Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Dia Harus Mati


__ADS_3

Zahira menangis dalam kamarnya karena kesedihan mengingat Kevin pacarnya.


"Lo jahat Kevin, salah gue apa sama lo. Gue benci lo Kevin." kata Zahira kesal sambil membantai bingkai foto Kevin.


Zahira memperhatikan Kevin dan Tania dengan emosi sambil membawa pisau untuk membunuh Kevin dan Tania yang bersenang senang diatas penderitaan Zahira. Saat itu suasana jalan sangat sepi tak ada orang laen yang lewat dijalan itu.



"Sayang, gue senang banget akhirnya kita balikkan. Gue tuh gak bisa hidup tanpa lo sayang." kata Kevin tersenyum sambil mencium pipi Tania.


"Iya sayang, gue juga (tersenyum) maafin gue ya pernah ninggalin lo, cuma gara gara kesalah pahaman aja sayang." kata Tania.


"Ya, gak apa apa sayang. Yang berlalu biarlah berlalu yang penting kita khan udah kembali lagi dan takkan pernah terpisahkan." kata Kevin.


Lalu Zahira muncul dihadapan Kevin dan Tania dengan membawa pisau.


"Kevin, Tania kalian berdua harus mati." kata Zahira matanya terpancar dendam.


"Zahira." kata Kevin dan Tania serentak kaget.


"Kalian harus mati, gue gak terima kalau kalian menari nari diatas penderitaan gue." kata Zahira.


"Za....Za.....lo udah gila Za." kata Tania ketakutan.


"Tenang sayang tenang." kata Kevin menenangkan Tania.


"Eh.....Zahira gue gak takut sama ancaman itu. Dasar wanita gila." kata Kevin kesal.


"Awwww....." jerit Zahira pisaunya terjatuh ketanah dan Kevin mengambilnya.


"Lo itu hanya wanita lemah, gue gak takut sama lo Zahira. Lo mau bunuh kita dengan pisau ini, itu gak mungkin terjadi. Malah gue yang akan menusuk lo dengan pisau ini." kata Kevin emosi lalu menancapkan berbagai tusukkan ke tubuh Zahira dan tanpa sengaja Emeli melihat kejadian itu.


"Aaaa.....kalian kejam...." jerit Zahira yang menghembuskan nafas terakhirnya.


Setelah pulang dari Supermarket habis beli belanja bulanan, tanpa sengaja Emeli melihat Kevin menikam pisau itu ketubuh Zahira beberapa kali, dan Emeli emosi melihat semua itu. Dia langsung turun dari mobil.


"Zahira (kaget melihat Zahira mati terbunuh) Kevin, Tania mereka udah ngebunuh Zahira. dia harus mati mengenaskan seperti deretan laki laki buaya darat. Dan para pelakor itu juga harus mati mengenaskan, seperti tante Pamela." Emeli kaget dengan kejadian itu, Emeli memasang tangannya dengan sarung tangan biar tidak ada sidik jari untuk membunuh Tania lalu keluar dari mobilnya dengan sangat emosi.


"Sayang, ini gimana neh. Kalau ada yang tahu, gue gak mau dipenjara." kata Tania cemas.


"Lo tenang dulu ya sayang, mending lo bantu gue angkat Zahira. Biar kita buang neh mayat ke jurang, biar gak ada yang tahu. Lagi pula disini khan sepi jadi gak ada saksi mata yang lihat gue ngebunuh Zahira." kata Kevin panik sambil mengangkat mayat Zahira.


"Kevin.....Tania (teriak sambil menunjuk Kevin dan Tania) kalian udah ngebunuh Zahira." kata Emeli, Kevin dan Tania kaget.


"Aduh sayang gimana neh, ada saksi mata." kata Tania kaget.

__ADS_1


"Tenang sayang, cuma wanita lemah saksi matanya. Gue bisa habisi dia." kata Kevin sombong.


Lalu Kevin menarik pisau dari tubuh Zahira dan ingin menusuk Emeli tapi dengan mudah Emeli menangkis pisau itu hingga terjatuh ke lantai dan Kevin pun ikut terjatuh karena perlawanan dari Emeli.


