Psikopat Cinta

Psikopat Cinta
Macet


__ADS_3

Keesokkan harinya sangat ramai masuk berita tentang mobil meledak di kawasan Jalan Pinus di mana tempat itu hanya terdapat jurang, dan hutan saja. Tidak ada pemukiman warga, kemacetan di mana mana karena itu salah satu jalan menuju kampus Bumi Cerdas. Rania yang melewati tempat itu tertawa.



"Wuih, hancur banget tuh mobil. Pasti tubuh tante Jasmine hancur berkeping keping." sungut Rania sambil tertawa bahagia.


Sementara itu Kayra bingung melihat kemacetan itu.


"Kak ada apa ya kak kok rame banget." tanya Kayra.


"Kakak juga nggak tahu Kay katanya sih. Ada mobil meledak." jawab Azka.


"Hah....mobil meledak, serem amat kak. Kayra nggak bisa ngebayangin kalau berada di dalam mobil itu pas meledak, pasti luar binasa sakit banget kali ya kak, sebab tubuhnya hancur berkeping keping jadi serpihan debu." ujar Kayra bergedik ngeri.


"Ya jangan dibayangin dong Kay. Kamu ini ada ada aja pakai dibayangin segala." ujar Azka sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Sementara itu Vera juga bingung kenapa jalanan bisa semacet ini, tak seperti biasanya.


"Ada apa ya, kok macet banget sih jalanan, aduh kalau kaya gini caranya bisa telat deh sampai kampus hem...." gumam Vera bingung, wajahnya nampak khawatir takut telat masuk kampus.


Retta dan Gracia juga bingung melihat jalanan yang super duper macet.


"Aduh Grac kok macet banget ya, ada apa ya." tanya Retta.


"Sepertinya ada kecelakaan deh Rett." jawab Gracia.


"Oh mungkin kali ya." ujar Retta.


Akhirnya Retta dan Gracia pun melewati mobil yang hancur lebur karena bom dan mereka baru tahu kalau kemacetan itu terjadi bukan sekedar kecelakaan saja tapi karena ada mobil yang meledak sangat dasyat.



"Waduh ternyata bukan kecelakaan Grac, tapi mobil meledak tuh lihat sampai hancur seperti itu ledakkannya. Parah amat ya Grac." ujar Retta.


"Iya Rett kasihan banget orang yang ada di mobil itu matinya sangat mengenaskan sekali." ujar Gracia bergedik ngeri.


Rania melihat mobil Jasmine yang meledak karena bom sungguh terpukau.


"Waw.....amazing ternyata separah ini ledakkannya. Selamat jadi penghuni neraka tante Jasmine hahahahaha....." sungut Rania terkekeh.


"Makanya jangan berani menyakiti sahabat baikku, kan akhirnya kamu mati mengenaskan hahahahahahaha...... sekarang sahabatku bisa hidup dengan damai tanpa keluarga tiri yang jahat seperti kalian, dan kematian papanya Salsa terbalaskan hahahahahahaha......." sungut Rania kembali tertawa terbahak bahak melihat mobil Jasmine yang hancur.


Kayra dan Azka pun melewati mobil yang meledak karena bom.


"Kak Azka lihat itu (nunjuk ke mobil yang meledak) benar benar parah ya kak ledakannya sampai hancur seperti itu mobilnya, benar dugaan Kayra kak pasti korban yang ada dalam mobil itu hancur berkeping keping tanpa tersisa, pasti kalau malam jalanan ini jadi angker karena arwahnya mati penasaran. Ih seram....." ujar Kayra bergedik seram.


"Ya udah pasti lah sayang, mana mungkin orang yang ada di mobil itu selamat. Lihat aja mobilnya hancur berkeping keping seperti itu. Ya bisa jadi loh kalau malam jalanan ini jadi angker karena arwah yang penasaran korban bom meledak. Kamu hati hati lo de kalau lewat jalan ini." cicit Azka menakut nakuti Kayra.


"Ih.....kak Azka kok jadi menakut nakuti Kayra sih kak." sungut Kayra kesal.


Azka pun tertawa melihat ekspresi Kayra yang ketakutan.


"hahahahahaha.....Ya habis kamu kebanyakkan nonton film horor, ada korban kecelakaan dibilangnya jadi arwah penasaran." kekeh Azka.


Vera juga kaget melihat mobil meledak karena bom.


