tante. Tidak mungkin ini tidak mungkin, Monik....." teriak Aleta menangis histeris.
"Pasti ini pembunuh yang sama. Yang telah membunuh saudara kembar Vera, tante." kata Vera.
Aleta dan Jasmine pun bingung terdiam memikirkan perkataannya Vera.
Suasana duka mengiringi kepergian Monik. Tangis dari suara Jasmine, Vera, dan Aleta sangat pilu.
"Monik sahabat aku. Sampai kapan pun kamu akan menjadi sahabat aku. Aku sayang kamu Monik dan aku akan mencari pembunuh kamu sama Vero. Akan aku balaskan dendam kamu sama Vero, kamu yang tenang di sana ya sahabatku Monik." kata Aleta sangat sedih.
"Monik anakku tersayang, ini semua gara gara mama. Seandainya dulu mama tidak pernah melakukan kejahatan mungkin semua ini tidak akan terjadi. Ini karma yang harus mama terima, kehilangan anak anak yang mama cintai. Kamu Bella yang tenang di sana ya anakku sayang." kata Jasmine menangis histeris.
"Monik meski kita baru kenal. Dan terlalu singkat persahabatan kita tapi kamu adalah sahabatku yang terbaik di kampus. Aku janji Monik akan aku cari pembunuh kamu dan juga Vero saudara kembarku, akan aku balaskan dendam kalian. Kamu yang tenang di sana ya Monik." kata Vera penuh haru.
Setelah pemakaman Monik. Aleta dan Vera pamit untuk pulang kepada Jasmine.
"Tante kita pamit dulu ya." kata Aleta dan Vera serentak sambil mencium tangan Jasmine.
"Iya sayang." kata Monika.
Jasmine masih sangat berduka sekali karena kehilangan dua anak dalam waktu yang berdekatan.
"Monik.....Bella.....rumah ini terasa sepi sekali. Tanpa kalian, mama kangen kalian berdua." kata Jasmine menangis dan mengunjungi satu persatu kamar Monik dan Bella sambil melihat foto keluarga. Jasmine mengingat kebahagiaan bersama Monik dan Bella dengan airmata yang membasahi pipinya.
Akhirnya setelah mengunjungi kedua kamar anak anak tercintanya, Jasmine kembali ke kamarnya dan alangkah kagetnya pas di meja rias Jasmine ada tulisan "Selanjutnya giliran kamu yang akan mati." jasmine kaget dan sangat syok dengan tulisan itu.
"Tidak....tidak mungkin. Si....siapa sih yang menulis ini semua. Woy siapa yang menulis ini. Saya tidak mau mati." teriak Jasmine ketakutan.
Jasmine pun mengecek ke jendela tapi tidak ada satu pun yang dia temui karena suasana sangat sepi sekali. Jasmine merasa teramat sangat ketakutan dengan teror di meja riasnya.
* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘
__ADS_1