"Lo pikir gue wanita lemah Kevin, udah berapa orang gue mutilasi. Itu semua kebanyakkan laki laki buaya darat seperti lo." kata Emeli nunjuk Kevin, wajah Kevin berubah pucat ketakutan begitu juga dengan Tania.


"A....apa....ja....jadi lo udah banyak membunuh laki laki." kata Kevin.


"Iya. Dan sekarang giliran lo, karena lo udah membuat wanita ini menderita (nunjuk Zahira) dan lo bunuh dia." kata Emeli pancarkan mata penuh dendam, tapi tangan Kevin cedera karena sudah diplentir oleh Emeli waktu mau menangkis pisau yang ingin melukai Emeli.


"Dan lo Tania sebagai pelakor yang jahat gue akan habisi lo." kata Emeli menghampiri Tania.


"Ja....jangan Emeli jangan." kata Tania sambil mundur ketakutan, Kevin tak membiarkan Emeli membunuh Tania dan Kevin memegang kaki Emeli.


"Tania, pergi Tania." pinta Kevin sambil menyuruh Tania pergi.


"Ta, tapi lo." kata Tania cemas.


"Gak usah pikirin gue, pergi lo sayang. Gue cinta sama lo." kata Kevin yang masih memegangi kaki Emeli dan Tania sedih harus meninggalkan Kevin.


"Cepat, jangan pedulikan gue. Pergi sana Tania." teriak Kevin dan kemudian Tania berlari.


"Tania, lo mau kemana (teriak Emeli yang mencoba melepas pegangan Kevin dan menginjak nginjak Kevin dengan kencang hingga lemah tak berdaya) Sekarang gue beresin dulu Tania, nanti gue kembali lagi dan beresin lo." kata Emeli penuh emosi yang mengejar Tania.


"Emeli, jangan sakiti Tania." kata Kevin terbata bata yang gak bisa berbuat apa apa.



"Tania lo dimana Tania." panggil Emeli sangat menyeramkan.


"Aduh, wanita itu kearah sini lagi. Gue takut." tangis Tania tak bersuara, Tania berjalan mundur hingga kakinya menginjak sampah botol dan bunyinya mengundang perhatian Emeli hingga mengarah ke mobil tempat persembunyian Tania. Tania semakin takut.


"Nah, ternyata lo disini Tania." kata Emeli yang menjambak rambut Tania menyeret rambutnya Tania hingga tubuhnya terjatuh aspal sampai ke hadapan pacarnya. Tubuh Tania penuh darah, Sepanjang perjalanan Tania berteriak kesakitan. Dan Emeli tak menghiraukan teriakan Tania.


"Aaaawwww......sakit, ampun Emeli ampun."


pinta Tania sangat pilu.


"Kevin, lihat cewek lo. Apa setelah wajah dia seperti ini. Lo masih tetap cinta sama Tania hah....." bentak Emeli.


"Lepasin, lepasin dia....jangan lo sakiti dia." kata Kevin terbata bata.


"Gue gak akan lepasin dia (menjambak rambut Tania, dan Tania merintih kesakitan) Lihat itu Tania, lihat wanita yang udah kalian buat menderita." kata Emeli.


"Awww.....tolong jangan bunuh kami, Ampuni kami." pinta Tania.

__ADS_1


Emeli malah tertawa.


"Hahahahaha.....ampuni kalian (diam sejenak) gampang kalian minta maaf setelah apa yang kalian lakukan pada Zahira. Tidak semudah itu sakit hati Zahira, harus dibayar dengan nyawa kalian." kata Emeli menunjuk Kevin dan Tania.


"Jangan lo sakiti Tania, bunuh aja gue." kata Kevin.


"Lo minta gue bunuh (tertawa) sabar dong nanti juga dapat giliran lo gue bunuh." kata Emeli santai.


"Tolong, gue gak sanggup lagi." tangis Tania.


"Lo gak sanggup (tertawa) hahahaha.....oke gue akan mempermudah kematian lo Tania." kata Emeli sambil mengambil batu besar yang terletak ditanah dan langsung melemparkan ke kepala Tania hingga kepalanya hancur dan darahnya mengalir deras.