"What, ternyata ada mobil meledak. Gila parah amat nih hancurnya, gimana ya nasib orang yang berada dalam mobil itu." gumam Vera bingung yang menyetir sendirian.


Akhirnya setelah mengantri di kemacetan sepanjang perjalanan mereka sampai juga di kampusnya. Banyak mahasiswa mahasiswi yang telat karena begitu macet jalanan menuju kampusnya. Begitu pun dosen mereka yang pada telat.


"Aduh, capek banget tadi macetnya panjang banget. Gara gara ada mobil yang meledak." Ujar Cindy.



"Iya benar banget, aduh padahal gue tadi udah jalan pagi pagi banget. Tapi tetap aja telat." sambung Zahra.

__ADS_1



"Iya macetnya panjang banget lagi, aku sampai pusing tadi di jalan. Tapi syukurlah akhirnya sampai kampus juga." ujar Sarah.



"Iya benar ya ladies, macetnya sepanjang perjalanan. Nggak ada yang bisa balik arah lagi." sambar James yang tiba tiba mengagetkan para ladies yang sedang membicarakan kemacetan di jalan.



"Ya ampun, James kamu ngagetin kita aja." sungut Sarah mengelus ngelus dadanya.


"Iya kamu kaya Jaelangkung deh. Yang datang nggak dijemput, pulang pun nggak diantar." sambar Cindy sambil tertawa, yang diikuti oleh Sarah dan Zahra.


"Yoi Cindy, betul sekali. Untung kita pada nggak jantungan, James James......" ujar Zahra sambil tertawa.


"Kalian ini bilang aku kaya Jaelangkung. aku bukan jaelangkung ladies." sungut James.


"Terus apa dong?" tanya Cindy, Sarah, dan Zahra serentak.


"Jins" jawab James kesal.


"Jin kali James." ujar Cindy, Sarah, dan Zahra serentak.


"Iya Jin puas kalian pada." sungut James kesal.


"Jin apa rok James." canda Cindy terkekeh.


"Suka suka kamu deh Cin." sungut James kesal.


Melihat tingkah James Cindy, Sarah, dan Zahra tertawa.


"Aduh macet banget tadi Ver, ternyata ada mobil yang meledak." ujar Kayra kelelahan karena macetnya terlalu lama di mobil.


Retta dan Gracia baru sampai kampus.


"Hah.....akhirnya sampai juga di kampus. Hari ini sangat melelahkan sekali." ujar Retta sambil meregangkan otot ototnya karena menyetir mobil.


"Iya benar sangat melelahkan sekali." jawab Gracia


"Kamu sih mending Rett, nah aku yang nyetir terasa pegalnya." ujar Gracia.


"Kalau aku bisa nyetir sih tadi gantian nyetir, aku kan nggak bisa nyetir. Yang ada nanti malah jatuh ke jurang lagi." ujar Retta sambil tertawa.


"Iya.....iya....iya.....iya makanya kamu belajar Retta biar kalau ada kejadian seperti tadi kan bisa gantian." ujar Gracia sambil tersenyum.


"Iya iya nanti aku kursus stir mobil deh, ya udah ayo masuk." ajak Retta sambil tersenyum masuk ke kampus bareng Gracia dan berpapasan dengan Rania.


"Hai Rania, kamu juga baru sampai." tanya Retta.


"Iya nih, huh (mengelap jidatnya) tadi jalanan sangat macet banget. Jadi aku baru sampai deh." ujar Rania.


"Iya macet nya sangat panjang sekali ya Rania, aku aja sampai pegal nih tangannya." ujar Gracia sambil merenggangkan otot otot tangannya.


"Iya betul. Lah memangnya kamu nyetir sendiri Gracia nggak gantian apa sama Retta." ujar Rania tersenyum.


"Boro boro, Retta kan nggak bisa nyetir Ran." jawab Gracia.


"Oh iya lupa." kekeh Rania sambil menepuk jidatnya.


"Ya udah, ayo kita masuk bareng." ajak Retta.


"Ayo." ujar Rania dan Retta.


"Macet lagi macet lagi, gara gara sih Vano lewat. Pak Polisi jadi bingung karena ada bom meledak duarrrr......" Tano bernyanyi valles bernada sikomo sambil goyang goyang lucu, lalu dia berhenti melihat Rania lewat.

__ADS_1


"Hai bebebz, baru datang ya." tanya Tano.


"Rania, fans manggil." bisik Gracia.