"Aaaaa......." teriak Tania yang akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Tania.....dasar wanita iblis, lo udah bunuh Tania." tangis Kevin histeris.


"Sekarang giliran lo, ayo ikut gue Kevin." kata Emeli yang menarik tangan Kevin kasar ke mobil meninggalkan Tania dan Zahira ditempat sepi.


"Tania (teriak Kevin menangis) tolong jangan tinggalkan Tania." pinta Kevin.


"Besok juga akan ada orang yang menemukan mayat mereka." kata Emeli.


Sesampainya dirumah Emeli, Emeli langsung menariknya ke ruang bawah tanah.


"Mau apa lo bawa gue kesini wanita iblis." kata Kevin penuh emosi.


"Pertanyaan yang bagus Kevin, gue kesini akan bermaen maen bersama lo. Dengan pisau ini (sambil mengambil pisau dimeja) Kevin lo udah membuat Zahira menderita dan lo juga yang udah mengakhiri hidupnya. Maka itu gue juga akan memusnahkan lo dari muka bumi ini (sambil menunjuk Kevin dan sambil mengambil secangkir darah untuk disuguhkan pada Kevin) lo haus khan Kevin karena dari tadi lo teriak teriak (tertawa) sekarang minum, minum ini (meminumkan ke Kevin, dan Kevin memuntahkannya. Lalu Emeli mengambil darah lagi untuk di minum sendiri) darah ini sungguh segar, darah dari para korban yang suka mempermainkan hati wanita." kata Emeli sambil tertawa.


"Lo sakit jiwa, lo gak waras." kata Kevin kesal.


"Nah itu tahu, makanya lo jangan pernah ngeremehin gue. Dan coba coba nantang gue, karena itu akan berbalik ke diri lo sendiri." kata Emeli.


"Ini tangan lo, yang udah membunuh Zahira dan berlaku kasar pada wanita." kata Emeli yang langsung menyayat tangannya hingga darah segarnya bercucuran.


"Aaaaghhh....." teriak Kevin.


Dan Emeli menyayat nyayat seluruh tubuh Kevin, bola matanya, dan kaki lalu melayangkan pisau itu ke mulut, bibir, dan lidah Kevin.


"Dan ini bibir, mulut, dan lidah lo yang suka berkata kasar dan merayu wanita." kata Emeli, Kevin pun teriak kesakitan hingga terputus saat lidahnya terpotong. Dan Emeli mengambil gergaji, Kevin hanya meronta ronta ketakutan lalu membelah dadanya hingga darahnya membanjiri tubuh Kevin dan bercucuran dilantai, lalu Emeli mengambil Ginjal, hati, dan jantung yang ditaro di aquarium. Darahnya pun ditaro botol yang dimasukkan ke lemari es. Emeli tertawa senang karena mangsanya telah mati sangat mengenaskan. Emeli membawa mayat Kevin ke kolam buaya dan menjadikan mayatnya Kevin itu santapan Buaya.


"Itu makanan tuk hari ini ya buaya buaya gue. Selamat makan." kata Emeli tersenyum lalu pergi meninggalkan buayanya yang lagi melahap mayat Kevin.


Emeli kembali membersihkan bekas darah darah yang berceceran dilantai kamar bawah tanah, setelah itu Emeli kembali kekamarnya dan merebahkan tubuhnya dikasur.


"Kasihan Zahira, dia harus mati ditangan mantannya (sedih) seandainya saja gue datang tepat waktu pasti, Zahira masih hidup (menyesal) Oh iya hampir lupa tadi khan gue habis dari supermarket beli perlengkapan mandi. Tapi masih dimobil, mending gue mandi dulu ah biar seger. Hari ini sungguh sangat melelahkan sekali, habis mandi langsung bobo cantik." kata Emeli segera bangkit dari kasurnya untuk segera mandi tapi sebelumnya ke mobil dulu untuk ambil belanjaan yang tadi dibeli disupermarket.

__ADS_1


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘


__ADS_2