"Apaan sih kamu Gracia." sungut Rania sambil menyenggol Gracia dengan lengannya kesal.


"Iya Tano." jawab Rania wajahnya menampakkan ketidak sukaan karena di ganggu oleh Tano.


"Tadi macet ya di jalan." tanya Tano.


"Eh....iya Tano tadi macet banget jalanan tapi bukan karena Tano lewat melainkan ada mobil hancur karena bom meledak." jawab Rania.


"Oh iya......Rania." ujar Tano sambil mendekati Rania, Gracia dan Retta tersenyum geli melihat tingkah Tano.


"Eh....maaf Tan, a....aku mau ke toilet dulu......" ujar Rania sambil menarik lengan Gracia dan Retta.


"Eh....eh Rania. Yah pergi, emang Tano semenyeramkan itu ya." seloroh Tano sambil menggaruk garuk kepala yang nggak gatal karena bingung.


"Akhirnya lepas juga dari Tano." ujar Rania menghela nafas lega.


"Jangan gitu Rania, itu fans kan fans kamu." seloroh Gracia meledek sambil tertawa.


"Iya sama fans nggak boleh sombong gitu ah." sambung Retta meledek sambil tertawa.


"Apaan sih kalian." sungut Rania cemberut.


"Udah, jangan cemberut gitu. Bercanda keles." ujar Retta tersenyum.


"Ya udah yuk kita ke kelas." ajak Gracia.


Salsa masih bersedih mendengar kabar Monik dan Bella tewas mengenaskan. Di rumah sakit dia masih menangis.


"Monik, Bella kalian yang tenang ya di sana, aku sudah maafin kalian kok meski kalian sering jahat sama aku. Pasti mama sendiri di rumah, lagi sedih karena memikirkan kepergian Monik dan Bella, kasihan mama." lirih Salsa.


"Maafin mama nak yang nggak bisa menjaga kamu, mama sedih harus kehilangan kamu sayang." lirih Salsa kembali sambil mengelus perutnya.


"Nyonya Salsa, ini sarapan paginya. Dan jangan lupa di minum ya obatnya." ujar Suster.



"Baik sus, terima kasih ya." ujar Salsa.


"Sama sama nyonya." ujar suster.


"Aduh kebelet pipis.....minggir minggir....." ujar Adelia tanpa sengaja menyenggol Kayra dan Vera.



"Aww....kamu kalau jalan lihat lihat apa. Jangan asal nyeruduk aja kaya banteng." sungut Kayra.


"Sorry mayori Kayra, Vera. Habis aku kebelet pipis. Tahu sendiri kan tadi jalanan macet banget di jalan Pinus kan ke kampus itu cuma satu arah pasti lewat jalan Pinus nggak ada jalan lain lagi kecuali nggak kecil yang hanya bisa di lewati oleh motor." jawab Adelia.


"Iya tapi kan kamu bisa lewat pinggir, jalanan masih luas keles. Lewat sana kan bisa kenapa harus lewat sini. Kamu mau cari masalah sama kita ya." ujar Vera emosi.


"Slow aja jangan ngegas gitu dong. Ah ya udah deh aku nggak bisa ngeladenin kalian berdua karena aku benar benar udah kebelet pipis, nanti kalau ngompol gimana emang kalian mau ngepelin ompol aku. Udah ah aku duluan ya ke toilet." cicit Adelia yang langsung masuk ke toilet kampus.


"Uh, dasar wanita udik." sungut Kayra kesal.


"Ya udah yuk. Ke kantin lapar nih gara gara macet sarapan jadi tertunda. Tadi di rumah nggak sempat sarapan. Karena nggak ada yang masak, nyokab aku kan pagi pagi udah berangkat kerja karena meeting." ajak Vera.


"Ya udah yuk kita sarapan dulu, aku juga lapar lagi karena macet." jawab Kayra.


Kayra dan Vera ke kantin untuk sarapan pagi di sana karena Vera belum sempat sarapan di rumah, sedangkan Kayra yang sudah sarapan di rumah pun ikut lapar karena macet yang begitu panjang perut Kayra pun jadi lapar lagi.


* Untuk para Readers terima kasih udah mampir di novel Pertama aye yee guys....Jangan Lupa Vote, Cooment dan Likenya Yee...Semoga berkenan dihati yee guys * Maaf baru belajar berkarya nulis Novel 😘

__ADS_1


__ADS_2